Breaking News
light_mode

Setahun Berlalu, Kasus Pembunuhan Ali Latupono Belum Terungkap, Terduga Pelaku Masih Berkeliaran

  • account_circle Admin
  • calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
  • visibility 246
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ambon,Tajukmaluku.com-Lebih dari satu tahun sejak Ali Latupono tewas dalam dugaan pembunuhan di Negeri Pelauw, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah, penyidikan kasus tersebut belum juga menghasilkan satu orang tersangka.

Dalam dua surat yang telah dikantongi TajukMaluku.com menunjukkan adanya perbedaan pandangan antara keluarga korban dan kepolisian mengenai penyebab lambannya pengungkapan perkara.

Di satu sisi, keterangan pihak kepolisian dari Irwasda Maluku ke Komnas Ham menyebut penyidikan terhambat kondisi sosial dan keamanan.

Sementara dari keluarga korban menilai aparat belum maksimal menggunakan kewenangan yang dimiliki untuk mengungkap kasus tersebut.

Kronologi Peristiwa

Peristiwa bermula pada Jumat, 2 Mei 2025, sekitar pukul 18.30 WIT. Ali Latupono dan istrinya, Siti Latupono, berada di rumah mereka di Negeri Pelauw.

Berdasarkan keterangan yang disampaikan Polda Maluku kepada Komnas HAM, Siti Latupono mendengar suara lemparan batu di atas rumah. Saat menuju dapur, ia melihat suaminya telah ditindih dua orang.

Dalam surat tersebut juga dijelaskan, Siti kemudian dipukul menggunakan kayu pada bagian kepala oleh seorang pria yang disebutnya berada di lokasi. Meski terluka, ia berhasil keluar rumah dan berusaha mencari pertolongan hingga akhirnya mendapatkan bantuan anggota Polri yang membawanya ke puskesmas. Sementara itu, Ali Latupono meninggal dunia di lokasi kejadian.

Sehari setelah kejadian, 3 Mei 2025, Bijaya Latupono, anak korban, melaporkan peristiwa tersebut ke Polresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease melalui Laporan Polisi Nomor LP/B/239/V/2025/SPKT/POLRESTA AMBON/POLDA MALUKU.

Polisi Mengaku Sudah Bertindak

Dalam surat yang diteruskan Komnas HAM kepada keluarga korban, Irwasda Polda Maluku menjelaskan penyidik telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa pelapor dan sejumlah saksi, serta meningkatkan status perkara dari penyelidikan menjadi penyidikan pada 27 Mei 2025.

Penyidik juga mengaku telah dua kali melayangkan surat panggilan kepada tiga orang yang disebut sebagai terduga pelaku. Namun, seluruh panggilan tersebut tidak dipenuhi tanpa alasan yang dijelaskan dalam dokumen tersebut.

Polda Maluku menyebut penyidikan menghadapi sejumlah hambatan. Selain hanya terdapat satu saksi fakta yang berada di lokasi kejadian, masyarakat setempat dinilai kurang kooperatif dan kondisi sosial Pulau Haruku dianggap berpotensi memicu konflik apabila dilakukan tindakan represif.

Karena pertimbangan tersebut, Irwasda bahkan menyarankan agar penanganan perkara dilimpahkan ke Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Maluku.

Keluarga Korban Menilai Penyidikan Tidak Proaktif

Keluarga korban menyebut lambannya pengungkapan perkara tidak dapat semata-mata dibenarkan dengan alasan keamanan.

Mereka menilai kepolisian memiliki kewenangan, personel, dan fasilitas yang cukup untuk melakukan pemeriksaan terhadap saksi maupun mengumpulkan alat bukti tambahan.

Keluarga juga menyebut terdapat sejumlah saksi yang dinilai mengetahui peristiwa tersebut, tetapi belum diperiksa secara intensif. Mereka meminta pemeriksaan dilakukan di Polresta Ambon agar para saksi memperoleh rasa aman dalam memberikan keterangan.

Dalam surat itu pula, keluarga menduga terdapat intimidasi psikologis terhadap saksi tambahan oleh seorang mantan kepala pemuda di Negeri Pelauw. Dugaan tersebut disampaikan keluarga sebagai alasan mengapa sejumlah saksi memilih tidak memberikan keterangan di meja penyidik Polsek Pulau Haruku.

Namun hingga kini belum terdapat informasi yang menunjukkan dugaan tersebut telah diverifikasi melalui proses penyidikan.

Kasus Ali Latupono telah memasuki tahun kedua tanpa kepastian hukum, para terduga tersangka pun masih berkeliaran, tak ada kepastian mengenai siapa yang harus bertanggung jawab atas kematian korban.

