Breaking News
light_mode

Membaca Ulang Pesisir: Kemiskinan dan Tantangan Kesejahteraan Nelayan Buru Selatan

  • account_circle Admin
  • calendar_month Kamis, 6 Feb 2025
  • visibility 447
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Yatsrib Akbar Sowakil S.Pi, M.SI

Ambon,Tajukmaluku.com-Masalah kemiskinan yang terjadi di daerah pedesaan di kabupaten buru Selatan merupakan hasil dari beberapa faktor antara lain: pertumbuhan penduduk, rendahnya kualitas sumberdaya manusia dan rendahnya produktivitas sehingga ini menjadi kegagalan pemerintah daerah. Salim (2017), menyatakan kemiskinan melekat atas diri penduduk miskin, mereka miskin karena tidak memiliki asset produksi dan kemampuan untuk meningkatkan produktivitas. Mereka tidak memiliki aset produksi karena mereka miskin, akibatnya mereka terjerat dalam lingkaran kemiskinan tanpa ujung dan pangkalnya.

Selain itu kemiskinan juga merupakan sebuah hubungan kausalitas yang artinya rendahnya pendapatan perkapita menyebabkan tingginya kemiskinan. Tingkat investasi perkapita yang rendah disebabkan oleh permintaan domestic perkapita yang rendah juga dan hal tersebut terjadi karena tingkat kemiskinan yang yang tinggi dan demikian seterusnya, sehingga hal itu dapat membentuk sebuah lingkaran kemiskinan sebagai bentuk adanya sebuah hubungan sebab dan akibat.

Rendahnya faktor-faktor di atas menyebabkan rendahnya aktivitas ekonomi yang dapat dilakukan oleh masyarakat. Rendahnya aktivitas ekonomi yang dapat dilakukan berakibat terhadap rendahnya produktivitas dan pendapatan yang diterima, pada urutannya pendapatan tersebut tidak mampu memenuhi kebutuhan fisik minimum yang menyebabkan terjadinya proses kemiskinan.

Nelayan yaitu suatu masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir dengan mata pencaharian utama adalah memanfaatkan Sumber Daya Alam (SDA) yang terdapat di dalam lautan, baik itu berupa ikan, udang, rumput laut, kerang-kerangan, terumbu karang dan hasil kekayaan laut lainnya.

Masyarakat nelayan pesisir Kabupaten Buru Selatan memiliki karakteristik khusus yang membedakan mereka dari masyarakat lainnya, yaitu karakteristik yang terbentuk dari kehidupan di lautan yang sangat keras dan penuh dengan resiko, terutama resiko yang berasal dari faktor alam. Wilayah pesisir diketahui memiliki karakteristik yang unik dan memiliki keragaman potensi sumberdaya alam, baik hayati maupun non-hayati yang sangat tinggi.

Oleh sebab itu, laju pertambahan jumlah nelayan di Indonesia sangat pesat. Hal ini disebabkan, hasil perikanan laut merupakan sumberdaya yang besar. Namun banyak juga kendala yang dialami oleh para nelayan, sehingga hasil tangkapan yang didapat hanya sedikit. Kondisi seperti ini yang mengakibatkan nelayan menjadi miskin. Peningkatkan kesejahteraan masyarakat merupakan hakikat pembangunan nasional.

Tingkat kesejahteraan masyarakat ini mencerminkan kualitas hidup dari sebuah keluarga dengan tingkat kesejahteraan yang lebih tinggi berarti memiliki kualitas hidup yang lebih baik, sehingga pada akhirnya keluarga tersebut mampu untuk menciptakan kondisi yang lebih baik untuk bisa meningkatkan kesejahteraan mereka.

Pendapatan Masyarakat Nelayan Kabupaten Buru Selatan

Secara umum, kemiskinan masyarakat pesisir disebabkan oleh tidak terpenuhinya hak-hak dasar masyarakat, antara lain kebutuhan akan pangan, kesehatan, pendidikan, pekerjaan, infrastruktur. Di samping itu, kurangnya kesempatan berusaha, kurangnya akses terhadap informasi, teknologi dan permodalan, budaya dan gaya hidup yang cenderung boros, menyebabkan posisi tawar masyarakat miskin semakin lemah. Pada saat yang sama, kebijakan Pemerintah selama ini kurang berpihak pada masyarakat pesisir sebagai salah satu pemangku kepentingan di wilayah pesisir.

