Breaking News
light_mode

Retribusi PDAM Ambon Dinilai Tak Masuk Akal Jika Air Masih Bermasalah

  • account_circle Admin
  • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
  • visibility 308
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ambon,Tajukmaluku.com-Pemerhati isu sosial politik Maluku, Ardiman Kelihu, menilai pernyataan Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena soal kewajiban retribusi air bersih tidak bisa dilepaskan dari kualitas layanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang hingga kini masih bermasalah.

Ardiman menegaskan, kebijakan retribusi sah secara aturan. Namun, kewajiban membayar harus sejalan dengan tanggung jawab pemerintah dalam menyediakan layanan air bersih yang layak dan merata bagi masyarakat.

“Retribusi bisa saja dilakukan, tapi harus dibarengi dengan layanan air bersih yang memadai dari Pemda juga. Kita tau sendiri layanan air bersih di Kota Ambon masih sering bermasalah, di daerah-daerah tertentu, seperti Kebun Cengkeh, Galunggung, Batumerah, warga masih membeli air. Apalagi layanan PDAM di Kota Ambon ini juga rumit, karena PDAM harus berbagi wilayah cakupan pelayanan dengan swasta untuk wilayah-wilayah tertentu sehingga memungkinkan bisnis air bersih itu potensial terjadi” Paparnya saat dihubungi Tajukmaluku.com. Kamis, (29/1/2026).

Menurut Ardiman, persoalan tidak harus berhenti pada penagihan retribusi. Pemerintah daerah, kata dia memiliki kewajiban mengatur tata kelola air secara adil, terutama di tengah pesatnya pembangunan sektor bisnis di Kota Ambon.

“Jika retribusi dijalankan, Pemda juga harus mengatur tata kelola air secara baik dengan mempertimbangkan akses air yang merata bagi warga. Seiring dengan pembangunan infrastruktur seperti hotel, dan pusat-pusat perbelanjaan yang belakangan marak di kota Ambon. Biasanya sektor bisnis seperti hotel dan pusat-pusat perbelanjaan ini mengkonsumsi air dalam jumlah besar, dan akibatnya warga tidak kebagian dan akhirnya terjadi ketimpangan akses atas air bersih. Apalagi dalam konteks Kota Ambon, sebagai pulau kecil, secara spasial sempit, dan padat tata ruang kota juga beririsan dengan isu air bersih ini.” Lanjutnya.

Peneliti di Research Center for Politics and Government (Polgov) Departemen Politik dan Pemerintahan Fisipol UGM ini juga menyoroti keputusan Pemerintah Kota Ambon yang membiarkan wilayah layanan PDAM tumpang tindih dengan swasta. Menurutnya, kondisi itu membuka ruang komersialisasi air bersih, yang seharusnya menjadi hak dasar warga.

Saat ditanya soal alasan Pemkot Ambon membuka ruang bagi swasta, dia menyebut ada dua faktor utama.

“Iya, bisa jadi terkait kondisi dan kualitas layanan PDAM yang buruk (perpipaannya sudah tua, kinerjanya buruk, dst). Selain itu juga, kapasitas anggaran Pemda mungkin terbatas, dari segi anggaran sangat mahal sehingga pemerintah biasanya tak sanggup. Rata-rata untuk penyediaan air bersih bagi 80% di Indonesia, pemerintah butuh lebih dari Rp40 triliun.” Rinci Ardiman.

“Di Ambon, dua masalah ini bisa jadi alasan mengapa Pemda mengundang swasta (Drenthe) untuk masuk ke penyediaan air bersih. Tapi resikonya, air bersih dikomersialisasi, dan eksploitasi sumber-sumber air tanah seperti pengeboran air tanah juga makin meluas dan sulit dikontrol, Akibatnya apa, warga harus membeli air, dan amblesan dan intrusi air laut bisa terjadi. Di Ambon potensi kerusakan lingkungan ini juga rentan terjadi karena pengeboran air tanah di beberapa tempat sudah terjadi.” Tutupnya.

