Breaking News
light_mode

Pitoyo Cs Diduga Alihkan Distribusi Sianida Ke Dua Lokasi Tambang Baru di Pulau Buru

  • account_circle Tajuk Maluku.com
  • calendar_month Selasa, 24 Jun 2025
  • visibility 337
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ambon,Tajukmaluku.com-Aktivitas tambang emas ilegal di Pulau Buru belum sepenuhnya berhenti. Setelah perhatian publik dan aparat terkonsentrasi di Gunung Botak, pola distribusi tambang berpindah arah, menyebar ke titik-titik yang lebih senyap. Di antaranya, Desa Wapsalit dan Batu Boi. Kedua lokasi ini disebut-sebut mulai menjadi episentrum peredaman material emas, dengan pola kerja dan jaringan pasokan bahan kimia berbahaya yang tak jauh berbeda dari Gunung Botak.

Nama Pitoyo kembali muncul. Ia diduga sebagai penyedia bahan kimia tambang, terutama sianida, yang selama ini digunakan dalam proses ekstraksi emas. Informasi dari beberapa sumber menyebut Pitoyo kini menjadikan Batu Boi dan Wapsalit sebagai ladang baru untuk bisnis zat kimia berbahaya miliknya.

Wapsalit, yang terletak di Kecamatan Lolongguba, sebenarnya bukan nama baru dalam peta tambang emas Buru. Lokasi ini sempat ramai oleh aktivitas pendulangan pada 2016, lalu ditutup secara administratif oleh pemerintah. Namun berdasarkan pantauan lapangan dan citra satelit terbaru, lokasi ini kembali aktif, dan perlahan mulai disesaki pendulang. Apalagi, lokasinya jauh dari pusat keramaian, dan minim sorotan publik semakin memudahkan Pitoyo untuk bersbisnis sianida.

Berbeda dengan Wapsalit yang mudah diakses, Batu Boi merupakan kawasan yang hingga kini relatif masih tertutup hutan. Letaknya tidak jauh dari wilayah hutan konservasi. Pembukaan lahan di sana terpantau masih di bawah satu hektare, namun aktivitas awal sudah terdeteksi melalui penginderaan satelit. Akses jalan masih terbatas, dan belum ada jalur terbuka yang permanen.

Sumber yang memiliki akses ke jaringan distribusi bahan tambang menyebut bahwa peralatan dan bahan kimia termasuk cianida sudah mulai masuk ke Batu Boi. “Polanya masih sama seperti di Gunung Botak,” ujar salah satu narasumber.

Penggunaan sianida dalam proses peredaman emas sebenarnya masuk dalam kategori bahan berbahaya dan beracun (B3) yang diatur ketat. Namun, distribusinya di Pulau Buru berlangsung tanpa kendali dan pengawasan memadai. Drum-drum sering dikemas ulang, tanpa label, atau diselipkan dalam pengiriman seperti yang pernah terungkap di Namlea.

Pada 28 Maret 2023, sebuah kontainer berukuran 20 feet yang diangkut KM Dorolonda jatuh ke laut di Pelabuhan Namlea, Kabupaten Buru. Kontainer tersebut memuat campuran bahan B3, termasuk natrium sianida dan asam sianida, yang terungkap setelah pengujian laboratorium by Unpatti.

Kondisi ini menyebabkan ratusan ikan mati mendadak di Teluk Namlea, mempemparah kerusakan ekosistem laut. Setelah sekitar seminggu, kontainer tersebut dibongkar dan sampel diuji di Labfor Makassar. Hasilnya menunjukkan berbagai zat B3, termasuk asam nitrat, hidrogen peroksida, dan sianida.

Polisi sektor Buru kemudian menetapkan lima tersangka terkait pengiriman dan bongkar muat yang tidak memenuhi standar, termasuk pemilik barang, ekspedisi, dan operator crane. Ombudsman Maluku kemudian menyoroti kelalaian SOP dalam bongkar muat, kelalaian tali sling, dan kurangnya inspeksi kontainer B3 sejak awal—hingga berpotensi memfasilitasi penyelundupan merkuri atau sianida ke tambang ilegal Gunung Botak.

