Breaking News
light_mode

Filsafat Bunuh Diri: “Matilah Sebelum Mati”

  • account_circle Admin
  • calendar_month Jumat, 7 Feb 2025
  • visibility 441
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Muhammad Ali Fakar Lessy

Ambon,Tajukmaluku.com-Falsafah, sebagai pandangan hidup yang mendalam, kerap menjadi cermin dari pergulatan manusia dengan realitas yang ia hadapi. Dalam konteks ini, falsafah bunuh diri tidak dilihat sebagai tindakan fisik untuk mengakhiri hidup, melainkan sebuah konsep metafisik yang mengajak manusia untuk merenungkan kembali hakikat keberadaan mereka. “Matilah sebelum mati” adalah seruan transendental untuk mengalami kematian dalam hidup, satu transformasi kesadaran yang memungkinkan manusia melampaui ilusi dunia fana.

Bunuh diri, dalam pandangan umum, sering diartikan sebagai tindakan putus asa, pelarian dari penderitaan, atau bahkan pengkhianatan terhadap kehidupan. Namun, jika ditelusuri lewat kerangka falsafah yang lebih luas, bunuh diri dapat dimaknai sebagai sebuah perjalanan menuju kesadaran yang lebih tinggi. Ia bukanlah penghancuran diri secara fisik, melainkan pembebasan diri dari belenggu materi, luka batin dan ilusi duniawi. Dengan kata lain, bunuh diri dalam arti ini adalah “hidup dengan kematian”— adalah konsep ketauhidan yang menegasikan untuk memahami bahwa tiada kematian melainkan kehidupan yang abadi.

Dalam pahaman penulis, bunuh diri adalah hidup dengan kematian, sebuah ayat Tuhan yang tersembunyi, sebagai tanda yang mengarahkan manusia kepada keberadaan-Nya. Setiap manusia, dalam perjalanan hidupnya, harus melalui proses “kematian” sebelum kematian fisiknya tiba. Ini yang sering diartikan dengan kematian ego, kematian ilusi, dan kematian keterikatan pada dunia materi. Realitas yang kita alami hari ini hanyalah sebuah tahap, rangkaian metode untuk memahami fase-fase kehidupan yang telah teraktual sejak kita dilahirkan. Dengan demikian, kematian bukanlah sesuatu yang harus ditakuti, melainkan sebuah proses alami yang membawa kita lebih dekat kepada hakikat keberadaan sejati.

Namun, ada bahaya bila memisahkan kematian dan kehidupan sebagai dua entitas yang terpisah. Pandangan ini, yang sering dipengaruhi oleh para empiris, mereka yang berangkat dari dasar epistemologi ini kerap melihat kematian fisik sebagai akhir dari segala sesuatu. Padahal, kematian dan kehidupan adalah dua sisi dari mata uang yang sama atau semisal gelas yang memiliki bentuk dan warna sebagai wujud dari kesempurnaannya. Demikianlah manusia yang tersusun atas dimensi materi dan non-materi dan mustahil dapat dipisahkan.

Kematian fisik hanyalah salah satu aspek dari keberadaan kita, sementara aspek non-materi—jiwa, kesadaran, atau tetap hidup dalam realitas yang lebih luas.

Oleh karena itu, jika seseorang ingin “bunuh diri” dari realitas fana, ia tidak perlu merusak bentuk fisiknya. Cukup dengan berpindah ke dimensi non-materi yang telah bersemayam dalam dirinya. Ini adalah kematian yang sesungguhnya—kematian ego, kematian ilusi, dan kematian keterikatan pada dunia. Sebagaimana dikatakan oleh Brigade Al-Qassam, “Mereka yang mencintai hidup akan mati dengan pikiran tentang mati, sedang mereka yang mencintai kematian akan hidup dengan kematian.” Kalimat ini bukanlah pujian terhadap kematian fisik, melainkan seruan untuk mengalami kematian dalam hidup, sebuah transformasi kesadaran yang membebaskan.

Dunia, dengan segala gemerlapnya, hanyalah ilusi. Kekuatan, keberhasilan, dan kekuasaan yang kita kejar seringkali hanya bayangan dari realitas yang lebih dalam. Mereka yang terperangkap dalam ilusi ini akan terus berputar dalam siklus penderitaan, sementara mereka yang telah “mati sebelum mati” akan melihat dunia dengan mata yang berbeda. Mereka adalah orang-orang yang telah melampaui ilusi, yang telah menyadari bahwa keabadian sejati tidak dapat ditemukan dalam dunia fana.

“Matilah sebelum engkau mati,” sabda Nabi Muhammad SAW bisa dilihat bukan hanya sebagai ajaran yang mendalam dari Nabi akan tetapi merupakan tekad dan pengetahuan dalam diri mulianya kepada segenap manusia untuk melepaskan diri dari belenggu dunia dan menemukan hakikat diri pada realitas sejati.

