Breaking News
light_mode

BPJN Maluku Fokus Percepat Pembangunan Jalan Kota Baru – Air Nanang Pulau Seram

  • account_circle Admin
  • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
  • visibility 249
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ambon,Tajukmaluku.com-Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Maluku fokus mempercepat pengerjaan proyek strategis nasional yakni pembangunan jalan yang menghubungkan Kota Baru menuju Air nanang di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT).

Prioritas utama proyek BPJN Maluku itu guna memutus rantai isolasi di wilayah pesisir tersebut.

Kepala Satuan Kerja (Kasatker) PJN Wilayah II Provinsi Maluku, Toce Leuwol menyatakan bahwa per awal Februari 2026, realisasi fisik di lapangan telah menunjukkan kemajuan positif.

“Hingga saat ini, progres pembangunan jalan ruas Kota Baru-Airnanang telah menyentuh angka 4,993 persen. Fokus kami saat ini berada di STA 06+000 dengan pengerjaan yang cukup intensif pada sektor galian dan penyiapan struktur fondasi jalan,” jelas Leuwol yang diterima TajukMaluku.com, Sabtu (7/2/2026).

Proyek yang menjadi bagian dari konektivitas Trans Seram ini memiliki bentangan efektif sepanjang 31,7 kilometer hingga mencapai Kampung Akat Fadedo. Leuwol menjelaskan bahwa pembangunan ini menggunakan skema Multi Year Contract (MYC) dengan dukungan dana dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) sebesar Rp 185 miliar.

“Kontrak pengerjaan sudah dimulai sejak 10 Oktober 2025 dan direncanakan tuntas sepenuhnya pada tahun 2027. Skema tahun jamak ini memastikan bahwa anggaran tersedia secara berkelanjutan hingga jalan ini benar-benar terhubung,” tambahnya.

Tantangan terbesar dalam proyek ini menurut Leuwol adalah kondisi geografis yang belum terjamah. Pada tahap Mutual Check Nol (MC0), tim teknis di lapangan harus bekerja ekstra keras memetakan jalur di tengah hutan primer.

“Kondisinya cukup menantang, tim rintis dan alat berat harus masuk ke kawasan hutan dan melintasi beberapa titik rawa yang cukup dalam. Kami melakukan penyesuaian desain secara teliti di lapangan agar konstruksi yang dihasilkan nantinya benar-benar kokoh dan sesuai dengan kondisi tanah di sini,” tegas Leuwol.

Bagi Leuwol, proyek ini bukan sekadar urusan teknis aspal dan beton, melainkan upaya menjawab kerinduan masyarakat yang telah puluhan tahun menanti akses darat.

Ia mencatat antusiasme warga sangat tinggi karena selama ini mereka hanya bergantung pada jalur laut yang sangat berisiko saat cuaca buruk.

“Masyarakat menyampaikan kepada kami bahwa setelah 80 tahun Indonesia merdeka, barulah akses jalan ini masuk ke wilayah mereka. Respon ini menjadi motivasi tambahan bagi kami untuk menyelesaikan pekerjaan tepat waktu dengan dukungan penuh dari warga setempat,” tuturnya.

Pembangunan infrastruktur ini diproyeksikan akan membawa perubahan besar yang menyentuh berbagai sendi kehidupan masyarakat di Seram Bagian Timur. Dari sisi ekonomi dan logistik, kehadiran jalan ini akan menjadi urat nadi baru yang memangkas biaya transportasi barang dan jasa secara signifikan.

“Jika selama ini warga sangat bergantung pada jalur laut yang mahal dan berisiko tinggi akibat faktor cuaca, kini distribusi hasil bumi seperti pala, cengkeh, kopra dan sektor perikanan dapat langsung dimobilisasi menuju pusat pasar di Bula maupun Ambon dengan lebih cepat dan efisien. Hal ini tentu menjadi angin segar bagi peningkatan pendapatan petani serta nelayan lokal yang selama ini terhambat masalah aksesibilitas,” ungkap Leuwol.

Tidak hanya soal ekonomi, dampak positifnya juga merambah pada peningkatan kualitas pelayanan publik, khususnya di sektor kesehatan dan pendidikan. Dengan tersedianya jalan nasional yang memadai, mobilisasi warga menuju fasilitas kesehatan rujukan akan menjadi jauh lebih mudah, di mana ambulans kini dapat menjangkau desa-desa terpencil dengan respons yang lebih cepat dalam kondisi darurat.

