Breaking News
light_mode

Public Hearing bersama KPRP, BEMNus Maluku Usul Konsep Pengamanan Polisi di Daerah Kepulauan

  • account_circle Admin
  • calendar_month Sabtu, 13 Des 2025
  • visibility 654
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ambon,Tajukmaluku.com-Komisi Percepatan Reformasi Polri (KPRP) menggelar public hearing di Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon bersama berbagai unsur masyarakat termasuk raja adat, akademisi, pimpinan universitas, organisasi kepemudaan, organisasi mahasiswa, hingga unsur pengusaha, Jumat (12/12/2025).

Dalam forum itu, Koordinator Badan Eksekutif Mahasiswa Nusantara (BEMNus) Maluku, Adam R. Rahantan yang turut diundang menyampaikan rekomendasi resmi bagi percepatan reformasi Polri.

Menurut Rahantan, reformasi Polri tidak boleh hanya menjawab persoalan struktural dan birokrasi internal, tetapi juga harus memperhatikan keunikan geografis Indonesia sebagai negara kepulauan, terutama provinsi berciri kepulauan seperti Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, serta provinsi-provinsi Papua yang terdiri dari ribuan pulau dan akses wilayah yang sangat menantang.

Dijelaskan, provinsi dengan karakteristik kepulauan memerlukan model pelayanan keamanan dan struktur kepolisian yang berbeda. Ia menyoroti bahwa Polri selama ini masih menggunakan pola pengorganisasian berbasis daratan yang kurang adaptif terhadap kondisi kepulauan serta penguatan sarana transportasi laut dan udara.

Seperti penambahan kapal patroli cepat, kapal multifungsi, dan speedboat serta penempatan helikopter atau drone jarak jauh untuk pemantauan wilayah sulit dijangkau.

Kemudian, peningkatan anggaran operasional laut dan logistik serta Penguatan Polres dan Polsek Perbatasan/Pulau Terluar Penambahan personel khusus pulau terpencil. Pembentukan Pos Polisi permanen di pulau rawan konflik, upgrade Polsubsektor menjadi Polsek untuk daerah pertumbuhan penduduk tinggi.

“Maluku tidak bisa disamakan dengan daerah daratan. Bahkan yang aksesnya sangat sulit. Medan kepulauan, laut sebagai pemisah antarwilayah, cuaca ekstrem, serta biaya mobilitas yang mahal adalah persoalan nyata yang membuat tugas kepolisian disini jauh lebih berat,” tegas Rahantan.

Ia meminta KPRP memasukkan model pelayanan kepolisian berbasis kepulauan ke dalam rekomendasi final untuk Presiden dan Kapolri. Rahantan menekankan bahwa personil yang ditempatkan di daerah kepulauan harus mendapatkan dukungan khusus, baik dari sisi anggaran, logistik, transportasi laut, hingga insentif yang lebih sesuai dengan risiko kerja.

Rahantan juga menyingkapi kondisi lapangan yang sering tidak terlihat dari pusat. Ia menjelaskan bahwa di Maluku masih terdapat bangunan Polres dan Polsek yang merupakan peninggalan zaman Belanda dan tidak pernah dipugar. Sehingga anggota harus tinggal di rumah kos.

Kantor polisi yang tidak memiliki gudang logistik layak, ruang pelayanan publik yang sempit dan tidak standar, kondisi peralatan, armada, dan sarana telekomunikasi yang tertinggal.

“Melihat Polsek dan Polres di daerah kepulauan, kita bisa bertanya apa mungkin Polri bekerja maksimal dengan kondisi seperti itu? Ini sudah darurat. Negara tidak boleh menutup mata,” ucapnya.

Ia meminta agenda reformasi Polri melakukan audit nasional infrastruktur Polri di provinsi kepulauan, serta memastikan masuk dalam agenda pembenahan prioritas nasional.

Selain itu, isu rekrutmen menjadi salah satu poin paling keras yang disampaikan Rahantan. “Kita semua tahu, banyak anak pejabat yang mudah lolos seleksi Akpol. Ini fenomena nasional, bukan hanya Maluku. Sementara putra-putri terbaik daerah kepulauan sering tersingkir meski punya potensi besar,” ucapnya.

Rahantan menegaskan, bahwa reformasi rekrutmen harus dilakukan tidak hanya untuk menciptakan meritokrasi, tetapi juga mengisi kebutuhan personil Polri di wilayah kepulauan dengan SDM lokal yang lebih memahami budaya, medan, dan karakter sosial masyarakat setempat.

Dalam forum publik itu, Adam juga menyampaikan kritik keras mengenai demokrasi dan ruang kebebasan sipil. “Polri harus berhenti menggunakan pendekatan represif terhadap masyarakat sipil dan aktivis. Negara demokrasi tidak boleh membiarkan penculikan, intimidasi, atau kriminalisasi terhadap suara-suara kritis,” tegas Rahantan.

Sebelum mengakhiri penyampaiannya, Adam memberi pesan penting kepada seluruh jajaran KPRP. Jika Reformasi Polri ingin menjawab tantangan zaman, maka kepulauan harus menjadi bab besar dalam laporan final.

