Breaking News
light_mode

Situasi Global Kian Tak Menentu, Engelina Pattiasina Ingatkan Warga Maluku Perkuat Pangan Lokal

  • account_circle Admin
  • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
  • visibility 278
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta,Tajukmaluku.com-Tokoh senior Maluku, Dipl.-Oek. Engelina Pattiasina mengingatkan agar Maluku dan berbagai wilayah di Kawasan timur memperkuat pangan lokal.

Hal itu untuk mengantisipasi situasi global yang tidak menentu dan sangat berisiko menuju Perang Dunia III.

“Perkembangan dunia sangat mengkhawatirkan seolah hanya dihadapkan kepada dua pilihan perang atau diplomasi. Idealnya memang diplomasi, tetapi sangat disayangkan karena kepercayaan sebagai syarat diplomasi tidak tercermin dari sikap berbagai negara besar di dunia,” jelas Engelina Pattiasina yang juga Direktur Archipelago Solidarity Foundation kepada wartawan di Jakarta, Selasa (27/1/2026).

Menurut Engelina, memasuki bulan pertama tahun 2026, situasi global menunjukkan ekskalasi dengan tensi yang kian tinggi. Persaingan untuk memperebutkan pengaruh dari sejumah negara besar memicu terjadinya perlombaan sehingga sangat berbahaya karena memicu percikan api di Venezuela, Greenland, Timur Tengah, Eropa dan Asia Timur.

“Kalau percikan api ini terus dibiarkan dan semakin membesar maka akan memicu kobaran api besar yang membawa dunia menuju Perang Dunia III,” ungkapnya.

Pasca perang dingin, kata Engelina, situasi dunia praktis lebih stabil, tetapi seiring perjalanan waktu dan munculnya simpul-simpul kekuatan baru di dunia, seperti BRICS yang dipelopori Brazil, Rusia, India, China dan Afrika Selatan dan berbagai negara yang membentuk blok baru dan menimbulkan polarisasi dalam relasi internasional.

Engelina mengingatkan, perjalanan sejarah dunia menunjukkan ketika dominasi negara terganggu maka akan memicu ekskalasi yang bahkan bermuara pada konflik dan perang.

Ilmuwan politik, Graham Allison menggambarkan fenomena ini sebagai Thucydedis Trap (perangkap Thucydedis), sebuah istilah yang bersumber dari penulis Yunani Kuno, Thucydides yang menulis perang Peloponnesus antara Athena (kekuatan baru) dan Sparta (kekuatan dominan) menjadi tidak terhindarkan karena ketakutan Sparta akan pertumbuhan kekuatan Athena.

“Nah, dalam konteks kekinian, peran Sparta boleh diwakili Amerika Serikat dan Athena diwakili China sebagai kekuatan yang sedang bangkit menyaingi dominasi Amerika. Dalam situasi ini, Amerika terganggu dengan setiap gerakan China dan bloknya. Kajian Allison mengenai Thucydides Trap ini berakhir dengan peperangan dan hanya beberapa yang diselesaikan tanpa peperangan, termasuk persaingan pada era perang dingin. Ini memiliki rekam jejak, yang bisa saja terulang ya,” kata Engelina yang selalu mengkaji persoalan ekonomi politik ini.

Untuk itu, jelas Engelina, perkembangan mutakhir ini merupakan ujian serius apakah akan berakhir dengan diplomasi atau diselesaikan melalui perang.

Saat ini, situasi menunjukkan adanya pergeseran kekuatan global, dimana tatanan lama terganggu dengan kekuatan baru, tetapi kekuatan baru belum menunjukkan bentuk. Menurutnya, diplomasi atau perang akan menjadi pilihan ketika titik didih mencapai puncaknya.

“Saya melihat kekhawatiran Perang Dunia III bukan tanpa alasan kalau melihat bagaimana setiap negara dan kekuatan berusaha mempertahankan dan merebut dominasi dalam dekade terakhir. Sekada gambaran tentang situasi terkini di Tmur Tengah, sejak kemarin kapal perang USS Abraham Lincoln sudah tiba di wilayah Centcom (Komando Pusat AS) di Timur Tengah. Ini bisa saja persiapan serangan ke Iran. Ketika resiko PD III tak terhindarkan, maka situasi berbeda dan lebih kompleks dibandingkan PD II, karena PD III bakal asimetris dan multipolar. Apalagi, tindakan pra-militer sudah memperlihatkan melalui sikap proteksionis, blockade dan sanksi ekonomi yang lebih agresif,” kata Engeina.

