Breaking News
light_mode

Murahnya Aktivis Maluku: Ngutang Sound System jadi Alasan Demonstrasi Batal

  • account_circle Admin
  • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
  • visibility 284
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ambon,Tajukmaluku.com– Kegiatan demonstrasi yang dilakukan sebagian aktivis Maluku dinilai merusak kredebilitas organisasi di mata publik.

Beberapa hari sebelum dilakukan aksi demonstrasi, biasanya diawali dengan flayer digital yang disebar luas melalui grup-grup WhatsApp dan media sosial. Sekilas, flayer yang beredar itu terlihat sangar dan menakutkan.

Dengan latar merah, huruf kapital tebal, dan kutipan beberapa tokoh kiri menghiasi desainnya. Di bagian atas biasanya tercantum lima hingga sepuluh logo organisasi atau lembaga swadaya masyarakat (LSM).

Para aktivis juga melayangkan surat pemberitahuan aksi demonstrasi ke Polres setempat. Dengan jumlah massa yang tercantum di dalam surat 100 orang, padahal di lapangan tak sampai 10. Selain itu, mereka juga mencantumkan nama dan nomor telepon koordinator aksi dalam flayer tersebut.

Seorang narasumber yang enggan disebutkan namanya mengatakan fenomena tersebut bukan hal baru di Maluku.

“Ini sudah jadi semacam kebiasaan. Mulanya Flayer disebar ke semua grup, surat aksi dimasukkan, tapi konsolidasi riilnya tidak ada,” ujarnya.

Menurut dia, dalam beberapa kasus, alasan ketidakhadiran massa hingga pembatalan aksi terdengar teknis. Tidak ada dana untuk menyewa mobil atau pengeras suara (Sound System). Ada pula yang menyebut koordinasi internal belum matang.

Pengamat gerakan mahasiswa di Ambon ini menilai praktik mencantumkan banyak logo organisasi di kop surat tidak selalu mencerminkan soliditas.

“Koalisi di atas kertas belum tentu solid di lapangan. Banyak yang hanya sebatas pencantuman nama” ujarnya.

Ia juga menyoroti kecenderungan menggelembungkan estimasi massa Menurut dia, hal itu berisiko merusak kredibilitas organisasi di mata publik maupun aparat.

“Ketika angka di flayer berbeda jauh dengan realitas, kepercayaan publik bakal ikut tergerus. Harga aktivis Maluku jadi murah” Tegasnya

Media sosial dinilai turut memengaruhi pola ini. Penyebaran flayer secara masif menciptakan kesan gerakan besar. Namun efek digital tidak otomatis berbanding lurus dengan partisipasi secara langsung di lapangan.

Dalam sejumlah diskusi internal aktivis, persoalan pendanaan kerap menjadi hambatan klasik. Tidak semua organisasi memiliki sumber dana mandiri. Namun sebagian kalangan menilai ketergantungan pada logistik sebagai syarat aksi menunjukkan lemahnya militansi dan pengorganisasian massa.

Demonstrasi merupakan hak konstitusional warga negara. Ia menjadi instrumen kontrol terhadap kekuasaan. Namun ketika aksi lebih sering berhenti pada formalitas administrasi dan publikasi digital serta urusan teknis yang remeh-temeh, substansinya justru hilang.

Narasumber itu juga menyebut kondisi ini sebagai krisis konsistensi. “Isu dan problem sosial di Maluku ini banyak. Ada korupsi, illegal oil, illegal logging, HAM, eksploitasi lingkungan, hak masyarat adat dan masih banyak lagi, tapi membangun gerakan yang konsisten soal itu yang sulit. Yang terlihat justru seremoni bahkan jadi bahan lucu-lucuan di ruang publik,” katanya.

“Di tengah berbagai persoalan daerah, Lima orang yang turun ke jalan sebenarnya bukan masalah, selama sikap dan argumennya jelas. Yang menjadi soal adalah ketidaksesuaian antara klaim dan kenyataan, apalagi berhenti demo karna hal-hal teknis” tutupnya.*(01-F).

