Breaking News
light_mode

Filsafat Bunuh Diri: “Matilah Sebelum Mati”

  • account_circle Admin
  • calendar_month Jumat, 7 Feb 2025
  • visibility 523
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Muhammad Ali Fakar Lessy

Ambon,Tajukmaluku.com-Falsafah, sebagai pandangan hidup yang mendalam, kerap menjadi cermin dari pergulatan manusia dengan realitas yang ia hadapi. Dalam konteks ini, falsafah bunuh diri tidak dilihat sebagai tindakan fisik untuk mengakhiri hidup, melainkan sebuah konsep metafisik yang mengajak manusia untuk merenungkan kembali hakikat keberadaan mereka. “Matilah sebelum mati” adalah seruan transendental untuk mengalami kematian dalam hidup, satu transformasi kesadaran yang memungkinkan manusia melampaui ilusi dunia fana.

Bunuh diri, dalam pandangan umum, sering diartikan sebagai tindakan putus asa, pelarian dari penderitaan, atau bahkan pengkhianatan terhadap kehidupan. Namun, jika ditelusuri lewat kerangka falsafah yang lebih luas, bunuh diri dapat dimaknai sebagai sebuah perjalanan menuju kesadaran yang lebih tinggi. Ia bukanlah penghancuran diri secara fisik, melainkan pembebasan diri dari belenggu materi, luka batin dan ilusi duniawi. Dengan kata lain, bunuh diri dalam arti ini adalah “hidup dengan kematian”— adalah konsep ketauhidan yang menegasikan untuk memahami bahwa tiada kematian melainkan kehidupan yang abadi.

Dalam pahaman penulis, bunuh diri adalah hidup dengan kematian, sebuah ayat Tuhan yang tersembunyi, sebagai tanda yang mengarahkan manusia kepada keberadaan-Nya. Setiap manusia, dalam perjalanan hidupnya, harus melalui proses “kematian” sebelum kematian fisiknya tiba. Ini yang sering diartikan dengan kematian ego, kematian ilusi, dan kematian keterikatan pada dunia materi. Realitas yang kita alami hari ini hanyalah sebuah tahap, rangkaian metode untuk memahami fase-fase kehidupan yang telah teraktual sejak kita dilahirkan. Dengan demikian, kematian bukanlah sesuatu yang harus ditakuti, melainkan sebuah proses alami yang membawa kita lebih dekat kepada hakikat keberadaan sejati.

Namun, ada bahaya bila memisahkan kematian dan kehidupan sebagai dua entitas yang terpisah. Pandangan ini, yang sering dipengaruhi oleh para empiris, mereka yang berangkat dari dasar epistemologi ini kerap melihat kematian fisik sebagai akhir dari segala sesuatu. Padahal, kematian dan kehidupan adalah dua sisi dari mata uang yang sama atau semisal gelas yang memiliki bentuk dan warna sebagai wujud dari kesempurnaannya. Demikianlah manusia yang tersusun atas dimensi materi dan non-materi dan mustahil dapat dipisahkan.

Kematian fisik hanyalah salah satu aspek dari keberadaan kita, sementara aspek non-materi—jiwa, kesadaran, atau tetap hidup dalam realitas yang lebih luas.

Oleh karena itu, jika seseorang ingin “bunuh diri” dari realitas fana, ia tidak perlu merusak bentuk fisiknya. Cukup dengan berpindah ke dimensi non-materi yang telah bersemayam dalam dirinya. Ini adalah kematian yang sesungguhnya—kematian ego, kematian ilusi, dan kematian keterikatan pada dunia. Sebagaimana dikatakan oleh Brigade Al-Qassam, “Mereka yang mencintai hidup akan mati dengan pikiran tentang mati, sedang mereka yang mencintai kematian akan hidup dengan kematian.” Kalimat ini bukanlah pujian terhadap kematian fisik, melainkan seruan untuk mengalami kematian dalam hidup, sebuah transformasi kesadaran yang membebaskan.

Dunia, dengan segala gemerlapnya, hanyalah ilusi. Kekuatan, keberhasilan, dan kekuasaan yang kita kejar seringkali hanya bayangan dari realitas yang lebih dalam. Mereka yang terperangkap dalam ilusi ini akan terus berputar dalam siklus penderitaan, sementara mereka yang telah “mati sebelum mati” akan melihat dunia dengan mata yang berbeda. Mereka adalah orang-orang yang telah melampaui ilusi, yang telah menyadari bahwa keabadian sejati tidak dapat ditemukan dalam dunia fana.

“Matilah sebelum engkau mati,” sabda Nabi Muhammad SAW bisa dilihat bukan hanya sebagai ajaran yang mendalam dari Nabi akan tetapi merupakan tekad dan pengetahuan dalam diri mulianya kepada segenap manusia untuk melepaskan diri dari belenggu dunia dan menemukan hakikat diri pada realitas sejati.