Kemiskinan Masyarakat Pesisir Kabupaten Buru Selatan ditandai oleh tidak menentunya pendapatan yang diperoleh, karena perekonomian masyarakat disana sangat menggantungkan hasil tangkapan laut. pada saat musim angin dan ombak besar tidak jarang para nelayan pulang hanya dengan tangan kosong, sedangkan pada saat cuaca mendukung para nelayan harus bersaing dalam perebutan sumberdaya laut, sehingga pemenuhan standar hidup layak sangat sulit untuk dicapai.

Strategi Pengentasan Kemiskinan Wilayah Pesisir Kabupaten Buru Selatan

Sudah sejak lama kemiskinan dipercaya sebagai sumber utama kesusahan di masyarakat, seperi munculnya penyakit, keterbelakangan mental, kekurangan nutrisi, bahkan terjadinya konflik. Tak mengherankan jika dengan semakin berkembangnya peradaban manusia, dan semakin meningkatnya kesadaran manusia akan pentingnya kesamaan harkat dan martabat manusia, telah menjadikan fenomena kemiskinan sebagai suatu permasalahan yang banyak mendapatkan perhatian lebih.

Sehingga strategi kebijakan pemerintah daerah dalam penanggulangan kemiskinan di wilayah pesisir Kabupaten Buru Selatan harusnya di lihat dari aspek Ekonomi sosial dan SDA sehingga menciptakan kebijakan yang pro terhadap Masyarakat. Sehingga seharusnya strategi yang di ambil adalah.

●Strategi Ekonomi

Pengembangan Usaha Perikanan: Meningkatkan kemampuan nelayan dalam mengelola usaha perikanan, seperti pembudidayaan ikan, kerang, dan lain-lain.

Pemasaran Hasil Laut: Membantu nelayan memasarkan hasil laut mereka ke pasar yang lebih luas, sehingga meningkatkan pendapatan.

Kredit Usaha: Menyediakan kredit usaha yang mudah diakses oleh nelayan untuk membiayai usaha mereka.

●Strategi Sosial

Pendidikan dan Pelatihan: Menyediakan pendidikan dan pelatihan untuk nelayan dan keluarga mereka, sehingga meningkatkan kemampuan dan kesadaran mereka, .kegagalan pemerintahan berapa tahun terakhir menjadikan persoalan persoalan sosial yang tak selesai.

Kesehatan dan Gizi: Meningkatkan akses ke layanan kesehatan dan gizi yang baik untuk nelayan dan keluarga mereka.

Perlindungan Sosial: Menyediakan perlindungan sosial bagi nelayan dan keluarga mereka, seperti asuransi kesehatan dan bantuan sosial.

●Strategi Lingkungan

Pengelolaan Sumber Daya Alam: Meningkatkan kesadaran dan kemampuan nelayan dalam mengelola sumber daya alam secara berkelanjutan.

Pengurangan Dampak Lingkungan: Meningkatkan kesadaran dan kemampuan nelayan dalam mengurangi dampak lingkungan dari kegiatan perikanan.

Pengembangan Ekowisata: Mengembangkan ekowisata di daerah pesisir untuk meningkatkan pendapatan dan kesadaran masyarakat akan pentingnya lingkungan.

●Solusi Pemerintahan

Pengembangan Kebijakan: Mengembangkan kebijakan yang mendukung pengembangan usaha perikanan dan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Pengawasan dan Pengendalian: Meningkatkan pengawasan dan pengendalian terhadap kegiatan perikanan untuk mencegah overfishing dan kerusakan lingkungan.

Pengembangan Infrastruktur: Mengembangkan infrastruktur yang mendukung pengembangan usaha perikanan dan kesejahteraan masyarakat pesisir. Dan sekaligus penyedian akses perhubungan laut. Antar pulau di buru Selatan.

Dengan implementasi Strategi tersebut, ini menjadi tugas besar pemerintahan baru yang nantinya memimpin Kabupaten Buru Selatan diharapkan kemiskinan masyarakat pesisir Buru Selatan dapat dituntaskan dan kesejahteraan mereka dapat meningkat.

Masyarakat nelayan kabupaten buru Selatan di katakan belum sejahtera menurut kriteria garis kemiskinan dengan menggunakan standart World Bank, sedangkan menurut kriteria garis kemiskinan BPS baik, masyarakat sudah dikatakan sejahtera.artinya ini ada benturan data padahal realita lapangan garis kemiskinan bis akita lihat kehidupan saat ini, Penyebab kemiskinan yang dialami oleh Masyarakat Kabupaten buru Selatan disebabkan oleh tidak menentunya pendapatan yang diperoleh. Karena perekonomian masyarakat sangat bergantung pada hasil tangkapan laut, sehingga rendahanya pendapatan yang diperoleh ini menjadi tugas besar pemerintahan baru untuk meningakatkan pertumbuhan ekonomi lebih baik.

