BPJN Maluku Fokus Percepat Pembangunan Jalan Kota Baru – Air Nanang Pulau Seram
- account_circle Admin
- calendar_month 2 menit yang lalu
- visibility 1
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Ambon,Tajukmaluku.com-Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Maluku fokus mempercepat pengerjaan proyek strategis nasional yakni pembangunan jalan yang menghubungkan Kota Baru menuju Air nanang di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT).
Prioritas utama proyek BPJN Maluku itu guna memutus rantai isolasi di wilayah pesisir tersebut.
Kepala Satuan Kerja (Kasatker) PJN Wilayah II Provinsi Maluku, Toce Leuwol menyatakan bahwa per awal Februari 2026, realisasi fisik di lapangan telah menunjukkan kemajuan positif.
“Hingga saat ini, progres pembangunan jalan ruas Kota Baru-Airnanang telah menyentuh angka 4,993 persen. Fokus kami saat ini berada di STA 06+000 dengan pengerjaan yang cukup intensif pada sektor galian dan penyiapan struktur fondasi jalan,” jelas Leuwol yang diterima TajukMaluku.com, Sabtu (7/2/2026).
Proyek yang menjadi bagian dari konektivitas Trans Seram ini memiliki bentangan efektif sepanjang 31,7 kilometer hingga mencapai Kampung Akat Fadedo. Leuwol menjelaskan bahwa pembangunan ini menggunakan skema Multi Year Contract (MYC) dengan dukungan dana dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) sebesar Rp 185 miliar.
“Kontrak pengerjaan sudah dimulai sejak 10 Oktober 2025 dan direncanakan tuntas sepenuhnya pada tahun 2027. Skema tahun jamak ini memastikan bahwa anggaran tersedia secara berkelanjutan hingga jalan ini benar-benar terhubung,” tambahnya.
Tantangan terbesar dalam proyek ini menurut Leuwol adalah kondisi geografis yang belum terjamah. Pada tahap Mutual Check Nol (MC0), tim teknis di lapangan harus bekerja ekstra keras memetakan jalur di tengah hutan primer.
“Kondisinya cukup menantang, tim rintis dan alat berat harus masuk ke kawasan hutan dan melintasi beberapa titik rawa yang cukup dalam. Kami melakukan penyesuaian desain secara teliti di lapangan agar konstruksi yang dihasilkan nantinya benar-benar kokoh dan sesuai dengan kondisi tanah di sini,” tegas Leuwol.
Bagi Leuwol, proyek ini bukan sekadar urusan teknis aspal dan beton, melainkan upaya menjawab kerinduan masyarakat yang telah puluhan tahun menanti akses darat.
Ia mencatat antusiasme warga sangat tinggi karena selama ini mereka hanya bergantung pada jalur laut yang sangat berisiko saat cuaca buruk.
“Masyarakat menyampaikan kepada kami bahwa setelah 80 tahun Indonesia merdeka, barulah akses jalan ini masuk ke wilayah mereka. Respon ini menjadi motivasi tambahan bagi kami untuk menyelesaikan pekerjaan tepat waktu dengan dukungan penuh dari warga setempat,” tuturnya.
Pembangunan infrastruktur ini diproyeksikan akan membawa perubahan besar yang menyentuh berbagai sendi kehidupan masyarakat di Seram Bagian Timur. Dari sisi ekonomi dan logistik, kehadiran jalan ini akan menjadi urat nadi baru yang memangkas biaya transportasi barang dan jasa secara signifikan.
“Jika selama ini warga sangat bergantung pada jalur laut yang mahal dan berisiko tinggi akibat faktor cuaca, kini distribusi hasil bumi seperti pala, cengkeh, kopra dan sektor perikanan dapat langsung dimobilisasi menuju pusat pasar di Bula maupun Ambon dengan lebih cepat dan efisien. Hal ini tentu menjadi angin segar bagi peningkatan pendapatan petani serta nelayan lokal yang selama ini terhambat masalah aksesibilitas,” ungkap Leuwol.
Tidak hanya soal ekonomi, dampak positifnya juga merambah pada peningkatan kualitas pelayanan publik, khususnya di sektor kesehatan dan pendidikan. Dengan tersedianya jalan nasional yang memadai, mobilisasi warga menuju fasilitas kesehatan rujukan akan menjadi jauh lebih mudah, di mana ambulans kini dapat menjangkau desa-desa terpencil dengan respons yang lebih cepat dalam kondisi darurat.
“Begitu pula dengan akses pendidikan, di mana mobilitas tenaga pengajar dan para siswa antar-kecamatan akan menjadi lebih aman. Kesimpulannya, proyek ini efektif menghilangkan sekat isolasi dan perubahan iklim ekonomi Masyarakat setempat, dan BPJN Maluku hadir untuk menjawab itu,” tutup Leuwol.*(01-F)
- Penulis: Admin



Saat ini belum ada komentar