Breaking News
light_mode

Penutupan Lokalisasi Tanjung Batu Merah Dinilai Perburuk Pengendalian HIV, Aktivis Minta Pemda Kaji Ulang Kebijakan

  • account_circle Admin
  • calendar_month 4 jam yang lalu
  • visibility 9
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ambon,Tajukmaluku.com-Kebijakan penutupan lokalisasi Tanjung Batu Merah dinilai perlu dikaji ulang. Lantatan kebijakan tersebut dinilai berdampak pada hilangnya sistem pengawasan terhadap kelompok berisiko tertular HIV.

Pandangan itu disampaikan Direktur Yayasan Harmoni Hati Beta, Madina, saat menjadi narasumber dalam sosialisasi bahaya dan pencegahan HIV/AIDS bagi pelajar di SMA Negeri 11 Ambon. Kamis (23/7/2026).

Menurut Madina, selama ini pemerintah terlalu memandang persoalan prostitusi dari sisi moral dan agama, sementara aspek kesehatan masyarakat justru terabaikan.

“Ketika Tanjung Batu Merah ditutup, bukan berarti praktik prostitusi ikut hilang. Yang hilang justru sistem pengawasannya,” kata Madina.

Ia menjelaskan, sebelum lokalisasi ditutup, tenaga kesehatan dan pendamping dari LSM masih dapat menjangkau pekerja seks untuk memberikan edukasi, pemeriksaan HIV, distribusi alat pencegahan, hingga memastikan pasien yang terinfeksi tetap menjalani pengobatan.

Namun setelah lokalisasi dibubarkan, para pekerja seks berpencar ke berbagai tempat. Sebagian beroperasi melalui aplikasi digital, WhatsApp, Messenger, hotel, penginapan, rumah kos, hingga lokasi-lokasi yang sulit dipantau.

“Kalau mereka sudah menyebar, kita tidak tahu lagi mereka berada di mana. Kita tidak bisa melakukan intervensi. Kita juga tidak tahu apakah mereka masih di Ambon atau sudah berpindah ke daerah lain,” ujarnya.

Madina menegaskan, praktik prostitusi tidak lagi terpusat di satu lokasi. Menurutnya, pemerintah tidak bisa lagi menjadikan Tanjung Batu Merah sebagai satu-satunya fokus pengawasan.

“Di era sekarang, pekerja seks bukan hanya berada di lokalisasi. Banyak transaksi berlangsung melalui media sosial dan aplikasi pesan. Aktivitasnya berpindah ke hotel, penginapan, rumah kos, bahkan tempat-tempat yang tidak terlihat,” katanya.

Ia menilai kondisi tersebut justru meningkatkan risiko penyebaran HIV karena kelompok berisiko semakin sulit dijangkau oleh petugas kesehatan.

Program HIV Bergantung DonorMadina juga mengkritik minimnya komitmen pemerintah daerah dalam pembiayaan program HIV/AIDS.

Menurutnya, hingga 2026, program penanggulangan HIV di Maluku masih bergantung pada pendanaan Global Fund. Sementara dukungan anggaran melalui APBD belum tersedia secara memadai.

“Kami bersama LSM, puskesmas, dan tenaga kesehatan tetap melakukan pendampingan. Tetapi program ini berjalan karena didukung Global Fund. Kalau pendanaan itu berhenti, siapa yang akan membiayai program HIV di Maluku?” ujarnya.

Ia menyebut pemerintah memiliki kewajiban menyediakan anggaran melalui APBD agar program pencegahan, pemeriksaan, pendampingan, dan pengobatan tidak bergantung pada donor internasional.

Di sisi lain, ia mengungkapkan sejumlah program HIV di kabupaten dan kota di Maluku tidak berjalan optimal karena tidak memiliki dukungan anggaran dari pemerintah daerah.

Madina juga mengingatkan bahwa posisi Maluku yang berada di peringkat ke-14 nasional berdasarkan jumlah kasus HIV bukanlah prestasi. Angka tersebut hanya menggambarkan kasus yang berhasil terdeteksi dan tercatat.

“Kasus HIV terus muncul setiap hari. Angka bisa meningkat kapan saja. Karena itu, yang dibutuhkan bukan hanya pencatatan kasus, tetapi kebijakan yang berbasis kesehatan masyarakat,” katanya.

Ia berharap pemerintah daerah mengevaluasi kembali pendekatan penanggulangan HIV, termasuk dampak kebijakan penutupan lokalisasi, dengan mempertimbangkan aspek epidemiologi dan kesehatan publik.

