Breaking News
light_mode

Filsafat Bunuh Diri: “Matilah Sebelum Mati”

  • account_circle Admin
  • calendar_month Jumat, 7 Feb 2025
  • visibility 487
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Muhammad Ali Fakar Lessy

Ambon,Tajukmaluku.com-Falsafah, sebagai pandangan hidup yang mendalam, kerap menjadi cermin dari pergulatan manusia dengan realitas yang ia hadapi. Dalam konteks ini, falsafah bunuh diri tidak dilihat sebagai tindakan fisik untuk mengakhiri hidup, melainkan sebuah konsep metafisik yang mengajak manusia untuk merenungkan kembali hakikat keberadaan mereka. “Matilah sebelum mati” adalah seruan transendental untuk mengalami kematian dalam hidup, satu transformasi kesadaran yang memungkinkan manusia melampaui ilusi dunia fana.

Bunuh diri, dalam pandangan umum, sering diartikan sebagai tindakan putus asa, pelarian dari penderitaan, atau bahkan pengkhianatan terhadap kehidupan. Namun, jika ditelusuri lewat kerangka falsafah yang lebih luas, bunuh diri dapat dimaknai sebagai sebuah perjalanan menuju kesadaran yang lebih tinggi. Ia bukanlah penghancuran diri secara fisik, melainkan pembebasan diri dari belenggu materi, luka batin dan ilusi duniawi. Dengan kata lain, bunuh diri dalam arti ini adalah “hidup dengan kematian”— adalah konsep ketauhidan yang menegasikan untuk memahami bahwa tiada kematian melainkan kehidupan yang abadi.

Dalam pahaman penulis, bunuh diri adalah hidup dengan kematian, sebuah ayat Tuhan yang tersembunyi, sebagai tanda yang mengarahkan manusia kepada keberadaan-Nya. Setiap manusia, dalam perjalanan hidupnya, harus melalui proses “kematian” sebelum kematian fisiknya tiba. Ini yang sering diartikan dengan kematian ego, kematian ilusi, dan kematian keterikatan pada dunia materi. Realitas yang kita alami hari ini hanyalah sebuah tahap, rangkaian metode untuk memahami fase-fase kehidupan yang telah teraktual sejak kita dilahirkan. Dengan demikian, kematian bukanlah sesuatu yang harus ditakuti, melainkan sebuah proses alami yang membawa kita lebih dekat kepada hakikat keberadaan sejati.

Namun, ada bahaya bila memisahkan kematian dan kehidupan sebagai dua entitas yang terpisah. Pandangan ini, yang sering dipengaruhi oleh para empiris, mereka yang berangkat dari dasar epistemologi ini kerap melihat kematian fisik sebagai akhir dari segala sesuatu. Padahal, kematian dan kehidupan adalah dua sisi dari mata uang yang sama atau semisal gelas yang memiliki bentuk dan warna sebagai wujud dari kesempurnaannya. Demikianlah manusia yang tersusun atas dimensi materi dan non-materi dan mustahil dapat dipisahkan.

Kematian fisik hanyalah salah satu aspek dari keberadaan kita, sementara aspek non-materi—jiwa, kesadaran, atau tetap hidup dalam realitas yang lebih luas.

Oleh karena itu, jika seseorang ingin “bunuh diri” dari realitas fana, ia tidak perlu merusak bentuk fisiknya. Cukup dengan berpindah ke dimensi non-materi yang telah bersemayam dalam dirinya. Ini adalah kematian yang sesungguhnya—kematian ego, kematian ilusi, dan kematian keterikatan pada dunia. Sebagaimana dikatakan oleh Brigade Al-Qassam, “Mereka yang mencintai hidup akan mati dengan pikiran tentang mati, sedang mereka yang mencintai kematian akan hidup dengan kematian.” Kalimat ini bukanlah pujian terhadap kematian fisik, melainkan seruan untuk mengalami kematian dalam hidup, sebuah transformasi kesadaran yang membebaskan.

Dunia, dengan segala gemerlapnya, hanyalah ilusi. Kekuatan, keberhasilan, dan kekuasaan yang kita kejar seringkali hanya bayangan dari realitas yang lebih dalam. Mereka yang terperangkap dalam ilusi ini akan terus berputar dalam siklus penderitaan, sementara mereka yang telah “mati sebelum mati” akan melihat dunia dengan mata yang berbeda. Mereka adalah orang-orang yang telah melampaui ilusi, yang telah menyadari bahwa keabadian sejati tidak dapat ditemukan dalam dunia fana.

“Matilah sebelum engkau mati,” sabda Nabi Muhammad SAW bisa dilihat bukan hanya sebagai ajaran yang mendalam dari Nabi akan tetapi merupakan tekad dan pengetahuan dalam diri mulianya kepada segenap manusia untuk melepaskan diri dari belenggu dunia dan menemukan hakikat diri pada realitas sejati.