Diketahui, krisis air bersih di kota Ambon marak terjadi, sebagian besar warga masih membeli air untuk kebutuhan dasar seperti mandi dan memasak. Sebelum berbicara soal kewajiban retribusi PDAM, pemerintah daerah harus lebih dulu memastikan air benar-benar mengalir, merata, dan tidak dijadikan komoditas yang menyingkirkan hak dasar masyarakat.*(01-F)

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Survei Ungkap Mayoritas Anak Muda Ambon Tak Punya Tabungan Diatas Rp10 Juta

    Survei Ungkap Mayoritas Anak Muda Ambon Tak Punya Tabungan Diatas Rp10 Juta

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Mayoritas anak muda di Kota Ambon ternyata belum memiliki tabungan pribadi di atas Rp10 juta. Di sisi lain, tren nongkrong di kafe justru terus meningkat dan menjadi bagian dari gaya hidup generasi muda perkotaan. Fakta itu terungkap dalam survei independen yang dilakukan selama Februari-April 2026 melalui Google Form terhadap 612 responden berusia 19 hingga 34 […]

  • Perempuan Asal Maluku Diduga Dijual di Libya, Mercy Barends Pastikan Penanganan via KBRI

    Perempuan Asal Maluku Diduga Dijual di Libya, Mercy Barends Pastikan Penanganan via KBRI

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) terhadap Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Maluku, direspons cepat oleh Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Mercy Ch. Barends. Rilis yang diterima redaksi Tajukmaluku.com menyebutkan, Ketua Bidang Tenaga Kerja dan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia DPP PDI Perjuangan telah berkoordinasi langsung dengan Kedutaan […]

  • Jadi Khatib Idul Adha, Menteri Nusron Sampaikan Pesan untuk “Sembelih” Ego dan Keserakahan

    Jadi Khatib Idul Adha, Menteri Nusron Sampaikan Pesan untuk “Sembelih” Ego dan Keserakahan

    • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Jakarta,Tajukmaluku.com-Gema takbir yang berkumandang menjadi pengingat akan kebesaran Allah SWT sekaligus menegaskan kembali pesan utama Iduladha, yakni ketakwaan yang harus berjalan seiring dengan tumbuhnya rasa kemanusiaan dalam diri setiap muslim. Hal itu disampaikan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (Menteri ATR/Kepala BPN), Nusron Wahid, saat menjadi khatib dalam salat Iduladha 1447 H di […]

  • HMI Dukung Keputusan Gubernur Maluku Tunda Kemah Bela Negara: Selamatkan Kondisi Keuangan Daerah

    HMI Dukung Keputusan Gubernur Maluku Tunda Kemah Bela Negara: Selamatkan Kondisi Keuangan Daerah

    • calendar_month Sabtu, 31 Mei 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Keputusan Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa menunda kegiatan Kemah Bela Negara yang rencananya akan dihelat pada 23-29 Oktober 2025 sesuai randown panitia pusat, dinilai sebagai kebijakan penting dalam menyelamatkan kondisi keuangan daerah. Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ambon, Rivon Wally dalam keterangan pers kepada sejumlah awak media mengatakan, kebijakan Hendrik Lewerissa memiliki dasar pelaksanaan […]

  • Jelang Nataru, PLN UP3 Sofifi Sukseskan Pasang Baru Daya 197 kVA untuk Laboratorium Balai POM Maluku Utara

    Jelang Nataru, PLN UP3 Sofifi Sukseskan Pasang Baru Daya 197 kVA untuk Laboratorium Balai POM Maluku Utara

    • calendar_month Rabu, 27 Nov 2024
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) berkomitmen menghadirkan kebutuhan energi listrik bagi pelanggan, baik di sektor pemerintahan maupun swasta. Melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Sofifi, PLN UIW MMU berhasil melakukan pasang baru daya listrik sebesar 197 kilo Volt Ampere (kVA) untuk Laboratorium Balai Pengawas Obat dan Makanan (POM) […]

  • Demo Masak Kompor Induksi di Tanimbar, PLN Dorong Gaya Hidup Modern dan Ramah Lingkungan

    Demo Masak Kompor Induksi di Tanimbar, PLN Dorong Gaya Hidup Modern dan Ramah Lingkungan

    • calendar_month Minggu, 27 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Saumlaki,Tajukmaluku.com-PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Saumlaki terus mendorong inovasi berbasis energi listrik dengan menggelar kegiatan Demo Masak Menggunakan Kompor Induksi. Bekerja sama dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), kegiatan ini bertujuan memperkenalkan teknologi kompor induksi yang lebih hemat energi, […]

expand_less