“Persoalan ini jangan hanya dilihat dari aspek agama, dosa, atau moral. Lihat juga dari aspek kesehatan masyarakat. Ketika kelompok berisiko masih berada dalam sistem yang dapat diawasi, intervensi jauh lebih mudah dilakukan. Sebaliknya, ketika mereka menyebar tanpa pengawasan, risiko penularan HIV justru semakin besar,” ujar Madina.*(01-F)

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Berhadiah Ratusan Juta, Waktu Pendaftaran PLN Journalist Award 2024 Masih Dua Pekan Lagi

    Berhadiah Ratusan Juta, Waktu Pendaftaran PLN Journalist Award 2024 Masih Dua Pekan Lagi

    • calendar_month Minggu, 20 Okt 2024
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon, Tajukmaluku.com– PT PLN (Persero) menyiapkan total hadiah sebesar Rp480 juta bagi para pemenang PLN Journalist Award (PJA) 2024. Mengusung tema “Salurkan Energi Bersih, Wujudkan Kolaborasi”, periode pendaftaran PJA 2024 masih dibuka hingga 31 Oktober 2024. Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo mengatakan, PLN Journalist Award 2024 merupakan wadah apresiasi dari PLN bagi para jurnalis yang […]

  • Membaca Amsal Sitepu Relasi Eksploitatif dan Ekstraksi Nilai bagi Pekerja Kreatif

    Membaca Amsal Sitepu Relasi Eksploitatif dan Ekstraksi Nilai bagi Pekerja Kreatif

    • calendar_month Minggu, 29 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Oleh: Abdul Kayum N (Direktur Bakornas Lapmi PB HMI) Tajukmaluku.com-Kasus yang menimpa videografer Amsal Sitepu tidak bisa lagi dibaca sebagai sekadar polemik antara pekerja kreatif dan klien. Ia merupakan cermin dari persoalan yang lebih dalam yakni ketidakpahaman struktural terhadap nilai kerja kreatif di Indonesia. Pernyataan bahwa editing dan dubbing “seharusnya gratis” bukan hanya keliru, tetapi […]

  • Risman Solisa Demo Seorang Diri di DPRD Ambon, Protes Kinerja Wakil Rakyat

    Risman Solisa Demo Seorang Diri di DPRD Ambon, Protes Kinerja Wakil Rakyat

    • calendar_month Selasa, 2 Sep 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com- Ketua Umum Serikat Mahasiswa Muslim Indonesia (SEMMI) Wilayah Maluku, Risman Solisa aksi protes seorang diri di DPRD Kota Ambon, Senin (1/9/2025). Aksi ini berbeda dengan yang dilakukan oleh ribuan massa aksi pada hari yang sama yakni menyerbu Mapolda dan Gedung DPRD Maluku di Karpan. Risman mengaku, aksi demonstrasi seorang diri ini bukan tanpa sebab.Pasalnya […]

  • AMANAH Beri ‘Signal’ Tolak Hasil PSU Pilkada Buru. BAWASLU: “Tidak Ada Pelanggaran”

    AMANAH Beri ‘Signal’ Tolak Hasil PSU Pilkada Buru. BAWASLU: “Tidak Ada Pelanggaran”

    • calendar_month Senin, 7 Apr 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Namlea,Tajukmaluku.com-Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang memerintahkan Pemungutan Suara Ulang (PSU) dan Penghitungan Ulang Surat Suara (PUSS) di sejumlah TPS Kabupaten Buru resmi ditindaklanjuti. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Buru telah melaksanakan PSU dan PUSS di TPS 2 Desa Dabaowae, Kecamatan Waelata dan TPS 19 Desa Namlea, Kecamatan Namlea pada Sabtu, 5 April 2025. Usai pelaksanaan pungut […]

  • Gelar Apel Siaga, PLN UIW MMU Komitmen Pasokan Listrik Aman dan Andal selama Ramadan dan Idul Fitri 1447 H

    Gelar Apel Siaga, PLN UIW MMU Komitmen Pasokan Listrik Aman dan Andal selama Ramadan dan Idul Fitri 1447 H

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Menyambut bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah (UIW) Maluku dan Maluku Utara menggelar Apel Siaga Kelistrikan Ramadan dan Idul Fitri (RAFI) 2026, Selasa (17/3/2026). Apel ini menjadi bentuk kesiapan PLN dalam memastikan pasokan listrik tetap aman dan andal bagi masyarakat selama periode Ramadan hingga Idul […]

  • DPRD Maluku Kecam Kekerasan Polisi di Buru: “Polisi Harus Jadi Pengayom, Bukan Algojo”

    DPRD Maluku Kecam Kekerasan Polisi di Buru: “Polisi Harus Jadi Pengayom, Bukan Algojo”

    • calendar_month Kamis, 23 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Komisi I DPRD Provinsi Maluku mengecam keras dugaan kekerasan yang dilakukan aparat Polres Buru terhadap dua tersangka kasus pencurian. Aksi yang disertai pemukulan dan pemaksaan pengakuan itu dinilai mencederai prinsip penegakan hukum dan hak asasi manusia (HAM). Ketua Komisi I DPRD Maluku, Solichin Buton, menegaskan pihaknya tidak akan menutup mata atas laporan tersebut. Ia memastikan […]

expand_less