Pertemuan Tim IAG 2026 dengan NOA: Momen Inisiatif Olahraga Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
- account_circle Admin
- calendar_month 0 menit yang lalu
- visibility 1
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta,Tajukmaluku.com-Tim Indonesia American Games (IAG) 2026 menggelar pertemuan dengan jajaran National Olympic Academy of Indonesia (NOA), Jumat (28/3/2026).
Pertemuan itu dinilai menjadi momentum penting bagi lahirnya inisiatif olahraga diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Dalam kesempatan tersebut, Ikhsan Tualeka, Exco NOA Indonesia, yang menerima langsung rombongan tim IAG itu menilai gagasan tersebut sebagai langkah strategis yang mencerminkan semangat Olympism yakni mempersatukan generasi muda melalui olahraga, persahabatan, dan nilai-nilai kemanusiaan universal.
Ia menilai inisiatif ini menunjukkan bahwa olahraga dapat menjadi medium diplomasi sosial yang efektif bagi diaspora Indonesia di berbagai negara.
Ikhsan Tualeka menegaskan bahwa IAG 2026 bukan sekadar kompetisi olahraga, melainkan sebuah platform yang mampu menghubungkan diaspora Indonesia lintas negara bagian di Amerika Serikat dalam satu identitas kebangsaan.
Menurutnya, olahraga memiliki kekuatan sebagai bahasa universal yang melampaui batas geografis dan latar belakang.
“Karena itu, inisiatif yang digagas oleh Davon Arjunaidi bersama timnya dipandang sebagai contoh kepemimpinan generasi muda yang berani menciptakan ruang kolaborasi internasional bagi komunitas Indonesia,” kata Tualeka.
Dalam kesempatan yang sama, Nerina Zubir, yang juga menjabat sebagai Exco NOA Indonesia, menyampaikan apresiasi atas semangat dan visi besar yang dibawa oleh tim IAG 2026.
Ia menilai kegiatan tersebut sangat relevan dengan misi pendidikan Olimpiade yang selama ini dikembangkan oleh NOA Indonesia, yakni menanamkan nilai-nilai sportivitas, persahabatan, dan solidaritas global melalui olahraga.
Menurut Nirina, keterlibatan diaspora dalam kegiatan olahraga internasional seperti ini dapat memperkuat citra positif Indonesia di mata dunia.
Lebih jauh, baik Ikhsan Tualeka maupun Nerina Zubir melihat bahwa IAG 2026 juga memiliki nilai strategis bagi masa depan olahraga nasional. Ajang tersebut tidak hanya mempererat solidaritas diaspora, tetapi juga berpotensi menjadi sarana talent scouting bagi atlet-atlet muda Indonesia yang berada di luar negeri.
Dengan melibatkan komunitas mahasiswa dan diaspora dari berbagai negara bagian di Amerika Serikat, kegiatan ini diharapkan dapat membuka jalur baru bagi pembinaan atlet yang kelak dapat memperkuat tim nasional Indonesia di berbagai cabang olahraga.*(01-F)
- Penulis: Admin





Saat ini belum ada komentar