Breaking News
light_mode

Pacu Pertumbuhan Ekonomi, Watubun Minta Pempus Longgarkan Fiskal Daerah

  • account_circle Admin
  • calendar_month Senin, 13 Jul 2026
  • visibility 20
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ambon,Tajukmaluku.com-Ketua DPRD Provinsi Maluku, Benhur George Watubun meminta pemerintah pusat (pempus), untuk segera melonggarkan kebijakan fiskal terhadap daerah, dengan membuka kembali kran transfer anggaran dan memperluas kewenangan pemerintah daerah.

Ia menilai, langkah tersebut diperlukan agar pembangunan berjalan lebih optimal, investasi meningkat, dan pertumbuhan ekonomi di daerah semakin kuat.

Menurutnya, target pertumbuhan ekonomi nasional tidak akan tercapai, apabila daerah terus dibatasi dalam mengelola anggaran, dan mengembangkan potensi yang dimiliki.

Permintaan tersebut disampaikan Benhur George Watubun kepada wartawan di Ambon, Senin (13/7/2026), usai mengikuti Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II Asosiasi DPRD Provinsi Seluruh Indonesia (ADPSI) Tahun 2026 yang berlangsung di Bali pada 28 Juni hingga 1 Juli 2026.

Dalam forum bertema “Penguatan Fiskal Daerah untuk Mewujudkan Asta Cita Menuju Indonesia Emas 2045”, ia menilai, daerah membutuhkan keleluasaan mengelola keuangan, agar mampu melahirkan inovasi yang mendorong pertumbuhan ekonomi.

Dia menyebut, ajakan pemerintah pusat agar daerah mempertajam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) menjadi sulit diwujudkan, jika ruang fiskal yang dimiliki terus dipersempit.

“Kita harus pertajam APBD kita. Yang saya tanyakan, kita pertajam apanya?,” ujarnya.

Ia menegaskan langkah paling mendesak adalah, membuka kembali ruang transfer fiskal kepada daerah.

Dengan begitu, pemerintah daerah memiliki kesempatan lebih besar mengembangkan potensi ekonomi, sesuai karakteristik wilayah masing-masing.

“Yang kita tunggu adalah, semangat untuk membuka kran transfer ke daerah. Transfer harus dibuka supaya ada ruang kreativitas kita di daerah,” tegasnya.

Ia berpandangan, keterbatasan kewenangan saat ini justru menjadi penghambat mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar delapan persen.

“Sepanjang itu tidak dibuka, jangan bilang kita harus meningkatkan pertumbuhan ekonomi menjadi delapan persen. Kreativitas daerah semua diambil oleh pusat,” katanya.

Lebih lanjut, ia menyebut Presiden memiliki komitmen yang baik untuk mendorong pembangunan daerah. Namun, kebijakan tersebut belum sepenuhnya diterjemahkan secara optimal oleh kementerian dan lembaga terkait.

“Pikiran Presiden bagus, tetapi pembantu-pembantu Presiden belum menerjemahkan seluruh instruksi itu, supaya dijalankan secara baik di daerah-daerah,” ungkapnya.

Ia mengibaratkan kondisi pemerintah daerah saat ini seperti memiliki keinginan besar untuk bekerja, namun tidak didukung kemampuan memadai, akibat keterbatasan kewenangan dan anggaran.

“Kalau memaksa kita meningkatkan pertumbuhan ekonomi, sementara kita ini ibarat nafsu kuda tetapi tenaga ayam. Jadi tidak bisa melakukan berbagai kreativitas,” ujarnya.

Karena itu, ia berharap, pemerintah pusat khususnya Kementerian Keuangan (Kemenkeu) segera mengambil langkah konkret memperluas ruang fiskal bagi pemerintah daerah.

