Breaking News
light_mode

Pendapat Ikhsan Tualeka Soal 100 Hari Kerja Hendrik-Vanath

  • account_circle Admin
  • calendar_month Senin, 2 Jun 2025
  • visibility 296
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Wawancara eksklusif Tajukmaluku.com bersama Ikhsan Tualeka.

Senin, 2 Juni 2025 | Oleh: Redaksi Tajukmaluku.com

Genap sudah seratus hari masa kepemimpinan Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa dan Wakil Gubernur Abdullah Vanath. Tiga bulan lebih berlalu sejak pelantikan, namun geliat perubahan yang dijanjikan masih menjadi perdebatan di ruang publik. Di satu sisi, ada pihak yang menilai pasangan ini belum menunjukkan taji—gagal membangun momentum, minim terobosan, dan cenderung simbolik. Di sisi lain, ada yang memberi ruang waktu dan apresiasi atas upaya awal mereka membenahi birokrasi dan menjalin komunikasi dengan pusat.

Di tengah ricuhnya ruang publik Maluku soal pro dan kontra itu, Redaksi TajukMaluku.com berhasil mewawancarai Ikhsan Tualeka, salah satu tokoh muda Maluku yang sementara berada di Bangkok, Thailand.

Ikhsan Tualeka, Bangkok, Thailand

Berikut petikan wawancara eksklusif kami bersama Ikhsan Tualeka.

Sudah 100 hari pasangan Hendrik Lewerissa–Abdullah Vanath memimpin Maluku. Apa penilaian Anda terhadap masa-masa awal pemerintahan ini?

“Sejatinya memberikan penilaian untuk 100 hari kerja rasanya kurang proporsional, karena masa jabatan kepala daerah itu 5 tahun. Namun mestinya 100 hari pertama menjadi momentum penting dalam membangun psikologi atau semangat kolektif yang dapat mendorong perubahan yang signifikan.”

Salah satu janji utama pasangan ini saat kampanye adalah pengentasan kemiskinan. Bagaimana Anda melihat kinerja mereka dalam isu ini selama 100 hari?

“Ada beberapa catatan kritis saya. Misalnya dalam 100 hari pertama belum terlihatnya upaya signifikan dalam penanggulangan kemiskinan di Maluku. Meskipun pasangan ini menjadikan pengentasan kemiskinan sebagai prioritas utama, hingga saat ini belum terlihat langkah atau upaya signifikan dalam kebijakan atau program yang langsung menyentuh masyarakat miskin.Padahal Maluku masih berada di peringkat keempat provinsi termiskin di Indonesia, dengan banyak daerah mengalami kemiskinan ekstrem. Program-program konkret untuk mengatasi masalah ini belum terlihat atau terealisasi secara efektif.”

Selain kemiskinan, reformasi birokrasi juga menjadi perhatian publik. Apa catatan Anda soal ini?

“Harus diakui dalam 100 hari kepemimpinan belum dijadikan sebagai momentum reformasi birokrasi. Harapan akan reformasi birokrasi yang lebih efisien dan bebas dari praktik korupsi belum juga diinisiasi. Masih terdapat praktik-praktik lama, seperti proyek-proyek yang tidak memberikan manfaat langsung kepada masyarakat dan lebih menguntungkan pihak-pihak tertentu. Kritik terhadap kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang dianggap tidak memiliki jiwa kewirausahaan juga menjadi catatan, menunjukkan perlunya perubahan dalam struktur dan budaya kerja birokrasi di Maluku.”

Bagaimana Anda menilai progres program-program prioritas yang dijanjikan saat kampanye?

“Program-program prioritas yang dijanjikan selama kampanye, seperti pembangunan pelabuhan terpadu dan peningkatan konektivitas antarwilayah, belum menunjukkan kemajuan yang berarti. Memang ada lobi-lobi yang dilakukan, tapi masih sebatas simbolis. Meskipun ada upaya untuk menjalin kerja sama dengan pemerintah pusat, hasil konkret dari inisiatif tersebut masih belum dirasakan oleh masyarakat Maluku.”

Isu Stunting termasuk salah satu prioritas nasional. Apa pendapat anda terkait ini di Maluku?

“Terhadap pendekatan pengentasan stunting di Maluku, yang setelah 100 hari ini tidak terlihat, bila tak mau dikatakan belum ada.
Program pengentasan stunting yang dijanjikan saat kampanye lalu perlu dikritisi karena pendekatannya belum kelihatan, atau tidak efektif. Kalau dicermati, penggunaan anggaran sejauh ini lebih banyak untuk kegiatan administratif dibandingkan dengan intervensi langsung kepada masyarakat menunjukkan perlunya evaluasi dan penyesuaian strategi dalam menangani masalah kesehatan masyarakat.”

Jika Anda berada dalam posisi untuk memberi saran langsung kepada Gubernur dan Wakil Gubernur, apa langkah-langkah strategis yang menurut Anda harus segera mereka ambil?

