Perjuangkan Konektivitas Daerah Kepulauan, Komisi III Datangi Kemenhub
- account_circle Admin
- calendar_month Rabu, 10 Des 2025
- visibility 84
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta,Tajukmaluku.com-Komisi III DPRD Maluku menyampaikan sejumlah program prioritas yang berkaitan dengan persoalan konektivitas di wilayah kepulauan saat bertemu Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI di Jakarta, Rabu (10/12/2025).
Bagi Komisi III, peningkatan layanan transportasi darat, laut, dan udara di Maluku harus bisa ditindak lanjuti Kemenhub dengan cepat.
“Kami datang menyampaikan kebutuhan daerah, terutama peningkatan konektivitas dan pemerataan transportasi. Semua poin kami diterima dengan baik,” ungkap Ketua Komisi III, Alhidayat Wajo.
Dalam pertemuan itu, Komisi III diterima langsung oleh Wakil Menteri Perhubungan, Dirjen Perhubungan Udara, Dirjen Perhubungan Laut, dan Dirjen Perhubungan Darat. Sejumlah usulan yang disampaikan meliputiPermohonan subsidi angkutan barang untuk menekan biaya logistik di wilayah dengan akses sulit, Penambahan subsidi bagi BUMD PD Panca Karya untuk memperluas layanan transportasi milik daerah.
Revitalisasi pelabuhan penyebrangan yang mengalami kerusakan dan menghambat mobilitas warga. Penambahan rute TOL Laut untuk Maluku Tengah, khususnya Pelabuhan Kobi dan Tehoru.
Penambahan armada sebanyak 12 kapal Pelni guna memperkuat rute antarpulau. Perbaikan pelabuhan laut yang dinilai tidak layak dan membutuhkan peningkatan infrastruktur. Pembangunan Pelabuhan Wakal sebagai pusat konektivitas baru.
Penambahan jadwal penerbangan menuju Banda dan Wahai, yang selama ini minim ketersediaan armada dan kerap menyebabkan isolasi wilayah.
Wajo menjelaskan, seluruh usulan mendapat respons positif. Pihak Kemenhub disebut berkomitmen menindaklanjuti dan mengusulkan program tersebut ke Menteri Perhubungan untuk dimasukkan dalam rencana kerja tahun 2026.
“Pihak Kemenhub memastikan seluruh usulan kami akan ditindaklanjuti dan dilaporkan langsung kepada Menteri Perhubungan. Rencana ini diproyeksikan untuk masuk dan direalisasikan pada tahun 2026,” tegasnya.
Meski mendapat sinyal positif, Wajo menegaskan pentingnya pengawasan DPRD agar seluruh rencana tidak berhenti pada komitmen formal semata. Ia mengatakan Komisi III akan terus mengawal proses perencanaan hingga realisasi di lapangan.
“Ini perjuangan untuk kepentingan rakyat. Kami pastikan akan terus mengawal sampai terealisasi,” tutupnya.*(01-F)
- Penulis: Admin





Saat ini belum ada komentar