Breaking News
light_mode

Dari Tangan Perempuan, Peradaban Itu Bertumbuh

  • account_circle Admin
  • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
  • visibility 375
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Nadia Sarah Rumluan

Kadang peradaban tidak dimulai dari gedung yang tinggi, atau ruang rapat yang ramai. Ia justru tumbuh dari percakapan kecil antara dua perempuan yang saling mendengar—dari tangan-tangan yang tiap pagi menata hasil kebun dan laut di pasar: sayur, singkong, ikan, hingga sagu dan embal yang menjadi nadi dapur-dapur Maluku. Di sanalah hidup berdenyut. Di antara riuh tawar-menawar dan tawa anak-anak yang berlarian, perempuan menjaga keseharian agar tetap berjalan, menjaga martabat agar tak hilang ditelan perubahan.

Di waktu yang sama, ada pula perempuan yang bekerja di kantor, mendidik di sekolah, menyusun laporan, menandatangani keputusan. Semuanya terhubung dalam satu denyut yang sama: menyalakan kehidupan. Mereka bukan sekadar menyala—mereka menyalakan.

Peradaban, dalam makna yang paling lembut, bukan tentang siapa yang paling berkuasa, tetapi siapa yang paling berdaya menumbuhkan kehidupan. Di sanalah perempuan dan pemuda menemukan panggilan zaman: bukan untuk memperebutkan panggung, tapi menata ulang cahaya. Dari yang semula menyilaukan, menjadi yang menghangatkan.

Dulu, perempuan sering dianggap sekadar pelengkap sejarah. Kini, narasi itu telah pecah. Mereka menulis sejarahnya sendiri—dengan pena, kerja, dan keberanian yang tak selalu diumumkan. Dalam tubuh KOPRI, semangat itu dirawat seperti api kecil di tengah angin: rapuh tapi tak pernah padam. Sebab, menjadi perempuan di ruang perjuangan bukan sekadar bertahan, tetapi menafsir ulang makna keberanian.

Kemandirian bukan lagi sekadar soal menjauh dari ketergantungan, melainkan kemampuan berdiri sembari tetap merangkul. Di banyak ruang, kader perempuan belajar menegakkan makna “berdaya”—bukan hanya dalam forum wacana, tetapi dalam hidup yang nyata. Mereka tidak sekadar berbicara tentang kesetaraan, melainkan menciptakan ruang aman, nyaman, dan berdaya tumbuh. Ruang di mana perempuan bisa menjadi manusia sepenuhnya, bukan sekadar peran yang diharapkan darinya.

Kemandirian itu juga tumbuh di tanah Maluku, tempat laut dan kebun bersua. Perempuan bangun sebelum fajar, menyiapkan ikan hasil tangkapan semalam, menumbuk embal, menjemur sagu, dan mengantar hasilnya ke pasar. Sebagian lain menulis laporan keuangan di kantor pemerintah, mengajar di sekolah, atau menjahit di rumah. Semua ini, tanpa mereka sadari, adalah bentuk peradaban yang paling dasar: peradaban kesetiaan, ketekunan, dan kasih yang melahirkan keberlangsungan.

KOPRI hadir bukan sekadar organisasi, melainkan gerakan kultural yang membentuk kesadaran. Seperti ditegaskan Ketua Umum KOPRI PB PMII, Wulan Sari Aliyatus Solikhah, pemberdayaan perempuan tak boleh berhenti pada wacana. Ia harus menjelma dalam kebijakan dan tindakan—mewujud dalam ruang aman, kemandirian ekonomi, dan jejaring solidaritas lintas batas. Visi “KOPRI Berdaya dan Digdaya” bukan sekadar semboyan, tetapi janji pada kehidupan: perempuan yang berdaya bukan untuk berkuasa, tetapi untuk menyalakan peradaban.