“Agar pemerintahan Gubernur Hendrik Lewerissa dan Wakil Gubernur Abdullah Vanath berhasil mengatasi berbagai tantangan dan membangun kepercayaan masyarakat, saya kira mereka perlu mengambil langkah-langkah strategis dan konkret.

Pertama, Membuat roadmap pembangunan jangka pendek dan menengah yang terukur. Antara lain dengan menyusun program kerja realistis dengan target 1 tahun, 3 tahun, dan 5 tahun. Selanjutnya harus lebih fokus pada sektor prioritas: kemiskinan, pendidikan, kesehatan, infrastruktur dasar, dan konektivitas antar pulau.Mereka juga harus melibatkan berbagai pihak, seperti kalangan akademisi dan praktisi lokal untuk merancang indikator capaian yang terukur dan transparan termasuk mengoptimalkan mesin birokrasi. Kepala daerah jangan ‘one man show’.

Kedua, Percepatan penanggulangan kemiskinan dan stunting. Ini harus menjadi fokus. Alokasikan anggaran lebih besar ke program langsung menyentuh masyarakat, bukan sekadar rapat dan birokrasi.Implementasi program bisa dengan menggandeng LSM, gereja, masjid, dan tokoh adat sebagai jembatan intervensi sosial. Juga gunakan data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) untuk menyalurkan bantuan yang lebih tepat sasaran.

Ketiga, Reformasi birokrasi dan manajemen ASN. Caranya adalah evaluasi kinerja seluruh kepala dinas dan pejabat eselon berdasarkan hasil kerja, bukan kedekatan politik. Gubernur harus berani menerapkan Sistem Merit dan e-Government untuk transparansi pengadaan dan pelayanan publik. Juga mendorong ASN menjadi agen perubahan dan wirausaha sosial di Maluku.

Keempat, perlu ada kemauan dan kemampuan untuk membangun solidaritas dan kompak sebagai pemimpin. Singkirkan orang-orang dengan ambisi pribadi yang bisa mengganggu harmoni pemerintahan.Tunjukkan kesatuan visi antara Gubernur dan Wakil Gubernur melalui komunikasi publik yang konsisten dan harmonis. Antara lain dengan membentuk tim komunikasi strategis yang solid untuk menjembatani persepsi publik dan kerja pemerintah, Pak Hendrik bisa belajar dari kepemimpinan di daerah lain. Seperti yang ditunjukkan Gubernur Maluku Utara dan Gubernur Jakarta.

Kelima, Akselerasi proyek strategis dan kerjasama pusat. Gubernur mestinya bisa lebih fokus pada proyek unggulan seperti pelabuhan logistik, konektivitas antar-pulau, dan kawasan industri perikanan.Lakukan lobi aktif ke pemerintah pusat dan investor untuk membawa dana APBN dan investasi swasta ke Maluku. Perlu ada paradigma untuk jadikan Maluku sebagai poros maritim timur Indonesia dengan proyek-proyek bernilai tambah.

Keenam, Perkuat dialog dengan masyarakat dan tokoh lokal. Ini penting, dengan adanya dialog terbuka reguler di kabupaten/kota aspirasi masyarakat dapat terserap dengan baik. Bisa juga dengan membentuk forum konsultasi daerah yang melibatkan tokoh adat, pemuda, perempuan, dan pengusaha lokal. Tingkatkan kehadiran langsung pemimpin di lapangan, bukan hanya dari balik meja atau sibuk bolak-balik Jakarta–Ambon.

Saran terakhir, Bangun citra pemerintahan yang bersih dan merakyat. Gubernur HL harus berani menolak keras segala bentuk nepotisme, suap jabatan, hingga proyek fiktif atau ada kadar korupsinya. Selain itu publikasikan laporan kinerja secara terbuka melalui media lokal dan digital. Tunjukkan gaya kepemimpinan merakyat dan solutif, bukan simbolik dan elitis.”

Terakhir, Anda cukup percaya Gubernur dan Wakil Gubernur bisa melakukan perubahan signifikan di Maluku?

“Gubernur Hendrik Lewerissa dan Wakil Gubernur Abdullah Vanath saya yakin dengan pengalaman mereka, baik itu di legislatif maupun di eksekutif, mau mendengar masukan dan kritik publik, apalagi dari kalangan intelektual.”