Maka, hemat penulis, falsafah bunuh diri bukanlah ajakan untuk menghancurkan diri, melainkan seruan untuk mengalami kematian dalam hidup, untuk melampaui ilusi dunia dan menemukan realitas yang lebih hakiki. Inilah jalan menuju kebebasan sejati, jalan menuju kehidupan yang abadi.

Penulis adalah Ketua KEMANUSA Maluku

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Prabowo Beri Peringatan Keras ke Aparat: Jangan Jadi Beking Kapitalis!

    Prabowo Beri Peringatan Keras ke Aparat: Jangan Jadi Beking Kapitalis!

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Presiden Prabowo memperingatkan keras kepada aparat agar tidak membela kepentingan para pemodal hanya untuk keuntungan pribadi. “Kolusi aparat dipakai oleh kapitalis-kapitalis tertentu, (maka) budaya ini tidak boleh diteruskan,” ujar Prabowo seperti dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Minggu (17/5/2026). Semua aparat dari tingkatan tertinggi sampai terendah wajib mati-matian menegakkan keadilan dan membela rakyat, serta haram melindungi […]

  • Kecelakaan Spead Boad di Perairan Manipa, 8 Korban Jiwa. GMPI Maluku Angkat Bicara

    Kecelakaan Spead Boad di Perairan Manipa, 8 Korban Jiwa. GMPI Maluku Angkat Bicara

    • calendar_month Jumat, 3 Jan 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Tragedi kembali menyelimuti perairan Manipa, sebuah kecelakaan melibatkan speed boat bernama “Dua Nona” yang mengakibatkan 8 orang meninggal dunia. Jumat, (3/1/2025). Insiden ini bukan hanya mengguncang hati masyarakat, tetapi juga membuka tabir serius tentang kelalaian dalam pengelolaan transportasi laut di wilayah ini. Warga setempat, awalnya melakukan upaya penyelamatan para korban dengan membawa mereka ke pinggiran […]

  • Cahaya Zakat, Kolaborasi Berbagi untuk Mustahik di Huamual

    Cahaya Zakat, Kolaborasi Berbagi untuk Mustahik di Huamual

    • calendar_month Selasa, 25 Mar 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Huamual,Tajukmaluku.com- Perjuangan Baznas Seram Bagian Barat (SBB) dalam menyalurkan zakat dan sedekah ke pelosok Huamual mendapat apresiasi tinggi dari Rumah Inspirasi dan Roemah Beta Kreatif. Meskipun menghadapi medan berat, jalanan berlumpur, jembatan rusak, serta kendala komunikasi, semangat mereka untuk menyalurkan Cahaya Zakat tidak surut. Kegiatan ini digelar pada Senin Hingga Selasa (24-25/03/2025) dengan tujuan membantu […]

  • Soal Efisiensi Anggaran, Benhur Watubun : Yang Pilih Prabowo, Stop Mengeluh

    Soal Efisiensi Anggaran, Benhur Watubun : Yang Pilih Prabowo, Stop Mengeluh

    • calendar_month Selasa, 18 Feb 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Maluku, Benhur G. Watubun meminta masyarakat yang memilih Presiden terpilih Prabowo Subianto untuk tidak mengeluh terkait kebijakan efisiensi anggaran yang saat ini diterapkan pemerintah. Keputusan tersebut telah menjadi bagian dari strategi pemerintahan yang harus didukung oleh semua pihak, termasuk mereka yang memberikan suara untuk Prabowo Subiato – Gibran […]

  • Pendapat Ikhsan Tualeka Soal 100 Hari Kerja Hendrik-Vanath

    Pendapat Ikhsan Tualeka Soal 100 Hari Kerja Hendrik-Vanath

    • calendar_month Senin, 2 Jun 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Wawancara eksklusif Tajukmaluku.com bersama Ikhsan Tualeka. Senin, 2 Juni 2025 | Oleh: Redaksi Tajukmaluku.com Genap sudah seratus hari masa kepemimpinan Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa dan Wakil Gubernur Abdullah Vanath. Tiga bulan lebih berlalu sejak pelantikan, namun geliat perubahan yang dijanjikan masih menjadi perdebatan di ruang publik. Di satu sisi, ada pihak yang menilai pasangan ini […]

  • PLN UIW MMU Pastikan Kesiapan Posko Siaga Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Gereja Maranatha Ambon

    PLN UIW MMU Pastikan Kesiapan Posko Siaga Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Gereja Maranatha Ambon

    • calendar_month Sabtu, 27 Des 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Dalam rangka memastikan keandalan pasokan listrik serta mendukung kelancaran perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) melaksanakan kunjungan dan pengecekan Posko Siaga Natal dan Tahun Baru di Gereja Maranatha, Kota Ambon, Kamis (25/12/2025). Kegiatan ini dihadiri langsung oleh jajaran manajemen PLN UIW MMU, yakni General […]

expand_less