Breaking News
light_mode

Pemuda Pulau Buru Minta Gubernur Maluku Sikat Mafia Tambang Gunung Botak

  • account_circle Admin
  • calendar_month Jumat, 16 Mei 2025
  • visibility 452
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ambon,Tajukmaluku.com-Puluhan pemuda yang tergabung dalam Forum Pemuda Adat Pulau Buru menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Maluku. Aksi ini menjadi bentuk protes atas maraknya praktik tambang emas ilegal di kawasan Gunung Botak, Kabupaten Buru, yang dinilai merusak lingkungan dan merugikan masyarakat adat setempat. Jumat (16/5/2025)

Aksi damai ini dikawal ketat Aparat dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP. Massa yang datang dengan membawa spanduk dan poster tuntutan mendesak Pemerintah Provinsi Maluku untuk turun tangan terhadap aktivitas tambang ilegal yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.

Massa aksi menyorot lemahnya pengawasan pemerintah dan penegak hukum terhadap aktivitas penambangan tanpa izin di Gunung Botak. Mereka menilai, sikap pemerintah yang tidak tegas justru memberi ruang bagi tumbuhnya mafia tambang yang merusak lingkungan.

“Kami meminta Gubernur segera memerintahkan Dinas Lingkungan Hidup untuk mensosialisasikan dan mempertegas keberadaan 17 koperasi yang telah mengantongi Izin Pertambangan Rakyat (IPR),” tegas Rudi, salah satu orator aksi.

Foto: Rudi Rumagia

Koordinator lapangan aksi, Risman Solissa, menegaskan bahwa Forum Pemuda Adat Pulau Buru tidak menolak aktivitas pertambangan, tetapi menolak keras praktik ilegal yang merusak lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

Menurut Risman, pengelolaan tambang oleh koperasi yang legal dan terorganisir justru akan menjadi solusi terbaik bagi masyarakat di sekitar Gunung Botak.

“Koperasi legal itu memberikan harapan. Ada pengawasan, ada kepastian hukum, dan tentu berdampak langsung pada ekonomi masyarakat. Tapi jika dibiarkan liar, maka yang terjadi adalah kerusakan dan konflik,” ujarnya.

Ia juga menyinggung lemahnya tindakan dari aparat dalam menangani aktivitas tambang ilegal yang menurutnya sudah berlangsung terlalu lama tanpa penyelesaian yang tuntas.

Di lokasi yang sama Ali Alkatiri. Dalam orasinya, ia mendesak keterlibatan serius dari aparat penegak hukum, mulai dari Polda Maluku hingga Kodam XVI/Pattimura, untuk menertibkan Gunung Botak dari tangan-tangan ilegal.

“Kami minta Gubernur, Kapolda, dan Pangdam Pattimura menertibkan Gunung Botak dari segala bentuk kegiatan ilegal,” teriak Ali.

Lebih lanjut, para demonstran juga menuntut agar pihak kepolisian menyelidiki pertanggungjawaban pihak-pihak terkait, termasuk ahli waris kawasan Gunung Botak, atas jatuhnya korban jiwa akibat aktivitas tambang ilegal sejak tahun 2012 hingga 2025.

Mereka menilai, tragedi kemanusiaan di Gunung Botak adalah akibat dari pembiaran dan lemahnya penegakan hukum selama ini.

Selain menyoroti penambang ilegal, massa aksi juga menuntut penindakan terhadap para pembeli emas tanpa izin yang disebut sebagai bagian dari rantai bisnis tambang ilegal. Mereka menilai pembeli emas ilegal memiliki peran besar dalam memperkuat ekosistem pertambangan liar di Gunung Botak.

Tak hanya itu, massa juga menilai adanya oknum-oknum tertentu yang justru menghambat pembentukan koperasi resmi oleh masyarakat lokal.

“Prinsip kami jelas: tertibkan Gunung Botak. Tangkap penambang ilegal, pembeli emas tanpa izin, dan siapapun yang merusak tatanan pertambangan rakyat,” tegas para demonstran.

