Hidayat Wajo Beri Materi di Kaderisasi GMNI Ambon, Ini yang Disampaikan
- account_circle Admin
- calendar_month 0 menit yang lalu
- visibility 1
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Ambon,Tajukmaluku.com-Ketua Komisi III DPRD Provinsi Maluku, Alhidayat Wajo yang juga merupakan mantan Ketua Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kabupaten Buru, menjadi narasumber utama dalam kegiatan Kaderisasi Tingkat Dasar (KTD) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Ambon.
Materi yang disampaikan secara mendalam menitikberatkan pada muatan lokal dan dinamika geopolitik, serta berbagai pengalaman kerja yang telah ia lakukan sebagai wakil rakyat dari Partai PDI Perjuangan di Gedung Karpan.
Kegiatan kaderisasi yang berlangsung hangat dan interaktif ini dilaksanakan di Hindu Center, Air Salobar, Kota Ambon. Agenda tersebut dihadiri oleh belasan calon kader dari berbagai komisariat di Kota Ambon yang diseleksi secara ketat, serta sejumlah peserta dari kabupaten lain di Maluku. Diskusi dipandu langsung oleh Ketua DPC GMNI Ambon sebagai moderator.
Dalam pemaparannya, Hidayat memberi apresiasi tinggi kepada para peserta yang merupakan generasi muda Maluku sebagai garda terdepan dalam pembangunan daerah. Ia juga mengulas berbagai tantangan yang dihadapi anak muda di tengah persaingan sumber daya manusia yang semakin kompetitif.
“Hari ini kompetisi tidak lagi hanya lokal, tetapi juga berskala nasional. Anak muda Maluku harus siap bersaing merebut peluang kerja termasuk dalam rekrutmen pendamping kementerian, penyelenggara pemilu, hingga tes CPNS,” tegasnya.
Ia mencontohkan sejumlah peserta dari luar daerah seperti Papua yang mampu bersaing di seleksi di Maluku, sebagai cermin perlunya kesiapan SDM lokal.
Pemaparan Hidayat kemudian difokuskan pada isu penting mengenai keadilan distributif dalam pembangunan infrastruktur. Sebagai provinsi kepulauan dengan luas wilayah laut sangat dominan, Maluku menurutnya kerap belum mendapatkan porsi pembangunan yang memadai.
“Selama ini, perhitungan APBD lebih banyak didasarkan pada ukuran kontinental dan jumlah penduduk. Regulasi dan porsi pembangunan belum memperhitungkan karakter unik provinsi kepulauan seperti Maluku, sebuah ketimpangan yang nyata,” ujarnya.
Hidayat menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur yang adil adalah fondasi penting untuk membuka akses pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan konektivitas antar pulau. Ia menambahkan bahwa tanpa dukungan infrastruktur yang memadai, potensi daerah seperti pelabuhan laut, akses jalan antar wilayah, pasar rakyat, serta sistem transportasi masih akan tertinggal.
Selain itu, Bung Dayat turut menyentuh potensi sektor pariwisata yang besar di wilayah seperti Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan Kepulauan Kei, yang hingga kini masih menghadapi kendala fasilitas pendukung. Menurutnya, potensi besar ini hanya bisa dimaksimalkan bila didukung dengan infrastruktur yang tepat dan kebijakan yang responsif.
Dalam kesempatan itu pula, Hidayat memberikan perhatian khusus pada isu keterlibatan masyarakat dalam pembangunan, termasuk pemuda adat dan isu tambang rakyat. Ia menegaskan keterlibatan aktif mereka harus menjadi bagian tak terpisahkan dari setiap kebijakan pemberdayaan.
“Kita harus pastikan bahwa kebijakan berbasis sumber daya lokal menghormati suara dan partisipasi masyarakat, terutama pemuda adat yang merupakan pewaris potensi daerah ini,” pungkasnya.
Acara diakhiri dengan sesi tanya jawab dinamis dan foto bersama yang dipimpin oleh Ketua DPC GMNI Ambon, memperkuat komitmen para calon kader untuk terus berperan aktif dalam menghadapi tantangan pembangunan Maluku.*(01-F)
- Penulis: Admin





Saat ini belum ada komentar