Breaking News
light_mode

Prodi Ilmu Kelautan Unkhair Gelar Seminar Kebencanaan di Kota Ternate

  • account_circle Admin
  • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
  • visibility 152
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ternate,Tajukmaluku.com-Program Studi Ilmu Kelautan UNKHAIR menggelar seminar kebencanaan Kota Ternate, Selasa, (12/5/2026) berlokasi di Aula Nuku, Kampus 2 Gambesi.

Seminar kebencanaan ini dipandu langsung oleh moderator Abdul Ajiz Siolimbona dengan menghadirkan dua narasumber yakni Ir. Zulhan A. Harahap dan M. Ridwan Lessy. Acara dibuka oleh dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Khairun, Dr. Ir. Riyadi Subur. Turut dihadiri perwakilan DPRD Kota Ternate, BALITBANGDA Kota Ternate, BPBD Kota Ternate, akademisi dan juga mahasiswa.

Zulhan Harahap yang juga merupakan Koordinator Program Studi Ilmu Kelautan UNKHAIR menyampaikan pemaparannya dengan judul “Dinamika Ketinggian Air Laut Kota Ternate”.

Dalam pemaparan awalnya, Zulhan menjelaskan penyebab kenaikan muka air laut secara global, diantaranya meningkatnya suhu bumi yang berakibat pada pencairan es di Kutub Utara dan Selatan serta pencairan es di Greenland.

Foto: Zulhan A. Harahap sedang menyampaikan rencana PRODI Ilmu Kelautan UNKHAIR melakukan pemantauan berkala perairan Kota Ternate. (12/5/2026)

“Adapun pencairan es yang berdampak pada kenaikan muka air laut juga terjadi di pegunungan salju, termasuk di Puncak Cartenz, Papua. Selain itu, kenaikan muka air laut juga disebabkan faktor lokal dan temporal seperti pasang-surut, gelombang dan arus, bentuk topografi dasar perairan serta letak geografis suatu wilayah,” kata Zulhan.

Zulhan yang merupakan alumni program doctoral dari University of Sheffield, Inggris ini menjelaskan hasil analisisnya terhadap kenaikan muka air laut di Kelurahan Tafamutu, Pulau Moti, yang mengungkap fenomena kenaikan air laut ke daratan sejauh lebih dari 9 meter.

Kenaikan air laut tersebut sempat mengakibatkan erosi di halaman belakang sebuah Madrasah Aliyah di Kelurahan Tafamutu. Kabar baiknya, setelah hasil kajian ini dilaporkan, pemerintah Kota Ternate telah melakukan Pembangunan talud sehingga Pantai di Kelurahan Tafamutu, Pulau Moti kini lebih aman dari ancaman erosi.

Selanjutnya, Ridwan Lessy yang tampil sebagai narasumber kedua menyampaikan pemaparannya dengan judul “Memahami multihazard events di Pulau Ternate”.

Mengawali pemaparannya, Ridwan yang merupakan fresh graduate program doctoral dari Charles Darwin University Australia ini menggambarkan tantangan yang dihadapi Pulau Ternate antara lain ketersediaan lahan hunian yang terbatas, karena lahan yang tersedia didominasi lereng serta bukit, utamanya gunung api aktif.

Foto: Ridwan Lessy sedang memaparkan materinya tentang Multihazard events di Pulau Ternate. (12/5/2026).

Tantangan berikutnya adalah posisi Pulau Ternate berada di sekitar 3 lempeng bumi yaitu lempeng laut Maluku, Lempeng Halmahera dan Lempeng Pasifik yang membuat Pulau Ternate sangat rentan terdampak aktifitas tektonik.

“Selain itu, Pulau Ternate juga dikelilingi laut dan dekat dengan samudera pasifik sehingga sangat berpotensi terpapar badai,” tuturnya.

Hasil kajian kebencanaan yang dilakukan Lessy menimpulkan hampir seluruh Pulau Ternate dapat terdampak bencana, baik terdampak kuat, sedang ataupun lemah. Jenis bencana yang berpotensi berdampak kepada masyarakat yaitu gempa bumi, longsor, banjir bandang, cuaca ekstrim, gelombang ekstrim dan badai, tsunami serta erupsi gunung api.

Sebagai penutup, Lessy menjelaskan tentang pentingnya mempersiapkan ketahanan bencana, baik pada level individu, keluarga, sampai level kota di Ternate.

Selain itu, perlu adanya penanda di setiap lokasi tentang tingkat dampak bencana di lokasi tersebut sehingga masyarakat dapat mempersiapkan diri. Pemerintah setempat juga wajib menyiapkan peta jalur evakuasi berdasarkan jenis bencana sehingga harapannya dapat meminimalisir korban, baik korban jiwa maupun materil.

“Berikutnya, perlu disusun regulasi dan rencana tata ruang berbasis mitigasi bencana,” ucap Lessy.

Dalam sesi diskusi, peserta banyak memberikan masukan dan pertanyaan antara lain perlunya kolaborasi antar intansi perguruan tinggi, pemerintah dan masyarakat dalam menyiapkan langkah-langkah mitigasi bencana serta pentingnya penyediaan peralatan pendukung guna memonitor bencana di Kota Ternate.

