Breaking News
light_mode

Bantah Soal Pemerasan Rp365 Juta hingga Intimidasi Hartini, Ini Kronologis Versi Sertu Seren Dio

  • account_circle Admin
  • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
  • visibility 255
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ambon,Tajukmaluku.com-Sertu Seren Dio, Anggota POM Kodam XV Pattimura Ambon membantah keras pernyataan Hartini, salah satu pengusaha kawakan di Kota Ambon, yang menuding dirinya telah melakukan pemerasan terhadap Hartini sebesar Rp365 juta atas transaksi emas antara Hartini dan Bisma, anak buah Resky Sulaiman.

Tidak hanya itu, Hartini juga mengaku diintimidasi Sertu Seren Dio di kediaman Hartini sendiri di Kawasan BTN Manusela, Kota Ambon beberapa waktu lalu.

Berdasarkan kronologi yang dituturkan Sertu Seren Dio kepada TajukMaluku.com, Kamis (15/1/2026) Siang hari di Kantor Pom Kodam XV Pattimura Ambon, Sertu Seren Dio kemudian menjelaskan bahwa peristiwa ini bermula ketika dirinya menerima telepon dari seorang bernama Resky Sulaiman, sekitar pukul 17.00 atau 18.00 WIT, pada tanggal 6 atau 7 Juni 2025.

“Bang, minta tolong dulu bang. Itu kerabat saya sudah transaksi emas, tapi ditipu bang. Infonya suaminya anggota PM dinas di Tual,” Kata Resky Sulaiman melalui sambungan telpon.

Menanggapi informasi tersebut, Sertu Seren Dio menyampaikan keraguannya. “Perasaan anggota PM yang dinas di Tual itu tidak ada yang punya rumah di BTN Manusela,” Jawab Dio ke Resky.

Selanjutnya, Resky Sulaiman memberikan nomor telepon Dio kepada Bisma, yang diketahui sebagai anak buah Resky atau pihak yang melakukan transaksi jual beli emas dengan Hartini. Bisma kemudian menghubungi Sertu Seren Dio dan menyampaikan permasalahan tersebut.

“Itu bagaimana?” Tanya Dio kepada Bisma.

“Ini bang, suaminya anggota, bilang katanya punya 4 kg. Ternyata barangnya cuma 1 kg, kurang 3 kg. Kita mau minta uangnya,” jawab Bisma.

Kedatangan ke Rumah Hartini

Sekitar pukul 19.00 atau 19.30 WIT, Sertu Seren Dio mendatangi rumah Hartini. Ia menegaskan, kedatangannya semata-mata karena informasi bahwa suami Hartini adalah anggota Polisi Militer yang dinas di kota Tual.

Dio menjelaskan bahwa dirinya merupakan anggota POM dengan penugasan staf intel, berdasarkan surat perintah (Sprin), yang memonitoring wilayah Kodam XV Pattimura, khususnya Kota Ambon. Di rumah tersebut, Dio bertemu dengan Hartini dan Bisma. Ia kemudian menanyakan secara langsung status suami Hartini.

“Bu, apa betul suami tentara?, ”Hartini menjawab:“Bukan Pak, suami saya Brimob.”

Foto: Kedatangan dan suasana di depan dan lantai II Rumah Hartini

Mendengar jawaban itu, Sertu Seren Dio mempertanyakan sumber informasi awal kepada Bisma. “Siapa yang info kalau suaminya PM dinas di Tual?”. Bisma menjelaskan adanya kesalahpahaman istilah.“Bang, kalau di kampung beta, Brimob itu beta bilang BM. Beta sampaikan ke Resky suaminya BM dinas di Tual, Resky salah dengar jadi PM di Tual.” Tutur Bisma.

Setelah memastikan suami Hartini adalah anggota Brimob, Sertu Seren Dio kembali menyampaikan kepada Resky melalui telepon bahwa persoalan tersebut bukan lagi ranahnya sebagai anggota POM.

“Suaminya Brimob, BM bukan PM. Saya sudah cek, saya tidak punya ranah di situ. Kalau memang tadi orang militer, saya masih punya ranah. Ini bukan ranah beta. Kamu telepon orang Polda (Resmob), kenalanmu yang polisi.” Ucap Dio kepada Resky Sulaiman.