Profile Singkat Narasumber:

Ikhsan Tualeka, adalah seorang pegiat sosial, Direktur Indonesian Society Network (ISN), sebelumnya adalah Koordinator Moluccas Democratization Watch (MDW) yang didirikan tahun 2006, kemudian aktif di BPP HIPMI (2011-2014), Chairman Empower Youth Indonesia (sejak 2017), Direktur Maluku Crisis Center (sejak 2018), Founder IndoEast Network (2019), Anggota Dewan Pakar Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (sejak 2019) dan Executive Committee National Olympic Academy (NOA) of Indonesia (sejak 2023). Alumni FISIP Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (2006), IVLP Amerika Serikat (2009) dan Political Communication Paramadina Graduate School (2016) berkat scholarship finalis ‘The Next Leaders’ di Metro TV (2009). Saat ini sedang menyelesaikan studi Kajian Ketahanan Nasional (Riset) Universitas Indonesia, juga aktif mengisi berbagai kegiatan seminar dan diskusi. Dapat dihubungi melalui email: ikhsan_tualeka@yahoo.com – Instagram: @ikhsan_tualeka


  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mens Rea yang Hilang: Ujian Keadilan Pidana Mati bagi Awak Kapal

    Mens Rea yang Hilang: Ujian Keadilan Pidana Mati bagi Awak Kapal

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Oleh: Adri Bin Ridwan Selan, S.H (Advokat || Wakil Ketua DPD KNPI Maluku Bidang Advokasi Masyarakat Pesisir) Tajukmaluku.com-Pidana mati adalah bentuk pemidanaan paling ekstrem dalam sistem hukum pidana modern. Karena sifatnya yang final dan irreversible, penerapannya menuntut standar pembuktian paling ketat yakni bukan saja pada aspek perbuatan (actus reus), tetapi terutama pada unsur niat jahat […]

  • NasDem Kunci Dukungan HL-AV, Tawarkan Sinergi Pembangunan Vor Maluku Pung Bae

    NasDem Kunci Dukungan HL-AV, Tawarkan Sinergi Pembangunan Vor Maluku Pung Bae

    • calendar_month Kamis, 18 Sep 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menerima kunjungan jajaran Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Maluku bersama pengurus DPD NasDem Kota Ambon di kediaman dinasnya, Rabu (17/10/2025). Ketua DPW NasDem Maluku, Hamdani Laturua, menyebut dukungan menjadi strategi memperkuat posisi tawar partai. “Dengan enam kursi di DPRD Provinsi Maluku, kami punya tanggung jawab sekaligus kekuatan untuk memastikan kebijakan […]

  • RDP DPRD Maluku Tegas: Oknum Polisi Penganiaya Harus Diproses, Evaluasi Kepolisian Mendesak

    RDP DPRD Maluku Tegas: Oknum Polisi Penganiaya Harus Diproses, Evaluasi Kepolisian Mendesak

    • calendar_month Senin, 30 Des 2024
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar Komisi 1 DPRD Maluku bersama Polresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease serta Organisasi Kepemudaan (OKP) Cipayung Plus. Senin, (30/12/2024). Menyoroti dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh oknum polisi terhadap Rizal Taufik Serang. Insiden ini terjadi pada 20 Desember 2024 di depan Pelabuhan Yos Sudarso, Ambon, dan telah memicu reaksi keras […]

  • PMII Minta Polda Maluku Tegas Usut Kasus SEKDA Buru

    PMII Minta Polda Maluku Tegas Usut Kasus SEKDA Buru

    • calendar_month Rabu, 16 Okt 2024
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon, Tajukmaluku.com– Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia PMII IAIN Ambon kembali datangi Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Maluku untuk memberikan laporan yang kedua kalinya terkait dugaan korupsi dan pencucian uang oleh Sekda Kab-Buru. Kedatangan ini menjadi pengingat kepada pihak kepolisian agar benar-benar serius dan tegas mendalami persoalan dimaksud. “Dugaan kami, berdasarkan laporan beserta […]

  • Rovik Afifuddin Sarankan Pengelolaan Pasar Mardika Dikembalikan ke Pemkot Ambon

    Rovik Afifuddin Sarankan Pengelolaan Pasar Mardika Dikembalikan ke Pemkot Ambon

    • calendar_month Rabu, 12 Feb 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Anggota DPRD Provinsi Maluku, Rovik Akbar Afifuddin menyarankan pengelolaan Pasar Mardika harus kembali ke Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon. “Kita tidak usah lagi berspekulasi bahwa itu tanah atau aset milik siapa dan sebagainya, gak ada urusan disitu,” kata Rovik, Rabu (12/2/2025). Menurutnya, saran tersebut telah diisyaratkan dalam Undang-Undang Nomor 23 tentang Pemerintahan Daerah yang mengatur pembagian […]

  • GP Ansor Maluku: “Solidaritas Bersama Rizal Serang, Reformasi Polri Harus Segera Ditegakkan”

    GP Ansor Maluku: “Solidaritas Bersama Rizal Serang, Reformasi Polri Harus Segera Ditegakkan”

    • calendar_month Sabtu, 21 Des 2024
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Maluku mengecam keras tindakan represif yang dilakukan oleh oknum polisi dari Kepolisian Sektor Pelabuhan Yos Sudarso (KPYS) Ambon terhadap kadernya, Rizal Serang, pada Jumat (20/12/2024). Insiden ini dinilai sebagai bentuk pelanggaran serius terhadap prinsip profesionalisme dan netralitas aparat penegak hukum, serta mencederai integritas Kepolisian di mata publik. Peristiwa bermula ketika […]

expand_less