Breaking News
light_mode

MUSRENBANG: Lomba Orasi Pejabat Tanpa Makna

  • account_circle Admin
  • calendar_month Minggu, 1 Jun 2025
  • visibility 326
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Wawancara Eksklusif Tajukmaluku.com bersama Fajrin Rumalutur, Founder Maluku Data Network

Oleh: Redaksi Tajukmaluku.com

Di kalender birokrasi Indonesia, Musyawarah Perencanaan Pembangunan alias Musrenbang adalah upacara sakral yang digelar berjenjang setiap tahun, dari desa hingga provinsi. Ia dimaksudkan sebagai ruang partisipatif warga dalam menyusun arah pembangunan. Tapi di lapangan, Musrenbang kerap kali lebih menyerupai panggung ritual ketimbang forum rasional. Di dalamnya, jargon partisipatif berseliweran, tetapi partisipasi itu sendiri nyaris absen. Hasilnya? Tumpukan dokumen rencana yang rapi di meja, namun jauh dari denyut persoalan rakyat.

Kami mewawancarai Fajrin Rumalutur, pendiri Maluku Data Network, yang dikenal kritis terhadap praktik pembangunan berbasis data semu dan ritual teknokratis. Lewat pandangan tajam dan humor pahit, Fajrin menguliti wajah Musrenbang hari ini—yang menurutnya telah berubah menjadi “festival anggaran tanpa agenda”.

Musrenbang ini sebenarnya forum perencanaan pembangunan atau ritual tahunan yang wajib ditunaikan demi laporan SPJ semata?

“Sepanjang ini pelaksanaan Musrenbang lebih mirip formalitas birokrasi ketimbang forum substantif. Ia digelar karena memang harus digelar. Bukan karena ada dorongan mendesak untuk memecahkan persoalan. Kita tidak melihat orientasi pada rumusan kebijakan publik yang bermutu dan berpihak pada kebutuhan rakyat. Semuanya nyaris prosedural—asal jalan, asal selesai, asal SPJ aman.”

Kalau boleh jujur, menurut Anda Musrenbang Daerah itu lebih dekat ke ajang diskusi publik atau sekadar panggung basa-basi pejabat dengan jargon “partisipatif” yang sudah kehilangan makna?

“Musrenbang mestinya jadi arena pertemuan lintas aktor: warga, pakar, organisasi sipil, dan pemerintah. Tapi kenyataannya, forum ini elitis dan eksklusif. Yang hadir itu-itu saja. Jargon partisipatif hanya tempelan. Publik tidak dilibatkan secara bermakna. Padahal, Musrenbang merupakan pra-fase RPJP, RPJMD, dan RKPD seharusnya jadi momen strategis merumuskan arah kebijakan jangka panjang. Yang terjadi? Keputusan diambil atas dasar keinginan sepihak elit birokrasi, bukan hasil dengar aspirasi. Jadi apa gunanya bicara partisipasi kalau rakyat hanya diminta tepuk tangan?”

Apakah Musrenbang selama ini benar-benar menyentuh akar persoalan masyarakat Maluku, atau hanya menjawab “target indikator kinerja” yang penting angka-angka di laporan terlihat bagus?

“Kita bicara Musrenbang yang tidak berbasis data. Tidak ada kajian, tidak ada analisis mendalam. Yang dibahas bisa meloncat-loncat, ngalor-ngidul, tanpa pijakan realitas. Ini sangat berbahaya, karena pembangunan jadi soal estetika laporan, bukan realita sosial. Indikator kinerja sering kali dimanipulasi agar terlihat baik di atas kertas, tapi tak menyentuh kesenjangan yang riil di lapangan. Ini membentuk ilusi keberhasilan yang sistematis.”

Kalau kita bisa evaluasi, selama 10 tahun terakhir, apa dampak konkret dari Musrenbang? Atau jangan-jangan dampaknya baru terasa di ruang makan hotel tempat acara digelar?

“Jujur saja, kita tidak melihat ada transformasi signifikan dari hasil Musrenbang selama satu dekade terakhir. Forum ini cenderung simbolik. Bahkan fasilitatornya pun sering tidak didampingi oleh lembaga profesional. Kalau saya jadi kepala daerah, saya akan hire konsultan kebijakan publik kelas dunia. Bila perlu, undang McKinsey! Kenapa? Karena perencanaan publik butuh kecermatan dan integritas. Kita tidak bisa terus menyerahkan masa depan daerah pada rutinitas teknokratis yang kosong makna.”

Kalau Anda jadi Gubernur Maluku hari ini, dan melihat output Musrenbang yang stagnan, apakah Anda akan rombak total sistemnya atau cukup ubah tema dan backdrop tahun depan biar terlihat ‘segar’?

“Saya akan rombak total! Ini bukan soal desain backdrop atau ganti tagline ‘Inklusif dan Partisipatif’. Perubahan harus menyentuh sistem: mekanisme pengambilan keputusan yang transparan, pelibatan warga secara bermakna, kehadiran pakar untuk memperkuat kualitas analisis, serta pendampingan dari lembaga profesional agar ada evaluasi berkelanjutan. Kalau tidak, kita hanya mengulang ritus tahunan yang mahal dan membosankan, tapi miskin hasil.”