Dari rentetan peristiwa tersebut, Nama Pitoyo masih terus disebut, seakan kebal hukum, Pitoyo bersama kroni-kroninya diduga berperan sebagai aktor utama distributor Sianida yang beroperasi di wilayah Buru dan sekitarnya.*(01-F)

  • Penulis: Tajuk Maluku.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Refleksi Satu Tahun Pemerintahan Fachri-Vito, SBT Luncurkan Panggilan Darurat 112 dan Tambah 5 Ambulans

    Refleksi Satu Tahun Pemerintahan Fachri-Vito, SBT Luncurkan Panggilan Darurat 112 dan Tambah 5 Ambulans

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Bula,Tajukmaluku.com-Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) menandai satu tahun kepemimpinan Bupati Fachri Husni Alkatiri dan Wakil Bupati Muhammad Miftah Thoha Rumarey Wattimena dengan refleksi kinerja dan launching panggilan darurat 112. Acara ini berlangsung di Pantai Wailola Kota Bula, Sabtu (20/2/2026). Dalam sambutannya, Bupati Fachri menyatakan bahwa pemerintahannya berkomitmen pada transparansi, responsivitas, dan pelayanan publik yang […]

  • Buka Pelatihan Kepemimpinan Administrator, Sekjen ATR/BPN: Butuh Pejabat Penggerak Organisasi yang Hasilkan Kerja Berdampak bagi Masyarakat

    Buka Pelatihan Kepemimpinan Administrator, Sekjen ATR/BPN: Butuh Pejabat Penggerak Organisasi yang Hasilkan Kerja Berdampak bagi Masyarakat

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Jakarta,Tajukmaluku.com-Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Dalu Agung Darmawan, menilai Pejabat Administrator harus mampu menjadi motor penggerak perubahan pada Kementerian ATR/BPN. Menurutnya, kepemimpinan tidak lagi cukup berfokus pada penyelesaian pekerjaan administratif, tetapi harus mampu menghasilkan kinerja yang berorientasi pada manfaat untuk masyarakat. “Kementerian ATR/BPN membutuhkan pemimpin Administrator yang mampu membaca […]

  • Terdapat Perbedaan Luas Antara Alas Hak Lama dan Sertipikat? Tak Perlu Khawatir, Ini Penjelasannya

    Terdapat Perbedaan Luas Antara Alas Hak Lama dan Sertipikat? Tak Perlu Khawatir, Ini Penjelasannya

    • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Jakarta,Tajukmaluku.com-Masyarakat tidak perlu khawatir apabila menemukan perbedaan luas antara sertipikat tanah dengan alas hak lama seperti Letter C, Letter D, girik, maupun petuk. Perbedaan tersebut merupakan hal yang wajar dan dapat terjadi akibat perbedaan metode serta teknologi pengukuran yang digunakan dari waktu ke waktu. “Yang penting dipahami masyarakat adalah kepastian pengukuran tanah terletak pada kepastian […]

  • Harganas 2026, Ary Sahertian: Momen Penting Perkuat Ketahanan Keluarga di Tengah Tantangan Sosial

    Harganas 2026, Ary Sahertian: Momen Penting Perkuat Ketahanan Keluarga di Tengah Tantangan Sosial

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Anggota DPRD Provinsi Maluku, Ary Sahertian menilai, Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2026 merupakan momentum penting, untuk memperkuat ketahanan keluarga di tengah berbagai tantangan sosial yang dihadapi masyarakat. Menurutnya, keluarga yang tangguh menjadi fondasi utama dalam melahirkan generasi berkualitas dan mendukung pembangunan daerah. Hal tersebut disampaikan Anggota DPRD Provinsi Maluku, Ary Sahertian, saat dihubungi dari Ambon, […]

  • Nazaruddin Resmi Pimpin Indonesia Pickleball Federation Periode 2026–2031

    Nazaruddin Resmi Pimpin Indonesia Pickleball Federation Periode 2026–2031

    • calendar_month Jumat, 3 Apr 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Jakarta,Tajukmaluku.com-Muhammad Nazaruddin resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Indonesia Pickleball Federation (IPF) periode 2026–2031 dalam Musyawarah Nasional (Munas) IPF yang berlangsung di ARTOTEL Gelora Senayan, Selasa (31/3/2026). Munas yang dihadiri oleh 29 delegasi pengurus provinsi IPF dari seluruh Indonesia tersebut menetapkan Nazaruddin secara aklamasi untuk memimpin organisasi pickleball nasional lima tahun ke depan. Ia […]

  • Republik Setengah Hati: Kuasa atas Nasionalisme Bernegara

    Republik Setengah Hati: Kuasa atas Nasionalisme Bernegara

    • calendar_month Senin, 10 Nov 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Oleh: Kamil Mony (Founder A.M Sangadji Institute) Tajukmaluku.com-Tahun ini, Maluku kembali menelan kecewa. Dari deretan nama penerima gelar Pahlawan Nasional 2025, tak satu pun datang dari bumi raja-raja. Seolah republik ini setengah hati menatap sejarah timur Nusantara. Wilayah yang sejak awal berdarah untuk kemerdekaan, tapi selalu tersisih dalam penghormatan resmi negara. Kekecewaan itu menukik lebih […]

expand_less