Breaking News
light_mode

Aksi “Menuju Indonesia Bangkrut”, Senator Maluku: MBG Belum Siap jadi Program Unggulan

  • account_circle Admin
  • calendar_month Senin, 15 Jun 2026
  • visibility 260
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ambon,Tajukmaluku.com-Anggota Komite I DPD RI, Bisri As Shiddiq Latuconsina, menanggapi aksi unjuk rasa “Menuju Indonesia Bangkrut” yang digelar BEM Universitas Indonesia (UI) bersama mahasiswa dari berbagai kampus dan elemen masyarakat di Jakarta Pusat, Jumat, 12 Juni 2026.

Senator yang akrab disapa Boy Latuconsina itu meminta Presiden Prabowo Subianto menerima dan menindaklanjuti aspirasi mahasiswa.

Menurutnya, salah satu isu yang perlu mendapat perhatian serius ialah Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang menjadi program unggulan pemerintah.

“Saya meminta Presiden Prabowo menerima aspirasi teman-teman mahasiswa terkait program MBG yang selama ini menjadi program unggulan pemerintahan Pak Prabowo,” kata Boy dalam keterangannya, Minggu, 14 Juni 2026.

Menurut Boy, konsep MBG sangat baik. Namun, pemerintah belum menyiapkan infrastruktur pendukung secara memadai agar program tersebut mampu menciptakan sumber penghidupan baru bagi masyarakat.

“Presiden harus jujur perangkatnya belum siap mendistribusikan MBG sebagai program unggulan,” tegasnya.

“Secara ide, program ini sangat bagus. Namun, negara harus menyiapkan infrastruktur yang memadai. Dengan begitu, MBG dapat menjadi mata pencaharian baru bagi masyarakat Indonesia dan tidak terkesan hanya menjadi proyek elite,” lanjutnya.

Boy juga mendesak Presiden Prabowo memanggil kementerian terkait untuk memastikan masyarakat lokal mengelola rantai pasok atau sektor hulu MBG.

Menurutnya, Kementerian Pertanian perlu mendampingi desa-desa yang berpotensi memasok buah dan sayur untuk dapur MBG.

Selain itu, pemerintah perlu membina kelompok peternak sapi, kambing, dan ayam potong agar mereka menjadi pemasok utama kebutuhan protein program tersebut.

“Kementerian terkait harus menyiapkan kelompok-kelompok peternak agar mereka bisa menjadi penyuplai bagi program MBG,” tambahnya.

Boy menegaskan bahwa MBG tidak boleh menjadi program elitis yang hanya menguntungkan segelintir pihak.

Ia menilai kritik terhadap MBG muncul karena manfaat ekonominya belum dirasakan secara luas oleh masyarakat menengah ke bawah. Karena itu, Boy meminta pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh.

Ia juga meminta pemerintah menyesuaikan pelaksanaan MBG dengan kesiapan infrastruktur daerah dan kemampuan pelaku usaha mikro setempat.

“Jangan sampai MBG dijalankan di daerah yang belum siap dari aspek infrastrukturnya. Ini sejalan dengan gagasan Pak Prabowo untuk mewujudkan kemandirian pangan. Jika kelompok usaha mikro di sektor pertanian dan peternakan tumbuh dengan baik, manfaat MBG akan dirasakan langsung oleh masyarakat,” jelasnya.

Lebih lanjut, Mantan Ketua KNPI Maluku ini menegaskan bahwa pemerintah harus mengoordinasikan program MBG dengan gubernur, bupati, dan wali kota.

Menurutnya, berbagai persoalan yang muncul di lapangan sering kali berujung pada kepala daerah sebagai pihak yang menerima sorotan publik.

“Kami minta evaluasi secara menyeluruh terhadap program MBG, sehingga niat baik presiden bisa dirasakan secara langsung oleh masyarakat. Program kerakyatan hendaknya menjadi harapan baru bagi tumbuhnya ekonomi kerakyatan,” tegas Boy.

Selain itu, Boy menyoroti dugaan keterlibatan oknum TNI dalam distribusi dan pengelolaan dapur MBG. Ia meminta Presiden Prabowo mengevaluasi persoalan tersebut.

Menurutnya, TNI harus tetap fokus menjalankan tugas pokok dan fungsi sebagai alat pertahanan negara.

“TNI tidak boleh digiring masuk ke dalam kepentingan yang tidak sejalan dengan tugas pokok dan fungsinya. Jika TNI terlibat dalam distribusi MBG, misalnya, maka institusi tersebut berpotensi terseret ke dalam dinamika politik praktis di masa depan,” tegasnya.

Boy menambahkan bahwa menjaga negara juga berarti menjaga profesionalisme dan independensi TNI sebagai benteng terakhir kedaulatan bangsa.

“Menggiring TNI, oknum TNI, maupun institusi TNI masuk ke dalam program semacam ini merupakan kemunduran bagi reformasi TNI dan dapat mengancam profesionalisme serta netralitas institusi pertahanan kita,” ujarnya.

Di sisi lain, Boy meminta partai-partai koalisi pemerintah memberikan masukan yang konstruktif terhadap berbagai persoalan yang memicu gelombang protes masyarakat.

