Breaking News
light_mode

Penutupan Lokalisasi Tanjung Batu Merah Dinilai Perburuk Pengendalian HIV, Aktivis Minta Pemda Kaji Ulang Kebijakan

  • account_circle Admin
  • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
  • visibility 57
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ambon,Tajukmaluku.com-Kebijakan penutupan lokalisasi Tanjung Batu Merah dinilai perlu dikaji ulang. Lantatan kebijakan tersebut dinilai berdampak pada hilangnya sistem pengawasan terhadap kelompok berisiko tertular HIV.

Pandangan itu disampaikan Direktur Yayasan Harmoni Hati Beta, Madina, saat menjadi narasumber dalam sosialisasi bahaya dan pencegahan HIV/AIDS bagi pelajar di SMA Negeri 11 Ambon. Kamis (23/7/2026).

Menurut Madina, selama ini pemerintah terlalu memandang persoalan prostitusi dari sisi moral dan agama, sementara aspek kesehatan masyarakat justru terabaikan.

“Ketika Tanjung Batu Merah ditutup, bukan berarti praktik prostitusi ikut hilang. Yang hilang justru sistem pengawasannya,” kata Madina.

Ia menjelaskan, sebelum lokalisasi ditutup, tenaga kesehatan dan pendamping dari LSM masih dapat menjangkau pekerja seks untuk memberikan edukasi, pemeriksaan HIV, distribusi alat pencegahan, hingga memastikan pasien yang terinfeksi tetap menjalani pengobatan.

Namun setelah lokalisasi dibubarkan, para pekerja seks berpencar ke berbagai tempat. Sebagian beroperasi melalui aplikasi digital, WhatsApp, Messenger, hotel, penginapan, rumah kos, hingga lokasi-lokasi yang sulit dipantau.

“Kalau mereka sudah menyebar, kita tidak tahu lagi mereka berada di mana. Kita tidak bisa melakukan intervensi. Kita juga tidak tahu apakah mereka masih di Ambon atau sudah berpindah ke daerah lain,” ujarnya.

Madina menegaskan, praktik prostitusi tidak lagi terpusat di satu lokasi. Menurutnya, pemerintah tidak bisa lagi menjadikan Tanjung Batu Merah sebagai satu-satunya fokus pengawasan.

“Di era sekarang, pekerja seks bukan hanya berada di lokalisasi. Banyak transaksi berlangsung melalui media sosial dan aplikasi pesan. Aktivitasnya berpindah ke hotel, penginapan, rumah kos, bahkan tempat-tempat yang tidak terlihat,” katanya.

Ia menilai kondisi tersebut justru meningkatkan risiko penyebaran HIV karena kelompok berisiko semakin sulit dijangkau oleh petugas kesehatan.

Program HIV Bergantung DonorMadina juga mengkritik minimnya komitmen pemerintah daerah dalam pembiayaan program HIV/AIDS.

Menurutnya, hingga 2026, program penanggulangan HIV di Maluku masih bergantung pada pendanaan Global Fund. Sementara dukungan anggaran melalui APBD belum tersedia secara memadai.

“Kami bersama LSM, puskesmas, dan tenaga kesehatan tetap melakukan pendampingan. Tetapi program ini berjalan karena didukung Global Fund. Kalau pendanaan itu berhenti, siapa yang akan membiayai program HIV di Maluku?” ujarnya.

Ia menyebut pemerintah memiliki kewajiban menyediakan anggaran melalui APBD agar program pencegahan, pemeriksaan, pendampingan, dan pengobatan tidak bergantung pada donor internasional.

Di sisi lain, ia mengungkapkan sejumlah program HIV di kabupaten dan kota di Maluku tidak berjalan optimal karena tidak memiliki dukungan anggaran dari pemerintah daerah.

Madina juga mengingatkan bahwa posisi Maluku yang berada di peringkat ke-14 nasional berdasarkan jumlah kasus HIV bukanlah prestasi. Angka tersebut hanya menggambarkan kasus yang berhasil terdeteksi dan tercatat.

“Kasus HIV terus muncul setiap hari. Angka bisa meningkat kapan saja. Karena itu, yang dibutuhkan bukan hanya pencatatan kasus, tetapi kebijakan yang berbasis kesehatan masyarakat,” katanya.

Ia berharap pemerintah daerah mengevaluasi kembali pendekatan penanggulangan HIV, termasuk dampak kebijakan penutupan lokalisasi, dengan mempertimbangkan aspek epidemiologi dan kesehatan publik.

