Breaking News
light_mode

Filsafat Bunuh Diri: “Matilah Sebelum Mati”

  • account_circle Admin
  • calendar_month Jumat, 7 Feb 2025
  • visibility 509
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Muhammad Ali Fakar Lessy

Ambon,Tajukmaluku.com-Falsafah, sebagai pandangan hidup yang mendalam, kerap menjadi cermin dari pergulatan manusia dengan realitas yang ia hadapi. Dalam konteks ini, falsafah bunuh diri tidak dilihat sebagai tindakan fisik untuk mengakhiri hidup, melainkan sebuah konsep metafisik yang mengajak manusia untuk merenungkan kembali hakikat keberadaan mereka. “Matilah sebelum mati” adalah seruan transendental untuk mengalami kematian dalam hidup, satu transformasi kesadaran yang memungkinkan manusia melampaui ilusi dunia fana.

Bunuh diri, dalam pandangan umum, sering diartikan sebagai tindakan putus asa, pelarian dari penderitaan, atau bahkan pengkhianatan terhadap kehidupan. Namun, jika ditelusuri lewat kerangka falsafah yang lebih luas, bunuh diri dapat dimaknai sebagai sebuah perjalanan menuju kesadaran yang lebih tinggi. Ia bukanlah penghancuran diri secara fisik, melainkan pembebasan diri dari belenggu materi, luka batin dan ilusi duniawi. Dengan kata lain, bunuh diri dalam arti ini adalah “hidup dengan kematian”— adalah konsep ketauhidan yang menegasikan untuk memahami bahwa tiada kematian melainkan kehidupan yang abadi.

Dalam pahaman penulis, bunuh diri adalah hidup dengan kematian, sebuah ayat Tuhan yang tersembunyi, sebagai tanda yang mengarahkan manusia kepada keberadaan-Nya. Setiap manusia, dalam perjalanan hidupnya, harus melalui proses “kematian” sebelum kematian fisiknya tiba. Ini yang sering diartikan dengan kematian ego, kematian ilusi, dan kematian keterikatan pada dunia materi. Realitas yang kita alami hari ini hanyalah sebuah tahap, rangkaian metode untuk memahami fase-fase kehidupan yang telah teraktual sejak kita dilahirkan. Dengan demikian, kematian bukanlah sesuatu yang harus ditakuti, melainkan sebuah proses alami yang membawa kita lebih dekat kepada hakikat keberadaan sejati.

Namun, ada bahaya bila memisahkan kematian dan kehidupan sebagai dua entitas yang terpisah. Pandangan ini, yang sering dipengaruhi oleh para empiris, mereka yang berangkat dari dasar epistemologi ini kerap melihat kematian fisik sebagai akhir dari segala sesuatu. Padahal, kematian dan kehidupan adalah dua sisi dari mata uang yang sama atau semisal gelas yang memiliki bentuk dan warna sebagai wujud dari kesempurnaannya. Demikianlah manusia yang tersusun atas dimensi materi dan non-materi dan mustahil dapat dipisahkan.

Kematian fisik hanyalah salah satu aspek dari keberadaan kita, sementara aspek non-materi—jiwa, kesadaran, atau tetap hidup dalam realitas yang lebih luas.

Oleh karena itu, jika seseorang ingin “bunuh diri” dari realitas fana, ia tidak perlu merusak bentuk fisiknya. Cukup dengan berpindah ke dimensi non-materi yang telah bersemayam dalam dirinya. Ini adalah kematian yang sesungguhnya—kematian ego, kematian ilusi, dan kematian keterikatan pada dunia. Sebagaimana dikatakan oleh Brigade Al-Qassam, “Mereka yang mencintai hidup akan mati dengan pikiran tentang mati, sedang mereka yang mencintai kematian akan hidup dengan kematian.” Kalimat ini bukanlah pujian terhadap kematian fisik, melainkan seruan untuk mengalami kematian dalam hidup, sebuah transformasi kesadaran yang membebaskan.

Dunia, dengan segala gemerlapnya, hanyalah ilusi. Kekuatan, keberhasilan, dan kekuasaan yang kita kejar seringkali hanya bayangan dari realitas yang lebih dalam. Mereka yang terperangkap dalam ilusi ini akan terus berputar dalam siklus penderitaan, sementara mereka yang telah “mati sebelum mati” akan melihat dunia dengan mata yang berbeda. Mereka adalah orang-orang yang telah melampaui ilusi, yang telah menyadari bahwa keabadian sejati tidak dapat ditemukan dalam dunia fana.

“Matilah sebelum engkau mati,” sabda Nabi Muhammad SAW bisa dilihat bukan hanya sebagai ajaran yang mendalam dari Nabi akan tetapi merupakan tekad dan pengetahuan dalam diri mulianya kepada segenap manusia untuk melepaskan diri dari belenggu dunia dan menemukan hakikat diri pada realitas sejati.