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pendapat Ikhsan Tualeka Soal 100 Hari Kerja Hendrik-Vanath

    Pendapat Ikhsan Tualeka Soal 100 Hari Kerja Hendrik-Vanath

    • calendar_month Senin, 2 Jun 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Wawancara eksklusif Tajukmaluku.com bersama Ikhsan Tualeka. Senin, 2 Juni 2025 | Oleh: Redaksi Tajukmaluku.com Genap sudah seratus hari masa kepemimpinan Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa dan Wakil Gubernur Abdullah Vanath. Tiga bulan lebih berlalu sejak pelantikan, namun geliat perubahan yang dijanjikan masih menjadi perdebatan di ruang publik. Di satu sisi, ada pihak yang menilai pasangan ini […]

  • DPRD Maluku Gelar Paripurna LKPJ 2024

    DPRD Maluku Gelar Paripurna LKPJ 2024

    • calendar_month Senin, 14 Apr 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Maluku gelar Rapat Paripurna Masa Persidangan Kedua Tahun Sidang 2024/2025 tentang Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2024. Rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Maluku, Benhur Watubun itu berlangsung di Ruang Paripurna Lantai 2 Baileo Rakyat Karang Panjang Ambon. Paripurna dihadiri 33 Anggota DPRD Maluku, Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa […]

  • PLN Hadirkan SuperSUN bagi Pelanggan Umum Pertama di Maluku

    PLN Hadirkan SuperSUN bagi Pelanggan Umum Pertama di Maluku

    • calendar_month Sabtu, 8 Nov 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) kembali mencatatkan langkah penting dalam upaya pemerataan listrik di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal) dengan meluncurkan dan menyalakan perdana SuperSUN untuk pelanggan umum pertama di Maluku. Selama ini, SuperSUN telah digunakan untuk mendukung sekolah-sekolah terpencil dalam program digitalisasi pendidikan. Kini, inovasi tersebut […]

  • Konflik Desa Kilga Kufar: “Bupati SBT Jangan Duduk Tenang Di Pendopo”

    Konflik Desa Kilga Kufar: “Bupati SBT Jangan Duduk Tenang Di Pendopo”

    • calendar_month Rabu, 2 Apr 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Bula,Tajukmaluku.com-Konflik antara pemuda desa Kilga dan pemuda Desa Kufar Kabupaten Seram Bagian Timur Provinsi Maluku pada 30/03/25, memicu saling bakujaga antara masyarakat kedua desa. Konflik yang terjadi telah mengakibatkan korban luka dan merusak fasilitas umum, namun sampai dengan saat ini Bupati Kabupaten Seram Bagian Timur masih duduk tenang tanpa ada langkah penyelesaian konflik yang terjadi […]

  • PLN UIW MMU Edukasi Masyarakat Kenali Manfaat Penggunaan Kendaraan Listrik

    PLN UIW MMU Edukasi Masyarakat Kenali Manfaat Penggunaan Kendaraan Listrik

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) terus menghadirkan edukasi kepada masyarakat melalui berbagai kampanye digital yang informatif, komunikatif, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Melalui pendekatan kreatif dan visual yang ringan, PLN mengajak masyarakat untuk lebih mengenal manfaat penggunaan kendaraan listrik, khususnya motor listrik, sebagai solusi mobilitas modern yang efisien, […]

  • Benhur Watubun Sebut Ranperda RPJMD 2025–2029 jadi Langkah Strategis Hadapi Perubahan

    Benhur Watubun Sebut Ranperda RPJMD 2025–2029 jadi Langkah Strategis Hadapi Perubahan

    • calendar_month Selasa, 12 Agt 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-DPRD Provinsi Maluku resmi menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Maluku Tahun 2025–2029 dalam rapat paripurna yang digelar pada Senin (11/8/2025) malam di Gedung DPRD Provinsi Maluku, Ambon. Rapat dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Provinsi Maluku, Benhur Watubun, dan dihadiri oleh Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, Wakil Ketua DPRD […]

expand_less