Breaking News
light_mode

ISPIKANI Dorong Hilirisasi Perkuat Ketahanan Pangan dan Tingkatkan Daya Saing Produk Perikanan

  • account_circle Admin
  • calendar_month 0 menit yang lalu
  • visibility 1
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ambon,Tajukmaluku.com-Ikatan Sarjana Perikanan Indonesia (ISPIKANI) menegaskan pentingnya percepatan hilirisasi di sektor perikanan sebagai strategi utama dalam memperkuat ketahanan pangan nasional, meningkatkan daya saing produk perikanan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis sumber daya kelautan dan perikanan.

Hal tersebut disampaikan dalam Seminar Nasional yang dilaksanakan secara Hybrid oleh Program Magister Ilmu Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Mulawarman dengan mengangkat tema “Hilirisasi Industri Perikanan sebagai Strategi Penguatan Ketahanan Pangan dan Peningkatan Nilai Tambah produk Perikanan” pada Kamis (18/6/2026) dengan keynote speaker Direktur Pemasaran Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, Erwin Dwiyana.

Dijelaskan, Indonesia memiliki potensi sektor kelautan dan perikanan yang sangat besar dengan luas laut mencapai sekitar 6,4 juta km², garis pantai sepanjang 108 ribu km, serta produksi perikanan yang terus meningkat.

Pada tahun 2025, produksi perikanan Indonesia mencapai lebih dari 1, 40 juta ton dengan nilai ekspor mencapai 6,27 miliar dolar Amerika Serikat. Dengan 5 komoditi utama yakni udang, tuna-cakalang, cumi-sotong-gurita,rajungan-kepiting dan rumput laut dan konsumsi ikan masyarakat mencapai 26.08 kg/kapita per tahun.

Meski demikian, sebagian besar hasil perikanan masih dipasarkan dalam bentuk bahan mentah sehingga nilai tambah yang diperoleh belum optimal.

Kondisi ini menunjukkan bahwa hilirisasi menjadi kebutuhan mendesak untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan, pelaku usaha, dan masyarakat pesisir.

Amrullah Usemahu, Wakil Sekretaris Jenderal 3 ISPIKANI Dalam paparannya menjelaskan bahwa hilirisasi perikanan mencakup penguatan seluruh rantai pasok mulai dari produksi, pengolahan, sertifikasi mutu, pemasaran, hingga ekspor.

“Berbagai produk olahan seperti surimi, fillet, ikan kaleng, produk beku, produk fermentasi, hingga produk berbasis rumput laut memiliki potensi besar untuk meningkatkan nilai ekonomi komoditas perikanan Indonesia,” katanya.

Selain itu, penerapan standar dan sertifikasi internasional seperti Marine stewardship council (MSC), ASC, BAP, Fair Trade Seafood, dan GlobalG.A.P maupun sertifikasi lainnya menjadi faktor penting untuk memperluas akses pasar global serta meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk perikanan Indonesia.

Namun demikian, pengembangan hilirisasi masih menghadapi berbagai tantangan, antara lain keterbatasan infrastruktur rantai dingin (cold chain), rendahnya integrasi kawasan industri perikanan, keterbatasan akses pembiayaan, kualitas SDM, serta kebutuhan peningkatan teknologi pengolahan dan logistik. Jelas Usemahu.

“Untuk menjawab tantangan tersebut, diperlukan strategi terpadu melalui Penguatan sarana dan prasarana industri perikanan, Peningkatan kapasitas SDM perikanan, Pengembangan riset dan inovasi teknologi, Penguatan data dan sistem informasi dan Peningkatan kemitraan antara pemerintah, perguruan tinggi, industri, dan organisasi profesi,” ungkapnya.

Usemahu menegaskan bahwa sarjana perikanan memiliki peran strategis sebagai penggerak transformasi sektor perikanan.

Peran tersebut mencakup peningkatan produktivitas di sektor hulu, pengembangan industri pengolahan, pendampingan sertifikasi mutu, penguatan pemasaran dan ekspor, hingga pengembangan ekonomi biru yang berkelanjutan.

“Keberadaan ISPIKANI yang telah membentuk 29 Dewan Pengurus Daerah (DPD) di seluruh Indonesia serta dapat berkolaborasi dengan Forum Komunikasi Perguruan Tinggi Kelautan dan Perikanan (FKPTPK) yang terdiri dari 67 perguruan tinggi, menjadi modal penting dalam memperkuat sinergi antara dunia akademik, industri, pemerintah, dan masyarakat,” tutur Usemahu.

Saat ini Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dalam memperkuat percepatan pembangunan perikanan dari hulu ke hilir dengan membuat program pengadaan 1.582 kapal ikan modern, perekrutan 20.094 awak kapal perikanan, serta pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang ditargetkan mencapai 1.369 lokasi pada periode 2025–2026 dan meningkat menjadi 5.000 KNMP hingga tahun 2029 di seluruh Indonesia dengan target 5.476 tenaga kerja prioritas.

