Breaking News
light_mode

Hadiri Dialog Publik DPW GEMA Mathla’ul Anwar Maluku, Hendrik Lewerissa Ingatkan Terus Jaga Kemajemukan di Maluku

  • account_circle Admin
  • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
  • visibility 348
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ambon,Tajukmaluku.com-Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, menghadiri dialog publik bertema “Moderasi Beragama Sebagai Fondasi Harmoni Antar Umat Beragama di Maluku” yang digelar Dewan Pimpinan Wilayah Generasi Muda Mathla’ul Anwar (DPW GEMA Maluku) di New Baileo Cafe, Ambon, Jumat (27/2/2026).

Forum ini mempertemukan unsur Pemerintah Provinsi Maluku, akademisi lintas kampus, dan generasi muda.

Ketua DPW Gema Mathla’ul Anwar Maluku, Bansa Hadi Sella, menegaskan bahwa dialog ini bukan sekadar seremoni. “Moderasi beragama adalah kebutuhan riil Maluku. Kita punya pengalaman pahit 1999. Jangan ada lagi ruang bagi narasi perpecahan,” ujarnya.

Ia menambahkan, generasi muda Mathla’ul Anwar ingin memastikan ruang-ruang dialog terus hidup agar kohesi sosial tidak hanya menjadi jargon pemerintah, melainkan praktik sehari-hari warga.

Stabilitas dan Investasi

Sebagai Narasumber dalam dialog publik tersebut, Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa menekankan bahwa kemajemukan Maluku adalah anugerah sekaligus keniscayaan yang harus dijaga secara serius. Ia menegaskan pentingnya menjaga kehidupan horizontal antarwarga sebagai fondasi stabilitas daerah.

Ia mengapresiasi kegiatan-kegiatan bertemakan moderasi agama dan menyatakan bahwa gerakan-gerakan civil society terkait perdamaian harus terus digencarkan. Menurutnya, menjaga Maluku tetap damai merupakan bagian dari misi Sapta Cita Lawamena, khususnya dalam menjaga dan merawat kohesi sosial.

Gubernur juga menegaskan bahwa stabilitas keamanan menjadi prasyarat masuknya investasi. Konflik komunal, kata dia, akan menjadi hambatan serius bagi pertumbuhan ekonomi dan pembangunan daerah.

Ia mengajak masyarakat mendukung Polri, TNI, serta seluruh stakeholder dalam menjaga keragaman dan kedamaian di tengah masyarakat.

Foto: Gubernur Maluku bersama peserta Dialog Publik. New Baileo Cafe. Ambon, Jumat (27/2/2026)

Terkait dinamika informasi publik, Gubernur menekankan pentingnya etika jurnalisme di era digital.

Ia mengingatkan agar tidak terjebak pada isu hoaks atau framing negatif yang tidak berdasar, termasuk tudingan bahwa dirinya anti-Islam. Ia menyatakan tidak anti kritik dan menerima masukan, namun kritik harus berbasis data, fakta, konfirmasi, dan verifikasi.

“Jika ada seseorang yang melakukan pelanggaran hukum, maka biarlah proses hukum yang berjalan sesuai mekanisme yang berlaku. Jangan sampai kita terjebak pada solidaritas sempit yang justru menyeret persoalan pribadi menjadi konflik komunal,” ungkapnya.

Generasi Muda dan Tanggung Jawab Publik

Sisi lain, Politisi PPP Maluku, Rovik Akbar Afifudin, menyoroti peran generasi muda dalam ruang publik. Ia menegaskan bahwa pemuda memiliki tanggung jawab dalam menyampaikan informasi. Peran generasi muda tidak hanya sebagai konsumen informasi.

Foto: Peserta Dialog Publik di New Baileo Cafe. Ambon, Jumat (27/2/2026)

Ia menyatakan bahwa apabila ada pihak yang membangun kembali narasi perpecahan, maka pihak tersebut sedang mundur ke belakang, bukan maju ke depan.

Menurut Rovik, setiap pemuda bertanggung jawab meninggalkan legacy bagi generasi berikutnya. Harmoni dan persatuan harus menjadi warisan utama generasi saat ini.

Tafsir, Sejarah, dan Luka 1999

Akademisi UIN A.M. Sangadji Ambon, Dr. M. Asrul Pattimahu menegaskan bahwa keragaman adalah realitas yang tak terhindarkan.

Ia mengutip Al-Qur’an Surah Al-Hujurat ayat 13 tentang penciptaan manusia yang berbangsa-bangsa dan bersuku-suku untuk saling mengenal.

Menurutnya, tidak ada peradaban yang dibangun dalam komunitas homogen. Pengetahuan justru tumbuh dalam masyarakat plural karena adanya perjumpaan antarbangsa dan pertukaran budaya.

Asrul mencontohkan praktik keagamaan Islam di Maluku sebagai refleksi akulturasi peradaban: baju koko berakar dari budaya Tiongkok, gamis dari Arab, jas dari Eropa, dan sarung dari Nusantara. Identitas keagamaan di Maluku terbentuk melalui interaksi lintas budaya.

Ia mengingatkan bahwa manusia hidup dalam dunia tafsir. Yang sering dibela bukan agamanya secara murni, melainkan tafsir-tafsir atas agama tersebut.

Asrul juga menyinggung fragmentasi sosial pasca konflik 1999. Sebelum konflik, masyarakat hidup berdampingan dalam satu kompleks antara basudara Muslim dan Kristen. Setelah konflik, terjadi pemisahan sosial berbasis identitas agama.