Hingga kini belum ada informasi mengenai penetapan tersangka maupun pelaksanaan rekomendasi pelimpahan perkara ke Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Maluku.

TajukMaluku.com terus berupaya meminta konfirmasi kepada, Dirreskrimum Polda Maluku, serta Kabid Humas Polda Maluku mengenai perkembangan terbaru penyidikan, termasuk tindak lanjut atas rekomendasi Irwasda namun sampai berita ini diterbitkan belum ada konfirmasi lanjutan dari pihak terkait.*(01-F)

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ini Cara Mengurus Balik Nama Aset Tanah Peninggalan Orang Tua

    Ini Cara Mengurus Balik Nama Aset Tanah Peninggalan Orang Tua

    • calendar_month Sabtu, 27 Jun 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Namrole,Tajukmaluku.com-Pernah bingung bagaimana cara mengurus balik nama aset peninggalan orang tua? Jangan dibiarkan berlarut-larut. Mengurus peralihan hak waris itu penting banget agar aset keluarga tetap aman dan sah secara hukum. Yuk, kenali syarat dan langkah mudah untuk mengurus peralihan hak waris atas tanah Persyaratan. Tak perlu repot datang langsung untuk mengecek persyaratan, Anda bisa memanfaatkan […]

  • Buah Sukun, Tanaman Tropis  Maluku jadi ‘Future Food’ Dunia 2026

    Buah Sukun, Tanaman Tropis Maluku jadi ‘Future Food’ Dunia 2026

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Tanaman tropis dari Provinsi Maluku, Buah Sukun dinilai mampu menjadi solusi untuk pangan masa depan dunia, ditengah meningkatnya kekhawatiran global terhadap krisis pangan dan perubahan iklim. Pasalnya, Sukun memiliki kandungan karbohidrat tinggi, bebas gluten, serta kaya serat dan mineral seperti vitamin C dan magnesium. Teksturnya yang padat dan rasanya yang netral membuat buah ini fleksibel […]

  • Dewan Komisaris dan Direksi PLN Tinjau Infrastruktur Kelistrikan di Maluku

    Dewan Komisaris dan Direksi PLN Tinjau Infrastruktur Kelistrikan di Maluku

    • calendar_month Senin, 21 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-PT PLN (Persero) terus memperkuat komitmennya dalam menyediakan listrik yang andal, merata, dan berkelanjutan hingga ke pelosok Tanah Air. Salah satu fokus utama perusahaan adalah memastikan keandalan pasokan energi di kawasan timur Indonesia yang memiliki karakteristik geografis menantang dan sistem kelistrikan tersebar (isolated system). Dalam rangka penguatan sistem dan dukungan terhadap pelayanan di lapangan, PLN […]

  • Teknologi: Tantangan dan Harapan

    Teknologi: Tantangan dan Harapan

    • calendar_month Senin, 1 Jul 2024
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Evolusi Teknologi dan Dampaknya Teknologi telah mengalami evolusi yang signifikan dari masa ke masa, membawa perubahan yang mendalam dalam berbagai aspek kehidupan. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, misalnya, telah mengubah cara kita bekerja, belajar, dan berinteraksi sosial. Sejak munculnya internet pada akhir abad ke-20, dunia telah mengalami transformasi besar dalam akses informasi dan komunikasi global. […]

  • Gelar Apel Siaga Kelistrikan, PLN UIW MMU Kerahkan 1369 Personel Jelang Nataru

    Gelar Apel Siaga Kelistrikan, PLN UIW MMU Kerahkan 1369 Personel Jelang Nataru

    • calendar_month Senin, 15 Des 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com– PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) menggelar Apel Siaga Kelistrikan dalam rangka memastikan keandalan pasokan listrik menjelang Hari Raya Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Apel siaga yang berlangsung di ULP Ambon Kota ini dipimpin langsung oleh General Manager PLN UIW MMU, Noer Soeratmoko, dan diikuti oleh […]

  • Kakek Pelka: Penjaga Amanah dan Panji Hijau PPP di Desa Kabauw

    Kakek Pelka: Penjaga Amanah dan Panji Hijau PPP di Desa Kabauw

    • calendar_month Sabtu, 4 Jan 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Tumbuh dalam keluarga yang menjunjung tinggi nilai-nilai Islam, Pelemesen Karepesina atau sering dikenal dengan kakek Pelka, menghabiskan separuh hidupnya di Desa Kabauw, Kecamatan P.Haruku, Maluku Tengah. Desa kecil yang jauh dari hiruk pikuk kota ini tak menyulut semangat dan loyalitasnya kepada Partai Persatuan Pembangunan (PPP), meski sudah di penghujung senja. Bagi beliau, Desa ini adalah […]

expand_less