Bantu Warga Hadapi Karhutla di Saleman, Maswatu Apresiasi Kinerja TNI AL IX Ambon
- account_circle Admin
- calendar_month 11 menit yang lalu
- visibility 15
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Ambon,Tajukmaluku.com-Hampir satu bulan, masyarakat di Desa Saleman, Kecamatan Seram Utara Barat, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku berjuang untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Dengan peralatan seadanya, masyarakat saling bantu untuk mencegah api meluas.
Namun, keterbatasan yang dimiliki warga, membuat api yang bergerak cepat membakar hutan dan perkebunan masyarakat itu menyisahkan keprihatinan atas lambatnya sikap Pemkab Maluku Tengah dan Pemerintah Provinsi Maluku untuk menetapkan status darurat atas situasi kebakaran yang begitu hebat di Kecamatan Seram Utara Barat itu.
Ditengah kepasrahan warga atas situasi Karhutla yang sulit dipadamkan, kabar baik datang dari TNI Angkatan Laut Kodaeral IX Ambon yang mengirim tim untuk membantu warga Saleman memadamkan api yang sudah beberapa minggu belum juga padam.
Tokoh Pemuda Kecamatan Seram Utara Barat, Masyhuri Maswatu memberikan apresiasi kepada Kodaeral TNI AL IX Ambon atas langkah penanganan Karhutla melalui pengerahan personel dan mobil pemadam.
TNI AL juga menyediakan masker dan perlengkapan lainnya untuk membantu warga di Saleman yang terdampak Karhutla.
“Kami memberikan apresiasi dan terimakasih tak terhingga kepada institusi TNI AL Kodaeral IX Ambon yang secara sukarela turun dan membantu masyarakat Saleman menghadapi Karhutla yang terjadi hampir 1 bulan lamanya,” apresiasi Mashuri dalam rilis yang diterima tajukmaluku.com, Selasa (13/9/2026).
Dia mengaku, instruksi Komandan Koderal IX Laksamana Muda TNI Hanarko Djodi Pamungkas kepada Anggota TNI AL yang di tugaskan melakukan misi penyelamatan hutan dan kemanusiaan di Saleman agar tetap menjaga keselamatan, menjalin kerja sama secara baik bersama masyarakat dan maksimalkan sumberdaya yang ada, merupakan bentuk perhatian seorang Jenderal kepada anak buahnya dan memiliki sense terhadap kemanusian yang tinggi.
“Bagi kami, kehadiran TNI AL dalam kondisi darurat kebakaran di Desa Saleman merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat dan menjadikan azas kemanusian diatas segalanya. Kebakaran hutan bukan hanya soal bencana lingkungan, jauh dari itu adalah bagimana upaya untuk melindungi masyarakat dari dampak yang berkepanjangan,” akui Mahsyuri.
Bagi dia, sikap Pemerintah Daerah (Pemda) Malteng yang terkesan ‘cuek bebek’. Padahal, dengan kewenangan dan kekuasaan yang dimiliki, Kepala daerah dapat berkoordinasi dengan institusi terkait untuk melakukan langkah-langkah preventif sejak awal.
Warga di Saleman dan beberapa Desa lainnya di Kecamatan Seram Utara Barat berjuang untuk menjaga agar lahan dan perkebunan meraka tidak dilahap si jago merah. Tapi karena dengan keterbatasan alat yang dimiliki, kobaran api telah membakar asa dan harapan masyarakat pertanian.*(01-F).
- Penulis: Admin





Saat ini belum ada komentar