Tugas KOPRI di Maluku tidak sederhana. Ia ditantang untuk menafsirkan visi itu di tanah yang kaya laut, hutan, dan keberagaman. Isu perempuan bukan hanya tentang representasi, tetapi juga tentang ketahanan ekonomi dan akses keadilan sosial. Bagaimana perempuan di pulau-pulau kecil tetap berdaya meski terbatas akses modal dan teknologi? Bagaimana ekonomi kreatif berbasis hasil bumi dan laut—sagu, ikan asap, minyak kayu putih, dan embal—bisa diolah dengan cara baru tanpa kehilangan nilai lokalnya? Di sinilah KOPRI Maluku mesti hadir dengan inovasi: membuka pelatihan wirausaha digital, koperasi kader, hingga ruang berbagi pengetahuan yang memerdekakan.

Bayangkan laut Maluku di pagi hari: perahu-perahu kecil berlayar membawa hasil tangkapan, ombak menepuk lembut lambung kayu, dan di tepi dermaga, perempuan menyiapkan dagangan. Ada yang menjemur ikan, ada yang menimbang, ada yang menunggu. Tapi dalam menunggu itu, mereka sedang membangun sesuatu—peradaban sabar, peradaban harap. Dari laut yang luas itu, kita belajar tentang keteguhan: bahwa perempuan tidak perlu berteriak untuk menegaskan kekuatannya. Ia cukup bekerja dengan cinta, dan dunia berubah karenanya.

KOPRI harus belajar dari laut: cair, lentur, namun dalam dan tegas. Di dalamnya, pemuda dan perempuan dapat saling menemukan arah—bukan untuk menegangkan perbedaan, tetapi untuk menenun kebersamaan. Gus Yahya pernah menyebut, peradaban Islam Nusantara tumbuh dari proses menyerap, mengolah, dan menebar kebaikan dalam konteks lokal. Maka, tafsir perempuan atas peradaban pun tak bisa dilepaskan dari tanah tempat ia berpijak. Di Maluku, tafsir itu lahir dari keberanian perempuan menafsir ulang perannya di antara ombak dan kebun, antara iman dan kerja, antara kasih dan keberdayaan.

Peradaban butuh dua hal: daya dan arah. Pemuda membawa daya, perempuan memberi arah. Tanpa arah, kekuatan hanya akan memecah; tanpa kekuatan, arah hanya menjadi cita-cita. Maka, dalam tubuh PMII dan KOPRI, pertemuan keduanya menjadi dialog tentang masa depan—bukan sekadar regenerasi organisasi, tetapi regenerasi nurani.

Zaman digital kini menuntut perempuan dan pemuda hadir di dua dunia: realitas sosial dan ruang digital. Mereka harus mampu membaca algoritma sekaligus membaca nurani masyarakatnya. Tantangan terbesar bukan hanya bersaing, tetapi menjaga empati di tengah derasnya arus pragmatisme. KOPRI tidak boleh hanya aktif di forum-forum diskusi; ia harus menjelma menjadi ruang aksi: dari pelatihan ekonomi kreatif berbasis hasil bumi, klinik advokasi bagi korban kekerasan, hingga gerakan literasi bagi remaja perempuan di pulau-pulau terpencil.

Sebab, pada akhirnya, peradaban memang bertumbuh dari tangan-tangan yang sederhana dari perempuan yang menumbuk sagu, dari pemuda yang menulis ide, dari mereka yang bekerja diam-diam menyalakan makna agar tak padam. Dan mungkin, di situlah letak makna terdalam dari menjadi pelopor peradaban: Bahwa dari tangan perempuan, peradaban itu bertumbuh.

