Breaking News
light_mode

BEM Daerah Maluku Tolak Pemangkasan Anggaran Pendidikan: “Ini Ancaman Masa Depan Generasi di Wilayah 3T”

  • account_circle Admin
  • calendar_month Sabtu, 15 Feb 2025
  • visibility 730
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ambon,Tajukmaluku.com-Pemangkasan anggaran pendidikan yang dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto mendapat protes dari berbagai kalangan, pemotongan anggaran senilai Rp14,3 triliun dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek) pada 2025 itu dinilai sebagai ancaman serius bagi masa depan pendidikan Indonesia.

Oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Nusantara (BEM NUS) Daerah Maluku melihat hal tersebut sangat bertentangan dengan amanat konstitusi UUD 1945, khususnya alinea keempat yang menegaskan pentingnya “Mencerdaskan Kehidupan Bangsa”. Kebijakan yang diterapkan pemerintahan Prabowo-Gibran akan berdampak buruk pada program beasiswa, bantuan operasional perguruan tinggi (BOPTN), serta akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu, terutama di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) seperti Maluku.

Saat diwawancarai media tajukmaluku.com, Koordinator Daerah BEM Nusantara Maluku, Adam R. Rahantan, menyatakan bahwa dunia pendidikan Indonesia sedang berada dalam “tanda bahaya”. Menurutnya, pemangkasan Rp14,3 triliun dari total pagu anggaran Kemendikti Saintek pada 2025 akan memperparah kondisi pendidikan tinggi di Tanah Air.

“Kalau kualitas pendidikan belum bisa ditingkatkan, setidaknya aksesnya harus tetap terjaga. Jangan sampai pemangkasan ini memaksa perguruan tinggi menaikkan uang kuliah tunggal (UKT) atau menghapuskan Kartu Indonesia Pintar (KIP),” tegas Adam. Sabtu, (15/02/2025).

Dampak pemotongan anggaran ini telah dirasakan langsung oleh perguruan tinggi negeri (PTN) dan mahasiswa. Adam yang juga Koordinator Bidang Pendidikan dan Perguruan Tinggi Pengurus Pusat BEM Nusantara ini juga menilai, kebijakan tersebut tidak hanya merugikan rakyat, tetapi juga berpotensi menghambat akses pendidikan tinggi bagi masyarakat kurang mampu. “Pemangkasan anggaran ini bertentangan dengan poin keempat Asta Cita, visi Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, yang menekankan penguatan pembangunan sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi, pendidikan, dan kesehatan,” ujarnya.

Secara kelembagaan, BEM NUS Daerah Maluku juga menegaskan bahwa hal ini dapat mengancam harapan Generasi Emas 2045, yang diharapkan menjadi garda terdepan dalam memajukan demokrasi dan pembangunan bangsa. “Dunia pendidikan diacak-acak, maka habislah semua harapan generasi bangsa. Habislah anak bangsa yang seharusnya menjadi tulang punggung negara ini,” tegasnya.

BEM NUS Daerah Maluku juga mendesak pemerintah, khususnya Presiden RI, untuk mengkaji ulang kebijakan pemangkasan anggaran pendidikan. Mereka menyerukan agar pemerintah merancang kebijakan pendidikan yang lebih adil, dan kontekstual bagi seluruh masyarakat Indonesia. “Kami meminta Presiden RI mempertimbangkan kembali kebijakan ini. Pendidikan adalah pondasi bangsa. Jika ini goyah, maka masa depan bangsa ini juga terancam,” pungkas Adam.*Redaksi

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PLN Baronda Sekolah, Gaungkan Semangat Transformasi PLN dan Edukasi Kelistrikan bagi Anak Muda Saparua

    PLN Baronda Sekolah, Gaungkan Semangat Transformasi PLN dan Edukasi Kelistrikan bagi Anak Muda Saparua

    • calendar_month Minggu, 16 Feb 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) terus menggaungkan semangat trasformasi PLN dan manfaat penggunaan aplikasi PLN Mobile bagi anak muda. Semangat ini digaungkan melalui kegiatan PLN Goes To School yang menyasar tiga sekolah berbeda di Kecamatan Saparua, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku pada Jumat (14/2/2025). Kegiatan ini turut dihadiri General Manager […]

