Breaking News
light_mode

HMI Sejajaran Unpatti Desak Percepat Penanganan Kasus Penyerangan di Lingkungan FEB hingga Penikaman

  • account_circle Admin
  • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
  • visibility 240
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ambon,Tajukmaluku.com-Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) sejajaran Universitas Pattimura (Unpatti) mendesak percepat penanganan kasus penyerangan di lingkungan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) hingga berujung penikaman terhadap M. Datu Letsoin, mahasiswa semester 8. Desakan itu disampaikan lewat aksi demonstrasi yang digelar, Selasa (3/3/2026).

Aksi dimulai dari FEB sebagai titik awal penyampaian aspirasi. Massa aksi menilai fakultas merupakan ruang terdekat dengan peristiwa yang terjadi serta memiliki tanggung jawab moral dan administratif untuk segera mengambil langkah tegas.

Pada gerakan jilid pertama, pihak fakultas telah menemui massa dan menyampaikan komitmen akan mengatasi persoalan serta memberikan sanksi kepada oknum-oknum yang terlibat. Namun hingga aksi lanjutan digelar, komitmen tersebut dinilai masih sebatas janji tanpa realisasi yang jelas dan terbuka.

Dalam orasinya, massa aksi juga mempertanyakan sikap aparat keamanan kampus. Mereka menyoroti bahwa saat terjadi penyerangan di halaman fakultas, pihak pengamanan dinilai tidak sigap dan tidak langsung mengamankan situasi.

Namun ketika aksi demonstrasi berlangsung, aparat keamanan kampus justru hadir secara penuh untuk melakukan pengamanan. Perbedaan respons tersebut dipertanyakan oleh mahasiswa sebagai bentuk inkonsistensi dalam menjalankan fungsi pengamanan. Massa meminta evaluasi menyeluruh terhadap sistem dan prosedur keamanan kampus agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Selain itu, massa juga menyebarkan pamflet yang memuat foto beberapa oknum yang diduga terlibat dalam penyerangan dan pengeroyokan pada peristiwa awal. Langkah ini disebut sebagai bentuk desakan moral agar pihak kampus segera memanggil dan memeriksa pihak-pihak yang diduga terlibat, serta menunjukkan keseriusan dalam menindaklanjuti kasus.

Keterangan Foto: Potret pamflet yang disebarkan masaa aksi memuat foto beberapa oknum yang diduga terlibat dalam penyerangan dan pengeroyokan.

Kekecewaan atas lambannya penanganan kemudian memicu pembakaran sejumlah fasilitas yang telah lama tidak digunakan. Massa menegaskan bahwa fasilitas yang dibakar merupakan sarana terbengkalai dan tidak lagi difungsikan. Tindakan tersebut disebut sebagai simbol protes terhadap tidak adanya langkah konkret setelah janji penyelesaian disampaikan pada aksi sebelumnya.

Adapun dalam aksi itu, massa menyampaikan enam poin tuntutan, yakni:

  1. Mendesak pihak Universitas dan Fakultas untuk secara resmi menekan pihak kepolisian agar segera mengusut tuntas kasus penyerangan dan penikaman terhadap M. Datu Letsoin, serta menjatuhkan sanksi tegas berupa Drop Out (DO) kepada oknum-oknum yang terbukti menjadi pemicu konflik.
  2. Meminta Rektor Universitas Pattimura untuk mengevaluasi secara menyeluruh sistem keamanan kampus serta memastikan adanya standar operasional pengamanan yang jelas dan preventif.
  3. Meminta Dekan untuk mengoptimalkan ruang aspirasi mahasiswa serta menjamin hak-hak mahasiswa dalam menyampaikan pendapat tanpa intimidasi.
  4. Mendesak pihak fakultas segera memanggil dan memeriksa oknum-oknum yang diduga pertama kali terlibat dalam penyerangan di halaman fakultas sebagai langkah awal pengungkapan fakta.
  5. Menuntut transparansi perkembangan penanganan kasus secara berkala kepada publik kampus agar tidak terjadi simpang siur informasi.
  6. Menegaskan bahwa apabila dalam waktu dekat tidak ada langkah konkret dan keputusan resmi yang diumumkan, maka Dekan dan Rektor dinilai gagal dalam menjalankan tanggung jawab kepemimpinan serta menjaga keamanan dan marwah institusi akademik.

