Komisi III DPRD Maluku Bersama MEA Minta SKK Migas Tegaskan Peran Daerah di Blok Masela
- account_circle Admin
- calendar_month Jumat, 26 Jun 2026
- visibility 6
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Ambon,Tajukmaluku.com-Komisi III DPRD Provinsi Maluku bersama PT Maluku Energi Abadi (MEA) melakukan langkah strategis dengan menemui Sekretaris SKK Migas dan Tenaga Ahli Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Jakarta, Jumat (26/06/2026).
Langkah strategis tersebut guna memperjuangkan kepastian keterlibatan daerah dalam pengembangan proyek Liquefied Natural Gas (LNG) Abadi Blok Masela.
Rombongan dipimpin langsung Ketua Komisi III DPRD Maluku, Alhidayat Wadjo, didampingi Wakil Ketua dan anggota Komisi III, serta Direktur Utama PT Maluku Energi Abadi (MEA), Sam Latuconsina, bersama jajaran komisaris dan direksi.
Dalam Focus Group Discussion (FGD) tersebut, Ketua Komisi III DPRD Maluku, Alhidayat Wadjo, menegaskan pentingnya komitmen pemerintah pusat terhadap penerapan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) agar pelaku usaha lokal.
Berupa tenaga kerja asal Maluku, dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) memperoleh porsi yang nyata dalam proyek strategis nasional tersebut.
Menurutnya, Blok Masela harus menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah, bukan sekadar proyek yang menguntungkan pihak luar.
“Kami datang bukan untuk meminta belas kasihan, tetapi menuntut hak dan keadilan bagi rakyat Maluku. Blok Masela ini berada di wilayah kami. Jangan sampai ketika gasnya habis dikuras, rakyat Maluku hanya mendapatkan ampas dan kerusakan lingkungan,” tegas Alhidayat.
Dia mendesak SKK Migas segera menghadirkan regulasi dan jaminan yang memastikan pengusaha lokal, tenaga kerja daerah, serta BUMD mendapat prioritas melalui skema TKDN.
Lebih lanjut, keterlibatan daerah merupakan syarat utama agar manfaat ekonomi Blok Masela benar-benar dirasakan masyarakat Maluku dan mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Maluku Energi Abadi (MEA), Sam Latuconsina, menyampaikan kesiapan perusahaan daerah tersebut untuk mengambil peran strategis dalam pengembangan Blok Masela.
Latuconsina menjelaskan bahwa MEA telah mempersiapkan diri secara manajerial untuk terlibat dalam rantai pasok industri hulu migas, mulai dari penyediaan jasa, logistik, hingga pengelolaan Participating Interest (PI) 10 persen.*(01-F)
- Penulis: Admin





Saat ini belum ada komentar