Breaking News
light_mode

OKP CIPAYUNG PLUS MALUKU: “Kapolda Harus Angkat Bicara Terkait Keterlibatan Oknum Polisi Dalam Dugaan Suap Tambang Ilegal Gunung Botak”

  • account_circle Admin
  • calendar_month Selasa, 11 Feb 2025
  • visibility 512
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ambon,Tajukmaluku.com– Sepekan sudah kasus dugaan suap yang dikenal dengan istilah ’86’ dalam penanganan kasus Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Gunung Botak, Kabupaten Buru, Maluku meramaikan jagad media. Setelah beberapa nama oknum polisi yang muncul dipermukaan hingga mengundang para petinggi Polri turun tangan ke Maluku, pun belum ada titik terang, publik masih bertanya-tanya pangkal dari kasus ini sampai dimana. Hal ini membuat para Pimpinan Cipayung Plus Maluku angkat bicara. Dalam rilisan yang diterima media ini. Selasa (11/02/2025). Mereka mendesak Kapolda Maluku untuk membuka hasil pemeriksaan atau penyelidikan terkait dugaan keterlibatan Irwasda Polda Maluku Kombes Pol Marthin Luther Hutagaol, dalam kasus dugaan ’86’ Penambang Emas Tanpa Izin (PETI) Gunung Botak, Kabupaten Buru.

Ketua KAMMI Wilayah Maluku, Amin Fidmatan, mengatakan “Pihaknya selalu mengikuti perkembangan kasus ini, sejak awal proses selalu terbuka di publik, diketahui, kedatangan Tim Inspektorat Pengawasan Umum (Itwasum) Mabes Polri bahkan telah turun tangan, sejumlah saksi, termasuk tersangka B juga telah diperiksa. Namun, hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari Polda Maluku, terkait status hukum Irwasda Polda Maluku dalam kasus ini

Padahal keterbukaan hasil pemeriksaan tersebut bertujuan untuk memberikan rasa kepercayaan masyarakat atas kinerja Polda Maluku. “Publik selalu bertanya tanya, Apakah Irwasda sudah diperiksa atau belum, kemudian hasilnya seperti apa, ini yang tidak disampaikan pihak Polda ke publik,”. Tanya, Amin.

Lanjut, masyarakat berharap hasil penyelidikan dibuka karena mereka ingin tahu apakah betul atau tidak ada keterlibatan Irwasda Kombes Pol Martin Luther Hutagaol.

“Profesionalisme aparat kepolisian itu dilihat dari penanganan kasus yang melibatkan oknum anggota Polri itu sendiri,” Paparnya.

Sementara itu, Ketua PKC PMII Maluku M. Saleh Ohorella mengatakan sudah sepekan lebih pasca Tim Inspektorat Pengawasan Umum (Itwasum) Mabes Polri melakukan pemeriksaan hingga kini belum ada kejelasan dari Mabes Polri maupun Polda Maluku, PMII Maluku menegaskan kasus ini jangan ditutup-tutupi harus adanya transparansi sehingga kepercayaan publik terhadap Polri di Maluku tetap baik.

“Kami juga menduga adanya keterlibatan Kapolda Maluku yang saat ini dijabat oleh Irjen Pol Eddy Sumitro Tambunan, sebab sebelum beliau menjabat tidak pernah adanya keterlibatan oknum Polri perihal tambang gunung botak. Bahkan sebelumnya Polda Maluku berhasil mengamankan berbagai kasus penyelundupan dan melarang adanya aktivitas ilegal di gunung botak.”. Ungkap, Ohorella

Ohorella menambahkan, “Kapolri juga perlu memeriksa dan evaluasi kinerja Kapolda Maluku perihal kasus penambangan ilegal gunung botak yang diduga melibatkan oknum Polri yakni Irwasda Polda Maluku tersebut. Ohorella menyayangkan pasca Irjen Pol Eddy Sumitro Tambunan menjabat sebagai Kapolda Maluku citra Polri di Maluku menurun, sebab hingga saat ini Polri belum menyelasikan masalah-masalah hukum di Maluku, dengan demikian menurut hemat saya beliau harus dicopot.” Tegasnya.

Dalam rilisan yang sama. Formature ketua Umum BADKO HMI MALUKU ‘’ Poyo Sohilauw, mengingatkan Polda Maluku soal ketidaktransparansi bukan hanya soal menutup-nutupi informasi, tetapi juga bentuk penghinaan terhadap akal sehat publik yang kini menuntut keadilan dan kejelasan. Ini bukan sekedar kasus hukum, tetapi juga ujian integritas bagi institusi kepolisian di mata masyarakat.

“Gunung botak bukan sekedar tumpukan emas, tetapi juga simbol bagaimana hukum diuji di tengah godaan kekuasaan dan uang. Jika Polri gagal menunjukan keberpihakan pada keadilan maka yang tertimbun bukan hanya emas, tetapi juga kepercayaan publik maluku yang semakin pudar terhadap Institusi Polri, Papar, Sohilauw

Masih dalam nada yang sama, Sekretaris DPD GMNI Maluku, Jhon Lenon Solissa juga mengecam keras keterlibatan Irwasda Polda Maluku dalam kasus dugaan 86 penambangan emas tanpa ijin (PETI) di gunung Botak Kabupaten Buru, Solissa juga menduga adanya keterlibatan Kapolres Pulau Buru “Sulastri Sukidjang” karena menurutnya kalau pimpinan ditingkatan atas terlibat maka sudah pasti bawahannya juga terlibat. Oleh karena itu, Alumni Fakultas hukum Unpatti itu meminta kepada Kapolda Maluku untuk menonaktifkan kedua Oknum tersebut dari jabatan yang di-emban tersebut guna memperlancar Proses penyelidikan yang saat ini tengah ditangani oleh Inspektorat Pengawasan Umum Mabes Polri.

