Breaking News
light_mode

4 Nama Mencuat di Skandal Sianida Mardika, Termasuk Steven Lee Lahenko, Ketum Garuda 08 Prabowo-Gibran

  • account_circle Admin
  • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
  • visibility 534
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ambon,Tajukmaluku.com-Skandal jual beli Sianida, bahan kimia berbahaya yang disita pada ruko milik Hj. Hartini, salah satu pengusaha kawakan di Mardika, memunculkan empat nama dalam kasus tersebut.

Keempat nama itu yakni ada oknum polisi, salah satunya Erik Risakotta yang sudah ditahan Propam Polda Maluku, kemudian Irvan, salah satu oknum anggota Polairud Polda Maluku yang diduga ikut kegiatan pemerasan terhadap Hj Hartini. Tapi anehnya yang bersangkutan tidak ditahan termasuk juga AKP Soleman yang kini bertugas di Polda Maluku tapi tak disentuh.

Selain dari kepolisian, kasus Sianida Ruko Mardika juga memunculkan nama Steven Samuel Lee Lahenko, yang pada Pemilu 2024 punya kapasitas mentereng dalam jajaran tim relawan pemenangan pasangan Prabowo-Gibran.

Nama tersebut bahkan tercatat dalam beberapa transkasi Hartini dikala Polsek KPPP menyita dua kontainer Sianida berisi 300 kaleng bahan kimia berbahaya senilai Rp8,250 miliar.

Lantas seperti apa peran ke empat nama tersebut dalam rangkaian kasus Sianida Ruko Mardika, berikut uraiannya : (Demi alasan keselamatan, semua narasi ini belum dapat dikonfrotir kepada Irvan, Eric, Steven dan AKP Soleman)

Pesanan Sianida H. Komar Atas nama Eric Risakotta

Aktivitas pertambangan emas di Gunung Botak telah berlangsung sejak tahun 2012 silam, kebutuhan akan bahan kimia berbahaya sebagai alat perekat biji emas pun kian tinggi.

Dengan pertimbangan nilai ekonomi yang menggiurkan, Bripka Eric Risakota sukses membujuk Hj Hartini mencari penjual Sianida di Surabaya untuk bosnya H.Komar, melalui Eric, pertemuan H.Komar dan H. Hartini berlangsung di Anjungan Plaza Surabaya. Dengan modal Rp2 miliar sebagai uang muka, dua kontainer berisi 300 drum Sianida tiba di Ambon. Nilai keseluruhan pesanan Eric adalah Rp8,250 miliar.

Dari catatan transaksi, Erik menyetor uang DP Pembelian CH China (Anhui/Hitam) sebanyak 300 drum kepada perusahaan penyedia Sianida.

Saat 300 drum sianida yang telah dirubah kemasannya itu tiba di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon, Polsek KPPP menyitanya pada Sabtu 18 Januari 2025. Waktu itu Polsek KPPP dipimpin AKP Ryando Ervandes Lubis (Saat ini bertugas di Polda Jawa Timur).

Skenario untuk untuk melepaskan dua kontainer berisi Sianida dari jeratan Polsek KPPP kemudian disusun Eric. Saat penyitaan berlangsung Hartini yang sedang berada di Surabaya diminta Eric agar segera kembali ke Ambon karena ada keadaan yang membutuhkan dirinya.

Hartini yang polos lantas menuruti Eric, langsung kembali ke Ambon. Tanpa basa basi Eric pun meminta Hartini dapat membantunya agar bersama terbang ke Jakarta bertemu salah satu petinggi Polisi di Jakarta. Akomodasi selama perjalanan sampai pulang memang disediakan Hartini.

