Breaking News
light_mode

Murahnya Aktivis Maluku: Ngutang Sound System jadi Alasan Demonstrasi Batal

  • account_circle Admin
  • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
  • visibility 449
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ambon,Tajukmaluku.com– Kegiatan demonstrasi yang dilakukan sebagian aktivis Maluku dinilai merusak kredebilitas organisasi di mata publik.

Beberapa hari sebelum dilakukan aksi demonstrasi, biasanya diawali dengan flayer digital yang disebar luas melalui grup-grup WhatsApp dan media sosial. Sekilas, flayer yang beredar itu terlihat sangar dan menakutkan.

Dengan latar merah, huruf kapital tebal, dan kutipan beberapa tokoh kiri menghiasi desainnya. Di bagian atas biasanya tercantum lima hingga sepuluh logo organisasi atau lembaga swadaya masyarakat (LSM).

Para aktivis juga melayangkan surat pemberitahuan aksi demonstrasi ke Polres setempat. Dengan jumlah massa yang tercantum di dalam surat 100 orang, padahal di lapangan tak sampai 10. Selain itu, mereka juga mencantumkan nama dan nomor telepon koordinator aksi dalam flayer tersebut.

Seorang narasumber yang enggan disebutkan namanya mengatakan fenomena tersebut bukan hal baru di Maluku.

“Ini sudah jadi semacam kebiasaan. Mulanya Flayer disebar ke semua grup, surat aksi dimasukkan, tapi konsolidasi riilnya tidak ada,” ujarnya.

Menurut dia, dalam beberapa kasus, alasan ketidakhadiran massa hingga pembatalan aksi terdengar teknis. Tidak ada dana untuk menyewa mobil atau pengeras suara (Sound System). Ada pula yang menyebut koordinasi internal belum matang.

Pengamat gerakan mahasiswa di Ambon ini menilai praktik mencantumkan banyak logo organisasi di kop surat tidak selalu mencerminkan soliditas.

“Koalisi di atas kertas belum tentu solid di lapangan. Banyak yang hanya sebatas pencantuman nama” ujarnya.

Ia juga menyoroti kecenderungan menggelembungkan estimasi massa Menurut dia, hal itu berisiko merusak kredibilitas organisasi di mata publik maupun aparat.

“Ketika angka di flayer berbeda jauh dengan realitas, kepercayaan publik bakal ikut tergerus. Harga aktivis Maluku jadi murah” Tegasnya

Media sosial dinilai turut memengaruhi pola ini. Penyebaran flayer secara masif menciptakan kesan gerakan besar. Namun efek digital tidak otomatis berbanding lurus dengan partisipasi secara langsung di lapangan.

Dalam sejumlah diskusi internal aktivis, persoalan pendanaan kerap menjadi hambatan klasik. Tidak semua organisasi memiliki sumber dana mandiri. Namun sebagian kalangan menilai ketergantungan pada logistik sebagai syarat aksi menunjukkan lemahnya militansi dan pengorganisasian massa.

Demonstrasi merupakan hak konstitusional warga negara. Ia menjadi instrumen kontrol terhadap kekuasaan. Namun ketika aksi lebih sering berhenti pada formalitas administrasi dan publikasi digital serta urusan teknis yang remeh-temeh, substansinya justru hilang.

Narasumber itu juga menyebut kondisi ini sebagai krisis konsistensi. “Isu dan problem sosial di Maluku ini banyak. Ada korupsi, illegal oil, illegal logging, HAM, eksploitasi lingkungan, hak masyarat adat dan masih banyak lagi, tapi membangun gerakan yang konsisten soal itu yang sulit. Yang terlihat justru seremoni bahkan jadi bahan lucu-lucuan di ruang publik,” katanya.

“Di tengah berbagai persoalan daerah, Lima orang yang turun ke jalan sebenarnya bukan masalah, selama sikap dan argumennya jelas. Yang menjadi soal adalah ketidaksesuaian antara klaim dan kenyataan, apalagi berhenti demo karna hal-hal teknis” tutupnya.*(01-F).

