Breaking News
light_mode

Abdul Haris Wally dan Solusi Kepemimpinan Buru Selatan

  • account_circle Admin
  • calendar_month Jumat, 1 Nov 2024
  • visibility 210
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Yunasril Lagaleb

Perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak telah memasuki babak kampanye yang dilakukan oleh para calon Kepala Daerah di setiap wilayahnya.

Berbagai intrik dan juga janji kampanye yang menjadi “senjata” dalam memenangkan pertarungan di atas ring Pilkada telah dipersiapkan untuk mendulang suara terbanyak sebagai syarat mutlak demi memenangkan kontestasi tersebut.

Intrik dan instrumen yang dilakukan tim kampanye dan/atau tim pemenangan dalam menerjemahkan visi misi calon kepala daerah (Cakada) dilakukan dengan pola dan metode yang tentunya sejalan dan berdasarkan kebutuhan masyarakat.

Tentunya, ini menjadi sebuah kewajaran dalam sebuah sistem demokrasi yang dianut dalam irama politik di Indonesia.

Euforia para cakada dan juga tim pemenangannya menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat dalam menentukan pilihan politiknya.

Terlepas dari itu semua, tentu bahwa para cakada tersebut akan memaksimalkan segala bentuk potensi yang dimilikinya, baik itu partai politik sebagai mesin penggerak maupun tim pemenangannya, yang berasal dari berbagai unsur dari kalangan masyarakat.

Politik dan Kemajuan Daerah

Sejak beribu abad lalu, Aristoteles yang kita kenal bersama sebagai salah satu filsuf besar dari Yunani dengan konsepnya tentang manusia sebagai Zoon Politikon (binatang politik) itu pernah menyebutkan bahwa: “Politik adalah usaha yang ditempuh warga negara untuk mewujudkan kebaikan bersama”.

Kini, pada tahun 2024, yang kerap diistilahkan menjadi ‘tahun politik’ merupakan interpretasi dari pembicaraan masyarakat dari warkop (warung kopi) ke warkop.

Hal ini tentunya merujuk dari pesta demokrasi yang dilaksanakan di Indonesia tahun 2024 mulai dari Pemilu (Pilpres dan Pileg) sampai Pilkada (Gubernur dan Bupati/Walikota) nanti pada 27 November 2024.

Pemilu dalam konteks Pilpres dan Pileg telah usai dengan dinamika yang begitu kompleks. Saat ini, Pilkada serentak pun telah memasuki tahap masa kampanye setelah penyelenggara Pilkada telah menetapkan para cakada di wilayah masing-masing.

Eskalasi Politik dalam konteks Pilkada tentunya berbeda dengan nuasan Pilpres dan Pileg. Pilkada lebih mengarah pada politik etis dalam kerangka pembangunan daerah, baik itu skala Provinsi hingga Kabupaten/Kota.

Benar bahwa putusan mengenai masa depan daerah ada pada keputusan politik, di mana pengambilan keputusan tertinggi dalam pesta demokrasi skala daerah ada pada Pilkada.

Isu primordial kedaerahan menjadi trending topic sehingga para calon tentunya akan menggunakan metode ini yang dikemas dengan visi misi yang lebih moderen dan berdasar pada kebutuhan masyarakat kekinian.

Setiap daerah pasti memiliki keunggulan dan keunikan tersendiri yang berdasar pada letak geografis dan juga variabel sosio-kultural yang ikut memengaruhi pilihan politik.

Setiap masyarakat pun tentunya ingin agar daerah yang mereka tempati, laju pembangunannya, senantiasa berkembang dan meningkat sehingga ikut memengaruhi kesejahteraan masyarakat.

Hal ini sejalan dengan teori pembangunan ekonomi, di mana salah satu variabel penunjang kesejahteraan masyarakat dipengaruhi oleh kelengkapan infrastruktur sebagai penunjang utamanya.

Ya, politik dan ekonomi senantiasa beriringan satu sama lainnya. Putusan yang tertuang dalam kebijakan merupakan produk politik yang imbasnya tentu memengaruhi sendi kehidupan termasuk dalam hal ekonomi dan pembangunan.

