Breaking News
light_mode

Retribusi PDAM Ambon Dinilai Tak Masuk Akal Jika Air Masih Bermasalah

  • account_circle Admin
  • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
  • visibility 394
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ambon,Tajukmaluku.com-Pemerhati isu sosial politik Maluku, Ardiman Kelihu, menilai pernyataan Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena soal kewajiban retribusi air bersih tidak bisa dilepaskan dari kualitas layanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang hingga kini masih bermasalah.

Ardiman menegaskan, kebijakan retribusi sah secara aturan. Namun, kewajiban membayar harus sejalan dengan tanggung jawab pemerintah dalam menyediakan layanan air bersih yang layak dan merata bagi masyarakat.

“Retribusi bisa saja dilakukan, tapi harus dibarengi dengan layanan air bersih yang memadai dari Pemda juga. Kita tau sendiri layanan air bersih di Kota Ambon masih sering bermasalah, di daerah-daerah tertentu, seperti Kebun Cengkeh, Galunggung, Batumerah, warga masih membeli air. Apalagi layanan PDAM di Kota Ambon ini juga rumit, karena PDAM harus berbagi wilayah cakupan pelayanan dengan swasta untuk wilayah-wilayah tertentu sehingga memungkinkan bisnis air bersih itu potensial terjadi” Paparnya saat dihubungi Tajukmaluku.com. Kamis, (29/1/2026).

Menurut Ardiman, persoalan tidak harus berhenti pada penagihan retribusi. Pemerintah daerah, kata dia memiliki kewajiban mengatur tata kelola air secara adil, terutama di tengah pesatnya pembangunan sektor bisnis di Kota Ambon.

“Jika retribusi dijalankan, Pemda juga harus mengatur tata kelola air secara baik dengan mempertimbangkan akses air yang merata bagi warga. Seiring dengan pembangunan infrastruktur seperti hotel, dan pusat-pusat perbelanjaan yang belakangan marak di kota Ambon. Biasanya sektor bisnis seperti hotel dan pusat-pusat perbelanjaan ini mengkonsumsi air dalam jumlah besar, dan akibatnya warga tidak kebagian dan akhirnya terjadi ketimpangan akses atas air bersih. Apalagi dalam konteks Kota Ambon, sebagai pulau kecil, secara spasial sempit, dan padat tata ruang kota juga beririsan dengan isu air bersih ini.” Lanjutnya.

Peneliti di Research Center for Politics and Government (Polgov) Departemen Politik dan Pemerintahan Fisipol UGM ini juga menyoroti keputusan Pemerintah Kota Ambon yang membiarkan wilayah layanan PDAM tumpang tindih dengan swasta. Menurutnya, kondisi itu membuka ruang komersialisasi air bersih, yang seharusnya menjadi hak dasar warga.

Saat ditanya soal alasan Pemkot Ambon membuka ruang bagi swasta, dia menyebut ada dua faktor utama.

“Iya, bisa jadi terkait kondisi dan kualitas layanan PDAM yang buruk (perpipaannya sudah tua, kinerjanya buruk, dst). Selain itu juga, kapasitas anggaran Pemda mungkin terbatas, dari segi anggaran sangat mahal sehingga pemerintah biasanya tak sanggup. Rata-rata untuk penyediaan air bersih bagi 80% di Indonesia, pemerintah butuh lebih dari Rp40 triliun.” Rinci Ardiman.

“Di Ambon, dua masalah ini bisa jadi alasan mengapa Pemda mengundang swasta (Drenthe) untuk masuk ke penyediaan air bersih. Tapi resikonya, air bersih dikomersialisasi, dan eksploitasi sumber-sumber air tanah seperti pengeboran air tanah juga makin meluas dan sulit dikontrol, Akibatnya apa, warga harus membeli air, dan amblesan dan intrusi air laut bisa terjadi. Di Ambon potensi kerusakan lingkungan ini juga rentan terjadi karena pengeboran air tanah di beberapa tempat sudah terjadi.” Tutupnya.