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kurun Waktu 3 Tahun, Kabinda Maluku Aktif Cegah Konflik

    Kurun Waktu 3 Tahun, Kabinda Maluku Aktif Cegah Konflik

    • calendar_month Sabtu, 5 Apr 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Kritik terhadap kinerja Kepala Badan Intelejen Negara Daerah (Kabinda) Maluku terkesan parsial, tendensius dan tidak memiliki dalil yang mendesar. Wakil Ketua DPD KNPI Maluku, Faisal Marasabessy menilai, tuduhan kepada kerja-kerja Kabinda tidak berdiri di atas pijakan analisis yang kuat, dan justru cenderung mengabaikan kompleksitas dinamika keamanan di Maluku. “Kritik sah dalam demokrasi. Tapi menuding Kabinda […]

  • PLN UP3 Ambon Perkuat Budaya Keselamatan Kerja, Gandeng Damkar dan PMI dalam Simulasi Tanggap Darurat

    PLN UP3 Ambon Perkuat Budaya Keselamatan Kerja, Gandeng Damkar dan PMI dalam Simulasi Tanggap Darurat

    • calendar_month Sabtu, 24 Okt 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Ambon terus memperkuat budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sebagai bagian dari komitmen melindungi pekerja, menjaga infrastruktur kelistrikan, serta memastikan pelayanan listrik kepada masyarakat tetap andal. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi dan simulasi tanggap darurat kebakaran […]

  • Mengenal Betty Epsilon Idroos, Dari HMI-Wati Hingga Komisioner KPU RI

    Mengenal Betty Epsilon Idroos, Dari HMI-Wati Hingga Komisioner KPU RI

    • calendar_month Sabtu, 18 Jan 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Foto: Instagram, @betty.id22

  • 14 Sekolah Kristen di Maluku Mulai Terima Bantuan PIP Rp1,17 Miliar, Kemenag Maluku: Penyaluran Bertahap

    14 Sekolah Kristen di Maluku Mulai Terima Bantuan PIP Rp1,17 Miliar, Kemenag Maluku: Penyaluran Bertahap

    • calendar_month Senin, 8 Sep 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Sebanyak 14 sekolah Kristen di Maluku mulai menerima Bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) dengan total anggaran Rp1.017.770.000. Bantuan ini nantinya disalurkan secara bertahap oleh Kementerian Agama (Kemenag) Maluku guna memastikan proses distribusi berjalan tepat sasaran dan sesuai aturan. Kepala Bidang Bimbingan Masyarakat Kristen Kanwil Kemenag Provinsi Maluku, Stepanus Tia saat dikonfirmasi mengungkapkan bahwa bantuan PIP […]

  • Groundbreaking Kantor NasDem dan Pelantikan Pengurus Baru, Ini Harapan KNPI Maluku

    Groundbreaking Kantor NasDem dan Pelantikan Pengurus Baru, Ini Harapan KNPI Maluku

    • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Maluku memberikan apresiasi atas suksesnya pelaksanaan groundbreaking atau peletakan batu pertama pembangunan Kantor DPW Partai NasDem Maluku, yang dirangkaikan dengan pelantikan pengurus baru DPW NasDem Maluku di Ambon. Ketua DPD KNPI Maluku, Arman Kalean, menyebut kegiatan tersebut bukan hanya simbol pembangunan fisik, tetapi juga menjadi momentum kebangkitan semangat politik di […]

  • Gubernur Hendrik Lewerissa Temui Menteri Agama: Bahasa Moderasi Beragama dan Perkuat Kerjasama

    Gubernur Hendrik Lewerissa Temui Menteri Agama: Bahasa Moderasi Beragama dan Perkuat Kerjasama

    • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, melakukan pertemuan dengan Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Nasaruddin Umar. Pertemuan tersebut berlangsung di kawasan kantor Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Jumat (13/03/2026). Setelah tiba di Bandara Internasional Soekarno–Hatta, Lewerissa langsung menuju Masjid Istiqlal untuk melaksanakan agenda silaturahmi dan koordinasi dengan Menteri Agama. Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kerja sama […]

expand_less