Maka, hemat penulis, falsafah bunuh diri bukanlah ajakan untuk menghancurkan diri, melainkan seruan untuk mengalami kematian dalam hidup, untuk melampaui ilusi dunia dan menemukan realitas yang lebih hakiki. Inilah jalan menuju kebebasan sejati, jalan menuju kehidupan yang abadi.

Penulis adalah Ketua KEMANUSA Maluku

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kakanwil Kemenag Maluku Temui Menteri Nasaruddin Umar, Perkuat Moderasi Beragama Berbasis Keluarga

    Kakanwil Kemenag Maluku Temui Menteri Nasaruddin Umar, Perkuat Moderasi Beragama Berbasis Keluarga

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Jakarta,Tajukmaluku.com-Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku, H. Yamin, mendampingi Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Provinsi Maluku audiensi bersama Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, di kantor pusat Kementerian Agama Republik Indonesia, Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (9/3/2026). Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk menguatkan peran keluarga sebagai benteng utama dalam merawat harmoni sosial dan […]

  • 27-29 Juni Jemaah Haji Maluku Tiba Tanah Air, Ka.Kanwil: PPIH Segera Rapat Persiapan

    27-29 Juni Jemaah Haji Maluku Tiba Tanah Air, Ka.Kanwil: PPIH Segera Rapat Persiapan

    • calendar_month Kamis, 19 Jun 2025
    • account_circle Tajuk Maluku.com
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku Dr. H. Yamin, S.Ag., M.Pd.I., menginformasikan kedatangan jemaah haji asal Maluku yang dijadwalkan berlangsung pada tanggal 27-29 Juni 2025. Proses pemulangan gelombang pertama diawali dengan kedatangan rombongan Kelompok Terbang (Kloter) 22 UPG yang diisi 390 jemaah dan petugas asal Maluku. “Sesuai yang telah kami sampaikan sejak awal dan […]

  • Dokter Saleh Tualeka Terpilih Lagi jadi Ketua IDI Maluku

    Dokter Saleh Tualeka Terpilih Lagi jadi Ketua IDI Maluku

    • calendar_month Sabtu, 23 Agt 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Dokter Saleh Tualeka terpilih kembali sebagai Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Provinsi Maluku, Sabtu (23/8/2025). Terpilihnya dokter spesialis mata itu sebagai nahkoda IDI secara aklamasi untuk periode 2025-2028 melalui Musyawarah Wilayah (Muswil). Dimana yang hadir memberikan suara sebanyak delapan cabang dari total 11 kabupaten/kota di Provinsi Maluku. Saat diwawancarai, dr. Saleh mengaku siap membentuk […]

  • Hadiri Silaknas, ICMI Ambon Ungkap Reposisi Organisasi di Tengah Turbulensi Politik dan Ekonomi Nasional

    Hadiri Silaknas, ICMI Ambon Ungkap Reposisi Organisasi di Tengah Turbulensi Politik dan Ekonomi Nasional

    • calendar_month Sabtu, 6 Des 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) menggelar Silaturahmi Kerja Nasional (Silaknas) di Bali, Jumat (5/12/2025) hingga Minggu (7/12/2025). Kegiatan ini diikuti sekitar 700 peserta pengurus dari seluruh provinsi di Indonesia yang memadati Four Points by Sheraton, Kuta. Tujuan dari Silaknas kali ini untuk melaporkan capaian program, menguji relevansi gagasan, dan membicarakan arah baru ICMI kedepan. Saat […]

  • PLN UP3 Ambon Turun Langsung Sosialisasi Diskon Tambah Daya 50% ke Warga

    PLN UP3 Ambon Turun Langsung Sosialisasi Diskon Tambah Daya 50% ke Warga

    • calendar_month Senin, 18 Agt 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Dalam semangat Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) melalui PLN UP3 Ambon menggelar kegiatan sosialisasi langsung kepada masyarakat terkait promo “Energi Kemerdekaan: Tambah Daya, Tambah Merdeka”. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya PLN UIW MMU untuk mendekatkan layanan kepada pelanggan serta memperluas informasi tentang […]

  • Surya Paloh Tunjuk Ridwan Nurdin jadi Ketua Fraksi NasDem DPRD Provinsi Maluku

    Surya Paloh Tunjuk Ridwan Nurdin jadi Ketua Fraksi NasDem DPRD Provinsi Maluku

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Anggota DPRD Provinsi Maluku, Ridwan Nurdin ditunjuk sebagai Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Maluku periode 2024-2029. Penunjukan itu tertuang dalam Surat Keputusan (SK) yang ditandatangani Surya Paloh bersama Sekretaris Jenderal DPP NasDem, Hermawan Taslim, Jumat (6/2/2026) yang diserahkan oleh Sekretaris Wilayah NasDem Maluku Andreas Rentanubun kepada Ridwan Nurdin di Kantor DPP NasDem, Jakarta. Penunjukan Ridwan […]

expand_less