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Maluku Gelar Paripurna Penyampaian Ranperda LPJ APBD Gubernur Tahun 2024

    DPRD Maluku Gelar Paripurna Penyampaian Ranperda LPJ APBD Gubernur Tahun 2024

    • calendar_month Rabu, 2 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Maluku menggelar rapat paripurna dalam rangka Penyampaian Rencana Peraturan Daerah (Ranperda) Laporan Pertanggung Jawaban Pelaksanaan (LPJ) APBD Gubernur Maluku tahun anggaran 2024. Kegiatan itu berlangsung di ruang rapat paripurna DPRD Maluku Karang Panjang Ambon. Ketua DPRD Provinsi Maluku, Benhur Watubun, saat membuka rapat menyebut bahwa penyampaian pelaksanaan APBD pada […]

  • Kendaraan Menumpuk di Satu Loket, Pengunjung Keluhkan Sistem Parkiran di Ambon City Center

    Kendaraan Menumpuk di Satu Loket, Pengunjung Keluhkan Sistem Parkiran di Ambon City Center

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Pengunjung di Ambon City Center (ACC) mengeluh terkait sistem parkiran di salah satu pusat perbelanjaan di Kota Ambon itu, Rabu (3/12/2025). Mengingat, dari kurang lebih tiga loket parkir yang tersedia, hanya satu yang dibuka untuk melayani kendaraan roda dua maupun roda empat yang keluar dari ACC. Padahal, jumlah kendaraan yang didominasi roda dua itu sangat […]

  • Seruan Damai dalam Himbauan Terbuka, Gubernur Maluku Minta Warga Tahan Diri dan Tidak Terprovokasi

    Seruan Damai dalam Himbauan Terbuka, Gubernur Maluku Minta Warga Tahan Diri dan Tidak Terprovokasi

    • calendar_month Kamis, 3 Apr 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, angkat bicara terkait konflik yang terjadi di Desa Sawai, Rumah Ola, dan Masihulan, Kecamatan Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah. Dalam pernyataan resminya, ia menyesalkan bentrokan antarkelompok masyarakat yang menyebabkan korban jiwa, luka-luka, serta kerugian materil. “Saya meminta warga di ketiga desa itu untuk menahan diri, tidak terhasut oleh provokasi pihak mana […]

  • PLN UP3 Sofifi dengan Pemda Malut Gelar World Cleanup Day 2025

    PLN UP3 Sofifi dengan Pemda Malut Gelar World Cleanup Day 2025

    • calendar_month Kamis, 25 Sep 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Sofifi,Tajukmaluku.com-Dalam rangka memperingati World Cleanup Day 2025, PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga kelestarian lingkungan dengan berpartisipasi aktif dalam kegiatan bersih-bersih massal. Kegiatan yang diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi Maluku Utara ini dipusatkan di Pelabuhan Speed Sofifi dan dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, […]

  • DPRD Upayakan Program Strategis Nasional Masuk ke Maluku

    DPRD Upayakan Program Strategis Nasional Masuk ke Maluku

    • calendar_month Kamis, 9 Jan 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Maluku berinisiatif mendorong agar Program Strategis Nasional (PSN) diarahkan ke Maluku. Anggota Komisi III, Rovik Akbar Afifudin mengatakan, pihaknya telah mengagendakan penyampaian aspirasi ke Pemerintah Pusat (Pempus) pada bulan ini. “Tadi kita telah melakukan rapat perihal perihal mendorong PSN masuk ke Provinsi Maluku,” kata Rovik, Kamis (9/1/2025). Dari rapat […]

  • PLN UIW MMU Bersama Pemkot Ambon Validasi Data PJU, Dukung Program Meterisasi Nasional

    PLN UIW MMU Bersama Pemkot Ambon Validasi Data PJU, Dukung Program Meterisasi Nasional

    • calendar_month Senin, 21 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,TajukMaluku.com-PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) menggelar rapat koordinasi bersama Pemerintah Kota Ambon dalam rangka melakukan validasi data Penerangan Jalan Umum (PJU) pada Kamis (17/7/2025). Pertemuan yang juga merupakan bagian dari persiapan pelaksanaan program strategis nasional meterisasi PJU ini berlangsung di Kantor PLN UIW MMU dan dihadiri oleh jajaran […]

expand_less