“Negara ini memiliki ribuan pulau, dan pulau-pulau itulah yang selama ini paling kurang diperhatikan,” tutup Rahantan.

Ia berharap bahwa rekomendasi dari BEM Nusantara Maluku tidak hanya menjadi catatan pendukung, tetapi menjadi landasan kebijakan nasional, terutama bagi kepolisian di provinsi berciri kepulauan yang menghadapi berbagai tantangan keterbatasan infrastruktur, kondisi geografis ekstrem, dan kebutuhan keamanan yang kompleks.*(01-F)

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Nurlina Kawal Aspirasi Tiga Kecamatan: Pendidikan, Infrastruktur, dan Lahan Terlantar

    Nurlina Kawal Aspirasi Tiga Kecamatan: Pendidikan, Infrastruktur, dan Lahan Terlantar

    • calendar_month Minggu, 1 Jun 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Taliabu,Tajukmaluku.com-Dalam masa reses persidangan ke-II DPRD Kabupaten Pulau Taliabu, anggota legislatif Wa Ode Nurlina A.Md.Keb,menyambangi tiga kecamatan dengan seabrek masalah lama yang tak kunjung selesai. Dari pendidikan yang stagnan, infrastruktur yang rapuh, hingga pengelolaan bantuan sosial yang amburadul, keluhan masyarakat terus berulang. Namun kali ini, politisi asal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini bergabung dengan H. […]

  • PLN Dukung Penguatan Layanan Kesehatan di RSUD Pulau Morotai melalui Penambahan Daya hingga 690 kVA

    PLN Dukung Penguatan Layanan Kesehatan di RSUD Pulau Morotai melalui Penambahan Daya hingga 690 kVA

    • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Morotai,Tajukmaluku.com-PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Tobelo terus memperkuat komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas layanan publik, khususnya sektor kesehatan, melalui penguatan infrastruktur kelistrikan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pulau Morotai. RSUD Pulau Morotai sebagai fasilitas kesehatan rujukan utama di wilayah kepulauan memiliki peran vital dalam memberikan layanan medis kepada masyarakat. Keandalan pasokan listrik […]

  • Sinergi PLN UIW MMU dan TNI Hadirkan Listrik Berkeadilan bagi Masyarakat Kurang Mampu di Kepulauan Banda

    Sinergi PLN UIW MMU dan TNI Hadirkan Listrik Berkeadilan bagi Masyarakat Kurang Mampu di Kepulauan Banda

    • calendar_month Jumat, 19 Des 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Banda,Tajukmaluku.com-PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan akses listrik yang merata dan berkeadilan hingga ke wilayah kepulauan. Melalui Program Light Up The Dream (LUTD), PLN UIW MMU bersinergi dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) menyalurkan bantuan penyambungan listrik gratis bagi masyarakat kurang mampu di Desa Ai, […]

  • FORHATI Maluku, KAHMI dan LPMP Kolaborasi Edukasi Pelajar SMA Negeri 11 Ambon tentang Bahaya HIV/AIDS

    FORHATI Maluku, KAHMI dan LPMP Kolaborasi Edukasi Pelajar SMA Negeri 11 Ambon tentang Bahaya HIV/AIDS

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Majelis Wilayah Forum Alumni HMI-Wati (FORHATI) Provinsi Maluku berkolaborasi dengan KAHMI Kota Ambon, dan Lembaga Pemerhati Masyarakat Perkotaan (LPMP) menggelar sosialisasi bahaya dan pencegahan HIV/AIDS bagi kalangan remaja di SMA Negeri 11 Ambon. Kamis (23/7/2026). Kegiatan itu sebagai upaya memperkuat edukasi kesehatan bagi generasi muda dengan menekankan pentingnya pengetahuan sejak dini untuk mencegah penyebaran HIV/AIDS […]

  • Komisi II DPRD Maluku Respon Cepat Tanggapi Keluhan Warga Soal Tumpahan Oli di Teluk Ambon

    Komisi II DPRD Maluku Respon Cepat Tanggapi Keluhan Warga Soal Tumpahan Oli di Teluk Ambon

    • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Ketua Komisi II DPRD Provinsi Maluku, Irawadi, menyoroti dugaan tumpahan oli bekas yang mencemari kawasan pesisir Teluk Ambon. Dugaan ini muncul setelah masyarakat melaporkan adanya bercak hitam menyerupai oli di sepanjang pantai Negeri Hative Besar, akhir Oktober lalu. Menindaklanjuti laporan itu, DPRD Maluku berencana memanggil instansi terkait, termasuk Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Dinas […]

  • Peduli Lingkungan, PLN UIW MMU Laksanakan Aksi Bersih Laut dan Pantai di Tual

    Peduli Lingkungan, PLN UIW MMU Laksanakan Aksi Bersih Laut dan Pantai di Tual

    • calendar_month Minggu, 31 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Tual,Tajukmaluku.com-PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Tual menggelar kegiatan Aksi Bersih Laut dan Pantai sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian ekosistem pesisir dan terumbu karang di wilayah Tual. Minggu (31/5/2026). Kegiatan yang mengusung tema “Menjaga Ekosistem Terumbu Karang untuk Laut yang Lestari” ini melibatkan […]

expand_less