HMI sejajaran Unpatti menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kasus penyerangan dan penikaman ini hingga terdapat kepastian hukum dan sikap tegas dari pihak kampus demi terciptanya lingkungan akademik yang aman, adil, dan bermartabat.*(01-F)

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Maluku Minta Polisi Segera Ungkap Pelaku Penikaman Pedagang Petasan

    DPRD Maluku Minta Polisi Segera Ungkap Pelaku Penikaman Pedagang Petasan

    • calendar_month Senin, 15 Des 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Ketua Komisi III DPRD Maluku, Alhidayat Wajo, meminta aparat kepolisian bergerak cepat mengungkap pelaku penikaman terhadap Hawa Bahta, pedagang petasan di depan Kampus PGSD Ambon, Kamis (11/12/2025) dini hari. Penegasan itu disampaikan Alhidayat di Balai Rakyat Karang Panjang, Ambon, Senin (15/12/2025). Ia menegaskan, pengungkapan kasus tersebut penting demi menjaga rasa aman masyarakat di Kota Ambon. […]

  • PLN UP3 Ambon Siapkan Listrik Andal Saat Kunjungan Menteri Kebudayaan Fadli Zon di Kota Ambon

    PLN UP3 Ambon Siapkan Listrik Andal Saat Kunjungan Menteri Kebudayaan Fadli Zon di Kota Ambon

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) melalui Unit Pelayanan Pelanggan (UP3) Ambon memastikan kesiapsiagaan penuh dalam menjaga keandalan pasokan listrik selama rangkaian kunjungan kerja Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, di Kota Ambon. Langkah strategis ini dilakukan untuk mendukung kelancaran agenda kenegaraan yang terfokus pada pelestarian sejarah dan budaya, sekaligus menunjukkan komitmen PLN […]

  • KAHMI Maluku Dorong Revisi Aturan Perikanan dan Hilirisasi SDA

    KAHMI Maluku Dorong Revisi Aturan Perikanan dan Hilirisasi SDA

    • calendar_month Minggu, 24 Agt 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Pertemuan Regional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) di Ternate, 23–24 Agustus, menjadi momentum konsolidasi kepentingan pembangunan berbasis potensi daerah. Forum dua hari itu dihadiri Presidium KAHMI Maluku Utara, Maluku, Papua, Papua Barat, dan Papua Barat Daya, bersama Koordinator Presidium KAHMI Nasional Rifqynizami Karsayuda, Wakil Menteri Desa A. Riza Patria, serta Menteri ATR/Kepala BPN Nusron […]

  • M Nur Latuconsina sebut Sufmi Dasco Ahmad sebagai Negarawan Kedamaian Bangsa

    M Nur Latuconsina sebut Sufmi Dasco Ahmad sebagai Negarawan Kedamaian Bangsa

    • calendar_month Minggu, 13 Apr 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Jakarta,Tajukmaluku.com-Ketua Umum DPP HOLISTIK M. Nur Latuconsina menyatakan, bangsa Indonesia harus bersyukur mempunyai Sufmi Dasco Ahmad, yang berhasil menjadi jembatan komunikasi para tokoh bangsa untuk bertemu membicarakan kemajuan bangsa. Menurutnya, Dasco menjadi “penyambung lidah” politik yang memfasilitasi pertemuan dua tokoh besar yang memiliki sejarah panjang dan kompleks.Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden ke-5 RI Megawati […]

  • Pleno Konkoorcab PMII, Gunawan Mochtar Harap Jaga Kolaborasi Bangun Maluku

    Pleno Konkoorcab PMII, Gunawan Mochtar Harap Jaga Kolaborasi Bangun Maluku

    • calendar_month Sabtu, 29 Nov 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Anggota DPRD Kota Ambon dari Fraksi PKB, Gunawan Mochtar berharap agar kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dapat terus berkolaborasi untuk bangun Maluku. Hal itu disampaikan saat menghadiri Pleno Konkoorcab Komunitas Koordinasi Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Maluku ke-VIII di UIN A. M Sangadji, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon. Sabtu (28/11/2025). Konkoorcab yang mengangkat […]

  • Hartini Bongkar Skandal Suap Sianida Diduga Libatkan Petinggi Polda Maluku

    Hartini Bongkar Skandal Suap Sianida Diduga Libatkan Petinggi Polda Maluku

    • calendar_month Senin, 29 Sep 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Salah satu mantan Kapolsek KPYS Ambon diduga terima suap untuk membebaskan 300 karton Sianida yang baru tiba di pelabuhan untuk dikirim ke Gunung Botak. Selain itu ada beberapa pejabat Polda Maluku juga terindikasi menikmati uang haram tersebut. Kejadian suap menyuap ini berlangsung sekitar awal tahun 2025. Uang itu diterima oleh sejumlah oknum polisi yang merupakan […]

expand_less