“Begitu pula dengan akses pendidikan, di mana mobilitas tenaga pengajar dan para siswa antar-kecamatan akan menjadi lebih aman. Kesimpulannya, proyek ini efektif menghilangkan sekat isolasi dan perubahan iklim ekonomi Masyarakat setempat, dan BPJN Maluku hadir untuk menjawab itu,” tutup Leuwol.*(01-F)

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Panic Buying Kelangkaan dan Kenaikan Harga BBM, Wali Kota dan Jajaran Stakeholder Sidak ke SPBU

    Panic Buying Kelangkaan dan Kenaikan Harga BBM, Wali Kota dan Jajaran Stakeholder Sidak ke SPBU

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena bersama para stakeholder menggelar Inspeksi Mendadak (Sidak) di beberapa SPBU, salah satunya SPBU Pohon Pule, Soabali, Kelurahan Silale, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, Selasa (31/3/2026). Sidak digelar sehubungan dengan anomali antrean BBM yang terjadi tiga hari belakangan di Ambon. Terjadinya antrean dikarenakan munculnya kekhawatiran masyarakat terhadap potensi kelangkaan BBM sebagai dampak […]

  • Menjadi Terbiasa dengan Konflik di Maluku

    Menjadi Terbiasa dengan Konflik di Maluku

    • calendar_month Minggu, 11 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Oleh: Dhani Pelupessy (Akademisi UIN Abdul Muthalib Sangadji) Tajukmaluku.com-Kita sering berkonflik tanpa tahu asal penyebabnya dari mana. Penyebabnya sangat beragam. Aktor intelektual dibalik konflik yang meletup itu pun kita tidak punya kemampuan mengetahuinya. Siapa pelakunya? Tidak tahu. Sasaran terakhir ialah pihak kepolisian, harus kerja ekstra mengusut tuntas siapa pelakunya. Namun, pihak kepolisian kewelahan. Intelijen pun […]

  • Lampu Merah di Depan Mesjid: Sejauh Doa dari Tubuh yang Lapar

    Lampu Merah di Depan Mesjid: Sejauh Doa dari Tubuh yang Lapar

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle F. Marasabessy
    • 0Komentar

    Tajukmaluku.com-Di simpang jalan dan halaman Masjid, Siang itu suhu kota menembus 30 derajat Celsius. Lalu lintas terlihat padat. Di samping jalan, seorang anak berdiri menunggu lampu merah. Ia membawa plastik kecil berisi tisu. Ketika kendaraan berhenti, ia berjalan di antara mobil dan sepeda motor menjajakan tisu yang ia bawa. “Bapak, ibu mari beli tisunya,” Ridwan, […]

  • Dewan Pakar Otomotif: Ini Alasan  Ascart Modified Expo Terbaik dan Terbesar di Indonesia Timur

    Dewan Pakar Otomotif: Ini Alasan Ascart Modified Expo Terbaik dan Terbesar di Indonesia Timur

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Event modifikasi kendaraan Ascart Modified Expo 2026 yang diselenggarakan di Taman Budaya Karang Panjang, Kota Ambon, disebut sebagai salah satu ajang otomotif paling lengkap di kawasan Indonesia Timur. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 16-17 Mei 2026 itu dinilai berhasil melampaui format pameran otomotif konvensional yang selama ini hanya berfokus pada kontes kendaraan. Dewan Pakar […]

  • Seruan Aksi Konsorsium LSM Maluku, Desak Kapolda Periksa Haji Komar Diduga jadi Aktor Kepemilikan Sianida

    Seruan Aksi Konsorsium LSM Maluku, Desak Kapolda Periksa Haji Komar Diduga jadi Aktor Kepemilikan Sianida

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Konsorsium LSM Maluku kembali menggelar aksi unjuk rasa terkait dugaan peredaran sianida ilegal di Maluku, Rabu (22/4/2026). Dalam aksi ketiga ini, mereka mendesak DPRD Maluku, khususnya Komisi I, segera memanggil Kapolda Maluku untuk mengusut tuntas kasus tersebut. Ketua Konsorsium, Alwi Rumadan, menegaskan aksi yang dilakukan merupakan bentuk tekanan agar penanganan kasus tidak berhenti pada satu […]

  • Tim Dosen Prodi Ilmu Kelautan Unkhair Ternate Berhasil Temukan Ikan Endemik Banggai di Maitara Malut

    Tim Dosen Prodi Ilmu Kelautan Unkhair Ternate Berhasil Temukan Ikan Endemik Banggai di Maitara Malut

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ternate,Tajukmaluku.com-Seorang dosen dari Universitas Khairun Ternate, Ajiz Siolimbona dikejutkan dengan adanya ikan endemik Banggai saat sedang mencari sampel karang donor untuk tranplantasi, Sabtu (25/4/2026) lalu. Dijelaskan, awalnya terlihat dari permukaan air ada ikan yang morfologinya mirip ikan endemik Banggai. Untuk memastikannya Ajiz melakukan penyelaman secara freedive dan benar saja ikan tersebut adalah Ikan langka asal […]

expand_less