Breaking News
light_mode

Penutupan Lokalisasi Tanjung Batu Merah Dinilai Perburuk Pengendalian HIV, Aktivis Minta Pemda Kaji Ulang Kebijakan

  • account_circle Admin
  • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
  • visibility 74
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ambon,Tajukmaluku.com-Kebijakan penutupan lokalisasi Tanjung Batu Merah dinilai perlu dikaji ulang. Lantatan kebijakan tersebut dinilai berdampak pada hilangnya sistem pengawasan terhadap kelompok berisiko tertular HIV.

Pandangan itu disampaikan Direktur Yayasan Harmoni Hati Beta, Madina, saat menjadi narasumber dalam sosialisasi bahaya dan pencegahan HIV/AIDS bagi pelajar di SMA Negeri 11 Ambon. Kamis (23/7/2026).

Menurut Madina, selama ini pemerintah terlalu memandang persoalan prostitusi dari sisi moral dan agama, sementara aspek kesehatan masyarakat justru terabaikan.

“Ketika Tanjung Batu Merah ditutup, bukan berarti praktik prostitusi ikut hilang. Yang hilang justru sistem pengawasannya,” kata Madina.

Ia menjelaskan, sebelum lokalisasi ditutup, tenaga kesehatan dan pendamping dari LSM masih dapat menjangkau pekerja seks untuk memberikan edukasi, pemeriksaan HIV, distribusi alat pencegahan, hingga memastikan pasien yang terinfeksi tetap menjalani pengobatan.

Namun setelah lokalisasi dibubarkan, para pekerja seks berpencar ke berbagai tempat. Sebagian beroperasi melalui aplikasi digital, WhatsApp, Messenger, hotel, penginapan, rumah kos, hingga lokasi-lokasi yang sulit dipantau.

“Kalau mereka sudah menyebar, kita tidak tahu lagi mereka berada di mana. Kita tidak bisa melakukan intervensi. Kita juga tidak tahu apakah mereka masih di Ambon atau sudah berpindah ke daerah lain,” ujarnya.

Madina menegaskan, praktik prostitusi tidak lagi terpusat di satu lokasi. Menurutnya, pemerintah tidak bisa lagi menjadikan Tanjung Batu Merah sebagai satu-satunya fokus pengawasan.

“Di era sekarang, pekerja seks bukan hanya berada di lokalisasi. Banyak transaksi berlangsung melalui media sosial dan aplikasi pesan. Aktivitasnya berpindah ke hotel, penginapan, rumah kos, bahkan tempat-tempat yang tidak terlihat,” katanya.

Ia menilai kondisi tersebut justru meningkatkan risiko penyebaran HIV karena kelompok berisiko semakin sulit dijangkau oleh petugas kesehatan.

Program HIV Bergantung DonorMadina juga mengkritik minimnya komitmen pemerintah daerah dalam pembiayaan program HIV/AIDS.

Menurutnya, hingga 2026, program penanggulangan HIV di Maluku masih bergantung pada pendanaan Global Fund. Sementara dukungan anggaran melalui APBD belum tersedia secara memadai.

“Kami bersama LSM, puskesmas, dan tenaga kesehatan tetap melakukan pendampingan. Tetapi program ini berjalan karena didukung Global Fund. Kalau pendanaan itu berhenti, siapa yang akan membiayai program HIV di Maluku?” ujarnya.

Ia menyebut pemerintah memiliki kewajiban menyediakan anggaran melalui APBD agar program pencegahan, pemeriksaan, pendampingan, dan pengobatan tidak bergantung pada donor internasional.

Di sisi lain, ia mengungkapkan sejumlah program HIV di kabupaten dan kota di Maluku tidak berjalan optimal karena tidak memiliki dukungan anggaran dari pemerintah daerah.

Madina juga mengingatkan bahwa posisi Maluku yang berada di peringkat ke-14 nasional berdasarkan jumlah kasus HIV bukanlah prestasi. Angka tersebut hanya menggambarkan kasus yang berhasil terdeteksi dan tercatat.

“Kasus HIV terus muncul setiap hari. Angka bisa meningkat kapan saja. Karena itu, yang dibutuhkan bukan hanya pencatatan kasus, tetapi kebijakan yang berbasis kesehatan masyarakat,” katanya.

Ia berharap pemerintah daerah mengevaluasi kembali pendekatan penanggulangan HIV, termasuk dampak kebijakan penutupan lokalisasi, dengan mempertimbangkan aspek epidemiologi dan kesehatan publik.

