Breaking News
light_mode

Diseminasi Hasil Riset dan Pemetaan Hak Tenurial Pesisir dan Laut, Dorong Perlindungan Hak Melalui Peraturan Negeri

  • account_circle Admin
  • calendar_month Kamis, 10 Sep 2026
  • visibility 76
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Malteng,Tajukmaluku.com-JALA INA bersama Kelompok Pemuda MALESI menggelar Diseminasi Hasil Riset dan Pemetaan Hak Tenurial Pesisir dan Laut Negeri Liang.

Kegiatan ini menjadi ruang bersama antara Pemerintah Negeri, Saniri, nelayan, kelompok perempuan, tokoh masyarakat, dan pemuda untuk membahas pengakuan dan perlindungan hak tenurial masyarakat atas wilayah pesisir dan laut, serta mendorong percepatan penyusunan Peraturan Negeri (Perneg).


Upu Latu/Raja Negeri Liang, Taslim Samual, menegaskan bahwa hasil riset hak tenurial dapat menjadi pijakan dalam penyusunan aturan negeri yang melindungi hak masyarakat.


“Teman-teman JALA INA telah melakukan asesmen atau penelitian mengenai hak tenurial ini yang kemudian menjadi sebuah kerangka acuan dalam rangka menyusun peraturan negeri sehingga dalam peraturan negeri itu include di dalamnya hak-hak masyarakat itu.” ujar Taslim


Taslim juga mendorong agar hasil riset dan pemetaan tersebut menjadi acuan bagi Pemerintah Negeri dan Saniri dalam menyusun Perneg, sekaligus menjadi basis data dalam Musrenbang untuk membawa persoalan hak masyarakat, kewang, dan pengelolaan wilayah pesisir ke dalam agenda pembangunan negeri.


Wakil Ketua Saniri, Abdul Samad Lessy menyatakan dukungan terhadap proses tersebut dan menekankan bahwa rangkaian riset serta pertemuan yang telah dilakukan harus berujung pada kebijakan yang memberi manfaat nyata bagi Negeri Liang.


“Yang kita mau tanya ini, sejauh mana JALA INA mengawal persoalan ini, kejelasan ini, sampai kita bisa melahirkan katong punya peraturan negeri. Itu yang kita harapkan.”


Menurut Saniri, upaya ini tidak dapat hanya dibebankan kepada JALA INA karena persoalan pengelolaan pesisir merupakan persoalan bersama negeri. Pemerintah Negeri, Saniri, soa, dan masyarakat perlu mengawal proses tersebut, termasuk memperjuangkan dukungan anggaran melalui Musrenbang.


Desakan yang lebih kuat datang dari kelompok perempuan yang sehari-hari beraktivitas di wilayah pesisir. Hajijah Samual mengungkapkan bahwa ketiadaan sasi dan kewang membuat pengawasan terhadap pemanfaatan sumber daya laut menjadi lemah.


“Karena seng ada sasi kewang, dong datang dengan oto muat karang, pakai obat pakai jaring alus bahkan tangkap ikan alus. Jadi beta minta dari pemerintah segera katong pung aturan sasi tu segera dia berlaku.” ujarnya.


Warga lainnya menyoroti bahwa kekayaan pesisir Negeri Liang justru banyak dimanfaatkan pihak dari luar, sementara manfaat yang diterima masyarakat setempat belum terukur dengan baik.

Karena itu, warga meminta agar hasil pemetaan dan usulan perlindungan wilayah pesisir segera ditindaklanjuti menjadi Peraturan Negeri dan menjadi perhatian Pemerintah Negeri serta Saniri.


Pengakuan dan pelindungan hak tenurial menjadi penting karena wilayah pesisir dan laut bukan semata ruang ekologis, tetapi juga ruang hidup, ruang kelola, dan sumber penghidupan masyarakat Negeri Liang.

Kejelasan mengenai siapa yang berhak mengakses, memanfaatkan, mengelola, dan mengawasi sumber daya diperlukan agar potensi laut memberi manfaat nyata bagi warga, sekaligus memberikan kepastian pelindungan dari praktik pemanfaatan yang merusak dan tidak terkendali.


Karena itu, penyusunan Peraturan Negeri diharapkan menjadi dasar bagi pengakuan dan perlindungan hak tenurial masyarakat Negeri Liang atas wilayah pesisir dan laut. Pengaturan tersebut perlu mencakup kepastian wilayah kelola masyarakat, hak untuk mengakses dan memanfaatkan sumber daya, kewenangan dalam mengatur pemanfaatan, pengawasan terhadap pihak luar, serta penguatan kelembagaan dan aturan lokal dalam pengelolaan pesisir dan laut.