Ini perlu diapresiasi dan didampingi agar program-program tersebut berdampak positif pada kesejahteraan nelayan dan masyarakat pesisir Indonesia. Sebut Magister pengelolaan sumber daya pesisir dan lautan IPB ini.

“Melalui kolaborasi yang kuat, hilirisasi sektor perikanan diharapkan mampu menciptakan nilai tambah yang lebih besar, membuka lapangan kerja baru, meningkatkan kesejahteraan nelayan dan masyarakat pesisir, serta mewujudkan visi Indonesia sebagai negara maritim yang maju, berdaulat, dan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045,” tutup Usemahu.*(01-F)

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PLN UP3 Sofifi – ULP Weda Tingkatkan Sinergi dengan Aparat Penegak Hukum di Halmahera Tengah

    PLN UP3 Sofifi – ULP Weda Tingkatkan Sinergi dengan Aparat Penegak Hukum di Halmahera Tengah

    • calendar_month Kamis, 15 Mei 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Halmahera,Tajukmaluku.com-Dalam upaya memperkuat kolaborasi lintas sektor dan menciptakan lingkungan kerja yang aman, kondusif, serta sesuai hukum, PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Sofifi melalui Unit Layanan Pelanggan (ULP) Weda melakukan audiensi konstruktif dengan dua institusi penegak hukum di Halmahera Tengah, yakni Kepolisian Resor (Polres) dan Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat. General Manager PLN Unit Induk Wilayah […]

  • Lewat Program Gerakan Mengajar, PLN UIW MMU Tanamkan Kesadaran Bahaya Listrik Sejak Dini

    Lewat Program Gerakan Mengajar, PLN UIW MMU Tanamkan Kesadaran Bahaya Listrik Sejak Dini

    • calendar_month Minggu, 31 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) turut ambil bagian dalam kegiatan Gerakan Mengajar, sebuah program kolaborasi bersama Paguyuban Karya Salemba Empat (KSE) Universitas Pattimura Ambon yang dilaksanakan di SD Negeri 92 Ambon pada Sabtu (30/5/2025). Kegiatan ini menjadi sarana edukasi bagi para siswa untuk meningkatkan pemahaman mengenai keselamatan dan […]

  • Dari Tangan Perempuan, Peradaban Itu Bertumbuh

    Dari Tangan Perempuan, Peradaban Itu Bertumbuh

    • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Oleh: Nadia Sarah Rumluan Kadang peradaban tidak dimulai dari gedung yang tinggi, atau ruang rapat yang ramai. Ia justru tumbuh dari percakapan kecil antara dua perempuan yang saling mendengar—dari tangan-tangan yang tiap pagi menata hasil kebun dan laut di pasar: sayur, singkong, ikan, hingga sagu dan embal yang menjadi nadi dapur-dapur Maluku. Di sanalah hidup […]

  • Perjuangkan Konektivitas Daerah Kepulauan, Komisi III Datangi Kemenhub

    Perjuangkan Konektivitas Daerah Kepulauan, Komisi III Datangi Kemenhub

    • calendar_month Rabu, 10 Des 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Jakarta,Tajukmaluku.com-Komisi III DPRD Maluku menyampaikan sejumlah program prioritas yang berkaitan dengan persoalan konektivitas di wilayah kepulauan saat bertemu Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI di Jakarta, Rabu (10/12/2025). Bagi Komisi III, peningkatan layanan transportasi darat, laut, dan udara di Maluku harus bisa ditindak lanjuti Kemenhub dengan cepat. “Kami datang menyampaikan kebutuhan daerah, terutama peningkatan konektivitas dan pemerataan […]

  • Tambang PT Batulicin di Kei Besar Langgar UU Pulau Kecil, DPRD Maluku Diminta Panggil Gubernur

    Tambang PT Batulicin di Kei Besar Langgar UU Pulau Kecil, DPRD Maluku Diminta Panggil Gubernur

    • calendar_month Sabtu, 7 Jun 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Aktivitas penambangan pasir dan batu oleh PT Batulicin Beton Asphalt (BBA), anak perusahaan dari Jhonlin Group milik Haji Isam alias Andi Syamsuddin Arsyad, di Pulau Kei Besar, Kabupaten Maluku Tenggara, menjadi sorotan publik lantaran penambangan tersebut diduga melanggar Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (PWP3K). Pulau Kei Besar yang […]

  • Puluhan Siswa SMPN Tepa Keracunan, Legislator Semprot Pengelola MBG

    Puluhan Siswa SMPN Tepa Keracunan, Legislator Semprot Pengelola MBG

    • calendar_month Kamis, 11 Sep 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Baru empat hari berjalan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Maluku Barat Daya ini sudah memunculkan persoalan serius. Puluhan siswa SMP Negeri 1 Tepa diduga keracunan setelah mengonsumsi menu dari program tersebut. Informasi yang dihimpun, sedikitnya 40 siswa SMPN 1 Tepa terkonfirmasi keracunan. Seorang siswa SMA Tepa juga dilaporkan mengalami gejala serupa. Sementara sekolah […]

expand_less