Engelina menjelaskan, berbagai ketegangan yang terjadi di Eropa, Timur Tengah, Semenanjung Korea, Laut China Selatan (LCS) bukanlah peristiwa yang berdiri sendiri tapi memiliki efek domino yang akan membawa pengaruh secara global, termasuk Indonesia tidak akan lepas dari tekanan situasi global, terutama dalam kaitan dengan Laut China Selatan (LCS) yang berpotensi menjadi titik krisis yang menarik berbagai kekuatan berlomba di kawasan ini.

Sejauh ini belum ada gejala ketegangan bakal mereda yang hanya bisa terjadi ketika kekuatan dominan memberikan ruang bagi kekuatan baru. Tanpa sikap ini, sangat wajar bahwa PD III berada di depan mata. Di satu sisi, kepercayaan sebagai prasyarat diplomasi tidak diperlihatkan ada pada negara-negara yang berlomba.

Dalam skenario terburuk, jelas Engelina, resiko PD III akan membawa masalah Laut China Selatan sebagai objek sengketa yang akan menyeret berbagai negara, termasuk Indonesia yang tidak mungkin lepas dari implikasi serius.

Sebab, ketika LCS menjadi zona tertutup, maka tidak ada pilihan bagi Indonesia selain menemukan solusi di Kawasan timur, karena otomatis akan menempatkan Maluku (Alur Laut Kepulauan Indonesia/ALKI III) sebagai jalur alternatif utama yang harus diperebutkan kubu yang bersengketa untuk memastikan pasokan logistic tetap mengalir dan sebagai pijakan strategis ke Utara, Selatan dan Pafisik.

Kalau dari aspek sejarah, jelas Engelina, Perang Dunia II, Maluku bukan sekadar wilayah pendukung tetapi menjadi titik pijakan strategis (strategic pivot) bagi kekuatan Sekutu maupun Jepang.

“Kita bisa lihat ya, Pulau Morotai di Maluku Utara menjadi saksi arti penting posisi geografis wilayah ini. Jenderal Douglas MacArthur menjadikan Morotai sebagai batu loncatan (stepping stone) untuk merebut kembali Filipina dari Jepang,” tegas Engelina.

Untuk itu, jelasnya, kalau ekskalasi LSC dan terjadi konflik militer, maka Maluku dan sekitarnya akan terkena imbas serius karena jalur laut dan penguasaan posisi akan menentukan daya jangkau pihak yang terlibat dalam sengketa dan jalur laut di wilayah timur akan menjadi andalan dalam pasokan logistik.

“Jadi, menurut saya kalau ada konflik serius di LCS, maka semua akan terganggu termasuk pasokan logistic, sehingga dalam situasi yang tidak menentu sangat bijak kalau Maluku dan daerah lain memperkuat cadangan pangan lokal. Kita tidak tahu bagaimana akhir dari situasi yang diawali dengan tekanan ekonomi, karena kalau tidak efektif, maka Langkah militer itu tak terhindarkan,” jelasnya.

Engelina mengatakan, khusus Maluku bakal berfungsi sebagai penyangga (buffer zone) bagi Indonesia Timur. Jika terjadi penetrasi kekuatan asing dari arah Pasifik menuju barat Indonesia, Maluku adalah baris pertahanan pertama. Sebaliknya, jika Indonesia perlu memproyeksikan kekuatan untuk menjaga kedaulatan di perairan utara (seperti di Natuna atau Sulawesi Utara), dukungan logistik pangan dan energi dari Maluku akan menjadi penentu napas pertempuran.

“Saya pikir, kalau Morotai menentukan jalannya perang Pasifik tahun 1944, maka Maluku akan menentukan apakah Indonesia mampu bertahan dari dampak langsung konflik LCS atau justru terseret ke dalamnya sebagai medan tempur. Jadi, kalau diplomasi gagal, Maluku bakal menjadi wilayah perebutan sebagai pijakan strategis dan kepentingan logistik,” tegas Engelina.

Engelina mengimbau, semua warga Maluku dan berbagai daerah di kawasan timur untuk realistis melihat perubahan besar secara global yang sedang terjadi. Setidaknya, segera mengambil Langkah antisipatif untuk melindungi warga dengan membangun infrastruktur pangan lokal.

