Breaking News
light_mode

Public Hearing bersama KPRP, BEMNus Maluku Usul Konsep Pengamanan Polisi di Daerah Kepulauan

  • account_circle Admin
  • calendar_month Sabtu, 13 Des 2025
  • visibility 672
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ambon,Tajukmaluku.com-Komisi Percepatan Reformasi Polri (KPRP) menggelar public hearing di Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon bersama berbagai unsur masyarakat termasuk raja adat, akademisi, pimpinan universitas, organisasi kepemudaan, organisasi mahasiswa, hingga unsur pengusaha, Jumat (12/12/2025).

Dalam forum itu, Koordinator Badan Eksekutif Mahasiswa Nusantara (BEMNus) Maluku, Adam R. Rahantan yang turut diundang menyampaikan rekomendasi resmi bagi percepatan reformasi Polri.

Menurut Rahantan, reformasi Polri tidak boleh hanya menjawab persoalan struktural dan birokrasi internal, tetapi juga harus memperhatikan keunikan geografis Indonesia sebagai negara kepulauan, terutama provinsi berciri kepulauan seperti Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, serta provinsi-provinsi Papua yang terdiri dari ribuan pulau dan akses wilayah yang sangat menantang.

Dijelaskan, provinsi dengan karakteristik kepulauan memerlukan model pelayanan keamanan dan struktur kepolisian yang berbeda. Ia menyoroti bahwa Polri selama ini masih menggunakan pola pengorganisasian berbasis daratan yang kurang adaptif terhadap kondisi kepulauan serta penguatan sarana transportasi laut dan udara.

Seperti penambahan kapal patroli cepat, kapal multifungsi, dan speedboat serta penempatan helikopter atau drone jarak jauh untuk pemantauan wilayah sulit dijangkau.

Kemudian, peningkatan anggaran operasional laut dan logistik serta Penguatan Polres dan Polsek Perbatasan/Pulau Terluar Penambahan personel khusus pulau terpencil. Pembentukan Pos Polisi permanen di pulau rawan konflik, upgrade Polsubsektor menjadi Polsek untuk daerah pertumbuhan penduduk tinggi.

“Maluku tidak bisa disamakan dengan daerah daratan. Bahkan yang aksesnya sangat sulit. Medan kepulauan, laut sebagai pemisah antarwilayah, cuaca ekstrem, serta biaya mobilitas yang mahal adalah persoalan nyata yang membuat tugas kepolisian disini jauh lebih berat,” tegas Rahantan.

Ia meminta KPRP memasukkan model pelayanan kepolisian berbasis kepulauan ke dalam rekomendasi final untuk Presiden dan Kapolri. Rahantan menekankan bahwa personil yang ditempatkan di daerah kepulauan harus mendapatkan dukungan khusus, baik dari sisi anggaran, logistik, transportasi laut, hingga insentif yang lebih sesuai dengan risiko kerja.

Rahantan juga menyingkapi kondisi lapangan yang sering tidak terlihat dari pusat. Ia menjelaskan bahwa di Maluku masih terdapat bangunan Polres dan Polsek yang merupakan peninggalan zaman Belanda dan tidak pernah dipugar. Sehingga anggota harus tinggal di rumah kos.

Kantor polisi yang tidak memiliki gudang logistik layak, ruang pelayanan publik yang sempit dan tidak standar, kondisi peralatan, armada, dan sarana telekomunikasi yang tertinggal.

“Melihat Polsek dan Polres di daerah kepulauan, kita bisa bertanya apa mungkin Polri bekerja maksimal dengan kondisi seperti itu? Ini sudah darurat. Negara tidak boleh menutup mata,” ucapnya.

Ia meminta agenda reformasi Polri melakukan audit nasional infrastruktur Polri di provinsi kepulauan, serta memastikan masuk dalam agenda pembenahan prioritas nasional.

Selain itu, isu rekrutmen menjadi salah satu poin paling keras yang disampaikan Rahantan. “Kita semua tahu, banyak anak pejabat yang mudah lolos seleksi Akpol. Ini fenomena nasional, bukan hanya Maluku. Sementara putra-putri terbaik daerah kepulauan sering tersingkir meski punya potensi besar,” ucapnya.

Rahantan menegaskan, bahwa reformasi rekrutmen harus dilakukan tidak hanya untuk menciptakan meritokrasi, tetapi juga mengisi kebutuhan personil Polri di wilayah kepulauan dengan SDM lokal yang lebih memahami budaya, medan, dan karakter sosial masyarakat setempat.

Dalam forum publik itu, Adam juga menyampaikan kritik keras mengenai demokrasi dan ruang kebebasan sipil. “Polri harus berhenti menggunakan pendekatan represif terhadap masyarakat sipil dan aktivis. Negara demokrasi tidak boleh membiarkan penculikan, intimidasi, atau kriminalisasi terhadap suara-suara kritis,” tegas Rahantan.

Sebelum mengakhiri penyampaiannya, Adam memberi pesan penting kepada seluruh jajaran KPRP. Jika Reformasi Polri ingin menjawab tantangan zaman, maka kepulauan harus menjadi bab besar dalam laporan final.