Abdul Haris Wally dan Pembangunan yang Berkelanjutan (Sustainable)

Sosok Abdul Haris Wally menjadi daya tarik tersendiri dalam kontestasi Pilkada di Kabupaten Buru Seletan atau daerah yang bertajuk Lolik Lalen Fedak Fena. Berbekal sebagai komisaris sekaligus mantan Sekretaris Jendral PB PMII, sosok Abdul Haris Wally atau kerap di sapa “Ahwa” diyakini akan memberikan warna tersendiri dalam momentum Pilkada di Bumi Lolik Lalen Fedakfena.

Berbekal segudang prestasi ketika menjabat sebagai Komisaris di berbagai perusahan serta sejuta pengalaman aktivismenya, Ahwa diyakini akan membawa perubahan yang signifikan dalam arah pembangunan Buru selatan.

Sosok bersahaja dan dekat dengan masyarakat menjadi karakter yang melekat pada diri Ahwa sekaligus ciri kepemimpinan yang inklusif, di mana model kepemimpinan ini menjadi kebutuhan utama dalam memimpin sebuah wilayah.

Selain itu, jiwa visioner serta adaptif dalam melihat perubahan zaman tentunya juga dimiliki oleh Ahwa. Buru Selatan membutuhkan sosok pemimpin yang memiliki ciri kepemimpinan inklusif, adaptif serta visioner dalam menyongsong masa depan di Buru Selatan.

Dengan visi dan misinya yang mengarah pada pembangunan infrastruktur dan kawasan berkualitas berbasis teknologi informasi baik fasilitas Jalan Raya, Fasilitas Kesehatan, Sarana Pendidikan, Sarana Perikanan dan Pertanian, hingga tata kelola pemerintahan yang baik (Good Governance) dan bersih (Clin Governance) sebagai bagian dalam arah pembangunan yang berkelanjutan (sustainability).

Abdul Haris Wally memahami potensi besar yang dimiliki oleh Buru Selatan sebagai penopang kemajuan daerah di kawasan timur Indonesia khususnya di Provinsi Maluku.

Selain pembangunan infrastruktur, Abdul Haris Wally dalam visi dan misinya pun mengarah pada peningkatan pembangunan suprastruktur yang mengarah pada peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (human resource) seperti peningkatan kualitas pendidikan yang moderen yang menyandingkannya dengan local genius (adat istiadat dan tradisi) masyarakat Buru Selatan dan juga peningkatan layanan kesehatan sebagai bagian dari upaya menjadikan Buru Selatan sebagai Kabupaten, di mana masyarakatnya memiliki tingkat semangat hidup di atas rata-rata.

Kemampuan leadership dalam diri Abdul Haris Wally diyakini sebagai sosok yang dibutuhkan masyarakat Buru Selatan.

Spirit kemajuan daerah sebagai penopang utama masa depan Indonesia merupakan modal utama yang dimiliki Abdul Haris Wally. Dengan berbagai prestasi serta jejaring yang luas hal ini tentu menjadi trobasan dalam terwujudnya Buru Selatan yang Maju, Mandiri, Berbudaya dan sejahtera Melalui Pengelolaan Sumber daya alam yang berkelanjutan (sustainability).

Dengan demikian, inilah yang menjadikan sosok Abdul Haris Wally sebagai jawaban akan berbagai pertanyaan masyarakat terkait masa depan masyarakat Buru Selatan di masa yang akan datang.

Penulis adalah Aktivis Penerus Bipolo

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Krisis Akses Kesehatan, Masyarakat Pulau Watubela SBT Minta Puskesmas Pembantu

    Krisis Akses Kesehatan, Masyarakat Pulau Watubela SBT Minta Puskesmas Pembantu

    • calendar_month Minggu, 9 Feb 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Masyarakat Pulau Watubela, Kabupaten Seram Bagian Timur, mendesak pemerintah setempat untuk segera membangun Puskesmas Pembantu (Pustu) guna mengatasi kendala akses layanan kesehatan yang selama ini menghantui mereka. Permintaan ini muncul setelah insiden tragis yang menewaskan dua anak akibat keterlambatan penanganan medis, memperlihatkan betapa rentannya kondisi kesehatan di pulau terpencil ini. Selama ini, warga Watubela harus […]

