Breaking News
light_mode

Public Hearing bersama KPRP, BEMNus Maluku Usul Konsep Pengamanan Polisi di Daerah Kepulauan

  • account_circle Admin
  • calendar_month Sabtu, 13 Des 2025
  • visibility 700
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ambon,Tajukmaluku.com-Komisi Percepatan Reformasi Polri (KPRP) menggelar public hearing di Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon bersama berbagai unsur masyarakat termasuk raja adat, akademisi, pimpinan universitas, organisasi kepemudaan, organisasi mahasiswa, hingga unsur pengusaha, Jumat (12/12/2025).

Dalam forum itu, Koordinator Badan Eksekutif Mahasiswa Nusantara (BEMNus) Maluku, Adam R. Rahantan yang turut diundang menyampaikan rekomendasi resmi bagi percepatan reformasi Polri.

Menurut Rahantan, reformasi Polri tidak boleh hanya menjawab persoalan struktural dan birokrasi internal, tetapi juga harus memperhatikan keunikan geografis Indonesia sebagai negara kepulauan, terutama provinsi berciri kepulauan seperti Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, serta provinsi-provinsi Papua yang terdiri dari ribuan pulau dan akses wilayah yang sangat menantang.

Dijelaskan, provinsi dengan karakteristik kepulauan memerlukan model pelayanan keamanan dan struktur kepolisian yang berbeda. Ia menyoroti bahwa Polri selama ini masih menggunakan pola pengorganisasian berbasis daratan yang kurang adaptif terhadap kondisi kepulauan serta penguatan sarana transportasi laut dan udara.

Seperti penambahan kapal patroli cepat, kapal multifungsi, dan speedboat serta penempatan helikopter atau drone jarak jauh untuk pemantauan wilayah sulit dijangkau.

Kemudian, peningkatan anggaran operasional laut dan logistik serta Penguatan Polres dan Polsek Perbatasan/Pulau Terluar Penambahan personel khusus pulau terpencil. Pembentukan Pos Polisi permanen di pulau rawan konflik, upgrade Polsubsektor menjadi Polsek untuk daerah pertumbuhan penduduk tinggi.

“Maluku tidak bisa disamakan dengan daerah daratan. Bahkan yang aksesnya sangat sulit. Medan kepulauan, laut sebagai pemisah antarwilayah, cuaca ekstrem, serta biaya mobilitas yang mahal adalah persoalan nyata yang membuat tugas kepolisian disini jauh lebih berat,” tegas Rahantan.

Ia meminta KPRP memasukkan model pelayanan kepolisian berbasis kepulauan ke dalam rekomendasi final untuk Presiden dan Kapolri. Rahantan menekankan bahwa personil yang ditempatkan di daerah kepulauan harus mendapatkan dukungan khusus, baik dari sisi anggaran, logistik, transportasi laut, hingga insentif yang lebih sesuai dengan risiko kerja.

Rahantan juga menyingkapi kondisi lapangan yang sering tidak terlihat dari pusat. Ia menjelaskan bahwa di Maluku masih terdapat bangunan Polres dan Polsek yang merupakan peninggalan zaman Belanda dan tidak pernah dipugar. Sehingga anggota harus tinggal di rumah kos.

Kantor polisi yang tidak memiliki gudang logistik layak, ruang pelayanan publik yang sempit dan tidak standar, kondisi peralatan, armada, dan sarana telekomunikasi yang tertinggal.

“Melihat Polsek dan Polres di daerah kepulauan, kita bisa bertanya apa mungkin Polri bekerja maksimal dengan kondisi seperti itu? Ini sudah darurat. Negara tidak boleh menutup mata,” ucapnya.

Ia meminta agenda reformasi Polri melakukan audit nasional infrastruktur Polri di provinsi kepulauan, serta memastikan masuk dalam agenda pembenahan prioritas nasional.

Selain itu, isu rekrutmen menjadi salah satu poin paling keras yang disampaikan Rahantan. “Kita semua tahu, banyak anak pejabat yang mudah lolos seleksi Akpol. Ini fenomena nasional, bukan hanya Maluku. Sementara putra-putri terbaik daerah kepulauan sering tersingkir meski punya potensi besar,” ucapnya.

Rahantan menegaskan, bahwa reformasi rekrutmen harus dilakukan tidak hanya untuk menciptakan meritokrasi, tetapi juga mengisi kebutuhan personil Polri di wilayah kepulauan dengan SDM lokal yang lebih memahami budaya, medan, dan karakter sosial masyarakat setempat.

Dalam forum publik itu, Adam juga menyampaikan kritik keras mengenai demokrasi dan ruang kebebasan sipil. “Polri harus berhenti menggunakan pendekatan represif terhadap masyarakat sipil dan aktivis. Negara demokrasi tidak boleh membiarkan penculikan, intimidasi, atau kriminalisasi terhadap suara-suara kritis,” tegas Rahantan.

Sebelum mengakhiri penyampaiannya, Adam memberi pesan penting kepada seluruh jajaran KPRP. Jika Reformasi Polri ingin menjawab tantangan zaman, maka kepulauan harus menjadi bab besar dalam laporan final.

