Breaking News
light_mode

Filsafat Bunuh Diri: “Matilah Sebelum Mati”

  • account_circle Admin
  • calendar_month Jumat, 7 Feb 2025
  • visibility 367
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Muhammad Ali Fakar Lessy

Ambon,Tajukmaluku.com-Falsafah, sebagai pandangan hidup yang mendalam, kerap menjadi cermin dari pergulatan manusia dengan realitas yang ia hadapi. Dalam konteks ini, falsafah bunuh diri tidak dilihat sebagai tindakan fisik untuk mengakhiri hidup, melainkan sebuah konsep metafisik yang mengajak manusia untuk merenungkan kembali hakikat keberadaan mereka. “Matilah sebelum mati” adalah seruan transendental untuk mengalami kematian dalam hidup, satu transformasi kesadaran yang memungkinkan manusia melampaui ilusi dunia fana.

Bunuh diri, dalam pandangan umum, sering diartikan sebagai tindakan putus asa, pelarian dari penderitaan, atau bahkan pengkhianatan terhadap kehidupan. Namun, jika ditelusuri lewat kerangka falsafah yang lebih luas, bunuh diri dapat dimaknai sebagai sebuah perjalanan menuju kesadaran yang lebih tinggi. Ia bukanlah penghancuran diri secara fisik, melainkan pembebasan diri dari belenggu materi, luka batin dan ilusi duniawi. Dengan kata lain, bunuh diri dalam arti ini adalah “hidup dengan kematian”— adalah konsep ketauhidan yang menegasikan untuk memahami bahwa tiada kematian melainkan kehidupan yang abadi.

Dalam pahaman penulis, bunuh diri adalah hidup dengan kematian, sebuah ayat Tuhan yang tersembunyi, sebagai tanda yang mengarahkan manusia kepada keberadaan-Nya. Setiap manusia, dalam perjalanan hidupnya, harus melalui proses “kematian” sebelum kematian fisiknya tiba. Ini yang sering diartikan dengan kematian ego, kematian ilusi, dan kematian keterikatan pada dunia materi. Realitas yang kita alami hari ini hanyalah sebuah tahap, rangkaian metode untuk memahami fase-fase kehidupan yang telah teraktual sejak kita dilahirkan. Dengan demikian, kematian bukanlah sesuatu yang harus ditakuti, melainkan sebuah proses alami yang membawa kita lebih dekat kepada hakikat keberadaan sejati.

Namun, ada bahaya bila memisahkan kematian dan kehidupan sebagai dua entitas yang terpisah. Pandangan ini, yang sering dipengaruhi oleh para empiris, mereka yang berangkat dari dasar epistemologi ini kerap melihat kematian fisik sebagai akhir dari segala sesuatu. Padahal, kematian dan kehidupan adalah dua sisi dari mata uang yang sama atau semisal gelas yang memiliki bentuk dan warna sebagai wujud dari kesempurnaannya. Demikianlah manusia yang tersusun atas dimensi materi dan non-materi dan mustahil dapat dipisahkan.

Kematian fisik hanyalah salah satu aspek dari keberadaan kita, sementara aspek non-materi—jiwa, kesadaran, atau tetap hidup dalam realitas yang lebih luas.

Oleh karena itu, jika seseorang ingin “bunuh diri” dari realitas fana, ia tidak perlu merusak bentuk fisiknya. Cukup dengan berpindah ke dimensi non-materi yang telah bersemayam dalam dirinya. Ini adalah kematian yang sesungguhnya—kematian ego, kematian ilusi, dan kematian keterikatan pada dunia. Sebagaimana dikatakan oleh Brigade Al-Qassam, “Mereka yang mencintai hidup akan mati dengan pikiran tentang mati, sedang mereka yang mencintai kematian akan hidup dengan kematian.” Kalimat ini bukanlah pujian terhadap kematian fisik, melainkan seruan untuk mengalami kematian dalam hidup, sebuah transformasi kesadaran yang membebaskan.

Dunia, dengan segala gemerlapnya, hanyalah ilusi. Kekuatan, keberhasilan, dan kekuasaan yang kita kejar seringkali hanya bayangan dari realitas yang lebih dalam. Mereka yang terperangkap dalam ilusi ini akan terus berputar dalam siklus penderitaan, sementara mereka yang telah “mati sebelum mati” akan melihat dunia dengan mata yang berbeda. Mereka adalah orang-orang yang telah melampaui ilusi, yang telah menyadari bahwa keabadian sejati tidak dapat ditemukan dalam dunia fana.

“Matilah sebelum engkau mati,” sabda Nabi Muhammad SAW bisa dilihat bukan hanya sebagai ajaran yang mendalam dari Nabi akan tetapi merupakan tekad dan pengetahuan dalam diri mulianya kepada segenap manusia untuk melepaskan diri dari belenggu dunia dan menemukan hakikat diri pada realitas sejati.