  • KPU SBB Resmi Tutup Pendaftaran, SBB Lima Pasangan

    KPU SBB Resmi Tutup Pendaftaran, SBB Lima Pasangan

    • calendar_month Jumat, 30 Agt 2024
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Piru, Tajukmaluku.com– Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) melalui ketua, Abuani Kasilaya mengumumkan penutupan pendaftaran Calon Bupati Wakil Bupati. Kasilaya dalam pers rilis yang diterima media ini, Jumaat (30/08) menyebutkan penutupan tepat puku Pukul 23.59 WIT  tangga 29 Agustus 2024. Dia menjelaskan, KPU telah Membuka Pendaftaran Selama 3 Hari. Pembukaan Pendaftaran di lakukan […]

  • PLN ULP Piru Kunjungi Bupati SBB, Bangun Sinergi untuk Kemajuan Daerah

    PLN ULP Piru Kunjungi Bupati SBB, Bangun Sinergi untuk Kemajuan Daerah

    • calendar_month Selasa, 18 Mar 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Piru,Tajukmaluku.com-PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) melalui Unit Layanan Pelanggan (ULP) Piru melakukan kunjungan kerja sekaligus silaturahmi bersama Bupati Seram Bagian Barat (SBB), Asri Arman pada Senin (17/3/2025). General Manager PLN UIW MMU, Awat Tuhuloula menyampaikan, kunjungan silaturahmi ini bertujuan untuk membangun dan meningkatkan sinergitas antara PLN dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) […]

  • Terdapat Perbedaan Luas Antara Alas Hak Lama dan Sertipikat? Tak Perlu Khawatir, Ini Penjelasannya

    Terdapat Perbedaan Luas Antara Alas Hak Lama dan Sertipikat? Tak Perlu Khawatir, Ini Penjelasannya

    • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Jakarta,Tajukmaluku.com-Masyarakat tidak perlu khawatir apabila menemukan perbedaan luas antara sertipikat tanah dengan alas hak lama seperti Letter C, Letter D, girik, maupun petuk. Perbedaan tersebut merupakan hal yang wajar dan dapat terjadi akibat perbedaan metode serta teknologi pengukuran yang digunakan dari waktu ke waktu. “Yang penting dipahami masyarakat adalah kepastian pengukuran tanah terletak pada kepastian […]

  • Kantah Buru Selatan Ikut Sosialisasi Inventarisasi dan Verifikasi Penguasaan Tanah dalam Kawasan Hutan

    Kantah Buru Selatan Ikut Sosialisasi Inventarisasi dan Verifikasi Penguasaan Tanah dalam Kawasan Hutan

    • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Namrole,Tajukmaluku.com-Kantor Pertanahan Kabupaten Buru Selatan mengikuti kegiatan Sosialisasi Inventarisasi dan Verifikasi Penguasaan Tanah dalam rangka Penataan Kawasan Hutan (Inver PPTPKH) yang diselenggarakan oleh Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH) Wilayah IX Kementerian Kehutanan, Kamis (25/6/2026). Kegiatan tersebut dipusatkan di Ruang Rapat Kantor Bupati Buru Selatan dan dihadiri sejumlah pemangku kepentingan yang terlibat dalam pengelolaan kawasan hutan […]

  • Bahas KUA-PPAS 2026, Komisi I DPRD Maluku Soroti Efisiensi Anggaran dan Penurunan Pagu OPD

    Bahas KUA-PPAS 2026, Komisi I DPRD Maluku Soroti Efisiensi Anggaran dan Penurunan Pagu OPD

    • calendar_month Rabu, 19 Nov 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Komisi I DPRD Provinsi Maluku menyoroti kebijakan efisiensi anggaran dan penurunan pagu anggaran pada Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Sorotan itu berlangsung dalam rapat bersama OPD mitra terkait pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun Anggaran 2026. Rapat berlangsung di ruang Paripurna DPRD Maluku, Rabu (19/11/2025), dan dipimpin Ketua Komisi I, Solichin […]

expand_less