“Suka tidak suka, situasi global akan membawa pengaruh langsung atau tidak kepada rakyat. Ini yang perlu jadi perhatian kita semua,” ujarnya.

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PMII Minta Polda Maluku Tegas Usut Kasus SEKDA Buru

    PMII Minta Polda Maluku Tegas Usut Kasus SEKDA Buru

    • calendar_month Rabu, 16 Okt 2024
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon, Tajukmaluku.com– Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia PMII IAIN Ambon kembali datangi Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Maluku untuk memberikan laporan yang kedua kalinya terkait dugaan korupsi dan pencucian uang oleh Sekda Kab-Buru. Kedatangan ini menjadi pengingat kepada pihak kepolisian agar benar-benar serius dan tegas mendalami persoalan dimaksud. “Dugaan kami, berdasarkan laporan beserta […]

  • PLN ULP Namlea Intensif Pulihkan Gangguan Kelistrikan Akibat Cuaca Ekstrem di Kabupaten Buru

    PLN ULP Namlea Intensif Pulihkan Gangguan Kelistrikan Akibat Cuaca Ekstrem di Kabupaten Buru

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Namlea,Tajukmaluku.com-PLN ULP Namlea terus mengintensifkan upaya pemulihan gangguan kelistrikan yang terjadi di wilayah Kabupaten Buru pada Sabtu (17/5) akibat cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah. Gangguan pertama terjadi sekitar pukul 00.00 WIT akibat putusnya kabel Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM) yang dipicu sambaran petir di wilayah Pilar. Setelah menerima laporan gangguan, tim teknis PLN ULP […]

  • Tookk! DPRD Maluku Setujui Rencana Pemprov Pinjam Dana PT SMI Rp1,5 Triliun

    Tookk! DPRD Maluku Setujui Rencana Pemprov Pinjam Dana PT SMI Rp1,5 Triliun

    • calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-DPRD Maluku akhirnya menyetujui rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) untuk meminjam dana dari PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) Rp1,5 Triliun. Hal ini disampaikan dalam Rapat paripurna penetapan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD Tahun Anggaran 2026, Senin (24/11/2025). Persetujuan tersebut dituangkan dalam Nota Kesepakatan Nomor 9.00.1.1-2215 dan 9.00.1.14-12 tertanggal 24 November 2025, […]

  • Cuaca Ekstrem di Elat, PLN Sigap Upayakan Percepatan Pemulihan Pasokan Listrik

    Cuaca Ekstrem di Elat, PLN Sigap Upayakan Percepatan Pemulihan Pasokan Listrik

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com– PT PLN (Persero) terus melakukan upaya maksimal untuk menjaga keandalan pasokan listrik di wilayah Elat, Kecamatan Kei Besar, Kabupaten Maluku Tenggara, di tengah kondisi cuaca ekstrem yang melanda wilayah Maluku dalam beberapa waktu terakhir. Gangguan kelistrikan yang terjadi pada sistem Elat dipengaruhi oleh kondisi cuaca buruk yang memicu sejumlah gangguan pada jaringan distribusi listrik. […]

  • PLN UP3 Ambon Gandeng PMI Gelar Simulasi Gempa dan Pelatihan P3K

    PLN UP3 Ambon Gandeng PMI Gelar Simulasi Gempa dan Pelatihan P3K

    • calendar_month Kamis, 27 Nov 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Ambon melalui tim Health, Safety & Environment (HSE) menggandeng Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Ambon dalam pelaksanaan simulasi penanganan bencana gempa bumi serta pelatihan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K). Kegiatan ini melibatkan seluruh pegawai dan tenaga alih daya (TAD) sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan dan kemampuan tanggap darurat di lingkungan kerja. […]

  • Kolaborasi Indonesia–Jepang, Gasifikasi Pembangkit Maluku Masuk Tahap Site Visit

    Kolaborasi Indonesia–Jepang, Gasifikasi Pembangkit Maluku Masuk Tahap Site Visit

    • calendar_month Jumat, 29 Agt 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) melalui Unit Pelaksana Pembangkitan (UPK) Maluku mendampingi kegiatan site visit infrastruktur gasifikasi pembangkit di PLTMG Ambon Peaker dan PLTMG Kastela pada 26 hingga 27 Agustus 2025. Kegiatan ini dihadiri oleh Tim PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) bersama mitra strategis internasional Tokyo Gas Co., […]

expand_less