Maka, hemat penulis, falsafah bunuh diri bukanlah ajakan untuk menghancurkan diri, melainkan seruan untuk mengalami kematian dalam hidup, untuk melampaui ilusi dunia dan menemukan realitas yang lebih hakiki. Inilah jalan menuju kebebasan sejati, jalan menuju kehidupan yang abadi.

Penulis adalah Ketua KEMANUSA Maluku

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • APH dan DPRD Ditantang Usut Tuntas Kasus Hilangnya Arsip Disdikbud Provinsi Maluku

    APH dan DPRD Ditantang Usut Tuntas Kasus Hilangnya Arsip Disdikbud Provinsi Maluku

    • calendar_month Sabtu, 28 Jun 2025
    • account_circle Tajuk Maluku.com
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Front Pemuda Peduli Maluku menantang Aparat Penegak Hukum (APH) dan lembaga legislatif untuk mengusut tuntas kasus hilangnya arsip Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Maluku.Pasalnya, dokumen dan arsip merupakan administrasi penting di lingkungan Disdikbud Provinsi Maluku. Sehingga, kabar hilangnya arsip pada dinas pendidikan Provinsi Maluku harus menjadi perhatian di berbagai elemen masyarakat, khususnya kalangan pemerhati […]

  • Berhadiah Ratusan Juta, Waktu Pendaftaran PLN Journalist Award 2024 Masih Dua Pekan Lagi

    Berhadiah Ratusan Juta, Waktu Pendaftaran PLN Journalist Award 2024 Masih Dua Pekan Lagi

    • calendar_month Minggu, 20 Okt 2024
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon, Tajukmaluku.com– PT PLN (Persero) menyiapkan total hadiah sebesar Rp480 juta bagi para pemenang PLN Journalist Award (PJA) 2024. Mengusung tema “Salurkan Energi Bersih, Wujudkan Kolaborasi”, periode pendaftaran PJA 2024 masih dibuka hingga 31 Oktober 2024. Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo mengatakan, PLN Journalist Award 2024 merupakan wadah apresiasi dari PLN bagi para jurnalis yang […]

  • KNPI: Kehadiran KABINDA Maluku di Forkopimda adalah Bagian dari Strategi Keamanan

    KNPI: Kehadiran KABINDA Maluku di Forkopimda adalah Bagian dari Strategi Keamanan

    • calendar_month Rabu, 26 Mar 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Wakil Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Maluku, Faisal Marasabessy, menanggapi kritikan yang disampaikan Sekwil GMPI Maluku, Sutrisno Hatapayo kepada Kepala Badan Intelijen Negara Daerah (Kabinda) Maluku, Marsekal Pertama (Marsma) TNI R. Harys Soeryo Mahendro. Faisal menegaskan bahwa kehadiran Kepala BIN dalam berbagai kegiatan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) bukanlah sekadar agenda seremonial, tetapi bagian […]

  • Pitoyo Cs Diduga Alihkan Distribusi Sianida Ke Dua Lokasi Tambang Baru di Pulau Buru

    Pitoyo Cs Diduga Alihkan Distribusi Sianida Ke Dua Lokasi Tambang Baru di Pulau Buru

    • calendar_month Selasa, 24 Jun 2025
    • account_circle Tajuk Maluku.com
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Aktivitas tambang emas ilegal di Pulau Buru belum sepenuhnya berhenti. Setelah perhatian publik dan aparat terkonsentrasi di Gunung Botak, pola distribusi tambang berpindah arah, menyebar ke titik-titik yang lebih senyap. Di antaranya, Desa Wapsalit dan Batu Boi. Kedua lokasi ini disebut-sebut mulai menjadi episentrum peredaman material emas, dengan pola kerja dan jaringan pasokan bahan kimia […]

  • PLN UP3 Sofifi Dukung Transformasi Digital Malut dalam Rakor Kominfo 2025

    PLN UP3 Sofifi Dukung Transformasi Digital Malut dalam Rakor Kominfo 2025

    • calendar_month Minggu, 27 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Sofifi,Tajukmaluku.com-PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Sofifi menegaskan komitmennya dalam mendukung penuh akselerasi transformasi digital di Provinsi Maluku Utara. Komitmen ini disampaikan dalam forum Rapat Koordinasi Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten/Kota se-Provinsi Maluku Utara Tahun 2025, di mana PLN didaulat sebagai salah […]

  • Siagakan Ribuan Personel dan Peralatan, PLN UIW MMU Komitmen Listrik Aman dan Andal selama Bulan Suci Ramadhan

    Siagakan Ribuan Personel dan Peralatan, PLN UIW MMU Komitmen Listrik Aman dan Andal selama Bulan Suci Ramadhan

    • calendar_month Jumat, 28 Feb 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) memastikan pasokan listrik aman dan andal selama bulan suci Ramadan 1446 H. Hal ini disampaikan General Manager PLN UIW MMU, Awat Tuhuloula, Jumat (28/2/2025). Awat menyebutkan, PLN UIW MMU mempunyai total 165 sistem isolated. Dimana 98 unit tersebar di Provinsi Maluku, dan Maluku Utara sebanyak […]

expand_less