“Negara ini memiliki ribuan pulau, dan pulau-pulau itulah yang selama ini paling kurang diperhatikan,” tutup Rahantan.

Ia berharap bahwa rekomendasi dari BEM Nusantara Maluku tidak hanya menjadi catatan pendukung, tetapi menjadi landasan kebijakan nasional, terutama bagi kepolisian di provinsi berciri kepulauan yang menghadapi berbagai tantangan keterbatasan infrastruktur, kondisi geografis ekstrem, dan kebutuhan keamanan yang kompleks.*(01-F)

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jelang Nataru, PLN UP3 Sofifi Sukseskan Pasang Baru Daya 197 kVA untuk Laboratorium Balai POM Maluku Utara

    Jelang Nataru, PLN UP3 Sofifi Sukseskan Pasang Baru Daya 197 kVA untuk Laboratorium Balai POM Maluku Utara

    • calendar_month Rabu, 27 Nov 2024
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) berkomitmen menghadirkan kebutuhan energi listrik bagi pelanggan, baik di sektor pemerintahan maupun swasta. Melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Sofifi, PLN UIW MMU berhasil melakukan pasang baru daya listrik sebesar 197 kilo Volt Ampere (kVA) untuk Laboratorium Balai Pengawas Obat dan Makanan (POM) […]

  • Komisi I DPRD Maluku Sesalkan Ketidakhadiran Kodam XV/Pattimura dalam RDP Sengketa Tanah OSM

    Komisi I DPRD Maluku Sesalkan Ketidakhadiran Kodam XV/Pattimura dalam RDP Sengketa Tanah OSM

    • calendar_month Senin, 22 Jun 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Komisi I DPRD Maluku menyesalkan ketidakhadiran pihak Kodam XV/Pattimura dalam rapat dengar pendapat (RDP) terkait penyelesaian sengketa tanah di kawasan OSM, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, Senin (22/6/2026). RDP yang berlangsung di Rumah Rakyat Karang Panjang Ambon itu dihadiri oleh masyarakat, kuasa hukum warga, serta Kantor Pertanahan Kota Ambon. Namun, pihak Kodam XV/Pattimura yang diundang secara […]

  • PLN UP3 Ambon Gandeng PMI Gelar Simulasi Gempa dan Pelatihan P3K

    PLN UP3 Ambon Gandeng PMI Gelar Simulasi Gempa dan Pelatihan P3K

    • calendar_month Kamis, 27 Nov 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Ambon melalui tim Health, Safety & Environment (HSE) menggandeng Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Ambon dalam pelaksanaan simulasi penanganan bencana gempa bumi serta pelatihan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K). Kegiatan ini melibatkan seluruh pegawai dan tenaga alih daya (TAD) sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan dan kemampuan tanggap darurat di lingkungan kerja. […]

  • Hidayat Wajo Beri Materi di Kaderisasi GMNI Ambon, Ini yang Disampaikan

    Hidayat Wajo Beri Materi di Kaderisasi GMNI Ambon, Ini yang Disampaikan

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Ketua Komisi III DPRD Provinsi Maluku, Alhidayat Wajo yang juga merupakan mantan Ketua Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kabupaten Buru, menjadi narasumber utama dalam kegiatan Kaderisasi Tingkat Dasar (KTD) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Ambon. Materi yang disampaikan secara mendalam menitikberatkan pada muatan lokal dan dinamika geopolitik, serta berbagai pengalaman kerja yang telah ia […]

  • Kepala Kantor Pertanahan Bursel Serahkan Sertipikat Hak Pakai untuk Pembangunan Rumah Sakit

    Kepala Kantor Pertanahan Bursel Serahkan Sertipikat Hak Pakai untuk Pembangunan Rumah Sakit

    • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Kepala Kantor Pertanahan Buru Selatan (Bursel), Kuswandono, S.H menyerahkan Sertipikat Hak Pakai atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Buru Selatan untuk lahan yang akan dibangun Rumah Sakit Tipe C di Kota Namrole, Selasa (17/2/2026). Usai penyerahan, Kuswandono menekankan pentingnya tertib administrasi dalam setiap agenda pembangunan daerah. Menurut dia, kepastian hukum atas tanah mencegah potensi sengketa di […]

  • 27-29 Juni Jemaah Haji Maluku Tiba Tanah Air, Ka.Kanwil: PPIH Segera Rapat Persiapan

    27-29 Juni Jemaah Haji Maluku Tiba Tanah Air, Ka.Kanwil: PPIH Segera Rapat Persiapan

    • calendar_month Kamis, 19 Jun 2025
    • account_circle Tajuk Maluku.com
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku Dr. H. Yamin, S.Ag., M.Pd.I., menginformasikan kedatangan jemaah haji asal Maluku yang dijadwalkan berlangsung pada tanggal 27-29 Juni 2025. Proses pemulangan gelombang pertama diawali dengan kedatangan rombongan Kelompok Terbang (Kloter) 22 UPG yang diisi 390 jemaah dan petugas asal Maluku. “Sesuai yang telah kami sampaikan sejak awal dan […]

expand_less