Breaking News
light_mode

Kontroversi Lilis dan ‘Tete Momo’: Sosiolog Maluku Soroti Gap Literasi Budaya Gen Z

  • account_circle Admin
  • calendar_month Senin, 20 Jan 2025
  • visibility 271
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ambon,Tajukmaluku.com-Pernyataan kontroversial Lilis, yang menyebut patung Pahlawan Nasional Dr. Johanes Leimena sebagai “Tete Momo” memicu perbincangan di kalangan warga net Maluku. Istilah “Tete Momo” sendiri merupakan istilah lokal yang memiliki konotasi negatif sebagai sebutan untuk hantu atau momok dalam tradisi budaya Maluku. Ucapan lilis itu pun ditanggapi Sosiolog Maluku DR. A. Manaf Tubaka.

Sebutan ‘Tete Momo’ dalam konteks budaya lokal memang mengacu pada sesuatu yang bersifat negatif, seperti hantu atau momok. Namun, ada sisi lain yang dapat dimaknai secara figuratif sebagai kritik terhadap sesuatu yang dianggap berlebihan,” ujar Tubaka

Namun, dalam konteks penyebutan terhadap patung Pahlawan Nasional Dr. Johanes Leimena, Tubaka menilai tindakan Lilis sebagai “out of context”. “Sebagai konten kreator, seharusnya ia lebih hati-hati. Sebutan ini tidak mendidik, tidak bernilai edukatif, dan justru menghilangkan nilai estetik. Lebih parah lagi, ini menunjukkan kurangnya pemahaman tentang pentingnya menghormati tokoh nasional,” tegasnya.

Dosen Pascasarjana Prodi Sosiologi Agama IAIN Ambon ini juga menyoroti gap literasi budaya yang masih menjadi persoalan di kalangan Generasi Z (Gen Z). Menurutnya, kejadian ini bisa menjadi momen reflektif bagi generasi muda untuk memahami bahwa pahlawan nasional seperti Dr. Johanes Leimena adalah sosok yang memiliki kontribusi besar bagi bangsa. “Kejadian ini membuka pintu bagi upaya meningkatkan literasi budaya. Generasi muda harus belajar bahwa tokoh nasional bukanlah objek sembarangan untuk candaan atau lelucon,” tambahnya.

Lebih lanjut, Ketua ICMI Orda Kota Ambon ini juga menyebut penggunaan istilah “Tete Momo” terhadap pahlawan nasional tidak hanya melukai sensitivitas budaya masyarakat Maluku, tetapi juga menciptakan reaksi tajam dari berbagai kalangan. “Lilis harusnya menyadari bahwa istilah ini punya arti khusus dalam ingatan kolektif masyarakat Maluku. Ketika istilah itu disematkan pada tokoh nasional, wajar jika banyak pihak merasa tersinggung,” ujarnya.

Kontroversi ini, menurut Tubaka, seharusnya menjadi pembelajaran bagi para konten kreator untuk lebih peka terhadap nilai-nilai budaya dan sejarah, terutama dalam membahas figur publik yang memiliki makna mendalam bagi bangsa. “Kritik dan kreativitas itu penting, tetapi harus dilakukan dengan menghormati konteks dan nilai-nilai yang ada,” tutupnya.*Redaksi

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PLN UIW MMU Beri Kado Kemerdekaan Warga Kurang Mampu dengan Penyalaan Serentak Program LUTD

    PLN UIW MMU Beri Kado Kemerdekaan Warga Kurang Mampu dengan Penyalaan Serentak Program LUTD

    • calendar_month Sabtu, 17 Agt 2024
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    AMBON, 15 AGUSTUS 2024 – Menyongsong Hari Kemerdekaan ke-79 Republik Indonesia (RI), PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) memasang listrik gratis bagi warga kurang mampu. General Manager PLN UIW MMU, Awat Tuhuloula menuturkan, pemasangan baru itu dilakukan melalui program Light Up The Dream (LUTD). Awat menjabarkan, program listrik gratis […]