Bripka Eric, Bripka Irvan dan Hercules Bertemu di Jakarta

Saat tiba di Jakarta, sampai kembali keduanya tidak bertemu satupun Jendral. Hartini bahkan diajak sampai ke Bandung. Se kembali dari Bandung sebelum pulang ke Ambon, Hartini yang berada di Hotel sendiri, dikirimi foto pertemuan antara Eric, Irvan dan Hercusel ketua Ormas Grib Jaya, pertemuan enam mata itu kuat dugaan berlangsung di kediaman Hercules.

Hartini awalnya mengira Irvan merupakan sirkelnya Eric di Mabes Polri. Usai pertemuan itu, Eric meminta bantuan biaya akomodasi untuk akomodasi tim dari Jakarta ke Ambon kepada Hartini nilainya Rp100 juta.

Permintaan tak ditolak, uang pesanan Eric langsung ditransfer. Tim yang dijanjikan Eric yang akan bertugas untuk melepaskan jeratan Polsek KPPP kemudian terbang ke Ambon.

Dari Hotel ke Hotel

Hartini dan Eric pulang ke Ambon lebih awal, selang beberapa waktu kemudian, Eric meminta Hartini untuk hadir di Aston Natsepa bertemu Jendral. Pertemuan berlangsung cukup santai mereka semua saling kenal, ada Eric, Irvan, dan Ketua Umum Relawan Garuda 08 Prabowo-Gibran Steven Samuel Lee Lahenko.

Skenario untuk melobi petinggi Polda Maluku langsung disusun. Eric kemudian meminta Hartini dapat menyediakan akomodasi tambahan lagi bagi tim khusus ini.

Tak lama tim yang dipimpin Steven menginap di Aston, mereka berpindah lagi ke hotel Santika dan berpindah lagi di Swiss Bellhotel Ambon pada 20 januari 2025. Semua akomodasi ini ditanggung Hartini atas permintaan Eric.

Di kamar 608 hotel Swissbell, percakapan uang pelicin semakin intens dinegosiasikan. Irvan, Eric, AKP Soleman, Steven dan dua rekannya juga ada termasuk Wanda, salah satu pengusaha minyak dari Tulehu.

Beberapa video yang diterima redaksi, uang 475 Juta dalam pecahan Rp100.000 sedang dihitung Steven dan dipacking. Video lainnya AKP Soleman terlihat santai menggunakan kostum olah raga Polri berwarna putih diduga sedang mengatur siasat pendistribusian uang pelicin. Tampak juga Irvan.

Bripka Irvan Meminta Uang Tambahan

Usai dua truk sukses dikirim ke Namlea, semuanya kembali bertemu di salah satu Hotel di Wayame sebelum Steven dan rekannya akan kembali ke Jakarta. Hartini diminta untuk melunasi lagi biaya hotel itu.

Irvan pun meminta uang tambahan sebesar 30 juta lagi. Jika Hartini tidak menyediakannya segera, dua truk itu akan disita Polres Buru. Tak penuhi permintaan ini, Irvan naik pitam memukul meja dan bersumpah. Pernyataan Irvan ini rupanya benar, dua truk itu tiba di Namlea langsung disita Polres Buru.* (01-F)

Bersambung……

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Terbitkan Surat Edaran Percepatan Sertipikasi Tanah MBR, Menteri Nusron: Manfaat Program Pemerintah Dapat Dirasakan Secara Utuh

    Terbitkan Surat Edaran Percepatan Sertipikasi Tanah MBR, Menteri Nusron: Manfaat Program Pemerintah Dapat Dirasakan Secara Utuh

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Jakarta,Tajukmaluku.com-Pemerintah memperkuat sinergi dalam mempercepat sertipikasi tanah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Salah satunya melalui penandatanganan Surat Edaran Bersama (SEB) antara Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), dan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI tentang Percepatan Pendaftaran Tanah Lintas Sektor bagi MBR, di Kantor Bank Rakyat […]

  • Awalnya Terisolasi Kini Sistem Kelistrikan Aceh Kembali Terhubung, Tower dan Jaringan Transmisi Rampung. PLN Masuki Tahap Pengoperasian Pembangkit

