Breaking News
light_mode

Alhidayat Wajo Terima Laporan Soal Dugaan Ilegal Fishing Kapal Nelayan Asal Bitung di Perairan Laut Seram

  • account_circle Admin
  • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
  • visibility 82
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ambon,Tajukmaluku.com-Ketua Komisi III DPRD Provinsi Maluku, Alhidayat Wajo menerima laporan warga terkait dugaan aktivitas ilegal fishing oleh kapal nelayan asal Bitung di perairan laut Seram.

Katanya, aksi tersebut sangat merugikan nelayan kecil setempat sehingga dirinya turut prihatin atas laporan yang diterima dari masyarakat nelayan.

“Pencurian Ikan di Rompong Nelayan Pesisir Seram Utara dan SBT yang diduga di akukan oleh Kapal Nelayan dari Bitung tak bisa dibiarkan seperti ini. Warga sangat terdampak dan mengalami kerugian. Kejahatan seperti ini harus ditindak,” tegas Alhidayat, Senin (23/2/2026)

Politisi PDI Perjuangan itu merincikan, sekitar puluhan kapal nelayan Bitung yang beroperasi pada malam hadi di perairan Serut dan SBT.

“Jumlah kapal Nelayan Bitung di Laut Seram kurang lebih sekitar 15 Kapal yang di malam hari mengambil ikan di Rompong Milik Nelaya,” ungkapnya.

Menurutnya, tindakan tersebut bukan sekadar pelanggaran administratif, melainkan bentuk perampasan sumber penghidupan nelayan pesisir yang menggantungkan hasil tangkapan pada rompong yang mereka pasang dan rawat sendiri.

“Mereka mengambil ikan di Rompong milik warga nelayan pesisir, ini menyebabkan nelayan dirugikan,” kesal dia.

Atas nama masyarakat, Komisi III DPRD Maluku mendesak aparat keamanan untuk segera meningkatkan patroli serta melakukan penindakan tegas apabila ditemukan pelanggaran di lapangan.

“Atas nama rakyat kami meminta Pihak Kemanan untuk melakukan patroli secara intensif agar kejadian seperti ini tidak terjadi dan apabila di temukan maka di tindak tegas sesuai aturan yang berlaku,” pinta dia.

Alhidayat menegaskan, masyarakat pesisir saat ini tengah fokus mencari nafkah di tengah tekanan ekonomi. Jika hasil tangkapan yang sudah diprediksi justru diambil pihak lain, dampaknya sangat serius bagi keberlangsungan hidup keluarga nelayan.

“Masyarakat sekarang lagi fokus untuk mencari nafkah kalau hasil yang sudah di prediksi di ambil oleh pihak lain maka sangat merugikan warga nelayan pesisir,” tutupnya

DPRD Maluku menilai pengawasan yang lemah di wilayah perairan berpotensi memicu konflik horizontal antarnelayan lintas daerah. Karena itu, langkah cepat dan terukur dari aparat keamanan menjadi kunci untuk memastikan keadilan serta menjaga kedaulatan sumber daya perikanan di Maluku.*(01-F)

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Soal Pemberian Gelar Pahlawan ke Soeharto, Benhur Sebut A. M Sangadji Lebih Layak

    Soal Pemberian Gelar Pahlawan ke Soeharto, Benhur Sebut A. M Sangadji Lebih Layak

    • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Maluku, Benhur Watubun menilai pemberian gelar pahlawan kepada Soeharto belum tepat. Pasalnya, pemberian gelar pahlawan itu lebih layak diberikan kepada A. M Sangadji yang pengusulan namanya sudah didorong lebih awal sejak tahun 2022 lalu. Baik dari keluarga maupun masyarakat luas, namun Soeharto ternyata lebih diprioritaskan. “PDI Perjuangan menolak keras langkah […]

  • Ini Pandangan Akademisi Soal Pengalihan Utang ke Pengelolaan Kawasan Konservasi di Banda