Acara kemudian ditutup oleh Koordinator Program Studi Ilmu Kelautan, Zulhan Harahap. Sebelum menutup acara, Zulhan menyampaikan bahwa Program Studi Ilmu Kelautan UNKHAIR akan terus berusahan memberikan kontribusi berupa data-data kelautan yang dibutuhkan oleh pemerintah Kota Ternate dan juga pemerintah Provinsi Maluku Utara untuk keperluan mitigasi bencana maupun Pembangunan di wilayah pesisir dan laut ke depan.*(01-F)

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kunker ke Ambon, Menteri ESDM Pastikan Pasokan Listrik Aman selama Siaga Lebaran Idul Fitri 1446 H

    Kunker ke Ambon, Menteri ESDM Pastikan Pasokan Listrik Aman selama Siaga Lebaran Idul Fitri 1446 H

    • calendar_month Minggu, 6 Apr 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia melakukan kunjungan Kerja (Kunker) ke Kota Ambon, Maluku. Sabtu (5/4/2025). Kunker yang dilakukan Menteri Bahlil bersama Ketua Posko Nasional Sektor ESDM Hari Raya Idul Fitri 1446 H, yang juga merupakan Kapala BPH Migas, Erika Retnowati beserta jajaran ini dilakukan dalam rangka koordinasi pengawasan, pengadaan, pendistribusian Bahan Bakar […]

  • GM PLN UIW MMU Tinjau Posko Siaga Kelistrikan Jelang Natal 2025, Tekankan K3 dan Kesehatan Personel

    GM PLN UIW MMU Tinjau Posko Siaga Kelistrikan Jelang Natal 2025, Tekankan K3 dan Kesehatan Personel

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Dalam rangka memastikan kesiapan dan keandalan pasokan listrik menjelang Hari Raya Natal 2025 dan Tahun Baru (Nataru) 2026, General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU), Noer Soeratmoko, melakukan kunjungan ke sejumlah posko siaga kelistrikan di wilayah Ambon dan sekitarnya. Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian Apel Siaga Kelistrikan […]

  • Prabowo Beri Peringatan Keras ke Aparat: Jangan Jadi Beking Kapitalis!

    Prabowo Beri Peringatan Keras ke Aparat: Jangan Jadi Beking Kapitalis!

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Presiden Prabowo memperingatkan keras kepada aparat agar tidak membela kepentingan para pemodal hanya untuk keuntungan pribadi. “Kolusi aparat dipakai oleh kapitalis-kapitalis tertentu, (maka) budaya ini tidak boleh diteruskan,” ujar Prabowo seperti dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Minggu (17/5/2026). Semua aparat dari tingkatan tertinggi sampai terendah wajib mati-matian menegakkan keadilan dan membela rakyat, serta haram melindungi […]

  • APH dan DPRD Ditantang Usut Tuntas Kasus Hilangnya Arsip Disdikbud Provinsi Maluku

    APH dan DPRD Ditantang Usut Tuntas Kasus Hilangnya Arsip Disdikbud Provinsi Maluku

    • calendar_month Sabtu, 28 Jun 2025
    • account_circle Tajuk Maluku.com
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Front Pemuda Peduli Maluku menantang Aparat Penegak Hukum (APH) dan lembaga legislatif untuk mengusut tuntas kasus hilangnya arsip Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Maluku.Pasalnya, dokumen dan arsip merupakan administrasi penting di lingkungan Disdikbud Provinsi Maluku. Sehingga, kabar hilangnya arsip pada dinas pendidikan Provinsi Maluku harus menjadi perhatian di berbagai elemen masyarakat, khususnya kalangan pemerhati […]

  • Tanah Banda di Jual, Intan Nasri Memilih Diam

    Tanah Banda di Jual, Intan Nasri Memilih Diam

    • calendar_month Rabu, 24 Sep 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com– Lahan yang sejak 1970-an ditetapkan sebagai zona hijau penyangga bandara kini telah berubah status menjadi sertifikat pribadi atas nama mantan Bupati Maluku Tengah, Abdullah Tuasikal. Padahal masyarakat Banda punya memori kolekti panjang. Mereka rela angkat kaki dari kawasan itu demi kepentingan negara, bukan untuk diperdagangkan. Empat dekade kemudian, pengorbanan itu berubah jadi ironi. Tanah […]

  • Harlah 92 Tahun: Digitalisasi Pembangunan Sosial, Kiprah Kebangkitan Ekonomi Kader

    Harlah 92 Tahun: Digitalisasi Pembangunan Sosial, Kiprah Kebangkitan Ekonomi Kader

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Oleh: Masyhuri Maswatu (Wasekjend Pimpinan Pusat GP Ansor) Tajukmaluku.com-Indonesia, sebagai negara dengan jumlah penduduk terbesar di Asia Tenggara, memiliki potensi besar dalam mengembangkan ekonomi digital. Dengan meningkatnya penetrasi internet, semakin banyak masyarakat Indonesia yang mulai mengakses layanan digital dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari, mulai dari belanja online hingga layanan keuangan digital. Berdasarkan laporan Bank Indonesia […]

expand_less