Breaking News
light_mode

MUSRENBANG: Lomba Orasi Pejabat Tanpa Makna

  • account_circle Admin
  • calendar_month Minggu, 1 Jun 2025
  • visibility 293
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Wawancara Eksklusif Tajukmaluku.com bersama Fajrin Rumalutur, Founder Maluku Data Network

Oleh: Redaksi Tajukmaluku.com

Di kalender birokrasi Indonesia, Musyawarah Perencanaan Pembangunan alias Musrenbang adalah upacara sakral yang digelar berjenjang setiap tahun, dari desa hingga provinsi. Ia dimaksudkan sebagai ruang partisipatif warga dalam menyusun arah pembangunan. Tapi di lapangan, Musrenbang kerap kali lebih menyerupai panggung ritual ketimbang forum rasional. Di dalamnya, jargon partisipatif berseliweran, tetapi partisipasi itu sendiri nyaris absen. Hasilnya? Tumpukan dokumen rencana yang rapi di meja, namun jauh dari denyut persoalan rakyat.

Kami mewawancarai Fajrin Rumalutur, pendiri Maluku Data Network, yang dikenal kritis terhadap praktik pembangunan berbasis data semu dan ritual teknokratis. Lewat pandangan tajam dan humor pahit, Fajrin menguliti wajah Musrenbang hari ini—yang menurutnya telah berubah menjadi “festival anggaran tanpa agenda”.

Musrenbang ini sebenarnya forum perencanaan pembangunan atau ritual tahunan yang wajib ditunaikan demi laporan SPJ semata?

“Sepanjang ini pelaksanaan Musrenbang lebih mirip formalitas birokrasi ketimbang forum substantif. Ia digelar karena memang harus digelar. Bukan karena ada dorongan mendesak untuk memecahkan persoalan. Kita tidak melihat orientasi pada rumusan kebijakan publik yang bermutu dan berpihak pada kebutuhan rakyat. Semuanya nyaris prosedural—asal jalan, asal selesai, asal SPJ aman.”

Kalau boleh jujur, menurut Anda Musrenbang Daerah itu lebih dekat ke ajang diskusi publik atau sekadar panggung basa-basi pejabat dengan jargon “partisipatif” yang sudah kehilangan makna?

“Musrenbang mestinya jadi arena pertemuan lintas aktor: warga, pakar, organisasi sipil, dan pemerintah. Tapi kenyataannya, forum ini elitis dan eksklusif. Yang hadir itu-itu saja. Jargon partisipatif hanya tempelan. Publik tidak dilibatkan secara bermakna. Padahal, Musrenbang merupakan pra-fase RPJP, RPJMD, dan RKPD seharusnya jadi momen strategis merumuskan arah kebijakan jangka panjang. Yang terjadi? Keputusan diambil atas dasar keinginan sepihak elit birokrasi, bukan hasil dengar aspirasi. Jadi apa gunanya bicara partisipasi kalau rakyat hanya diminta tepuk tangan?”

Apakah Musrenbang selama ini benar-benar menyentuh akar persoalan masyarakat Maluku, atau hanya menjawab “target indikator kinerja” yang penting angka-angka di laporan terlihat bagus?

“Kita bicara Musrenbang yang tidak berbasis data. Tidak ada kajian, tidak ada analisis mendalam. Yang dibahas bisa meloncat-loncat, ngalor-ngidul, tanpa pijakan realitas. Ini sangat berbahaya, karena pembangunan jadi soal estetika laporan, bukan realita sosial. Indikator kinerja sering kali dimanipulasi agar terlihat baik di atas kertas, tapi tak menyentuh kesenjangan yang riil di lapangan. Ini membentuk ilusi keberhasilan yang sistematis.”

Kalau kita bisa evaluasi, selama 10 tahun terakhir, apa dampak konkret dari Musrenbang? Atau jangan-jangan dampaknya baru terasa di ruang makan hotel tempat acara digelar?

“Jujur saja, kita tidak melihat ada transformasi signifikan dari hasil Musrenbang selama satu dekade terakhir. Forum ini cenderung simbolik. Bahkan fasilitatornya pun sering tidak didampingi oleh lembaga profesional. Kalau saya jadi kepala daerah, saya akan hire konsultan kebijakan publik kelas dunia. Bila perlu, undang McKinsey! Kenapa? Karena perencanaan publik butuh kecermatan dan integritas. Kita tidak bisa terus menyerahkan masa depan daerah pada rutinitas teknokratis yang kosong makna.”

Kalau Anda jadi Gubernur Maluku hari ini, dan melihat output Musrenbang yang stagnan, apakah Anda akan rombak total sistemnya atau cukup ubah tema dan backdrop tahun depan biar terlihat ‘segar’?

“Saya akan rombak total! Ini bukan soal desain backdrop atau ganti tagline ‘Inklusif dan Partisipatif’. Perubahan harus menyentuh sistem: mekanisme pengambilan keputusan yang transparan, pelibatan warga secara bermakna, kehadiran pakar untuk memperkuat kualitas analisis, serta pendampingan dari lembaga profesional agar ada evaluasi berkelanjutan. Kalau tidak, kita hanya mengulang ritus tahunan yang mahal dan membosankan, tapi miskin hasil.”