Sekitar setengah jam hingga satu jam kemudian, empat anggota Resmob datang ke lokasi dengan satu unit mobil Brio.

“Orang Resmob itu satu mobil empat orang, pakai mobil Brio,” ujar Dio.

Proses Transfer Uang

Setelah Dio selesai menelepon, ia kembali masuk ke dalam rumah. Menurut Dio, dana 3,5 Miliar itu, diliatnya di M-Banking BCA, “Ibu Hartini kasih tunjuk itu, ada di ATM BCA.” Ungkapnya.

“Pak kalau bisa ATM BCA saja” Kata Hartini. Saat itu, Hartini menunjukkan kepada Bisma bukti transfer uang sebesar Rp150 juta.

“Pak, beta seng akan mungkin lari. Beta bakal kembalikan ini uang. Tapi di mana pak? Bank sudah tutup. Besok hari Jumat hari raya Idul Adha, sabtu-minggu bank tutup, kalau mau hari Senin pak,” kata Hartini.

Dio merespons:“Gak apa-apa, yang penting ibu ada itikad baik.”Hartini kembali menegaskan:“Ini pak, beta sudah transfer malam ini 150 juta.” Dio menekankan bahwa transfer tersebut dilakukan langsung oleh Hartini.

“Jadi bukti transfernya itu, uang itu ditransfer sendiri oleh Hartini.” kata Dio

Dio sempat mempertanyakan kepada Bisma mengapa transfer dilakukan ke rekening BCA.

“Bis, kenapa ditransfernya ke BCA?” Tanya Dio.

“Resky tidak punya ATM BCA, dia punya BRI dan BNI.” Jawab Bisma.

Hartini kemudian menyampaikan bahwa dana sebesar Rp3,5 miliar berada di rekening BCA. “Pak, kalau bisa ATM BCA saja.” Ucap Hartini.

Melalui komunikasi pesan singkat, Resky meminta Bisma agar transfer dilakukan ke rekening BCA tertentu. Dio menegaskan bahwa dirinya tidak mengetahui proses transfer tersebut secara langsung.

“Jadi setelah saya telepon, saya tidak tahu mereka, Hartini sudah transfer uang.” Kata Dio.

Menurutnya, Hartini bahkan sempat menyerahkan ponselnya kepadanya untuk meyakinkan adanya itikad baik, namun Dio menolak memegang ponsel tersebut.

“Kalau seng percaya, ini bapak pegang HP sudah.” Pinta Hartini.

Ponsel milik Hartini itu kata Dio diletakan diatas meja sembari menyuruh Hartini “Coba Ibu pencet”.

Hartini juga sempat menawarkan tambahan transfer. “Kalau memang hari ini bisa, malam ini transfer 1 M. Kalau bisa 500 juta, 500 juta bisa dicoba.” Kata Hartini.

Saat itu dicoba tidak bisa, Dio lantas menanyakan kepada Hartini ” Bu ATM BCA Experia kan”. “Iya Pak” Kata Hartini.

Dio lalu menjelaskan kepada Hartini keterbatasan dari Kartu ATM BCA Experia.

“Setau saya Experia itu gak bisa 150, kecuali Prioritas, Soliteri atau Bisnis.” Kata Dio.

Kedatangan Resmob dan Pengamanan Hartini

Tak lama kemudian, empat anggota Resmob datang dan masuk ke rumah tanpa mengetuk pintu.

“Yang tertua itu Pak Venno, ada empat orang. Pak Venno, Pak Farjo, Hendy sama bapak ini.” Jelas Dio.

Sertu Dio menyebut salah satu di antaranya bernama Venno.“Dia pasti ikut omongan saya, karena saya pegang kartu dia,” kata Venno.

Menurut Dio, Hartini yang merasa malu dengan kehadiran keluarga, pembicaraan kemudian dilanjutkan di lantai dua. Dio menegaskan dirinya tidak ikut campur lebih jauh karena persoalan tersebut bukan ranahnya.

Venno kemudian meminta ATM, KTP, dan buku tabungan Hartini, yang langsung diserahkan tanpa perlawanan. Hartini kemudian dibawa menggunakan mobil Brio berwarna abu-abu. Karena mobil sempit, salah satu anggota Resmob, Pardjo, tidak bisa ikut. Dio menawarkan untuk memesan ojek online menuju Polda, yang disetujui Pardjo.

