Breaking News
light_mode

Gagal Framing, Jais Ely Jadi Simbol Amburadulnya Birokrasi Maluku

  • account_circle Admin
  • calendar_month Senin, 21 Jul 2025
  • visibility 397
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ambon,Tajukmaluku.com-Pernyataan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Maluku, Jais Ely, yang menyalahkan Efrita Trifena Lamerkabel dalam polemik Miss Youth Indonesia justru menjadi cermin birokrasi yang tidak empatik, miskin inisiatif, dan gagal membaca arah kepemimpinan.

Polemik finalis Miss Youth Indonesia asal Maluku, Efrita Trifena Lamerkabel, membuka aib lama soal OPD yang hanya sibuk membangun citra, tapi abai pada kerja nyata. Efrita ke Jakarta bukan dengan dukungan Pemerintah Provinsi, tapi dengan menumpang pesawat Hercules TNI. Bukan karena pilihan, tapi karena dinas yang dipimpin Jais Ely menolak memberikan bantuan.

Alih-alih intropeksi, Jais Ely malah melempar tudingan. Ia menyalahkan Efrita karena dianggap tak membangun komunikasi dengan dinas. Pernyataan itu dimuat TribunAmbon.com dan langsung diserbu kritik netizen. Fakta-fakta dibongkar. Netizen menyerang. Keluarga Efrita pun angkat bicara. Mereka sudah mengajukan permohonan dukungan, tapi ditolak.

Blunder Jais Ely adalah pukulan telak bagi Sapta Cita Gubernur Hendrik Lewerissa. Dalam dokumen visi-misi, Hendrik menempatkan peningkatan pelayanan publik sebagai prioritas utama. Tapi yang terjadi, OPD justru mempermalukan anak muda berprestasi secara nasional.

“Pernyataan Jais itu tidak hanya menyederhanakan masalah, tapi juga melukai visi Gubernur Hendrik Lewerissa,” kata Marwan Titaheluw, Direktur Democracy Network for Civil Society (DNCS), kepada Tajukmaluku.com, Senin (21/7/2025).

Menurut Marwan, Kepala Dinas adalah kepanjangan tangan Gubernur. Ketika informasi belum valid dan belum dikroscek, seharusnya Jais Ely menahan diri.

“Pernyataan publik berbasis asumsi itu hanya membentuk opini sesat yang mencederai masyarakat Maluku.” ucapnya.

lanjut Marwan. “Visi Sapta Cita Gubernur Hendrik bicara soal peningkatan pelayanan publik dan reformasi birokrasi juga soal tata kelola pemerintahan yang baik, transparan, dan berpihak pada masyarakat. Bila seorang Kepala Dinas masih mengejar perhatian Gubernur ketimbang melayani publik, itu artinya jabatan dijadikan panggung, bukan tanggung jawab.” Papar, Titaheluw.

Marwan menilai kasus Efrita memperlihatkan bahwa banyak pimpinan OPD di Maluku masih terjebak dalam mentalitas feodal. Mereka tak siap membuka ruang untuk aspirasi masyarakat, apalagi jika tak menguntungkan posisi politik mereka. Di sisi lain, gubernur mesti lebih cermat menentukan siapa yang layak memegang jabatan strategis.

Miss Youth Indonesia hanyalah panggung kecil dari drama besar di tubuh birokrasi Maluku. Tapi cukup untuk menunjukkan siapa yang benar-benar bekerja, dan siapa yang hanya sibuk mencari muka.*(01-FM)

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pelantikan Pengurus Komisariat dan Rayon PMII Syekh Manshur: Komitmen untuk Meningkatkan Kualitas Kader

    Pelantikan Pengurus Komisariat dan Rayon PMII Syekh Manshur: Komitmen untuk Meningkatkan Kualitas Kader

    • calendar_month Minggu, 20 Okt 2024
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com- Pengurus Komisariat dan Rayon Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Syekh Manshur secara resmi dilantik, di Gedung Majlis Ulama Indonesia (MUI) Cabang Pandeglang, Banten, Jawa Barat. Pelantikan bertemakan “Transformasi Kepemimpinan: Merajut Masa Depan Pemimpin Perubahan,” Minggu, (20/10/2024). Pelantikan ini dihadiri oleh sejumlah alumni PMII syekh Manshur, pengurus rayon dan komisariat PMII syekh Manshur, anggota PMII […]

