KAAKI: Ambisi Roby Sapulette, Cermin Buram Birokrasi Ambon
- account_circle Admin
- calendar_month Senin, 27 Okt 2025
- visibility 65
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Ambon,Tajukmaluku.com-Dukungan terhadap Roby Sapulette untuk menjadi Sekretaris Kota (Sekkot) Ambon definitif memantik perdebatan. Bagi sebagian kalangan, ambisi Sapulette dinilai terlalu besar dan tidak diimbangi dengan rekam jejak yang bersih.
“Harusnya publik lebih selektif melihat siapa yang pantas duduk di kursi Sekkot. Jabatan itu sebagai penentu arah dan kuasa anggaran daerah,” ujar Poyo Sohilauw, Direktur Koalisi Aktivis Anti Korupsi Indonesia (KAAKI), kepada Tajukmaluku.com, Senin, (27/102025).
Sohilauw menilai, Sapulette yang kini menjabat sebagai Pelaksana Harian (Plh) Sekkot Ambon, belum layak untuk diangkat menjadi pejabat definitif.
“Ambisinya jadi Sekkot terlihat jelas, tapi publik berhak tahu latar belakangnya. Ini bukan soal like and dislike, tapi soal kredibilitas dan integritas,” tegasnya.
Ia menyoroti rekam jejak Sapulette saat menjabat Asisten III Administrasi Umum di masa Agus Ririmasse sebagai Sekkot dan Bodewin M. Wattimena sebagai Penjabat Wali Kota Ambon.
“Banyak persoalan di masa itu, termasuk dugaan indikasi korupsi yang menyeret sejumlah pejabat, dan nama Roby ikut disebut-sebut. Fakta ini tidak bisa dihapus begitu saja,” kata Sohilauw.
Menurutnya, publik berhak mempertanyakan bagaimana mekanisme seleksi Sekkot Ambon nantinya.
“Tahapan seleksi harus transparan dan berani melihat unsur rekam jejak buruk yang bisa berdampak pada kepemimpinan daerah. Jangan sampai pemerintahan kota ini jatuh pada kesalahan yang sama hanya karena menutup mata terhadap masa lalu,” ujarnya.
Sohilauw menegaskan, penilaian terhadap calon Sekkot harus berpedoman pada Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil dan ketentuan dalam Permendagri terkait.
“Yang paling krusial dalam penilaian adalah rekam jejak. Jangan hanya formalitas administrasi,” katanya.
Lebih jauh, ia menuding Sapulette sebagai “orang lama” yang memiliki catatan bermasalah.
“Ada dugaan keterlibatan dalam skandal kerugian keuangan daerah yang tidak pernah ditindaklanjuti. Ini seharusnya jadi alarm bagi tim seleksi. Jangan ulangi gagal paham pemerintahan yang sama,” ucapnya.*(01-F)
- Penulis: Admin



Saat ini belum ada komentar