Maka, hemat penulis, falsafah bunuh diri bukanlah ajakan untuk menghancurkan diri, melainkan seruan untuk mengalami kematian dalam hidup, untuk melampaui ilusi dunia dan menemukan realitas yang lebih hakiki. Inilah jalan menuju kebebasan sejati, jalan menuju kehidupan yang abadi.

Penulis adalah Ketua KEMANUSA Maluku

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dokter Saleh Tualeka Terpilih Lagi jadi Ketua IDI Maluku

    Dokter Saleh Tualeka Terpilih Lagi jadi Ketua IDI Maluku

    • calendar_month Sabtu, 23 Agt 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Dokter Saleh Tualeka terpilih kembali sebagai Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Provinsi Maluku, Sabtu (23/8/2025). Terpilihnya dokter spesialis mata itu sebagai nahkoda IDI secara aklamasi untuk periode 2025-2028 melalui Musyawarah Wilayah (Muswil). Dimana yang hadir memberikan suara sebanyak delapan cabang dari total 11 kabupaten/kota di Provinsi Maluku. Saat diwawancarai, dr. Saleh mengaku siap membentuk […]

  • Raih 19 Medali, Atlet Taekwondo Harumkan Nama Maluku Di Panggung Nasional

    Raih 19 Medali, Atlet Taekwondo Harumkan Nama Maluku Di Panggung Nasional

    • calendar_month Senin, 27 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Makassar,Tajukmaluku.com-Kontingen Taekwondo Maluku tampil mencolok di ajang Poltek Cup 2025 yang digelar di Makassar. Dari 24 atlet yang turun berlaga, 19 di antaranya berhasil menyabet medali. Total, Maluku membawa pulang 12 emas, 4 perak, dan 3 perunggu. Para peraih medali emas masing-masing adalah Alfeliks, Jody, Tristan, Marsel, Andri, Syaqilah, Lourens, Ithin, Junior, Vani (dua kategori), […]

  • HMI Dukung Keputusan Gubernur Maluku Tunda Kemah Bela Negara: Selamatkan Kondisi Keuangan Daerah

    HMI Dukung Keputusan Gubernur Maluku Tunda Kemah Bela Negara: Selamatkan Kondisi Keuangan Daerah

    • calendar_month Sabtu, 31 Mei 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Keputusan Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa menunda kegiatan Kemah Bela Negara yang rencananya akan dihelat pada 23-29 Oktober 2025 sesuai randown panitia pusat, dinilai sebagai kebijakan penting dalam menyelamatkan kondisi keuangan daerah. Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ambon, Rivon Wally dalam keterangan pers kepada sejumlah awak media mengatakan, kebijakan Hendrik Lewerissa memiliki dasar pelaksanaan […]

  • PLN UP3 Sofifi Sukseskan Pleno Penetapan Paslon Gubernur dan Wagub Malut Terpilih Tanpa Kendala Listrik

    PLN UP3 Sofifi Sukseskan Pleno Penetapan Paslon Gubernur dan Wagub Malut Terpilih Tanpa Kendala Listrik

    • calendar_month Sabtu, 8 Feb 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Sofifi,Tajukmaluku.com-PT PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung kelancaran proses demokrasi. Melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Sofifi, PLN menyediakan suplai energi cadangan melalui Uninterruptible Power Supply (UPS) mobile 100 kilo Volt Amperere (kVA) dan genset 100 kVA selama acara Rapat Pleno Terbuka Penetapan Pasangan Calon Gubernur […]

  • PPP Maluku Solid, Deklarasi Dukung Agus Suparmanto–Gus Taj Yasin Maimoein di Muktamar X

    PPP Maluku Solid, Deklarasi Dukung Agus Suparmanto–Gus Taj Yasin Maimoein di Muktamar X

    • calendar_month Rabu, 24 Sep 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Provinsi Maluku bersama seluruh DPC dan badan otonom partai menyatakan sikap politiknya jelang Muktamar X PPP tahun 2025 yang akan dilaksanakan di Jakarta pada 27-29 September mendatang. Maluku tegas mendukung pasangan H. Agus Suparmanto sebagai calon Ketua Umum dan Gus Taj Yasin Maimoein sebagai Sekjen DPP PPP […]

  • Wamen ATR/Waka BPN: RTR dan RDTR Jadi Kompas Pembangunan di Bali

    Wamen ATR/Waka BPN: RTR dan RDTR Jadi Kompas Pembangunan di Bali

    • calendar_month Senin, 20 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Bali,Tajukmaluku.com-Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/Waka BPN), Ossy Dermawan, bersama Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), melakukan pertemuan dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali, di Wisma Sabha Kantor Gubernur Bali, Kota Denpasar, Senin (20/07/2026). Pertemuan ini fokus membahas masa depan pengelolaan ruang dan […]

expand_less