Ia mengingatkan agar pemerintah tidak memandang kritik sebagai bentuk provokasi atau upaya melemahkan pemerintahan.

Menurut Boy, kritik tersebut merupakan bentuk kepedulian masyarakat terhadap masa depan bangsa. Masyarakat juga berharap kepemimpinan Presiden Prabowo mampu meninggalkan warisan positif bagi Indonesia, terutama dalam mewujudkan kemandirian pangan.

“Ini adalah bagian dari kecintaan masyarakat terhadap negara dan terhadap Pak Prabowo. Mereka berharap kepemimpinan beliau dapat melahirkan legacy bagi Indonesia menuju kemandirian pangan,” pungkas Boy Latuconsina.*(01-F)

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Beyond Infrastructure: Tata Kelola, Nilai Publik dan Masa Depan Maluku Integrated Port

    Beyond Infrastructure: Tata Kelola, Nilai Publik dan Masa Depan Maluku Integrated Port

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Oleh: Muhammad Gufran Tuanaya (Mahasiswa Magister Ilmu Administrasi Publik FISIPOL UGM) Tajukmaluku.com-Pembangunan megaproyek di wilayah kepulauan seperti Maluku tidak semata ditentukan oleh kesiapan infrastruktur dan besaran investasi, melainkan oleh fondasi tata kelola dan kejelasan nilai pubik yang menyertainya. Dalam konteks ini, Proyek Strategis Nasional Maluku Integrated Port perlu dibaca bukan sekadar sebagai proyek infrastruktur berskala […]

  • M. Nur Latuconsina: Deklarasi Bahlil Sebagai Cawapres 2029 Tidak Mewakili Sikapnya

    M. Nur Latuconsina: Deklarasi Bahlil Sebagai Cawapres 2029 Tidak Mewakili Sikapnya

    • calendar_month Jumat, 31 Jan 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Direktur Holistik Institute, M. Nur Latuconsina, menilai rencana deklarasi Bahlil Lahadalia sebagai calon wakil presiden (Cawapres) dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 yang diinisiasi oleh Gerakan Pemuda Indonesia Timur (GP-Intim) tidak mencerminkan pandangan dan sikap politik Bahlil. Menurut Latuconsina, deklarasi yang dijadwalkan pada 10 Februari 2025 tersebut merupakan gagasan sepihak dari Bernard D. Namang dan tidak […]

  • Pemprov DKI Jakarta Beri Penghargaan kepada Kementerian ATR/BPN atas Percepatan Pengamanan Aset

    Pemprov DKI Jakarta Beri Penghargaan kepada Kementerian ATR/BPN atas Percepatan Pengamanan Aset

    • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Jakarta,Tajukmaluku.com-Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo memberikan penghargaan kepada Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) dalam acara penyerahan 499 sertipikat yang berlangsung di Balai Agung, Jakarta, Rabu (24/06/2026). Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas percepatan pengamanan aset tanah milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berupa Sertipikat Hak Pakai. “Secara khusus kami mengucapkan […]

  • Gelar Sosialisasi Percepatan Sertipikasi Tanah bagi MBR, Kejar Target 3 Juta Bidang

    Gelar Sosialisasi Percepatan Sertipikasi Tanah bagi MBR, Kejar Target 3 Juta Bidang

    • calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Tajukmaluku.com-Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menggelar Sosialisasi Percepatan Sertipikasi Tanah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Aula Prona Kementerian ATR/BPN. Jakarta. Kamis (17/09/2026). Sosialisasi tersebut menjadi langkah Kementerian ATR/BPN memperkuat kolaborasi dengan Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) untuk mempercepat sertipikasi hingga mencapai target 3 juta bidang tanah bagi […]

  • Pecinta Alam Maluku Dinilai Minim Advokasi Isu Lingkungan

    Pecinta Alam Maluku Dinilai Minim Advokasi Isu Lingkungan

    • calendar_month Minggu, 25 Mei 2025
    • account_circle Tajuk Maluku.com
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Keberadaan kelompok pecinta alam di Maluku dinilai belum memiliki arah dan tujuan yang jelas dalam mengadvokasi berbagai persoalan lingkungan hidup di wilayah tersebut. Pasalnya, banyak kegiatan yang dilakukan bersifat seremonial dan tidak berkelanjutan, tanpa kajian mendalam atau langkah konkret untuk menekan laju kerusakan lingkungan. Problem perampasan ruang hidup masyarakat adat, pengrusakan hutan akibat aktivitas illegal […]

  • Tuasikal Diduga Alihkan Zona Hijau Banda Jadi Sertifikat Pribadi

    Tuasikal Diduga Alihkan Zona Hijau Banda Jadi Sertifikat Pribadi

    • calendar_month Jumat, 19 Sep 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Banda,Tajukmaluku.com-Kasus kepemilikan tanah di Banda Naira menyeret nama mantan Bupati Maluku Tengah, Abdullah Tuasikal. Lahan yang sejak lama ditetapkan sebagai zona hijau dan penyangga bandara, kini berstatus sertifikat pribadi atas nama Tuasikal dan kerabatnya. Aksi protes pun terjadi, masyarakat Banda punya ingatan panjang. Sejak 1975–1976, mereka dengan sukarela meninggalkan kawasan itu karena pemerintah menegaskan fungsinya […]

expand_less