Breaking News
light_mode

Senator Bisri Sarankan Pemrov Luncurkan Hilirisasi Rempah Maluku

  • account_circle Tajuk Maluku.com
  • calendar_month Selasa, 17 Jun 2025
  • visibility 230
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ambon,Tajukmaluku.com-Sudah waktunya Pemerintah Provinsi Maluku mengkonsepkan hilirisasi rempah-rempat Maluku, baik itu kopra, cengkih, pala maupun komuditas alam lainnya.Hal ini sangat membantu Pemerintah Provinsi Maluku untuk mendorong terciptanya lapangan pekerjaan dan juga memicu pertumbuhan ekonomi.

“PAD Maluku sangat kecil, parahnya banyak regulasi membatasi kewenangan daerah untuk mengelolah Sumber Daya Alam yang ada,” ungkap Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Maluku Bisri As Shiddiq Latuconsina disela pertemuannya dengan Bappeda Maluku di kantor Gubernur Maluku.Selasa,17 Juni 2025.

Terpenting dari itu juga, dengan hilirisasi maka Pemerintah Provinsi Maluku akan sangat mudah mengedalikan harga jual komoditi rempah lokal Maluku.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Daerah Maluku, Bisri As Shiddiq Latuconsina menjelaskan, rempah-rempah Maluku, seperti pala, cengkih, kopra, dan komuditas lainnya punya kualitas yang sangat tinggi. Berdasarkan hasil penilitian, tingkatan kemurnian rempah-rempah asli Maluku juga sangat tinggi dibanding rempah daerah lainnya. Bahkan dalam kondisi rusak pun rempah Maluku masih punya nilai jual karena kemurniannya. Tapi selama ini, secara ekonomi kekayaan alam Maluku itu belum membawa kesejahteraan bagi petani.

Bisri mengatakan itu disebabkan, beberapa hal yakni, harga jual remlah Maluku seperti pala dan cengkih diserahkan kepada pasar termasuk kopra dan coklat. Pemerintah selama ini tidak mengendalikan harga jual. Sehingga yang untung lebih adalah para tengkulak. Kemudian, produk yang dijual ke luar Maluku hanya dalam bentuk biji atau bahan baku mentah. Sementara jika ada hilirisasi rempah-rempah hasil yang keluar adalah produk siap pakai, dengan sendirinya dimasa akan datang program ini membawa dampak ekonomi yang signifikan bagi daerah maupun petani.

“Sejarah telah membuktikan bahwa rempah-rempah kita Pala dan Cengkih menjadi buruan dunia itu ratusan tahun lalu, tapi sekarang harga rempah kita tidak menguntungkan para petani,” nilainya.

Hilirisasi ini penting, utamnya buah pala maupun cengkih yang mengandung usnur-unsur kimia dan sering digunakan untuk ragam produk ekonomi, bukan hanya industri makanan tapi juga dalam bidang medis obat-obatan dan fashion parfum dan lain-lainnya.

Jika kemudian, hilirasi rempah-rempah ini dikonsepkan dan menjadi yang prioritas, sudah pasti dikemudian hari ketergantungan anggaran pembangunan dari pusat akan berkurang.

Sebagai catatan, selama berada di Maluku, Bisri akan mengujungi beberapa instansi pemerintah daerah, pertemuan-pertemuan ini tidak terlepas dari agenda reses masa sidang IV tahun 2025. Dalam pertemuan dengan Kepala Bappeda Maluku, Bisri juga menyoroti Dana Bagi Hasil (DBH) untuk Maluku yang dinilainya tidak proporsional. Banyak sekali sumber daya alam yang dikeruk dan diambil Pemerintah Pusat dari Maluku tapi hasil yang didapat Provinsi Maluku belum adil. Misalnya Perikanan, perairan Maluku menyumbang sekitar 26 hingga 30 persen dari total stok ikan nasional. Ini menunjukkan betapa pentingnya peran Maluku dalam menjaga ketersediaan ikan bagi seluruh wilayah Indonesia.

“DBH yang kita dapat belum adil, harusnya pembagian DBH proforsional, tidak bisa sumber dayanya milik kita namun DBHnya dibagi sama untuk seluruh Indonesia, masukan-masukan dari Bappeda juga sudah kami catat, dan akan kami suarakan pada rapat-rapat di Jakarta,” ungkap Bisri.

Selain itu, Bisri juga menyarankan supaya Pemerintah Provinsi Maluku harus segera menyusun data base potensi Sumber Daya Alam (SDA) Maluku secara mandiri, tidak bisa bergantung pada data base milik pemerintah pusat.Tujuannya supaya, pemerintah provinsi Maluku termasuk Pemerintah Kabupaten/Kota punya data pembanding yang bisa digunakan untuk meningkatkan posisi tawar masyarakat Maluku kepada pusat.