Terkait fenomena media sosial, ia menyampaikan bahwa ruang digital kerap gagal membedakan mana yang benar dan salah. Fenomena post-truth membuat kebenaran diukur dari seberapa banyak informasi dibagikan, bukan dari validitasnya.

Menurut Asrul memperbanyak perjumpaan langsung. Intensitas pertemuan antarwarga akan mendorong pertukaran informasi dan memperkecil prasangka.

Jembatan Lintas Iman

Dari kampus Universitas Kristen Indonesia Maluku, Pdt. Grace S. Surwuy menekankan pentingnya kolaborasi lintas pihak dalam memperkuat harmoni sosial.

Ia mencontohkan praktik konkret di dunia pendidikan, di mana terdapat doktor dan tokoh-tokoh Islam yang menyelesaikan pendidikan di Universitas Kristen Indonesia Maluku. Itu, menurutnya, menjadi jembatan relasi lintas iman yang nyata.

Kolaborasi lintas institusi dan lintas agama, kata Grace, adalah fondasi membangun harmoni yang indah dan berkelanjutan di Maluku.*(01-F)

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • APK Menyalahi Aturan, PERMAHI Ambon Harap BAWASLU Bertindak Tegas

    APK Menyalahi Aturan, PERMAHI Ambon Harap BAWASLU Bertindak Tegas

    • calendar_month Selasa, 29 Okt 2024
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com– Direktur Lembaga Kajian dan Pengawasan Penegak Hukum (LKPPH) Dewan Pimpinan Cabang Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (PERMAHI) Kota Ambon, Saputra Belassa, mengatakan perlu adanya tindakan tegas terhadap pemasangan alat peraga kampanye di berbagai tempat. Rabu (30/10/2024). Alat peraga kampanye (APK) merupakan bagian dari sarana atau metode kampanye yang merupakan hak peserta pemilu untuk bersosialisasi dan/atau […]

  • SP PLN Apresiasi Sikap Presiden RI Prabowo Tolak Skema Power Wheeling

    SP PLN Apresiasi Sikap Presiden RI Prabowo Tolak Skema Power Wheeling

    • calendar_month Minggu, 2 Mar 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Jakarta,Tajukmaluku.com-SP PT PLN (Persero) mengapresiasi sikap Presiden RI Prabowo Subianto yang dikabarkan menolak penerapan skema power wheeling sebagaimana disampaikan Utusan Khusus Presiden RI Bidang Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo dalam acara CNBC Indonesia Economic Outlook 2025 di Hotel WesLn, Jakarta, Rabu (26/2) “Kita memberikan apresiasi yang seLnggi-Lngginya kepada Presiden RI Prabowo Subianto atas penolakan skema […]

  • Soal Tambang Ilegal Gunung Botak, IMM Ambon Desak Copot Dandim dan Kapolres Pulau Buru

    Soal Tambang Ilegal Gunung Botak, IMM Ambon Desak Copot Dandim dan Kapolres Pulau Buru

    • calendar_month Kamis, 17 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Kota Ambon mendesak pencopotan Dandim dan Kapolres Pulau Buru.Permintaan itu menyusul meningkatnya eskalasi konflik serta lemahnya pengamanan di kawasan tambang ilegal Gunung Botak, Kabupaten Buru. Sekretaris Umum PC IMM Kota Ambon, Muttaqien Heluth menilai aparat keamanan gagal menjalankan fungsi pengawasan dan perlindungan terhadap masyarakat. “Korban terus berjatuhan di […]

  • PLN Dukung Stimulus Ekonomi dari Pemerintah, 97% Pelanggan Rumah Tangga Peroleh Diskon Setengah Harga

    PLN Dukung Stimulus Ekonomi dari Pemerintah, 97% Pelanggan Rumah Tangga Peroleh Diskon Setengah Harga

    • calendar_month Selasa, 17 Des 2024
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com- PT PLN (Persero) mendukung penuh langkah Pemerintah dalam menyalurkan paket stimulus ekonomi bagi 81,4 juta pelanggan atau 97 persen dari total 84 juta pelanggan golongan rumah tangga. Melalui stimulus tersebut, Pemerintah melalui PLN akan memberikan potongan tarif listrik sebesar 50 persen bagi pelanggan rumah tangga dengan daya 2.200 VA ke bawah pada Januari hingga […]

  • Raih Penghargaan Kinerja Kepala Daerah 2025, Rahantan: Kado Akhir Tahun untuk Masyarakat Tual

    Raih Penghargaan Kinerja Kepala Daerah 2025, Rahantan: Kado Akhir Tahun untuk Masyarakat Tual

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Pemerintah Kota Tual berhasil meraih penghargaan nasional atas capaian kinerja pemerintahannya sepanjang tahun 2025. Penghargaan itu diraih pada ajang Apresiasi Kinerja Pemerintahan Daerah Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Tempo Media Group bekerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Tito Karnavian kepada Wali Kota Tual, Hi. […]

  • PLN UP3 Tual Perluas Layanan Listrik 24 Jam di Tual dan Malra, Kado Akhir Tahun untuk Masyarakat

    PLN UP3 Tual Perluas Layanan Listrik 24 Jam di Tual dan Malra, Kado Akhir Tahun untuk Masyarakat

    • calendar_month Minggu, 21 Des 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Tual,Tajukmaluku.com-PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan keadilan energi hingga ke wilayah terluar Indonesia. Melalui PLN UP3 Tual, sebanyak empat desa di Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara kini resmi menikmati layanan listrik selama 24 jam penuh, sebagai kado akhir tahun PLN bagi masyarakat dalam menyambut Natal […]

expand_less