Mossad Kennedy Refra Masuk Bursa Pencalonan, Peta Politik Golkar DPD II Malra Memanas!
- account_circle Admin
- calendar_month 19 jam yang lalu
- visibility 44
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Ambon,Tajukmaluku.com-Peta politik Partai Golkar Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) mulai memanas dengan kehadiran Mossad Kennedy Refra (MKR) yang siap mencalonkan diri dalam Musyawarah Daerah (Musda) DPD II Partai Golkar Malra periode 2026–2031 yang dijadwalkan berlangsung April 2026 mendatang.
Ketua Tim Pemenangan MKR, Ericson Betaubun, kepada pers, Minggu (16/2/2026), mengatakan kesiapan MKR untuk bertarung bukan sekedar meramaikan bursa kandidat, melainkan membawa agenda pembaruan yang terukur dan realistis demi mengembalikan kejayaan dan kebesaran Golkar di Malra.
Menurut Eric, MKR merupakan kader muda yang memiliki pengalaman organisasi di tingkat nasional dan daerah. Selain berprofesi sebagai pengacara di Jakarta, ia saat ini menjabat sebagai Ketua DPP Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI).
Ia juga pernah menjadi pengurus DPP Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR), serta aktif sebagai fungsionaris di struktur Golkar Provinsi Maluku.
Ditingkat daerah, MKR juga memimpin MKGR Kabupaten Maluku Tenggara dan mendapat dukungan dari sejumlah organisasi pendiri dan yang didirikan partai, termasuk Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI).
“MKR memahami sistem dan dinamika organisasi dari pusat hingga daerah. Itu modal besar untuk memperkuat konsolidasi internal,” ujar Eric.
Eric yang juga Ketua AMPI Maluku itu menjelaskan bahwa, MKR dalam Musda DPD II Partai Golkar Malra hadir dengan visi misinya yakni “Golkar Malra yang Maju, Solid, Profesional, Modern dan Melayani Rakyat Menuju Kemenangan Pemilu”. Visi tersebut dijabarkan dalam konsep MKR (Modernisasi, Konsolidasi, Rebut Kemenangan).
MKR juga menargetkan penerapan digitalisasi dan optimalisasi media sosial dalam sistem organisasi, penyebaran informasi, hingga penguatan kegiatan partai. Modernisasi ini diharapkan menciptakan tata kelola partai yang lebih transparan, efektif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
“Digitalisasi menjadi kebutuhan agar partai lebih responsif dan terstruktur,” jelas Eric.
Selain itu, MKR juga akan melakukan konsolidasi organisasi, yakni penguatan struktur partai akan dilakukan dari tingkat kabupaten, kecamatan hingga desa/kelurahan. Konsolidasi juga mencakup peningkatan kapasitas pengurus dan kader melalui pembinaan berkelanjutan.
“Karena selama ini konsolidasi sering terpusat di tingkat elite, sehingga ke depan partai harus benar-benar hadir hingga ke akar rumput,” tandas Eric.
MKR juga memasang target konkret, yakni meningkatkan perolehan kursi DPRD Kabupaten Mara dari dua kursi menjadi lima kursi. Selain itu, mempertahankan satu kursi DPRD Provinsi Maluku serta mengoptimalkan dukungan untuk satu kursi DPR RI.
“Golkar Malra juga ditargetkan kembali aktif dalam kontestasi Pilkada Kabupaten maupun Pilkada Provinsi Maluku setelah dalam dua periode terakhir tidak berperan maksimal,” ucapnya.
Dijelaskan Eric pada Musda DPD II Malra mendatang, terdapat 15 pemilik suara yang akan menentukan arah kepemimpinan partai, terdiri dari unsur kecamatan serta organisasi pendiri dan yang didirikan.
Tim pemenangan MKR telah membangun komunikasi intensif dengan sejumlah pemilik suara dan menargetkan dukungan signifikan dari kecamatan sebagai basis awal.
“Kami pastikan seluruh persyaratan pencalonan akan dipenuhi sesuai mekanisme partai. Kami tim Kemenangan MKR siap mengikuti seluruh tahapan Musda secara demokratis pada April 2026 mendatang,” tandas Eric.*(01-F)
- Penulis: Admin





Saat ini belum ada komentar