Dari ruang rapat ke ruang makan hotel, dari daftar usulan ke daftar menu prasmanan, Musrenbang tampaknya sedang mengalami krisis eksistensi. Ia bukan lagi forum menyusun masa depan bersama, tapi lebih sering tampil sebagai drama tahunan dengan aktor dan naskah yang sudah bisa ditebak. Fajrin Rumalutur, dengan ketajaman dan kejengkelannya yang khas, menutup wawancara ini dengan refleksi getir.

“Kalau Musrenbang terus digelar tanpa perbaikan sistemik, jangan salahkan rakyat kalau mulai menganggapnya sebagai festival data palsu. Kita bukan kekurangan forum, kita kekurangan keberanian untuk merombak sistem yang sudah lapuk. Kalau hanya untuk menggugurkan kewajiban administratif, lebih baik kita ganti saja Musrenbang dengan lomba orasi pejabat—hasilnya mungkin tak jauh beda.”

(Tajukmaluku.com)

*wawacara oleh Tim Redaksi

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dari Pingitan ke Peradaban: Kartini dalam Dua Wajah

    Dari Pingitan ke Peradaban: Kartini dalam Dua Wajah

    • calendar_month Jumat, 18 Apr 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Oleh: Olivia Ch. Salampessy Wakil Ketua Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) Sambil menikmati hangatnya teh hijau di pagi hari, saya menyempatkan diri membaca lembar demi lembar buku R.A. Kartini, Habis Gelap Terbitlah Terang – Door Duisternis Tot Licht, yang berisi surat-surat beliau. Membayangkan Kartini, seorang gadis remaja di usia dua belas tahun […]

  • DPRD Maluku Gelar Buka Puasa Bersama, Momen Pererat Silaturahmi

    DPRD Maluku Gelar Buka Puasa Bersama, Momen Pererat Silaturahmi

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus memperkuat komitmen pengabdian kepada masyarakat, DPRD Provinsi Maluku menggelar buka puasa bersama, Rabu (4/3/2026). Kegiatan dengan mengusung tema “Ramadhan Momentum Menjalin Silaturahmi serta Meningkatkan Iman dan Taqwa” itu dihadiri pimpinan dan anggota DPRD, jajaran sekretariat, serta sejumlah undangan. Dalam sambutannya, Ketua DPRD Maluku, Benhur Watubun menegaskan bahwa bulan suci Ramadan […]

  • CV Rumbia Korban Hulu Balang AV

    CV Rumbia Korban Hulu Balang AV

    • calendar_month Jumat, 27 Jun 2025
    • account_circle Tajuk Maluku.com
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Samson Alkatiri, orang dekat Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath (AV), diduga kuat menjadi ‘pembisik’ utama dalam upaya merebut pengelolaan lahan parkir di kawasan Pasar Mardika, yang sebelumnya dipegang oleh CV. Rumbia. Dengan dalih penertiban, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Maluku, Yahya Kota, memutus sepihak kontrak kerja sama pengelolaan parkir dan sarana mandi cuci kakus […]

  • Soal Dugaan Pungli dan Penerbitan Sertifikat Ganda, Nanaku dan Gabungan LSM Ambon Demo BPN

    Soal Dugaan Pungli dan Penerbitan Sertifikat Ganda, Nanaku dan Gabungan LSM Ambon Demo BPN

    • calendar_month Kamis, 8 Mei 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Lembaga Nanaku Maluku dan gabungan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) unjuk rasa di Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Ambon, Jalan Jenderal Sudirman, Kamis (8/5/2025). Aksi ini sebagai bentuk protes atas keresahan warga Kota Ambon terkait dugaan kasus-kasus Pungutan Liar (Pungli) dan penerbitan sertifikat ganda. Ketua Lembaga Nanaku Maluku, Usman Bugis menjelaskan, tidak hanya soal dua […]

  • Pembangunan Proyek Kodam XV Pattimura di Sungai Waitomu Kini Dihentikan Sementara

    Pembangunan Proyek Kodam XV Pattimura di Sungai Waitomu Kini Dihentikan Sementara

    • calendar_month Kamis, 29 Okt 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Pangdam XV/Pattimura, Mayjen TNI Dody Triwinarto, memutuskan untuk hentikan sementara pembangunan jembatan di kawasan Sungai Wai Tomu, Kota Ambon. Keputusan tersebut disampaikan dalam Forum Group Discussion (FGD) tentang pengembangan dan pemanfaatan Sungai Wai Tomu yang digelar Kodam XV/Pattimura di Serambi Kehormatan Makodam, Ambon, Kamis (29/10/2026). Penghentian sementara ini merupakan tindak lanjut dari pembahasan bersama berbagai […]

  • KNPI: Gerakan HMI MPO Cabang Jakarta Raya Terkesan Ditunggangi

    KNPI: Gerakan HMI MPO Cabang Jakarta Raya Terkesan Ditunggangi

    • calendar_month Minggu, 16 Mar 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Buru,Tajukmaluku.com– Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Buru, Almuhajir Sipiel Miru, mengecam rencana demonstrasi yang akan dilakukan oleh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) MPO Jakarta Raya. Menurutnya, aksi tersebut tidak memiliki landasan kajian yang kuat serta cenderung membawa kepentingan tertentu yang bisa mengganggu stabilitas daerah. “Kami melihat bahwa gerakan ini bukanlah aksi yang lahir dari […]

expand_less