  • Republik Setengah Hati: Kuasa atas Nasionalisme Bernegara

    Republik Setengah Hati: Kuasa atas Nasionalisme Bernegara

    • calendar_month Senin, 10 Nov 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Oleh: Kamil Mony (Founder A.M Sangadji Institute) Tajukmaluku.com-Tahun ini, Maluku kembali menelan kecewa. Dari deretan nama penerima gelar Pahlawan Nasional 2025, tak satu pun datang dari bumi raja-raja. Seolah republik ini setengah hati menatap sejarah timur Nusantara. Wilayah yang sejak awal berdarah untuk kemerdekaan, tapi selalu tersisih dalam penghormatan resmi negara. Kekecewaan itu menukik lebih […]

  • Komisi II Usul Pengolahan Kopra di Maluku Masuk Program Strategis Nasional

    Komisi II Usul Pengolahan Kopra di Maluku Masuk Program Strategis Nasional

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Jakarta,Tajukmaluku.com-Komisi II DPRD Provinsi Maluku menemui Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman guna mendorong penguatan sektor perkebunan yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat Maluku. Kamis (22/1/2026). Dalam forum tersebut, DPRD Maluku secara tegas mengusulkan sejumlah program besar, antara lain bantuan bibit jambu mete senilai Rp300 miliar, penguatan sektor kelapa/kopra, serta dukungan alat dan […]

  • Prabowo Beri Peringatan Keras ke Aparat: Jangan Jadi Beking Kapitalis!

    Prabowo Beri Peringatan Keras ke Aparat: Jangan Jadi Beking Kapitalis!

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Presiden Prabowo memperingatkan keras kepada aparat agar tidak membela kepentingan para pemodal hanya untuk keuntungan pribadi. “Kolusi aparat dipakai oleh kapitalis-kapitalis tertentu, (maka) budaya ini tidak boleh diteruskan,” ujar Prabowo seperti dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Minggu (17/5/2026). Semua aparat dari tingkatan tertinggi sampai terendah wajib mati-matian menegakkan keadilan dan membela rakyat, serta haram melindungi […]

  • Pengamanan Diperketat, 340 Personel Diterjunkan Jelang PSU di Kabupaten Buru

    Pengamanan Diperketat, 340 Personel Diterjunkan Jelang PSU di Kabupaten Buru

    • calendar_month Kamis, 3 Apr 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Namlea,Tajukmaluku.com-Pemungutan Suara Ulang (PSU) di TPS 02 Desa Debowae dan PUSS di TPS 19 Desa Namlea, Kabupaten Buru, dipastikan berlangsung dengan pengamanan ekstra ketat. Dalam rapat persiapan yang digelar pada 2 April 2025, Polres dan TNI menegaskan kesiapan mereka dengan mengerahkan total 340 personel keamanan. Sebanyak 212 personel akan berjaga di Desa Debowae, sedangkan 128 […]

  • Ketika Pengambilan Keputusan Mengabaikan Hukum: Pemberhentian Kadis PMD SBT Tidak Memiliki Dasar Hukum yang Kuat

    Ketika Pengambilan Keputusan Mengabaikan Hukum: Pemberhentian Kadis PMD SBT Tidak Memiliki Dasar Hukum yang Kuat

    • calendar_month Selasa, 10 Jun 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Tajukmaluku.com-Jika sebuah keputusan politik, apalagi yang menyangkut pemberhentian pejabat publik, hanya bersandar pada tuntutan demonstrasi, maka yang sedang dipertontonkan kepada publik bukanlah kepemimpinan berbasis hukum, melainkan kemunduran institusi. Bila ini dijadikan alasan untuk memberhentikan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Seram Bagian Timur (SBT) yang definitif, maka patut dipertanyakan kapabilitas tim hukum Bupati, terlebih […]

expand_less