Museum Siwalima Gelar Pameran Keliling di Saparua, Tanamkan Kesadaran Sejarah dan Budaya bagi Generasi Muda
- account_circle Admin
- calendar_month 0 menit yang lalu
- visibility 1
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Maluku Tengah,Tajukmaluku.com-UPTD Museum Siwalima Provinsi Maluku menggelar kegiatan Pameran Keliling Tahun 2026 di SMP Negeri 28 Tuhaha, Kecamatan Saparua, Kabupaten Maluku Tengah, Jumat (12/6/2026).
Kegiatan ini mengusung tema “Goresan Sejarah Warisan Bangsa” sebagai upaya mendekatkan informasi sejarah dan budaya kepada masyarakat, khususnya kalangan pelajar.
Dalam laporan panitia penyelenggara disebutkan bahwa warisan budaya merupakan bagian penting dari identitas bangsa yang harus dijaga, dilestarikan, dan diwariskan kepada generasi penerus.
Melalui berbagai koleksi sejarah dan budaya yang dipamerkan, masyarakat diharapkan dapat memahami perjalanan bangsa, nilai-nilai luhur, serta kearifan lokal yang menjadi fondasi kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
Pelaksana Tugas Kepala UPTD Museum Siwalima Provinsi Maluku, Helga Sahetapy dalam sambutannya menegaskan bahwa setiap benda budaya dan peninggalan sejarah memiliki nilai penting sebagai jejak perjalanan bangsa yang harus dipahami dan dihargai oleh generasi masa kini.
“Melalui pameran keliling ini, Museum Siwalima berupaya mendekatkan koleksi dan informasi sejarah kepada masyarakat, khususnya generasi muda, agar semakin mengenal, mencintai, dan melestarikan warisan budaya yang kita miliki,” ujarnya.
Kegiatan tersebut juga bertujuan memperkenalkan fungsi Museum Siwalima sebagai lembaga pelestarian, pendidikan, dan penyebarluasan informasi budaya kepada masyarakat.
Selain itu, pameran diharapkan mampu memperkuat nilai-nilai kebangsaan serta penghargaan terhadap jasa dan perjuangan para leluhur.
Korwil Pendidikan Kecamatan Saparua, para kepala sekolah, guru, siswa-siswi, serta masyarakat Negeri Tuhaha turut hadir dalam pembukaan kegiatan tersebut.
Kehadiran berbagai unsur pendidikan dan masyarakat menunjukkan tingginya perhatian terhadap upaya pelestarian sejarah dan budaya daerah.
Pameran keliling yang dibiayai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Non-Fisik BOP Museum Tahun 2026 ini menjadi salah satu langkah strategis Pemerintah Provinsi Maluku dalam memperluas akses edukasi budaya hingga ke wilayah-wilayah kepulauan.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, pihaknya berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga warisan budaya semakin meningkat, sehingga nilai-nilai sejarah yang diwariskan para leluhur tetap hidup dan menjadi inspirasi bagi pembangunan karakter generasi penerus bangsa.*(01-F)
- Penulis: Admin





Saat ini belum ada komentar