“Negara ini memiliki ribuan pulau, dan pulau-pulau itulah yang selama ini paling kurang diperhatikan,” tutup Rahantan.

Ia berharap bahwa rekomendasi dari BEM Nusantara Maluku tidak hanya menjadi catatan pendukung, tetapi menjadi landasan kebijakan nasional, terutama bagi kepolisian di provinsi berciri kepulauan yang menghadapi berbagai tantangan keterbatasan infrastruktur, kondisi geografis ekstrem, dan kebutuhan keamanan yang kompleks.*(01-F)

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jelang Natal dan Tahun Baru Pemuda Muslim Air Salobar Ambon Komitmen Jaga Kondusifitas Kamtibmas

    Jelang Natal dan Tahun Baru Pemuda Muslim Air Salobar Ambon Komitmen Jaga Kondusifitas Kamtibmas

    • calendar_month Minggu, 21 Des 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Pemuda Muslim Air Salobar menyatakan komitmen kuat untuk menjaga kondusifitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Komitmen tersebut ditegaskan sebagai bentuk tanggung jawab moral pemuda dalam menjaga kedamaian, persatuan, dan kerukunan antarumat beragama di Kota Ambon. Pernyataan sikap ini disampaikan sebagai respons atas meningkatnya aktivitas masyarakat menjelang akhir […]

  • “Orang Basudara” dan Neoliberalisasi Perdamaian di Maluku

    “Orang Basudara” dan Neoliberalisasi Perdamaian di Maluku

    • calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Oleh: Ardiman Kelihu Konflik-konflik antar desa yang terjadi dalam satu tahun terakhir di Maluku, seperti antara Kariuw-Pelauw, Hitu-Hunuth, Sawai-Rumaolat-Masihulan, dan terbaru konflik Lisabata-Patahue adalah bukti penting betapa bermasalahnya model perdamaian yang bertumpu pada romantisme “orang basudara”. Berbagai konflik tersebut dikonstruksi sebagai konflik identitas yang melihat masyarakat sebagai pelaku sekaligus korban. Padahal berbagai konflik tersebut punya […]

  • Program EVP,  PLN UP3 Saumlaki Sadar Lingkungan Di Daerah 3T

    Program EVP, PLN UP3 Saumlaki Sadar Lingkungan Di Daerah 3T

    • calendar_month Sabtu, 10 Mei 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Saumlaki,Tajukmaluku.com-PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Saumlaki kembali menunjukkan komitmennya terhadap tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL). Komitmen tersebut diwujudkan dalam bentuk kegiatan Employee Volunteer Program (EVP) berupa aksi bersih-bersih di kawasan Air Kaca Bomaki, salah satu sumber air utama di wilayah Tanimbar […]

  • Pohon Tumbang Akibat Cuaca Ekstrim, PLN UP3 Ambon Gerak Cepat Pulihkan Listrik

    Pohon Tumbang Akibat Cuaca Ekstrim, PLN UP3 Ambon Gerak Cepat Pulihkan Listrik

    • calendar_month Senin, 9 Jun 2025
    • account_circle Tajuk Maluku.com
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Ambon bergerak cepat memulihkan sistem kelistrikan yang terdampak akibat cuaca ekstrem di wilayah Kota Ambon. Hujan deras yang mengguyur Kota Ambon pada Minggu malam (8/6/2025) menyebabkan gangguan pasokan listrik di sejumlah wilayah, terutama di Kecamatan Nusaniwe. Salah […]

  • KAAKI Maluku Ingatkan Kadis DPMDes Tuntaskan Kelengkapan Administrasi 18 Desa Persiapan di SBT

    KAAKI Maluku Ingatkan Kadis DPMDes Tuntaskan Kelengkapan Administrasi 18 Desa Persiapan di SBT

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Koalisi Anti Korupsi Indonesia (KAAKI) Maluku mengingatkan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMDes) untuk segera menuntaskan kelengkapan administrasi 18 desa persiapan di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT). Direktur KAAKI Maluku, Poyo Sohilauw mengatakan, hal itu lantaran saat ini sudah memasuki pertengahan tahun 2026 dan sebentar lagi memasuki tahun 2027. Mengingat, kelengkapan administrasi tersebut seharusnya sudah […]

  • Alih Media ke Sertipikat Elektronik, Masyarakat Merasa Jauh Lebih Praktis dan Berikan Rasa Aman

    Alih Media ke Sertipikat Elektronik, Masyarakat Merasa Jauh Lebih Praktis dan Berikan Rasa Aman

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Bogor,Tajukmaluku.com-Masyarakat yang sudah beralih dan memiliki Sertipikat Elektronik mulai merasakan manfaat transformasi digital pada layanan pertanahan. Selain mempermudah akses layanan, digitalisasi dokumen pertanahan ini dinilai lebih memberikan rasa aman dan kemudahan bagi para pemilik tanah. “Sertipikat Elektronik bisa dilihat di handphone lewat aplikasi Sentuh Tanahku. Ini lebih simpel karena data batas tanah disimpan secara digital, […]

expand_less