Breaking News
light_mode

International Women’s Day 2025: Aksi Bisu, dan Duka Perempuan

  • account_circle Admin
  • calendar_month Senin, 10 Mar 2025
  • visibility 113
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Foto: Massa Aksi Bisu International Woman’s Day 2025, Ambon, Maluku

Ambon,Tajukmaluku.com– “Indonesia boleh gelap tapi perempuan adalah cahaya yang tidak akan padam“. Demikian sorak perlawanan yang digaungkan para perempuan Maluku dalam Aksi Bisu memperingati International Women’s Day (IWD) di Bundaran Poka, Kota Ambon (10/3/2025).

Gerakan aktivis perempuan yang diprakarsai oleh Korps HMI-Wati (Kohati) Komisariat Polnam, Kohati Komisariat Ekonomi dan Bisnis Unpatti, Bidang Pemberdayaan Perempuan HMI Komisariat Saintek Unpatti dan Kohati Komisariat Isip Unpatti diharapkan dapat menjadi katalisator bagi wacana dan isu keberdayaan perempuan.

Koordinator lapangan (Korlap), Zahwa Kalderak, mengatakan aksi yang dilakukan merupakan bentuk protes dan gambaran dari bagaimana suara dan peran perempuan yang sering kali diabaikan, baik dalam hukum, kebijakan, maupun kehidupan sosial sehari-hari. Perubahan sosial memerlukan katalis dan gerakan perempuan yang ada saat ini dapat menjadi katalis itu sendiri.

Dengan memilih aksi bisu, para peserta aksi menunjukkan bahwa meskipun mereka tidak berbicara, tetapi ketidakadilan yang mereka alami tetap harus didengar. Dunia perlu memahami peran dan keterampilan perempuan dalam mempertahankan identitas kulturalnya.

Sejarah International Women’s Day

Dalam sejarahnya, peringatan International Women’s Day bermula dari perjuangan melawan penindasan terhadap kaum perempuan yang terjadi hingga awal abad ke-20. Pada tahun 1908, perempuan semakin aktif menyuarakan ketidakadilan dan ketidaksetaraan yang mereka alami melalui berbagai kampanye. 

Gerakan ini semakin mendapat perhatian ketika sekitar 15.000 perempuan di New York, Amerika Serikat, melakukan aksi demonstrasi menuntut hak-hak mereka, termasuk upah yang lebih baik, jam kerja yang lebih manusiawi, dan hak untuk memilih dalam pemilu.

Setahun kemudian, pada 1909, Hari Perempuan Internasional pertama kali dirayakan di seluruh Amerika Serikat. Pada tahun-tahun berikutnya, Kopenhagen, Denmark, menjadi tuan rumah konferensi internasional bagi pekerja perempuan.

Dalam konferensi tersebut, Clara Zetkin, pemimpin Women’s Office dari Partai Sosial Demokrat di Jerman, mengusulkan ide untuk menetapkan Hari Perempuan Internasional.

Pada tahun 1911, peringatan ini pertama kali dihormati di Austria, Denmark, Jerman, dan Swiss pada tanggal 19 Maret. Sementara itu, antara tahun 1913 dan 1914, perempuan di Rusia merayakan Hari Perempuan pertama mereka pada 23 Februari.

Hingga akhirnya diputuskan bahwa tanggal 8 Maret ditetapkan sebagai Hari Perempuan Internasional yang diterima secara global. PBB secara resmi memperingati hari ini untuk pertama kalinya pada tahun 1975.

Duka Perempuan yang Disampaikan Dalam Aksi Bisu

Ketidakadilan yang Masih Merajalela

Kasus kekerasan terhadap perempuan yang terus meningkat tanpa keadilan bagi korban, kerentanan Pekerja Rumah Tangga (PRT), masalah krisis Iklim, undang-undang terkait masyarakat adat, bullying atau perundungan yang dialami perempuan. Masih banyaknya diskriminasi gender dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk di dunia kerja, pendidikan, dan kebijakan publik.

Menuntut Perubahan Nyata

Mendorong implementasi yang lebih tegas terhadap UU Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS). Mendorong pengesahan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT).
Meminta akses yang lebih baik terhadap keadilan dan layanan bagi korban kekerasan seksual dan KDRT.
Menuntut kesetaraan gender dalam ruang publik dan kebijakan pemerintah.
Memperjuangkan kebebasan berekspresi dan hak perempuan untuk bersuara tanpa takut dikriminalisasi atau dikucilkan.

Simbolisme Perlawanan

Massa aksi menggunakan pakaian hitam sebagai simbol duka atas ketidakadilan yang dialami perempuan. Dan masker di mulut untuk menggambarkan bagaimana suara perempuan sering dibungkam.
Poster dan tulisan berisi deskripsi tentang hak-hak perempuan, dan kekerasan terhadap perempuan di Indonesia.

