Breaking News
light_mode

DPRD Maluku Mediasi Masalah Akses Jalan Warga di Hative Kecil

  • account_circle Admin
  • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
  • visibility 60
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ambon,Tajukmaluku.com-DPRD Provinsi Maluku menggelar rapat mediasi terkait masalah akses jalan warga di kawasan Negeri Hative Kecil, Kota Ambon.

Mengingat, penutupan jalan di kawasan PLTD Wika, Desa Hative Kecil, RT 001/RW 01, Kota Ambon, sejak Maret 2024 hingga kini 28 April 2026, belum menemukan solusi final.

Penutupan tersebut sempat mengakibatkan akses jalan yang biasa dilintasi warga setempat terputus.

Upaya penyelesaian sempat dilakukan oleh Bodewin Wattimena yang saat menjabat sebagai Pejabat Wali Kota Ambon.

Kala itu, akses jalan dibuka sementara dengan ukuran terbatas dan hanya dapat dilalui pejalan kaki.

Persoalan ini berkaitan dengan sengketa lahan di Negeri Hative Kecil yang melibatkan keluarga Sutamer sebagai pemilik lahan dan PT. PLN (Persero).

Dampaknya, akses jalan bagi warga di sekitar lokasi masih belum sepenuhnya pulih.

Untuk mencari jalan keluar, Komisi I DPRD Provinsi Maluku menggelar pertemuan dengan pihak-pihak terkait pada Rabu (22/4/2026).

Ketua Komisi I DPRD Maluku, Solihin Buton, mengatakan sekitar 9 Kepala Keluarga (KK) atau 28 jiwa terdampak akibat penutupan akses jalan tersebut.

“Kurang lebih masyarakat yang menikmati akses jalan tersebut sebanyak 9 Kk dan ada 28 Jiwa seperti itu,” ujarnya.

Menurut Solihin, pihaknya telah mempertemukan warga dengan pemilik lahan untuk mencari solusi bersama.

“Tadi sudah dikumpulkan dengan pemilik tanah. Nanti mereka akan duduk bersama dan diselesaikan secara kekeluargaan,” katanya.

Ia menegaskan, persoalan ini menyangkut dua kepentingan utama, yakni kebutuhan PT. PLN (Pesero) sebagai perusahaan negara dan akses jalan bagi warga.

“Kalau ditutup kan jadi masalah. Maka dari itu mereka akan duduk bersama-sama untuk menyelesaikan secara kekeluargaan,” ujarnya.

Komisi I lanjut Solihin, telah memfasilitasi mediasi awal dan menghasilkan kesepakatan untuk melanjutkan pembahasan bersama pihak PLN dan Pemerintah Kota Ambon.

Untuk keputusan, nanti akan dihasilkan beserta pemerintah daerah.

“Harapan kita, setelah berkoordinasi, diatur secara kekeluargaan ini bisa ada jalan keluar, masyarakat bisa akses, PLN juga, dan tidak merugikan pemilik lahan,” katanya.*(01-F)

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PLN UP3 Ambon Dorong Sosialisasi Keselamatan Listrik Jelang HUT RI ke-80: Pastikan Perayaan Meriah dan Aman

    PLN UP3 Ambon Dorong Sosialisasi Keselamatan Listrik Jelang HUT RI ke-80: Pastikan Perayaan Meriah dan Aman

    • calendar_month Jumat, 15 Agt 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Ambon menginisiasi kegiatan sosialisasi keselamatan kelistrikan kepada masyarakat. Kegiatan ini dilakukan oleh para Team Leader Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L) dari seluruh Unit Layanan Pelanggan (ULP) di […]

  • Sambut Ramadhan, PLN UIW MMU Berhasil Hadirkan Listrik 24 Jam bagi 2.625 Pelanggan di Lima Pulau Ini

    Sambut Ramadhan, PLN UIW MMU Berhasil Hadirkan Listrik 24 Jam bagi 2.625 Pelanggan di Lima Pulau Ini

    • calendar_month Jumat, 28 Feb 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) berhasil menghadirkan listrik 24 jam pada lima pulau di daerah operasionalnya. Yakni, di Kepulauan Banda, Kabupaten Maluku Tengah; ada Pulau Sjahrir, Ay, Rhun dan Pulau Hatta. Sementara satu lainnya di Pulau Buano, Huamual Belakang, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB). General Manager PLN UIW MMU, Awat […]

  • Kendaraan Menumpuk di Satu Loket, Pengunjung Keluhkan Sistem Parkiran di Ambon City Center

    Kendaraan Menumpuk di Satu Loket, Pengunjung Keluhkan Sistem Parkiran di Ambon City Center

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Pengunjung di Ambon City Center (ACC) mengeluh terkait sistem parkiran di salah satu pusat perbelanjaan di Kota Ambon itu, Rabu (3/12/2025). Mengingat, dari kurang lebih tiga loket parkir yang tersedia, hanya satu yang dibuka untuk melayani kendaraan roda dua maupun roda empat yang keluar dari ACC. Padahal, jumlah kendaraan yang didominasi roda dua itu sangat […]

  • PLN Perkuat Sinergi dengan Pemerintah Negeri Hatusua dan Desa Waipirit Dukung Program BPBL

    PLN Perkuat Sinergi dengan Pemerintah Negeri Hatusua dan Desa Waipirit Dukung Program BPBL

    • calendar_month Jumat, 26 Jun 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Kairatu,Tajukmaluku.com-PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Masohi melalui Unit Layanan Pelanggan (ULP) Kairatu memperkuat sinergi dengan Pemerintah Negeri Hatusua dan Pemerintah Desa Waipirit melalui kegiatan silaturahmi dan koordinasi terkait pendataan calon penerima Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL). Langkah ini merupakan bagian dari komitmen PLN dalam memastikan pemerataan akses listrik dapat terus diperluas […]

  • Rovik Soroti Manajemen RSUP Leimena, Minta Direktur Dicopot

    Rovik Soroti Manajemen RSUP Leimena, Minta Direktur Dicopot

    • calendar_month Selasa, 29 Sep 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Pelayanan Rumah Sakit Umum Pratama (RSUP) Dr. Leimena di Rumah Tiga, Kota Ambon, Provinsi Maluku kembali menuai kritikan. RSUP yang mestinya sebagai ujung tombak penyelesaian kondisi darurat kesehatan bagi masyarakat di Provinsi Maluku ini, justeru malah mengabaikan kemanusian sebagai hal paling fundamental dalam dunia medis. Fenomena pelayanan tenaga kedokteran dan nakes di RSUP Leimena seperti […]

  • Ironi Masyarakat Adat ditengah Pembangunan “Modern”

    Ironi Masyarakat Adat ditengah Pembangunan “Modern”

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Oleh: M Kashai Ramdhani Pelupessy (Dosen Psikologi di UIN A. M Sangadji Ambon; Wakabid Riset dan Perguruan Tinggi KNPI Maluku; Pemerhati Psikologi Lingkungan) Tajukmaluku.com-“Wilayah kami sangat luas. Suatu hari, datang orang yang ingin membelinya. Awalnya kami menolak, tapi tekanan demi tekanan terus datang hingga akhirnya kami menyerah. Kami menjual tanah itu dan mendapat uang dalam […]

expand_less