“Harapan kami sederhana, buka saja kran transfer ke daerah. Dalam berbagai forum Bappenas, pemikiran ini sudah mendapat dukungan. Tinggal bagaimana Kementerian Keuangan melakukan terobosan untuk menjawab tuntutan daerah,” tandas Watubun.*(01-F)

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ironi Masyarakat Adat ditengah Pembangunan “Modern”

    Ironi Masyarakat Adat ditengah Pembangunan “Modern”

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Oleh: M Kashai Ramdhani Pelupessy (Dosen Psikologi di UIN A. M Sangadji Ambon; Wakabid Riset dan Perguruan Tinggi KNPI Maluku; Pemerhati Psikologi Lingkungan) Tajukmaluku.com-“Wilayah kami sangat luas. Suatu hari, datang orang yang ingin membelinya. Awalnya kami menolak, tapi tekanan demi tekanan terus datang hingga akhirnya kami menyerah. Kami menjual tanah itu dan mendapat uang dalam […]

  • Lewat Program Gerakan Mengajar, PLN UIW MMU Tanamkan Kesadaran Bahaya Listrik Sejak Dini

    Lewat Program Gerakan Mengajar, PLN UIW MMU Tanamkan Kesadaran Bahaya Listrik Sejak Dini

    • calendar_month Minggu, 31 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) turut ambil bagian dalam kegiatan Gerakan Mengajar, sebuah program kolaborasi bersama Paguyuban Karya Salemba Empat (KSE) Universitas Pattimura Ambon yang dilaksanakan di SD Negeri 92 Ambon pada Sabtu (30/5/2025). Kegiatan ini menjadi sarana edukasi bagi para siswa untuk meningkatkan pemahaman mengenai keselamatan dan […]

  • Kumpulkan Jajaran IPPAT dan BPKAD Se-Yogyakarta, Menteri Nusron Sosialisasikan Transformasi Layanan Pertanahan dan Organisasi

    Kumpulkan Jajaran IPPAT dan BPKAD Se-Yogyakarta, Menteri Nusron Sosialisasikan Transformasi Layanan Pertanahan dan Organisasi

    • calendar_month Jumat, 4 Sep 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Tajukmaluku.com-Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mengumpulkan jajaran Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) dan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) se-D.I. Yogyakarta untuk menyosialisasikan transformasi layanan pertanahan dan organisasi di lingkungan Kementerian ATR/BPN. Transformasi tersebut, antara lain Pengukuran Terjadwal dan Peralihan Hak Terintegrasi dengan batas waktu layanan maksimal […]

  • “12 Tahun” Absen Bertugas, Istri Ketua KPU SBT Malah Diangkat Jadi Kepala Puskesmas

    “12 Tahun” Absen Bertugas, Istri Ketua KPU SBT Malah Diangkat Jadi Kepala Puskesmas

    • calendar_month Senin, 28 Apr 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Bula,Tajukmaluku.com-Keputusan pengangkatan Siti Juleha Sehwaky, istri Ketua KPU Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), sebagai Kepala Puskesmas Tutuk Tolo menuai kecaman keras. Ketua Nanaku Maluku, Usman Bugis, mendesak Bupati SBT segera mencabut pengangkatan tersebut karena dinilai cacat prosedur dan tidak proporsional. Ironisnya, Siti Juleha diketahui tidak aktif bertugas sebagai tenaga kesehatan selama lebih dari 12 tahun. […]

  • Fauzan Rahawarin: Liga Futsal Perumnas Momen Pererat Silaturahmi Antar Warga di Malra

    Fauzan Rahawarin: Liga Futsal Perumnas Momen Pererat Silaturahmi Antar Warga di Malra

    • calendar_month Sabtu, 20 Des 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Wakil Ketua DPRD Provinsi Maluku, Fauzan Rahawarin menyebut Liga Futsal Perumnas yang digelar Sabtu (20/12/2025) menjadi momen untuk mempererat tali silaturahmi antar warga di Kompleks Perumnas, Kabupaten Maluku Tenggara. Hal itu disampaikan saat rangkaian kunjungannya bertemu masyarakat di Kabupaten Maluku Tenggara dan Kota Tual, sekaligus meresmikan penggunaan lapangan futsal di Kompleks Perumnas. Peresmian tersebut disambut […]

  • Di Depan Prabowo, Bupati Nagekeo Klaim KDRT Menurun Sejak Ada MBG

    Di Depan Prabowo, Bupati Nagekeo Klaim KDRT Menurun Sejak Ada MBG

    • calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Tajukmaluku.com-Bupati Nagekeo Simplisius Donatus meminta Presiden Prabowo Subianto melanjutkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayahnya. Dia mengklaim program tersebut membuat anak-anak lebih sehat dan rajin sekolah hingga menurunkan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Hal itu disampaikan Simplisius saat bertremu Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan dan rapat peninjauan lokasi terdampak gempa Flores, NTT, di Nagekeo. […]

expand_less