  • Pemecatan ASN di SBT Dinilai Tak Adil Buntut Ibu Kandung Wakil Bupati Bebas Sanksi Meski Lama Tak Bertugas

    Pemecatan ASN di SBT Dinilai Tak Adil Buntut Ibu Kandung Wakil Bupati Bebas Sanksi Meski Lama Tak Bertugas

    • calendar_month Minggu, 10 Agt 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Kasus pemecatan sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup pemerintahan Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) dinilai tak adil. Mengingat, penerapan sanksi ini tidak dilakukan secara merata bagi seluruh ASN, melainkan adanya praktik diskriminatif disertai unsur politik. Hal itu disampaikan Sabandarlisa Kelilauw, pengacara muda asal Maluku sekaligus putra daerah SBT kepada Tajukmaluku.com, Minggu (10/8/2025). “Keputusan pemecatan […]

  • PLN UP3 Sofifi Gelar Aksi Tanam Mangrove dan Bersih Pantai di Somahode Peringati HMPI

    PLN UP3 Sofifi Gelar Aksi Tanam Mangrove dan Bersih Pantai di Somahode Peringati HMPI

    • calendar_month Kamis, 27 Nov 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Sofifi,Tajukmaluku.com-PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Sofifi menegaskan komitmennya terhadap kelestarian lingkungan dengan menggelar aksi ganda dalam rangka memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI). Mengusung tema “Hijaukan Bumi Jaga Sustainability,” kegiatan ini melibatkan penanaman puluhan bibit mangrove serta aksi bersih-bersih pantai di kawasan […]

  • Kepala PSDKP Ambon Johanis J. Medea Nilai RUU Daerah Kepulauan Bisa Akhiri Ketimpangan di Maluku

    Kepala PSDKP Ambon Johanis J. Medea Nilai RUU Daerah Kepulauan Bisa Akhiri Ketimpangan di Maluku

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Kepala Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Ambon, Johanis J. Medea menilai Rancangan Undang-undang (RUU) Daerah Kepulauan bisa mengakhiri ketimpangan di Maluku. Kata dia, wilayah Maluku membutuhkan kebijakan pembangunan yang benar-benar berpijak pada karakter wilayah kepulauan. Salah satu instrumen yang dinilai penting untuk menjawab ketimpangan itu adalah pengesahan RUU dimaksud. Pernyataan itu disampaikan […]

  • Republik Setengah Hati: Kuasa atas Nasionalisme Bernegara

    Republik Setengah Hati: Kuasa atas Nasionalisme Bernegara

    • calendar_month Senin, 10 Nov 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Oleh: Kamil Mony (Founder A.M Sangadji Institute) Tajukmaluku.com-Tahun ini, Maluku kembali menelan kecewa. Dari deretan nama penerima gelar Pahlawan Nasional 2025, tak satu pun datang dari bumi raja-raja. Seolah republik ini setengah hati menatap sejarah timur Nusantara. Wilayah yang sejak awal berdarah untuk kemerdekaan, tapi selalu tersisih dalam penghormatan resmi negara. Kekecewaan itu menukik lebih […]

  • BKPRMI Apresiasi PLN IUW Maluku-Maluku Utara Soal Pasang Baru Listrik Gratis Menjelang Bulan Suci Ramadhan

    BKPRMI Apresiasi PLN IUW Maluku-Maluku Utara Soal Pasang Baru Listrik Gratis Menjelang Bulan Suci Ramadhan

    • calendar_month Minggu, 23 Feb 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Menjelang bulan suci Ramadhan, PLN Unit Induk Wilayah (IUW) Maluku-Maluku Utara melalui ULP Piru dan KP Luhu kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemerataan akses listrik bagi masyarakat. Kali ini, bantuan berupa pemasangan listrik gratis diberikan kepada warga Dusun Kambelu, Luhu, Seram Bagian Barat, yang selama ini mengalami keterbatasan akses terhadap listrik. Direktur Badan Komunikasi Pemuda […]

expand_less