Di Polda Lama

Bergoncengan dengan motor miliknya, Dio mengantar Bisma ke Polda Maluku dan menunggu cukup lama. Atas ajakan salah satu anggota Resmob, Dio sempat diajak makan di sekitar PLN Dianpertiwi. Ia menyebut melihat Hartini dan Bisma sudah berada di dalam Polda lama, namun tidak ikut campur karena bukan kantornya. Dio juga mengakui bahwa dia sempat masuk ke ruangan Krimum berdasarkan ajakan anggota resmob.

“Beta memang sempat masuk ke Polda lama tapi atas ajakan orang Resmob. Disana itu ada anggota Resmob 4 sampai 5 orang. Beta melihat Hartini ini sudah didalam dengan Bisma. Beta sempat melihat, karna itu bukan kantor beta, beta keluar.” Kata Dio

“Sekarang logikanya pak, ke kantor Polda lama, gak ada orang. Saya bisa keluar masuk, apa gak diteriakin maling saya?” Lanjutnya.

Foto: Hartini di salah satu ruangan Polda lama

Sekitar pukul 00.30 WIT, Ia (Dio) pamit pulang karena keesokan harinya Idul Adha. Saat itu, Hartini, Bisma, Venno, dan anggota Resmob masih berada di Polda lama. Ia juga membantah isu kehadirannya di ATM BCA.

“Bapak boleh cek CCTV BCA tanggal 7 Juni sekitar jam 02.30 atau 03.00. Kalau di CCTV itu ada saya, gaji dan remunerasi saya 10 tahun bapak ambil.” Tegas Dio.

Peristiwa Esok Hari di Rumah Hartini

Keesokan harinya, sekitar pukul 07.00–08.00 WIT setelah salat Idul Adha, Dio menerima telepon dari Bisma. “Bang, Hartini ada berontak sekitar jam 4 atau 5, kabur dia dari Polda.” Kata Bisma.

Dio lantas menegaskan hal itu bukan urusannya.”Loh Bisma itu bukan Urusanku Bisma, itu urusan orang Resmob, kan dia yang diamankan, di Polda lama” Jawab Dio.

Bisma juga bilang ke Dio sembari mengajak ke rumah Hartini. “Iya bang beta cuma sampaikan info itu. Hartini kemarin berontak dia.” Papar Bisma.

“Itu bukan urusan saya, itu urusan orang Resmob” Ucap Dio kepada Bisma.

Tak berselang lama setelah telpon dari Bisma, Dio juga ditelpon oleh Venno, anggota Resmob Polda Maluku. Menurut Dio, dalam sambungan telpon dengan Venno juga manyampaikan hal yang sama soal kejadian Hartini di ruang krimum. Ia lantas menegaskan ke Venno bahwa dirinya tak ada sangkut paut dengan peristiwa tersebut.

“Loh kok bisa kabur pak? Kan kantor, kantor bapak. Yang amankan juga bapak, kalau itu bukan urusan beta dan ga ikut campur” Ujar Dio.

Venno kemudian mengajak Dio ke rumah Hartini bersama dengan Bisma. Sekitar pukul 10.00–11.00 WIT, mereka tiba di rumah Hartini, namun Dio menegaskan kalau dirinya berada di luar rumah dikarenakan ia menyadari bukan tupoksi dia.

“Disitu, beta karna tau diri bukan ranah beta, jadi beta tunggu diseberang jalan seperti yang digambarkan CCTV pada berita di salah satu media di kota Ambon waktu itu” Terang Dio.

Ia pun menyebut pemberitaan oleh salah satu media yang menyatakan dirinya masuk rumah adalah tidak tepat. Menurutnya, sekitar 10-15 menit dirinya berada di luar rumah Hartini, Dio sontak mendengar suara keributan dari dalam rumah Hartini.

“Suaranya seperti orang teriak-teriak, akhirnya beta inisiatif untuk cek rumah cuman beta saat itu berdiri di depan pintu” Katanya.