Diketahui, krisis air bersih di kota Ambon marak terjadi, sebagian besar warga masih membeli air untuk kebutuhan dasar seperti mandi dan memasak. Sebelum berbicara soal kewajiban retribusi PDAM, pemerintah daerah harus lebih dulu memastikan air benar-benar mengalir, merata, dan tidak dijadikan komoditas yang menyingkirkan hak dasar masyarakat.*(01-F)

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Anggota DPD RI Bisri Latuconsina Masuk dalam Tim Panja RUU Kepulauan

    Anggota DPD RI Bisri Latuconsina Masuk dalam Tim Panja RUU Kepulauan

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Bisri As Shiddiq Latuconsina, Anggota Komite I Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Daerah Pemilihan (Dapil) Provinsi Maluku masuk dalam tim Panitia Kerja (Panja) Rancangan Undang-undang (RUU) Daerah Kepulauan bentukan DPD-RI. Panja RUU Daerah Kepulauan yang berisikan 15 anggota DPD itu merupakan perwakilan dari sejumlah provinsi di Indonesia. Yakni Senator Bisri wakili Provinsi Maluku, Sultan Hidayat […]

  • Bappeda MBD Gelar Konsultasi Publik, Matangkan RPJMD 2025-2029

    Bappeda MBD Gelar Konsultasi Publik, Matangkan RPJMD 2025-2029

    • calendar_month Sabtu, 5 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Tiakur,Tajukmaluku.com-Pemerintah Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) melalui Bappeda Litbang gelar Forum Konsultasi Publik sebagai langkah awal penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029 dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2026. Jumat, (4/7/2025). Kegiatan ini menandai dimulainya tahapan strategis dalam perencanaan pembangunan lima tahun ke depan. Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda MBD, […]

  • Kumpulkan Jajaran IPPAT dan BPKAD Se-Yogyakarta, Menteri Nusron Sosialisasikan Transformasi Layanan Pertanahan dan Organisasi

    Kumpulkan Jajaran IPPAT dan BPKAD Se-Yogyakarta, Menteri Nusron Sosialisasikan Transformasi Layanan Pertanahan dan Organisasi

    • calendar_month Jumat, 4 Sep 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Tajukmaluku.com-Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mengumpulkan jajaran Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) dan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) se-D.I. Yogyakarta untuk menyosialisasikan transformasi layanan pertanahan dan organisasi di lingkungan Kementerian ATR/BPN. Transformasi tersebut, antara lain Pengukuran Terjadwal dan Peralihan Hak Terintegrasi dengan batas waktu layanan maksimal […]

  • HMI Komisariat ISIP Unpatti dan Himkes Serbati Gelar Khitanan Massal di Hunuth: Pengabdian Nyata untuk Masyarakat

    HMI Komisariat ISIP Unpatti dan Himkes Serbati Gelar Khitanan Massal di Hunuth: Pengabdian Nyata untuk Masyarakat

    • calendar_month Minggu, 2 Feb 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat ISIP Universitas Pattimura (Unpatti) berkolaborasi dengan Himpunan Mahasiswa Kesehatan Seram Bagian Timur (Himkes Serbati) menggelar bakti sosial khitanan massal di RW 003, Desa Hunuth, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon. Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat setempat, terutama para orang tua yang merasa terbantu dengan adanya layanan khitanan gratis ini. […]

  • Pemerintah Tak Becus Antisipasi Implikasi Krisis Geopolitik

    Pemerintah Tak Becus Antisipasi Implikasi Krisis Geopolitik

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Oleh: Dipl.-Oek. Engelina Pattiasina (Direktur Archipelago Solidarity Foundation) Tajukmaluku.com-Eskalasi konflik yang mencapai puncak dengan perang Amerika-Israel vs Iran di Timur Tengah bukan hanya berdampak terhadap kawasan teluk, tetapi membawa implikasi global karena tersendatnya pasokan bahan bakar minyak (BBM) yang melewati Selat Hormuz. Indonesia yang selama ini tergantung impor BBM tidak luput dari implikasi geopolitik ini. […]

  • Buah Sukun, Tanaman Tropis  Maluku jadi ‘Future Food’ Dunia 2026

    Buah Sukun, Tanaman Tropis Maluku jadi ‘Future Food’ Dunia 2026

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Tanaman tropis dari Provinsi Maluku, Buah Sukun dinilai mampu menjadi solusi untuk pangan masa depan dunia, ditengah meningkatnya kekhawatiran global terhadap krisis pangan dan perubahan iklim. Pasalnya, Sukun memiliki kandungan karbohidrat tinggi, bebas gluten, serta kaya serat dan mineral seperti vitamin C dan magnesium. Teksturnya yang padat dan rasanya yang netral membuat buah ini fleksibel […]

expand_less