    Ini Pandangan Akademisi Soal Pengalihan Utang ke Pengelolaan Kawasan Konservasi di Banda

    • calendar_month Senin, 25 Agt 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Abdul Ajiz Siolimbona, Dosen Program Studi Ilmu Kelautan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Khairun Ternate beberkan pandangannya terkait kebijakan pengalihan utang terhadap pengelolaan kawasan konservasi di Kecamatan Banda, Maluku Tengah. Dimana, sekitar 6,3 juta hektar kawasan konservasi terumbu karang di Banda tengah menjadi alat negosiasi Pemerintah Pusat untuk membayar sebagian utang dari total nilai […]

  • Kesiapsiagaan PLN UIW MMU Sambut HUT RI ke-79, Komitmen Sistem Kelistrikan Andal

    Kesiapsiagaan PLN UIW MMU Sambut HUT RI ke-79, Komitmen Sistem Kelistrikan Andal

    • calendar_month Sabtu, 17 Agt 2024
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    AMBON, 16 AGUSTUS 2024 – PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) berkomitmen agar sistem kelistrikan andal dan aman selama masa pelaksanaan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Republik Indonesia (RI). General Manager PLN UIW MMU, Awat Tuhuloula menyampaikan, pihaknya akan menyajikan pasokan listrik yang andal, aman, dan lancar. Sejumlah persiapan pun […]

  • Evaluasi PT. Jaris Inti Kerosine: Kelangkaan Minyak Tanah di Ambon Mengkhawatirkan

    Evaluasi PT. Jaris Inti Kerosine: Kelangkaan Minyak Tanah di Ambon Mengkhawatirkan

    • calendar_month Selasa, 17 Des 2024
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Kelangkaan minyak tanah kembali menjadi persoalan mendesak di Maluku, khususnya di Kota Ambon. Harga minyak tanah di sejumlah wilayah kota ini melonjak drastis hingga mencapai Rp 14.000 per liter, jauh di atas harga eceran resmi yang ditetapkan pemerintah. Kondisi ini tidak hanya memberatkan masyarakat kecil, tetapi juga mengancam stabilitas kebutuhan energi rumah tangga. Ketua lembaga […]

  • Nikola Tesla: Jenius yang Terisolasi, Dikhianati, dan Dilupakan

    Nikola Tesla: Jenius yang Terisolasi, Dikhianati, dan Dilupakan

    • calendar_month Minggu, 16 Mar 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Awal abad ke-20. Dunia mengenalnya sebagai visioner, pencipta arus listrik bolak-balik, dan simbol kejeniusan ilmiah. Namun, di balik mitos kejayaan itu, Tesla adalah sosok yang terisolasi, sering dieksploitasi, dan membuat banyak keputusan buruk yang menghancurkan hidupnya sendiri. Ia menolak kekayaan, terlalu percaya pada janji-janji investor yang mengkhianatinya, dan menghabiskan tahun-tahun terakhirnya dalam kemiskinan di kamar […]

  • Nama dan Tanda Tangan Dipalsukan, Presidium KAHMI Kota Tual Tempuh Jalur Hukum

    Nama dan Tanda Tangan Dipalsukan, Presidium KAHMI Kota Tual Tempuh Jalur Hukum

    • calendar_month Senin, 8 Sep 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Tual,Tajukmaluku.com-Kudus Nuhuyanan, Presidium MD KAHMI Kota Tual, resmi melaporkan dugaan pemalsuan tanda tangan dan pencatutan namanya dalam surat permohonan pembatalan proses pemilihan Direktur Politeknik Perikanan Negeri Tual. Laporan yang dilayangkan ke Polres Tual itu terkait pemalsuan Surat bertanggal 28 Agustus 2025 dan ditujukan kepada Ketua Komisi X DPR RI. Dokumen itu dikeluarkan atas nama Forum […]

expand_less