“Persoalan ini jangan hanya dilihat dari aspek agama, dosa, atau moral. Lihat juga dari aspek kesehatan masyarakat. Ketika kelompok berisiko masih berada dalam sistem yang dapat diawasi, intervensi jauh lebih mudah dilakukan. Sebaliknya, ketika mereka menyebar tanpa pengawasan, risiko penularan HIV justru semakin besar,” ujar Madina.*(01-F)

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • KNPI: Gerakan HMI MPO Cabang Jakarta Raya Terkesan Ditunggangi

    KNPI: Gerakan HMI MPO Cabang Jakarta Raya Terkesan Ditunggangi

    • calendar_month Minggu, 16 Mar 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Buru,Tajukmaluku.com– Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Buru, Almuhajir Sipiel Miru, mengecam rencana demonstrasi yang akan dilakukan oleh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) MPO Jakarta Raya. Menurutnya, aksi tersebut tidak memiliki landasan kajian yang kuat serta cenderung membawa kepentingan tertentu yang bisa mengganggu stabilitas daerah. “Kami melihat bahwa gerakan ini bukanlah aksi yang lahir dari […]

  • Simak Cara Aman Bagi-bagi Warisan Tanah atau Akan Jual Sebagian

    Simak Cara Aman Bagi-bagi Warisan Tanah atau Akan Jual Sebagian

    • calendar_month Kamis, 9 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Namrole,Tajukmaluku.com-Kantor Pertanahan Buru Selatan (Bursel) membeberkan cara aman bagi-bagi tanah warisan atau akan dijual sebagian. Solusi hukum yang diberikan khusus bagi warga yg ingin menjual sebagian tanah, menghibahkannya, atau membagi waris tanpa harus membubarkan sertipikat induk untuk sisa tanah yang kamu miliki. Hal itu tidak bisa dilakukan hanya dengan sebatas memakai pagar pembatas melainkan harus […]

  • Jelang Tahun Baru, PLN UP3 Sofifi Sukses Nyalakan Pelanggan Pasang Baru 131 KVA PT Samator Indo Gas Tbk

    Jelang Tahun Baru, PLN UP3 Sofifi Sukses Nyalakan Pelanggan Pasang Baru 131 KVA PT Samator Indo Gas Tbk

    • calendar_month Sabtu, 30 Nov 2024
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com– PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Sofifi berhasil melakukan penyalaan untuk pelanggan pasang baru, yakni PT Samator Indo Gas Tbk. Diketahui PT Samator Indo Gas Tbk merupakan perusahaan gas industri terbesar di Indonesia yang mengoperasikan 44 pabrik dan lebih dari 100 stasiun […]

  • FJPI Maluku Bekali Jurnalis Hadapi KBGO, Perkuat Pemberitaan Berperspektif Korban di Era Digital

    FJPI Maluku Bekali Jurnalis Hadapi KBGO, Perkuat Pemberitaan Berperspektif Korban di Era Digital

    • calendar_month Sabtu, 1 Agt 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Cabang Maluku menggelar Workshop Jurnalis Perempuan dan Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) bertema “KBGO dan Tantangan Jurnalis di Era Digital” di Biz Hotel Ambon, Sabtu (1/8/2026). Kegiatan tersebut diikuti 40 jurnalis perempuan maupun jurnalis laki-laki di Maluku sebagai upaya memperkuat kapasitas insan pers dalam memahami serta memberitakan kasus-kasus KBGO secara […]

  • DPRD Maluku Desak Gubernur Evaluasi Dinas ESDM dan PTSP Soal Tarif Retribusi Pajak MLBM

    DPRD Maluku Desak Gubernur Evaluasi Dinas ESDM dan PTSP Soal Tarif Retribusi Pajak MLBM

    • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Rapat dengar pendapat (RDP) Komisi II DPRD Maluku bersama Dinas ESDM, PTSP dan PT Miranti Jaya Mulia menunjukan sampai dengan bulan September 2025 penarikan retribusi pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MLBM) Provinsi Maluku, hanya Rp 600 ribu lebih. Fakta ini diungkapkan Anggota Komisi II Fraksi PDI Perjuangan DPRD Maluku, Alhidayat Wajo. Dalam keterangannya, Alhidayat […]

  • Gelar Simulasi Pemungutan Suara Pilkada 2024, KPU Maluku Siapkan Petugas Hadapi Tantangan Teknis dan Prosedural

    Gelar Simulasi Pemungutan Suara Pilkada 2024, KPU Maluku Siapkan Petugas Hadapi Tantangan Teknis dan Prosedural

    • calendar_month Sabtu, 9 Nov 2024
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Maluku, M. Shaddek Fuad, secara resmi membuka kegiatan “Simulasi Pemungutan dan Penghitungan Suara dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Walikota dan Wakil Walikota Tahun 2024”. Acara yang digelar di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 1 Desa Wayame, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon. Hal ini menjadi […]

expand_less