“Sejauh ini, peta sumber daya alam kita di Maluku, ditentukan Jakarta (Pempus) kita tidak punya data base sendiri. Ini problem saat ini dan masa depan bagi kita,” singgungnya.*(01-F)

  • Penulis: Tajuk Maluku.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hidup Bersama Bencana di Maluku: Bukan Sekadar Mitigasi

    Hidup Bersama Bencana di Maluku: Bukan Sekadar Mitigasi

    • calendar_month Sabtu, 31 Mei 2025
    • account_circle Tajuk Maluku.com
    • 0Komentar

    Oleh: M Kashai Ramdhani Pelupessy (Mahasiswa S3 Psikologi UGM yang Concern pada Isu Psikologi Kebencanaan) “Alam punya kemauannya sendiri”, kredo ini yang harus kita pegang sebelum menghadapi bencana alam. Gunung meletus, gempa bumi, dan tsunami merupakan peristiwa yang terjadi secara alami tanpa campur tangan manusia di dalamnya. Kita tidak bisa menghindarinya. Kita hanya bisa memahaminya […]

  • Filsafat Bunuh Diri: “Matilah Sebelum Mati”

    Filsafat Bunuh Diri: “Matilah Sebelum Mati”

    • calendar_month Jumat, 7 Feb 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Oleh: Muhammad Ali Fakar Lessy Ambon,Tajukmaluku.com-Falsafah, sebagai pandangan hidup yang mendalam, kerap menjadi cermin dari pergulatan manusia dengan realitas yang ia hadapi. Dalam konteks ini, falsafah bunuh diri tidak dilihat sebagai tindakan fisik untuk mengakhiri hidup, melainkan sebuah konsep metafisik yang mengajak manusia untuk merenungkan kembali hakikat keberadaan mereka. “Matilah sebelum mati” adalah seruan transendental […]

  • Pemuda Pulau Buru Minta Gubernur Maluku Sikat Mafia Tambang Gunung Botak

    Pemuda Pulau Buru Minta Gubernur Maluku Sikat Mafia Tambang Gunung Botak

    • calendar_month Jumat, 16 Mei 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Puluhan pemuda yang tergabung dalam Forum Pemuda Adat Pulau Buru menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Maluku. Aksi ini menjadi bentuk protes atas maraknya praktik tambang emas ilegal di kawasan Gunung Botak, Kabupaten Buru, yang dinilai merusak lingkungan dan merugikan masyarakat adat setempat. Jumat (16/5/2025) Aksi damai ini dikawal ketat Aparat dari Satuan […]

  • Wahab Tuanaya Kembali Pimpin FISIP Unpatti Ambon

    Wahab Tuanaya Kembali Pimpin FISIP Unpatti Ambon

    • calendar_month Senin, 22 Des 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Dr. Abdul Wahab Tuanaya kembali dipercaya memimpin Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Pattimura. Ia terpilih sebagai Dekan FISIP Unpatti untuk periode 2025–2029 dalam pemilihan yang berlangsung di ruang rapat lantai III Kampus FISIP Unpatti, Kota Ambon, Senin, (22/12/2025). Pemilihan dekan kali ini diikuti dua kandidat, yakni Wahab Tuanaya dan Josep A. Uii. […]

  • Aktivis Maluku Geram, Panglima TNI & Kapolri diminta Tertibkan Tambang Ilegal Gunung Botak

    Aktivis Maluku Geram, Panglima TNI & Kapolri diminta Tertibkan Tambang Ilegal Gunung Botak

    • calendar_month Kamis, 30 Jan 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Sejumlah organisasi mahasiswa dan kepemudaan di Maluku menyatakan sikap keras terhadap dugaan pembiaran aktivitas tambang ilegal di Gunung Botak, Pulau Buru. Dalam konferensi pers yang digelar di Gong Perdamaian Ambon, Kamis (30/1/2025), aksi besar-besaran direncanakan di depan Kantor Gubernur Maluku, Mabes Polda Maluku, dan Kodam XV/Pattimura dalam waktu dekat. Kelompok yang terdiri dari BEM Nusantara […]

  • Walikota Tual, Hi Akhmad Yani Renuat Bicara Visi dan Kolaborasi di UNESA

    Walikota Tual, Hi Akhmad Yani Renuat Bicara Visi dan Kolaborasi di UNESA

    • calendar_month Rabu, 7 Mei 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Surabaya,Tajukmaluku.com-Walikota Tual H.Akhmad Yani Renuat menjadi narasumber utama dalam Kuliah Tamu yang diselenggarakan Program Studi S1 Pendidikan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Rabu,7 Mei 2025. Di hadapan para civitas akademika UNESA, Walikota Tual, secara terstruktur menjabarkan progres dan capaian pembangunan Kota Tual, serta arah kebijakan pembangunan jangka menengah […]

expand_less