    Awalnya Terisolasi Kini Sistem Kelistrikan Aceh Kembali Terhubung, Tower dan Jaringan Transmisi Rampung. PLN Masuki Tahap Pengoperasian Pembangkit

    • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Aceh,Tajukmaluku.com-PT PLN (Persero) berhasil memulihkan kembali jaringan transmisi bertegangan 150 kilovolt (kV) Pangkalan Brandan–Langsa pada Rabu (17/12) pukul 13.30 WIB. Kini, interkoneksi sistem kelistrikan Aceh yang tadinya terisolasi telah kembali terhubung dengan _backbone_ sistem besar Sumatra. Dengan pulihnya interkoneksi tersebut, pemulihan kelistrikan Aceh kini memasuki tahapan pengoperasian kembali pembangkit listrik. Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo […]

  • Mens Rea yang Hilang: Ujian Keadilan Pidana Mati bagi Awak Kapal

    Mens Rea yang Hilang: Ujian Keadilan Pidana Mati bagi Awak Kapal

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Oleh: Adri Bin Ridwan Selan, S.H (Advokat || Wakil Ketua DPD KNPI Maluku Bidang Advokasi Masyarakat Pesisir) Tajukmaluku.com-Pidana mati adalah bentuk pemidanaan paling ekstrem dalam sistem hukum pidana modern. Karena sifatnya yang final dan irreversible, penerapannya menuntut standar pembuktian paling ketat yakni bukan saja pada aspek perbuatan (actus reus), tetapi terutama pada unsur niat jahat […]

  • Mossad Kennedy Refra Masuk Bursa Pencalonan, Peta Politik Golkar DPD II Malra Memanas!

    Mossad Kennedy Refra Masuk Bursa Pencalonan, Peta Politik Golkar DPD II Malra Memanas!

    • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Peta politik Partai Golkar Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) mulai memanas dengan kehadiran Mossad Kennedy Refra (MKR) yang siap mencalonkan diri dalam Musyawarah Daerah (Musda) DPD II Partai Golkar Malra periode 2026–2031 yang dijadwalkan berlangsung April 2026 mendatang. Ketua Tim Pemenangan MKR, Ericson Betaubun, kepada pers, Minggu (16/2/2026), mengatakan kesiapan MKR untuk bertarung bukan sekedar meramaikan […]

  • DPRD Maluku Kecam Kekerasan Polisi di Buru: “Polisi Harus Jadi Pengayom, Bukan Algojo”

    DPRD Maluku Kecam Kekerasan Polisi di Buru: “Polisi Harus Jadi Pengayom, Bukan Algojo”

    • calendar_month Kamis, 23 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Komisi I DPRD Provinsi Maluku mengecam keras dugaan kekerasan yang dilakukan aparat Polres Buru terhadap dua tersangka kasus pencurian. Aksi yang disertai pemukulan dan pemaksaan pengakuan itu dinilai mencederai prinsip penegakan hukum dan hak asasi manusia (HAM). Ketua Komisi I DPRD Maluku, Solichin Buton, menegaskan pihaknya tidak akan menutup mata atas laporan tersebut. Ia memastikan […]

  • Sambut Ramadhan, PLN UIW MMU Berhasil Hadirkan Listrik 24 Jam bagi 2.625 Pelanggan di Lima Pulau Ini

    Sambut Ramadhan, PLN UIW MMU Berhasil Hadirkan Listrik 24 Jam bagi 2.625 Pelanggan di Lima Pulau Ini

    • calendar_month Jumat, 28 Feb 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) berhasil menghadirkan listrik 24 jam pada lima pulau di daerah operasionalnya. Yakni, di Kepulauan Banda, Kabupaten Maluku Tengah; ada Pulau Sjahrir, Ay, Rhun dan Pulau Hatta. Sementara satu lainnya di Pulau Buano, Huamual Belakang, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB). General Manager PLN UIW MMU, Awat […]

expand_less