Penulis adalah Anak Muda Bumi Bupolo

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 47 PLTS Diresmikan Presiden, 5.383 Rumah Tangga di Wilayah 3T Kini Nikmati Listrik Bersih

    47 PLTS Diresmikan Presiden, 5.383 Rumah Tangga di Wilayah 3T Kini Nikmati Listrik Bersih

    • calendar_month Sabtu, 28 Jun 2025
    • account_circle Tajuk Maluku.com
    • 0Komentar

    Jakarta,Tajukmaluku.com-Pemerintah Indonesia terus meningkatkan utilisasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai langkah strategis dalam menghadirkan pemerataan energi di seluruh penjuru tanah air. Terbaru, Pemerintah bersama PT PLN (Persero) dan mitra swasta meresmikan operasional 47 PLTS yang tersebar di 47 desa pada 11 provinsi di Indonesia. Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto menyatakan bahwa pengembangan energi surya […]

  • Tak Dapat Dukungan dari Dinas Pendidikan, DPRD Maluku Bantu Siswa SMA 12 Ambon Ikut 4 Pilar di Jakarta

    Tak Dapat Dukungan dari Dinas Pendidikan, DPRD Maluku Bantu Siswa SMA 12 Ambon Ikut 4 Pilar di Jakarta

    • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Rencana keberangkatan siswa SMA Negeri 12 Ambon untuk mengikuti ajang Empat Pilar Kebangsaan di Jakarta pada Minggu (16/11/2025) sempat terkendala akibat belum adanya dukungan dari Dinas Pendidikan Provinsi Maluku. Padahal, kegiatan 4 Pilar yang digagas MPR RI itu bertujuan memperkuat pemahaman generasi muda terhadap nilai-nilai kebangsaan — Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika […]

  • PLN UIW MMU Gerak Cepat Penormalan Sistem kelistrikan Saat Pemadaman di Kota Ambon

    PLN UIW MMU Gerak Cepat Penormalan Sistem kelistrikan Saat Pemadaman di Kota Ambon

    • calendar_month Rabu, 19 Mar 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-PLN UIW Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) sigap melakukan percepatan penormalan sistem kelistrikan di Kota Ambon yang terjadi pada Rabu (19/03/2025). General Manager PLN UIW MMU, Awat Tuhuloula menyampaikan, hal ini dilakukan guna mempercepat penyalaan sehingga masyarakat dapat membali menikmati listrik dengan nyaman. “Kami memohon maaf atas kejadian pemadaman yang terjadi, namun jangan khawatir, […]

  • PLN UP3 Tobelo Lakukan Probing Pelanggan Potensial PT Jababeka: Dukung Pengembangan KEK Pulau Morotai

    PLN UP3 Tobelo Lakukan Probing Pelanggan Potensial PT Jababeka: Dukung Pengembangan KEK Pulau Morotai

    • calendar_month Jumat, 30 Mei 2025
    • account_circle Tajuk Maluku.com
    • 0Komentar

    Morotai,Tajukmaluku.com-PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Tobelo terus memperkuat perannya dalam mendukung pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pulau Morotai. Salah satu langkah konkret yang saat ini tengah dilakukan adalah kegiatan probing terhadap pelanggan potensial di kawasan tersebut, termasuk PT Jababeka Morotai sebagai pengelola […]

  • Kekom III DPRD dan Kadishub Ambon Diduga Kongkalikong Menangkan CV Afif Mandiri Kelola Parkir

    Kekom III DPRD dan Kadishub Ambon Diduga Kongkalikong Menangkan CV Afif Mandiri Kelola Parkir

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Ketua Komisi (Kekom) III DPRD Kota Ambon, Harry Putra Far Far, dan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Ambon, Yan D. Suitela, diduga kongkalikong dalam memenangkan CV Afif Mandiri dalam proses tender proyek parkiran. Pasalnya, keduanya diduga telah melakukan pertemuan secara diam-diam di salah satu kafe di Jalan A.M. Sangadji, Ambon. Pertemuan itu terjadi sebelum seluruh […]

  • PLN Siagakan Sistem Kelistrikan, Dukung Peletakan Batu Pertama Masjid Pohon Batu di Leksula

    PLN Siagakan Sistem Kelistrikan, Dukung Peletakan Batu Pertama Masjid Pohon Batu di Leksula

    • calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Ambon dan Unit Layanan Pelanggan (ULP) Namrole menyiagakan sistem kelistrikan demi mendukung kelancaran acara peletakan batu pertama Masjid Pohon Batu di Desa Leksula, Kabupaten Buru Selatan. Acara sakral yang menjadi awal pembangunan rumah ibadah tersebut dihadiri langsung […]

expand_less