UPTD Museum Siwalima Gelar Seminar Kajian Koleksi Museum
- account_circle Admin
- calendar_month 47 menit yang lalu
- visibility 14
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Ambon,Tajukmaluku.com-UPTD Museum Siwalima Provinsi Maluku menggelar Seminar Kajian Koleksi Museum Siwalima Tahun 2026 dengan tema “Narasi Leluhur Dalam Benda-Benda Budaya” di Hotel Tirta Kencana, Ambon, Rabu (3/6/2026).
Kegiatan yang dibuka oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku ini menjadi bagian dari upaya Museum Siwalima dalam memperkuat fungsi museum sebagai pusat informasi, edukasi, penelitian, serta pelestarian warisan budaya Maluku.
Dalam laporan panitia disebutkan bahwa seminar ini merupakan tindak lanjut dari hasil survei dan kajian lapangan yang dilakukan Museum Siwalima di Kabupaten Maluku Barat Daya.
Fokus pembahasan diarahkan pada berbagai koleksi budaya yang memiliki nilai sejarah, tradisi spiritual, dan kearifan lokal yang diwariskan oleh leluhur masyarakat Maluku.
Plh Kepala Museum Siwalima, Helga Sahetapy menyampaikan bahwa seminar tersebut bertujuan memperkaya data kajian koleksi museum sekaligus memperluas pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai budaya yang terkandung dalam benda-benda koleksi.
“Pelestarian budaya tidak hanya sebatas menjaga benda bersejarah, tetapi juga memahami makna, nilai, dan narasi yang hidup di balik setiap koleksi yang diwariskan oleh para leluhur,” katanya.
Seminar menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan akademisi dan budayawan, yakni Johan Pattiasina, Adolf Saleky, serta Efilina Kissiya.
Para narasumber membahas berbagai aspek sejarah, budaya, dan tradisi masyarakat Maluku yang tercermin dalam koleksi Museum Siwalima.
Selain menjadi ruang diskusi ilmiah, seminar ini juga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya menjaga identitas budaya daerah di tengah arus modernisasi.
Museum Siwalima menilai bahwa warisan budaya bukan hanya peninggalan masa lalu, melainkan sumber pengetahuan dan inspirasi untuk membangun masa depan.
Kegiatan ini didanai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik BOP Museum Tahun 2026 dan melibatkan berbagai unsur masyarakat, akademisi, mahasiswa, budayawan, serta pemangku kepentingan di bidang kebudayaan.
Dengan terselenggaranya seminar tersebut, Museum Siwalima berharap hasil kajian yang diperoleh dapat memperkaya informasi koleksi museum sekaligus menjadi referensi dalam upaya pelestarian dan pengembangan kebudayaan Maluku secara berkelanjutan.*(01-F)
- Penulis: Admin





Saat ini belum ada komentar