Maka, hemat penulis, falsafah bunuh diri bukanlah ajakan untuk menghancurkan diri, melainkan seruan untuk mengalami kematian dalam hidup, untuk melampaui ilusi dunia dan menemukan realitas yang lebih hakiki. Inilah jalan menuju kebebasan sejati, jalan menuju kehidupan yang abadi.

Penulis adalah Ketua KEMANUSA Maluku

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Diduga jadi Mafia Tambang, Aliansi Mahasiswa Bupolo Desak Polda Maluku Pecat Ipda Muhammad Naim Uslan

    Diduga jadi Mafia Tambang, Aliansi Mahasiswa Bupolo Desak Polda Maluku Pecat Ipda Muhammad Naim Uslan

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Aliansi Mahasiswa Bupolo Kabupaten Buru mendesak Polda Maluku untuk memecat Ipda Muhammad Naim Uslan yang kini bertugas di Polres Pulau Buru. Desakan itu disampaikan lantaran yang bersangkutan diduga kuat terlibat sebagai mafia tambang emas di Gunung Botak, Kabupaten Buru. “Kapolda Maluku harus menindak Muhammad Naim Uslan atas dugaan keterlibatan yang bersangkutan dalam operasi ilegal tambang […]

  • Tak Dapat Dukungan dari Dinas Pendidikan, DPRD Maluku Bantu Siswa SMA 12 Ambon Ikut 4 Pilar di Jakarta

    Tak Dapat Dukungan dari Dinas Pendidikan, DPRD Maluku Bantu Siswa SMA 12 Ambon Ikut 4 Pilar di Jakarta

    • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Rencana keberangkatan siswa SMA Negeri 12 Ambon untuk mengikuti ajang Empat Pilar Kebangsaan di Jakarta pada Minggu (16/11/2025) sempat terkendala akibat belum adanya dukungan dari Dinas Pendidikan Provinsi Maluku. Padahal, kegiatan 4 Pilar yang digagas MPR RI itu bertujuan memperkuat pemahaman generasi muda terhadap nilai-nilai kebangsaan — Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika […]

  • Abaikan Instruksi Presiden, Pembentukan Kopdes Merah Putih di Kabupaten Buru Dinilai Cacat Prosedur

    Abaikan Instruksi Presiden, Pembentukan Kopdes Merah Putih di Kabupaten Buru Dinilai Cacat Prosedur

    • calendar_month Minggu, 30 Nov 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih di Kecamatan Lilialy, Kabupaten Buru, Provinsi Maluku dinilai berpotensi cacat prosedur sejak awal. SEMMI Cabang Buru menemukan praktik penggabungan lima desa dalam satu titik pembentukan, sebuah pola yang bertolak belakang dengan aturan resmi yang mewajibkan pembentukan koperasi di setiap desa secara mandiri. Darman Umamiti, Ketua Umum SEMMI Cabang Buru, […]

  • PLN Dukung Kesiapan Operasional Bandara Oesman Sidik Melalui Pengecekan Penambahan Daya

    PLN Dukung Kesiapan Operasional Bandara Oesman Sidik Melalui Pengecekan Penambahan Daya

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Bacan,Tajukmaluku.com-PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung keandalan kelistrikan pada infrastruktur strategis daerah. Salah satunya melalui kegiatan pengecekan kesiapan penambahan daya listrik di Bandara Oesman Sidik, Bacan, Kabupaten Halmahera Selatan. Senin (25/5/2025). Kegiatan yang dilaksanakan oleh PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Ternate tersebut bertujuan […]

  • PLN dan Kementerian ESDM Perkuat Penegakan Hukum Ketenagalistrikan

    PLN dan Kementerian ESDM Perkuat Penegakan Hukum Ketenagalistrikan

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) bersama Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menggelar Workshop Penegakan Hukum Pidana Terkait Pelanggaran Pemakaian Tenaga Listrik di Aula PLN UIW Maluku dan Maluku Utara. Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan PLN, di antaranya Executive Vice President […]

  • Gangguan Jaringan Usai Kunker Menteri Komdigi di Ambon, KNPI Desak Copot Pimpinan Telkomsel

    Gangguan Jaringan Usai Kunker Menteri Komdigi di Ambon, KNPI Desak Copot Pimpinan Telkomsel

    • calendar_month Rabu, 8 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Gangguan jaringan Telkomsel melanda wilayah Maluku sehari setelah kunjungan kerja Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Republik Indonesia, Meutya Hafid ke Kota Ambon. Untuk itu, Wakil Ketua Bidang Komunikasi, Informasi, dan Media DPD KNPI Provinsi Maluku, Herry Purwanto, menilai peristiwa ini menunjukkan lemahnya infrastruktur digital di daerah tersebut. “Sejak kemarin sore, kami sudah menyampaikan langsung kepada […]

expand_less