  • Desak Usut Tuntas Kasus Penganiayaan di Kabauw, Tim Hukum Korban Minta Polisi Tangkap Pelaku Lain

    Desak Usut Tuntas Kasus Penganiayaan di Kabauw, Tim Hukum Korban Minta Polisi Tangkap Pelaku Lain

    • calendar_month Selasa, 15 Apr 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Tim Hukum korban penganiayaan terhadap dua pemuda asal Negeri Kailolo, Kabupaten Maluku Tengah, mendesak pihak Kepolisian untuk mengusut tuntas dan menangkap seluruh pelaku yang terlibat dalam insiden pengeroyokan yang terjadi di Desa Kabauw, Selasa 1 April 2025 lalu. Kedua korban, Muhammad Ridho Marasabessy dan Abdullah Tuaputty, mengalami luka-luka setelah diduga dianiaya oleh sekelompok orang saat […]

  • BPJN Maluku Fokus Percepat Pembangunan Jalan Kota Baru – Air Nanang Pulau Seram

    BPJN Maluku Fokus Percepat Pembangunan Jalan Kota Baru – Air Nanang Pulau Seram

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Maluku fokus mempercepat pengerjaan proyek strategis nasional yakni pembangunan jalan yang menghubungkan Kota Baru menuju Air nanang di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT). Prioritas utama proyek BPJN Maluku itu guna memutus rantai isolasi di wilayah pesisir tersebut. Kepala Satuan Kerja (Kasatker) PJN Wilayah II Provinsi Maluku, Toce Leuwol menyatakan bahwa […]

  • MUSRENBANG: Lomba Orasi Pejabat Tanpa Makna

    MUSRENBANG: Lomba Orasi Pejabat Tanpa Makna

    • calendar_month Minggu, 1 Jun 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Wawancara Eksklusif Tajukmaluku.com bersama Fajrin Rumalutur, Founder Maluku Data Network Oleh: Redaksi Tajukmaluku.com Di kalender birokrasi Indonesia, Musyawarah Perencanaan Pembangunan alias Musrenbang adalah upacara sakral yang digelar berjenjang setiap tahun, dari desa hingga provinsi. Ia dimaksudkan sebagai ruang partisipatif warga dalam menyusun arah pembangunan. Tapi di lapangan, Musrenbang kerap kali lebih menyerupai panggung ritual ketimbang […]

  • Ruko Digerebek, Hartini Bongkar Kelakuan Oknum Polisi Dalam Bisnis Sianida

    Ruko Digerebek, Hartini Bongkar Kelakuan Oknum Polisi Dalam Bisnis Sianida

    • calendar_month Kamis, 25 Sep 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Penggerebekan ruko di kawasan Mardika Ambon yang diduga menyimpan Sianida memunculkan cerita baru. Hartini, pemilik ruko, menuding keterlibatan dua oknum polisi dalam bisnis ilegal itu. “Jumlah keseluruhan itu 300 karton. Yang digerebek itu hanya sisa,” kata Hartini, (Kamis, 25/09/2025). Hartini membantah kepemilikan Sianida tersebut. Ia menegaskan dirinya hanya menjadi perantara untuk mengembalikan barang ke pemilik […]

  • Gerak Cepat PLN ULP Bula Pulihkan Sistem Kelistrikan akibat Pohon Tumbang di Dusun Niff

    Gerak Cepat PLN ULP Bula Pulihkan Sistem Kelistrikan akibat Pohon Tumbang di Dusun Niff

    • calendar_month Selasa, 22 Okt 2024
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com– PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) gerak cepat memulihkan sistem kelistrikan di Dusun Nif, Kota Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT). General Manager PLN UIW MMU, Awat Tuhuloula menuturkan, pohon tumbang yang terjadi akibat cuaca buruk mengakibatkan ganguan terhadap sejumlah sistem kelistrikan di kawasan Bula. Untuk itu, melalui PLN ULP […]

expand_less