Dari ruang rapat ke ruang makan hotel, dari daftar usulan ke daftar menu prasmanan, Musrenbang tampaknya sedang mengalami krisis eksistensi. Ia bukan lagi forum menyusun masa depan bersama, tapi lebih sering tampil sebagai drama tahunan dengan aktor dan naskah yang sudah bisa ditebak. Fajrin Rumalutur, dengan ketajaman dan kejengkelannya yang khas, menutup wawancara ini dengan refleksi getir.

“Kalau Musrenbang terus digelar tanpa perbaikan sistemik, jangan salahkan rakyat kalau mulai menganggapnya sebagai festival data palsu. Kita bukan kekurangan forum, kita kekurangan keberanian untuk merombak sistem yang sudah lapuk. Kalau hanya untuk menggugurkan kewajiban administratif, lebih baik kita ganti saja Musrenbang dengan lomba orasi pejabat—hasilnya mungkin tak jauh beda.”

(Tajukmaluku.com)

*wawacara oleh Tim Redaksi

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Maluku Dukung Ombudsman Awasi Ketat Program MBG

    DPRD Maluku Dukung Ombudsman Awasi Ketat Program MBG

    • calendar_month Jumat, 19 Sep 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Anggota DPRD Provinsi Maluku dari Fraksi PDI Perjuangan, Yan Zamora Noach mendukung Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Maluku untuk awasi ketat program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal ini disampaikan menyusul adanya berbagai kasus keracunan MBG, termasuk di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD). Menurutnya, perlu adanya pengawasan yang lebih mendalam hingga ke titik persoalan di lapangan untuk […]

  • Pakar Bongkar Kebohongan Naskah Historiseh Negorij Batoemerah (Batu Merah): Bagian Akhir

    Pakar Bongkar Kebohongan Naskah Historiseh Negorij Batoemerah (Batu Merah): Bagian Akhir

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-“Sebuah kejanggalan yang tidak bisa dijelaskan dengan cara apapun selain pemalsuan,” demikian pesan salah satu pegiat literasi yang konsen dalam isu-isu sejarah saat dikonfirmasi mengenai naskah Historiseh Negorij Batoemerah yang sempat dijadikan salah satu alat bukti di Pengadilan Negeri Ambon dalam sengketa Mata Rumah Parenta di Negeri Batu Merah tahun 2021 lalu. Sumber yang kini […]

  • Sidang Kasus Sita Alat Berat, PH Imran Cs Mohon MA Batalkan Dalil JPU Buru

    Sidang Kasus Sita Alat Berat, PH Imran Cs Mohon MA Batalkan Dalil JPU Buru

    • calendar_month Senin, 3 Mar 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Namlea,Tajukmaluku.com-Sidang Peninjauan Kembali (PK) barang bukti yang disita Kejaksaan Negeri Buru dibawah nahkoda Mantan Muhammad Hasan Pakaja memasuki sidang Kesimpulan, Senin (3/3/2025). Sidang PK Mahkamah Agung yang digelar di Pengangadulan Negeri Namlea dipimpin hakim ketua Fandi Abdilah, S.H dan dua anggota Muhammad Akbar Hanafi, S.H dan Erfan Afandi, S.H. Sidang gugatan Peninjauan Kembali (PK) oleh […]

  • Demo Masak Kompor Induksi di Tanimbar, PLN Dorong Gaya Hidup Modern dan Ramah Lingkungan

    Demo Masak Kompor Induksi di Tanimbar, PLN Dorong Gaya Hidup Modern dan Ramah Lingkungan

    • calendar_month Minggu, 27 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Saumlaki,Tajukmaluku.com-PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Saumlaki terus mendorong inovasi berbasis energi listrik dengan menggelar kegiatan Demo Masak Menggunakan Kompor Induksi. Bekerja sama dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), kegiatan ini bertujuan memperkenalkan teknologi kompor induksi yang lebih hemat energi, […]

  • Framing Yang Diabaikan Media dari Pesan-Pesan yang Menggema

    Framing Yang Diabaikan Media dari Pesan-Pesan yang Menggema

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Oleh: Udin Najil (Pegiat Kajian Media dan Budaya) Tajukmaluku.com-Ruang berita merupakan ruang negosiasi dari berbagai kelompok kepentingan. Kelompok-kelompok ini menentukan aturan tidak tersirat mana yang dianggap baik dan mana yang dianggap buruk. Hal ini dapat dilihat dari berbagai perangkat yang dipakai media baik kata, frasa, kalimat, maupun tampilan-tampilan visual yang melegitimasi atau mendiskreditkan. Misalnya, dari […]

  • PLN Mendapat Apresiasi atas Respons Cepat Pulihkan Kelistrikan di Layanan Publik Bali

    PLN Mendapat Apresiasi atas Respons Cepat Pulihkan Kelistrikan di Layanan Publik Bali

    • calendar_month Minggu, 4 Mei 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Denpasar,Tajukmaluku.com-Direktur Utama PT PLN (Persero) mengunjungi langsung sejumlah fasilitas publik untuk memastikan operasional layanan tetap berjalan lancar pasca gangguan kelistrikan di Bali yang terjadi pada Jumat (2/5). Respons cepat PLN mendapat apresiasi dari berbagai pihak, khususnya penyelenggara layanan publik. Direktur Utama RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah Denpasar, dr. I Wayan Sudana, M.Kes., menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya […]

expand_less