“Persoalan ini jangan hanya dilihat dari aspek agama, dosa, atau moral. Lihat juga dari aspek kesehatan masyarakat. Ketika kelompok berisiko masih berada dalam sistem yang dapat diawasi, intervensi jauh lebih mudah dilakukan. Sebaliknya, ketika mereka menyebar tanpa pengawasan, risiko penularan HIV justru semakin besar,” ujar Madina.*(01-F)

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Maraknya Penyelundupan B3 ke Gunung Botak, KNPI Buru Desak Polisi Bertindak

    Maraknya Penyelundupan B3 ke Gunung Botak, KNPI Buru Desak Polisi Bertindak

    • calendar_month Minggu, 9 Mar 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Buru,Tajukmaluku.com-Wakil Ketua DPD II KNPI Kabupaten Buru, Rizal Sutrisno, mendesak Polres Buru untuk segera tindak tegas terhadap maraknya penyelundupan dan distribusi ilegal bahan berbahaya dan beracun (B3) di wilayah Gunung Botak (GB). Ia melihat masih lemahnya pengawasan aparat terhadap peredaran merkuri dan sianida yang terus masuk ke daerah tersebut, terutama melalui jalur tol laut. “Kami […]

  • Soal Tambang Rakyat Cinnabar SBB, Latukaisupy: “Masyarakat Bergantung Ekonomi Disitu”

    Soal Tambang Rakyat Cinnabar SBB, Latukaisupy: “Masyarakat Bergantung Ekonomi Disitu”

    • calendar_month Senin, 24 Agt 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Anggota DPRD Maluku daerah pemilihan Seram Bagian Barat, Zain Syaiful Latukaisupy, mengatakan keberadaan tambang rakyat tidak semestinya hanya dipandang dari sisi persoalan dan penertiban.  “Di masa sulit seperti sekarang ini, ketika masih banyak masyarakat yang menganggur dan kemiskinan ekstrem masih menjadi persoalan di Maluku, maka tambang Cinnabar harus bisa menjadi salah satu solusi untuk mengatasi […]

  • 47 PLTS Diresmikan Presiden, 5.383 Rumah Tangga di Wilayah 3T Kini Nikmati Listrik Bersih

    47 PLTS Diresmikan Presiden, 5.383 Rumah Tangga di Wilayah 3T Kini Nikmati Listrik Bersih

    • calendar_month Sabtu, 28 Jun 2025
    • account_circle Tajuk Maluku.com
    • 0Komentar

    Jakarta,Tajukmaluku.com-Pemerintah Indonesia terus meningkatkan utilisasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai langkah strategis dalam menghadirkan pemerataan energi di seluruh penjuru tanah air. Terbaru, Pemerintah bersama PT PLN (Persero) dan mitra swasta meresmikan operasional 47 PLTS yang tersebar di 47 desa pada 11 provinsi di Indonesia. Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto menyatakan bahwa pengembangan energi surya […]

  • RUMMI Nilai Polisi Tebang Pilih Tindak Mafia Tambang Gunung Botak

    RUMMI Nilai Polisi Tebang Pilih Tindak Mafia Tambang Gunung Botak

    • calendar_month Sabtu, 14 Jun 2025
    • account_circle Tajuk Maluku.com
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Rumah Muda Anti Korupsi (RUMMI) menilai polisi tebang pilih dalam menindak mafia di Gunung Botak, Pulau Buru, Provinsi Maluku. Pasalnya, untuk penambang kecil diciduk sementara pemain penambang besar terkesan dilindungi. “Penambang kecil diciduk, sementara para pemain besar yang diduga mengatur dan membeking tambang ilegal Gunung Botak dibiarkan bebas,” kata Direktur RUMMI, Fadel Rumakat dalam keterangannya, […]

  • Inspektur Tambang Mangkir, DPRD Maluku Murka: “Sering Nongkrong di Kafe, Tapi RDP Tak Hadir”

    Inspektur Tambang Mangkir, DPRD Maluku Murka: “Sering Nongkrong di Kafe, Tapi RDP Tak Hadir”

    • calendar_month Selasa, 21 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Rapat dengar pendapat (RDP) Komisi II DPRD Maluku, berubah panas setelah Kepala Inspektur Tambang Wilayah Maluku tidak muncul dalam forum pembahasan insiden lingkungan akibat patahnya tongkang milik PT Batutua Tembaga Raya (BTR). Forum yang membahas pencemaran laut usai peristiwa 26 Agustus 2025 itu terpaksa tertunda. Tongkang pengangkut material tambang milik BTR disebut patah di perairan, […]

  • Wahid Laitupa Ingatkan Warga Siaga Hadapi Dampak Musim Hujan di Maluku

    Wahid Laitupa Ingatkan Warga Siaga Hadapi Dampak Musim Hujan di Maluku

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Anggota DPRD Provinsi Maluku, Wahid Laitupa ingatkan masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim penghujan. Mengingat, dampak musim hujan selalu tidak terlepas dari potensi bencana seperti banjir dan tanah longsor. “Memasuki musim hujan seperti saat ini, kita semua harus senantiasa waspada. Perhatikan dengan cermat kondisi lingkungan sekitar tempat tinggal, terutama bagi warga yang bertempat tinggal di bantaran […]

expand_less