Dengan kepastian hak tenurial yang lebih kuat, masyarakat diharapkan memiliki posisi yang lebih jelas dalam menjaga, mengelola, dan memperoleh manfaat dari sumber daya pesisir secara adil dan berkelanjutan, sehingga tetap menjadi penopang kehidupan masyarakat dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.*(01-F)

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PLN UP3 Masohi Survei Lokasi PLTMH. Sungai Makariki Jadi Solusi Ideal Sistem Kelistrikan di Malteng

    PLN UP3 Masohi Survei Lokasi PLTMH. Sungai Makariki Jadi Solusi Ideal Sistem Kelistrikan di Malteng

    • calendar_month Rabu, 21 Mei 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Masohi,Tajukmaluku.com– PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Masohi, bersama jajaran teknis dan perencana, telah melaksanakan survei lokasi untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) Makariki yang dirancang memiliki kapasitas 4,14 megawatt (MW). Terletak di antara Desa Hatu dan Desa Yaputih, tepat di lereng […]

  • Hidup Bersama Bencana di Maluku: Bukan Sekadar Mitigasi

    Hidup Bersama Bencana di Maluku: Bukan Sekadar Mitigasi

    • calendar_month Sabtu, 31 Mei 2025
    • account_circle Tajuk Maluku.com
    • 0Komentar

    Oleh: M Kashai Ramdhani Pelupessy (Mahasiswa S3 Psikologi UGM yang Concern pada Isu Psikologi Kebencanaan) “Alam punya kemauannya sendiri”, kredo ini yang harus kita pegang sebelum menghadapi bencana alam. Gunung meletus, gempa bumi, dan tsunami merupakan peristiwa yang terjadi secara alami tanpa campur tangan manusia di dalamnya. Kita tidak bisa menghindarinya. Kita hanya bisa memahaminya […]

  • Momen Maulid Nabi Muhammad SAW PLN UP3 Sofifi Berbagi Kebaikan

    Momen Maulid Nabi Muhammad SAW PLN UP3 Sofifi Berbagi Kebaikan

    • calendar_month Jumat, 5 Sep 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Sofifi,Tajukmaluku.com-Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabiul Awal 1447 H, PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Sofifi menggelar kegiatan berbagi makanan gratis bagi masyarakat di kawasan Bundaran Sofifi, Maluku Utara. Kegiatan sosial ini menjadi bentuk nyata kepedulian PLN terhadap masyarakat, sekaligus momentum untuk […]

  • 5 Pengemudi Ojol Prasejahtera Peroleh Motor Listrik di PLN Electric Run 2024

    5 Pengemudi Ojol Prasejahtera Peroleh Motor Listrik di PLN Electric Run 2024

    • calendar_month Rabu, 9 Okt 2024
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon, Tajukmaluku.com – PT PLN (Persero) menyerahkan 5 (lima) unit motor listrik kepada lima pengemudi Ojek Online (Ojol) prasejahtera dalam ajang PLN Electric Run 2024 yang digelar di Scientica Park, Gading Serpong, Tangerang pada Minggu (6/10). Direktur Legal & Manajemen Human Capital PLN, Yusuf Didi Setiarto menjelaskan, 5 unit motor listrik tersebut merupakan hasil konversi […]

  • Di Depan Prabowo, Bupati Nagekeo Klaim KDRT Menurun Sejak Ada MBG

    Di Depan Prabowo, Bupati Nagekeo Klaim KDRT Menurun Sejak Ada MBG

    • calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Tajukmaluku.com-Bupati Nagekeo Simplisius Donatus meminta Presiden Prabowo Subianto melanjutkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayahnya. Dia mengklaim program tersebut membuat anak-anak lebih sehat dan rajin sekolah hingga menurunkan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Hal itu disampaikan Simplisius saat bertremu Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan dan rapat peninjauan lokasi terdampak gempa Flores, NTT, di Nagekeo. […]

  • PLN UIW MMU dan Pemprov Maluku Utara Komitmen Percepat Akses Listrik ke Daerah 3T

    PLN UIW MMU dan Pemprov Maluku Utara Komitmen Percepat Akses Listrik ke Daerah 3T

    • calendar_month Rabu, 20 Agt 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Sofifi,Tajukmaluku.com-Pemerintah Provinsi Maluku Utara dan PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) memperkuat komitmen bersama dalam upaya memperluas akses listrik hingga ke desa-desa terpencil dan wilayah kepulauan. Hal ini dibahas dalam pertemuan antara General Manager PLN UIW MMU, Noer Soeratmoko, dan Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, yang berlangsung di Kantor Gubernur Malut. […]

expand_less