Video Insiden Lapmer Viral, Ini Penjelasan Ajudan Gubernur Maluku soal Ucapan “Monyet”
- account_circle Admin
- calendar_month 25 menit yang lalu
- visibility 15
- print Cetak

Foto: Hasil Tangkapan layar Video dari Akun Facebook Eston Halamury
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Ambon,Tajukmaluku.com-Video yang merekam momen Ajudan Gubernur Maluku mengucapkan kata “monyet” kepada salah satu mahasiswa asal Pegunungan Seram Utara viral di media sosial, video berdurasi 0:46 detik itu diduga direkam tak lama setelah Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Lapangan Merdeka Ambon, Senin, (17/8/2026).
Saat dihubungi redaksi Tajukmaluku.com melalui sambungan tellpon, ajudan yang kerap disapa Rahim membenarkan hal itu.
Menurut penjelasannya, kata itu terlontar spontan di tengah situasi yang ia nilai berpotensi mengancam keselamatan Gubernur, ketika sejumlah orang tiba-tiba mendekat ke arah pejabat itu di sela wawancara dengan awak media.
Kronologi Versi Ajudan Gubernur Maluku
Menurut penuturannya, insiden terjadi ketika ia bersama ajudan yang lain mengawal Gubernur Maluku saat keluar dari lokasi upacara menuju kediaman untuk agenda berikutnya. Saat itu, Gubernur Maluku, hendrik Lewerissa tengah diwawancarai sejumlah awak media terkait pelaksanaan HUT Kemerdekaan RI ke-81.
Di tengah wawancara tersebut, ia mengaku melihat sekitar enam orang mendekat cepat ke arah Gubernur. Salah satu dari mereka membawa benda menyerupai bambu, yang belakangan diketahui berisi surat dari Tua Adat Negeri Manusela, serta ada pula yang membawa sejenis spanduk sejenis karton manila. Karena bentuk benda (bambu) itu tidak dikenali, ia mengaku sempat mencurigainya sebagai kemungkinan benda tajam.
Rohim juga menyebut, sebelumnya telah meminta mahasiswa bersangkutan untuk menyampaikan surat melalui jalur resmi di kantor Gubernur, bukan langsung di lokasi. Ia mengklaim permintaan itu tidak diindahkan dan mahasiswa tersebut tetap bersikeras mendekat. Dalam situasi itu, kata “monyet” terlontar dari mulutnya.
“Memang saya akui dan minta maaf, ucapan monyet itu saya lontarkan ke individu yang bersangkutan karena spontanitas, sebab kami sudah sampaikan ke yang bersangkutan tapi tidak diindahkan,” katanya.
Ia menegaskan kata tersebut ditujukan kepada individu, bukan kepada masyarakat adat tertentu.
“Ucapan ‘monyet’ itu bukan sasarannya ke masyarakat adat tertentu, melainkan ke individunya yang sejak awal sudah kami jelaskan prosedurnya, itu spontanitas, bisa diliat di video yang ada” ujarnya.
Ia menyebut permintaan maaf itu disampaikan secara pribadi.
“Tidak ada sama sekali niat dan maksud saya pribadi untuk merendahkan harkat dan martabat manusia. Itu spontanitas berdasarkan kondisi tadi. Tolong jangan digoreng seolah saya merendahkan dia atau komunitas adat tertentu,” katanya.
Ia menambahkan bahwa pihaknya turut merasa tidak dihargai oleh mahasiswa tersebut karena tidak mengikuti prosedur yang telah disampaikan.
“Kami sudah berulang kali menyampaikan ke yang bersangkutan soal prosedur tapi Ybs, kaki juga meminta surat izin terkait aksi mereka tapi Ybs tak berkata apapun dan tetap diam sambil ngotot untuk mendekat ke arah bapak” Tutupnya.*(01-F)
- Penulis: Admin






Saat ini belum ada komentar