Desakan itu juga muncul dari Kabid Hukum dan HAM DPD IMM Maluku, ia menyoroti dan mendesak KPK RI agar segera membentuk tim investigasi guna memeriksa LHKPN Kapolres Buru yang di duga belum melakukan pelaporan sejak di lantik pada tgl 19 februari 2024. Selain itu, ia juga meminta agar Kapolri mengevaluasi Kinerja Kapolda Maluku, Karena diduga melakukan pembiaran aktivitas tambang ilegal di gunung botak.

OKP Cipayung Plus Maluku mengingatkan jika sampai hari Senin 17 februari 2025 belum ada respon dari Kapolda Maluku, maka akan ada aksi demonstrasi besar-besaran.*Redaksi

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Maluku Mediasi Masalah Akses Jalan Warga di Hative Kecil

    DPRD Maluku Mediasi Masalah Akses Jalan Warga di Hative Kecil

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-DPRD Provinsi Maluku menggelar rapat mediasi terkait masalah akses jalan warga di kawasan Negeri Hative Kecil, Kota Ambon. Mengingat, penutupan jalan di kawasan PLTD Wika, Desa Hative Kecil, RT 001/RW 01, Kota Ambon, sejak Maret 2024 hingga kini 28 April 2026, belum menemukan solusi final. Penutupan tersebut sempat mengakibatkan akses jalan yang biasa dilintasi warga […]

  • Tingkatkan Layanan Kelistrikan Jelang Ramadhan, PLN UIW MMU Kunjungi Pelanggan Potensial Semen Tonasa dan Unpatti

    Tingkatkan Layanan Kelistrikan Jelang Ramadhan, PLN UIW MMU Kunjungi Pelanggan Potensial Semen Tonasa dan Unpatti

    • calendar_month Kamis, 27 Feb 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Jelang Bulan Ramadan, PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) melakukan kunjungan ke stakeholder, yakni PT Semen Tonasa Indonesia dan Universitas Pattimura (Unpatti) di Ambon. Kunjungan kerja bidang niaga dan manajemen PLN UIW MMU ini dilakukan untuk meninjau layanan kelistrikan, memastikan kesiapan infrastruktur, dan menjalin kerja sama dengan mitra bisnis. Kunjungan ini […]

  • Akhirnya 8 Desa di Maluku Terlayani Listrik 24 Jam, Sadali Ie; Mimpi Masyarakat Terwujud

    Akhirnya 8 Desa di Maluku Terlayani Listrik 24 Jam, Sadali Ie; Mimpi Masyarakat Terwujud

    • calendar_month Sabtu, 28 Des 2024
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Penjabat Gubernur Maluku, Sadali Ie meresmikan penyalaan listrik 24 jam di Desa Geser, Kecamatan Seram Timur, Seram Bagian Timur (SBT). Sadali mengapresiasi sinergitas PLN UIW MMU dalam mewujudkan energi berkeadilan bagi masyarakat di Bumi Raja-raja. Pasalnya, masyarakat di delapan desa yang tersebar di Maluku akhirnya menikmati listrik 24 jam, setelah sebelumnya hanya terlayani 12 jam […]

  • Halal bi Halal di Desa Pasir Putih Bursel, Ridwan Nurdin Salurkan Bantuan ke Warga

    Halal bi Halal di Desa Pasir Putih Bursel, Ridwan Nurdin Salurkan Bantuan ke Warga

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Anggota DPRD Maluku, Ridwan Nurdin menyalurkan bantuan kepada 29 kelompok nelayan masyarakat pesisir di Desa Pasir Putih, Kabupaten Buru Selatan. Penyaluran itu diberikan saat momentum safari halal bi halal di wilayah tersebut, Jumat (27/3/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan ekonomi masyarakat berbasis sektor perikanan, yang dinilai memiliki potensi besar di wilayah Pasir Putih. […]

  • PLN UP3 Ambon Siapkan Listrik Andal Saat Kunjungan Menteri Kebudayaan Fadli Zon di Kota Ambon

    PLN UP3 Ambon Siapkan Listrik Andal Saat Kunjungan Menteri Kebudayaan Fadli Zon di Kota Ambon

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) melalui Unit Pelayanan Pelanggan (UP3) Ambon memastikan kesiapsiagaan penuh dalam menjaga keandalan pasokan listrik selama rangkaian kunjungan kerja Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, di Kota Ambon. Langkah strategis ini dilakukan untuk mendukung kelancaran agenda kenegaraan yang terfokus pada pelestarian sejarah dan budaya, sekaligus menunjukkan komitmen PLN […]

  • Waktunya Maluku “Merdeka”

    Waktunya Maluku “Merdeka”

    • calendar_month Kamis, 24 Okt 2024
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Oleh: Fadhel Abraham Rumakat Narasi tentang “Waktunya Maluku Merdeka” adalah seruan terhadap ketidakadilan struktural yang selama ini dirasakan oleh masyarakat Maluku, bukan dalam arti literal mengenai pemisahan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia, tetapi dalam arti mendalam tentang pembebasan dari ketertinggalan, ketergantungan, dan ketidakadilan yang seolah menjadi warisan dari sistem politik dan ekonomi sentralistis. Sejarah Ketertinggalan: […]

expand_less