International Women’s Day dirayakan setiap tanggal 8 Maret. Bertujuan untuk memperingati pencapaian sosial, ekonomi, budaya, politik, dan perjuangan perempuan dalam mencapai kesetaraan gender dan hak-hak perempuan di seluruh dunia.

Peringatan Hari Perempuan internasional yang dilaksanakan ini, bisa menjadi momentum untuk mengingatkan masyarakat bahwa perjuangan kesetaraan dan keadilan bagi perempuan masih jauh dari selesai.*Redaksi

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Abdul Haris Wally dan Solusi Kepemimpinan Buru Selatan

    Abdul Haris Wally dan Solusi Kepemimpinan Buru Selatan

    • calendar_month Jumat, 1 Nov 2024
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Oleh: Yunasril Lagaleb Perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak telah memasuki babak kampanye yang dilakukan oleh para calon Kepala Daerah di setiap wilayahnya. Berbagai intrik dan juga janji kampanye yang menjadi “senjata” dalam memenangkan pertarungan di atas ring Pilkada telah dipersiapkan untuk mendulang suara terbanyak sebagai syarat mutlak demi memenangkan kontestasi tersebut. Intrik dan instrumen […]

  • Besok Menteri Agama Kunjungi Ambon, Kakanwil Kemenag Maluku Bakal Bahas Prioritas Layanan Keagamaan di Daerah 3T

    Besok Menteri Agama Kunjungi Ambon, Kakanwil Kemenag Maluku Bakal Bahas Prioritas Layanan Keagamaan di Daerah 3T

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Kunjungan kerja Menteri Agama Republik Indonesia ke Kota Ambon, yang akan berlangsung pada Jumat, 16 Januari 2026, bakal dijadikan sebagai agenda strategis untuk memperkuat sistem layanan keagamaan dan pendidikan di Maluku. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Republik Indonesia Provinsi Maluku, Yamin, menyatakan sejak awal pihaknya bakal mengawal substansi kunjungan ini pada kebijakan konkret dan penguatan […]

  • Gagal Framing, Jais Ely Jadi Simbol Amburadulnya Birokrasi Maluku

    Gagal Framing, Jais Ely Jadi Simbol Amburadulnya Birokrasi Maluku

    • calendar_month Senin, 21 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Pernyataan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Maluku, Jais Ely, yang menyalahkan Efrita Trifena Lamerkabel dalam polemik Miss Youth Indonesia justru menjadi cermin birokrasi yang tidak empatik, miskin inisiatif, dan gagal membaca arah kepemimpinan. Polemik finalis Miss Youth Indonesia asal Maluku, Efrita Trifena Lamerkabel, membuka aib lama soal OPD yang hanya sibuk membangun citra, tapi abai pada […]

  • Medan Terjal dihadapi Baznas SBB Salurkan Zakat Ke Huamual

    Medan Terjal dihadapi Baznas SBB Salurkan Zakat Ke Huamual

    • calendar_month Selasa, 25 Mar 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Huamual,Tajukmaluku.com-Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Seram Bagian Barat sukses mendistribusikan zakat dan sedekah kepada ratusan mustahik (penerima) yang berada di Desa Iha, Luhu, Kulur, dan sekitarnya. Senin,(24/03/2025). Upaya pendistibusian zakat dan sedekah yang dilakukan para pengurus Baznas SBB tidaklah mudah, ragam hambatan,rintangan juga dihadapi selama perjalanan menuju lokasi penerima yang berada di Kecamatan Huamual. […]

  • Pilkada dan Cinta yang Buta

    Pilkada dan Cinta yang Buta

    • calendar_month Kamis, 10 Okt 2024
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Oleh: Abe Yanlua “Love looks not with the eyes, but with the mind” -William Shakespeare Pagi cerah semilir angin bulan oktober berhembus membawa pesan musim hangat, saya hendak menemui seorang kerabat dosen pada fakultas ekonomi Universitas Pattimura, yang baru saya kenali beberapa hari lalu, dan sepanjang perjalanan, jalan-jalan kota dihiasi poster dan baliho para politis, […]

  • Jelang Tahun Baru, PLN UIW MMU Gelar Workshop Konversi Motor Listrik bagi Pelajar dan Mahasiswa di Ambon

    Jelang Tahun Baru, PLN UIW MMU Gelar Workshop Konversi Motor Listrik bagi Pelajar dan Mahasiswa di Ambon

    • calendar_month Jumat, 13 Des 2024
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) secara konsisten menciptakan ekosistem kendaraan listrik seperti mobil listrik dan motor listrik. Salah satu upaya yang dilakukan PLN UIW MMU, yakni proses transisi yang penting dari penggunaan kendaraan bahan bakar fosil menuju era elektrifikasi. Untuk itu, pada Kamis (12/12/2024), PLN UIW MMU menggelar […]

expand_less