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Masa Depan Pesisir Maluku: Transformasi Sosial, Ekonomi, dan Budaya di Era Pemerintahan Baru

    Masa Depan Pesisir Maluku: Transformasi Sosial, Ekonomi, dan Budaya di Era Pemerintahan Baru

    • calendar_month Minggu, 9 Feb 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Oleh: Yatsrib Akbar Sowakil S.Pi. M.Si Ambon,Tajukmaluku.com-Provinsi Maluku sebagai wilayah kepulauan dengan luas laut lebih dari 90% total wilayahnya, memiliki karakteristik spesifik seperti adanya laut dalam diantara pulau-pulau yang tersebar di wilayah ini seperti Laut Banda, Laut Seram dan Laut Maluku dan perairan dangkal yang dominan di Laut Arafura menjadikan wilayah ini sebagai salah satu […]

  • PLN Terus Kebut Siang Malam Perbaiki Jalur Listrik Langsa-Pangkalan Brandan, Penopang Pemulihan Kelistrikan Aceh

    PLN Terus Kebut Siang Malam Perbaiki Jalur Listrik Langsa-Pangkalan Brandan, Penopang Pemulihan Kelistrikan Aceh

    • calendar_month Jumat, 12 Des 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Langsa,Tajukmaluku.com-PT PLN (Persero) terus mempercepat upaya pemulihan infrastruktur ketenagalistrikan yang terdampak banjir di wilayah Aceh. Perbaikan pada Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Langsa–Pangkalan Brandan menjadi kunci untuk pemulihan sistem kelistrikan Aceh. Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo turun langsung memimpin percepatan pemulihan sekaligus memastikan seluruh sumber daya PLN dimobilisasi dan bekerja secara maksimal. Ia […]

  • Hartini Bongkar Skandal Suap Sianida Diduga Libatkan Petinggi Polda Maluku

    Hartini Bongkar Skandal Suap Sianida Diduga Libatkan Petinggi Polda Maluku

    • calendar_month Senin, 29 Sep 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Salah satu mantan Kapolsek KPYS Ambon diduga terima suap untuk membebaskan 300 karton Sianida yang baru tiba di pelabuhan untuk dikirim ke Gunung Botak. Selain itu ada beberapa pejabat Polda Maluku juga terindikasi menikmati uang haram tersebut. Kejadian suap menyuap ini berlangsung sekitar awal tahun 2025. Uang itu diterima oleh sejumlah oknum polisi yang merupakan […]

  • Aktivis Maluku Geram, Panglima TNI & Kapolri diminta Tertibkan Tambang Ilegal Gunung Botak

    Aktivis Maluku Geram, Panglima TNI & Kapolri diminta Tertibkan Tambang Ilegal Gunung Botak

    • calendar_month Kamis, 30 Jan 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Sejumlah organisasi mahasiswa dan kepemudaan di Maluku menyatakan sikap keras terhadap dugaan pembiaran aktivitas tambang ilegal di Gunung Botak, Pulau Buru. Dalam konferensi pers yang digelar di Gong Perdamaian Ambon, Kamis (30/1/2025), aksi besar-besaran direncanakan di depan Kantor Gubernur Maluku, Mabes Polda Maluku, dan Kodam XV/Pattimura dalam waktu dekat. Kelompok yang terdiri dari BEM Nusantara […]

  • Paripurna Penyerahan LHP BPK, Benhur: Keuangan Daerah Harus Dikelola Transparan dan Akuntabel

    Paripurna Penyerahan LHP BPK, Benhur: Keuangan Daerah Harus Dikelola Transparan dan Akuntabel

    • calendar_month Minggu, 7 Jun 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-DPRD Provinsi Maluku menggelar rapat paripurna I Masa Persidangan III Tahun Sidang 2026 dengan agenda penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia perwakilan Maluku, atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Provinsi Maluku Tahun Anggaran 2025, Senin (7/6/2026). Dalam sambutannya saat membuka rapat, Ketua DPRD Provinsi Maluku, Benhur George Watubun, menegaskan bahwa […]

  • Daud Marasabessy Dilantik jadi Dekan FISIP Unidar Ambon: Komitmen Implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi

    Daud Marasabessy Dilantik jadi Dekan FISIP Unidar Ambon: Komitmen Implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Moh. Daud Marasabessy dilantik dan diambil sumpah untuk mengemban jabatan sebagai dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Darussalam (UNIDAR) Ambon. Momentum ini menjadi tonggak penting dalam penguatan tata kelola fakultas serta peningkatan kualitas pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Dalam sambutannya usai dilantik, Moh. Daud Marasabessy menegaskan komitmennya untuk memperkuat peran kelembagaan FISIP […]

expand_less