Dio juga menyampaikan maksudnya untuk melerai hal tersebut dikarenakan semalam saat Dio di rumah Hartini tak terjadi apa-apa, mereka kata Dio mengobrol seperti biasa, tidak ada tekanan atau marah-marah.

“Bu, jangan marah-marah. Kita bicara baik-baik. Kalau teman saya salah, nanti saya tegur.” Kata Dio. Hartini menolak campur tangan Dio.“Kamu siapa? Kamu orang militer. Kamu nggak usah ikut campur. ”Dio menjawab:“Saya nggak ikut campur, saya cuma melerai.”

Suami Hartini kemudian menghampiri Dio dan mengusirnya.

“Hei, kau belum tahu saya siapa? Keluar kamu.” Kata suami Hartini yang ditutukan oleh Dio.

Dio tetap mencoba menenangkan situasi. Ketika suami Hartini mengaku sebagai anggota Brimob, Dio merespons tegas.

“Pak, jangan mentang-mentang bapak perwira Brimob, bapak semena-mena. Saya nggak takut. Saya datang bicara baik-baik.” Jawab Dio kepada suami Hartini.

Atas kejadian itu, Sertu Dio menyimpulkan bahwa apa yang disampaikan Hartini adalah fitnah dan pembohongan publik yang menyebabkan dirinya merasa dirugikan secara pribadi dan institusi.

Untuk itu, Dio telah melaporkan kejadian ini ke Dirkrimsus Polda Maluku terkait UU ITE karena membuat berita bohong dan fitnah.

Diakhir keterangannya kepada Tajukmaluku.com, Dio kemudian menyampaikan refleksi logis atas situasi tersebut, bahwa tidak ada seorang pun yang pantas dibentak atau diintimidasi di rumahnya sendiri, terlebih seorang ibu di hadapan keluarga dan anak-anaknya. Ia menegaskan, sebagai manusia biasa, dirinya juga bisa terluka atau bahkan kehilangan nyawa jika terjadi kekerasan.*(01-F)

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Teken MoU Bersama BPVP Ambon, PLN HUB Dorong UMKM Naik Kelas

    Teken MoU Bersama BPVP Ambon, PLN HUB Dorong UMKM Naik Kelas

    • calendar_month Selasa, 24 Jun 2025
    • account_circle Tajuk Maluku.com
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) melalui HUB Usaha Mikro dan Kecil (UMK) terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong pertumbuhan pelaku UMKM di wilayah timur Indonesia. Langkah ini diwujudkan melalui penandatanganan nota kesepahaman bersama Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Ambon, Kementerian Ketenagakerjaan RI. Kesepahaman ini befokus pada peningkatan produktivitas dan pengembangan […]

  • Gerak PKS: Ratusan Kader PKS Jalan Santai Lintasi Bentangan Jembatan Merah Putih

    Gerak PKS: Ratusan Kader PKS Jalan Santai Lintasi Bentangan Jembatan Merah Putih

    • calendar_month Minggu, 21 Sep 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Ratusan kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengikuti peluncuran Gerak PKS (Gerakan Raga Kader PKS) dengan jalan santai dan senam bersama, Minggu (21/9/2025). Rute jalan santai yang dilintasi para pengurus tingkat DPD, DOC, DPRa, dan seluruh kader PKS Kota Ambon ini mulai dari Kantor DPW PKS Maluku ke Jembatan Merah Putih (JMP) dan kembali lagi ke […]

  • Serahkan Hewan Kurban ke Ponpes Darunnajah, Menteri Nusron: Iduladha Jadi Momentum Mempererat Kebersamaan

    Serahkan Hewan Kurban ke Ponpes Darunnajah, Menteri Nusron: Iduladha Jadi Momentum Mempererat Kebersamaan

    • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Jakarta,Tajukmaluku.com-Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid menyerahkan hewan kurban dalam momentum Peringatan Iduladha 1447 H kepada Pondok Pesantren (Ponpes) Darunnajah. Jakarta, Rabu (27/05/2026). Ia menegaskan bahwa penyerahan hewan kurban tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Iduladha sekaligus bentuk kepedulian sosial Kementerian ATR/BPN kepada masyarakat dan lembaga pendidikan keagamaan. “Mudah-mudahan di […]

  • Akademisi Sebut Depidar SOKSI Maluku Arogan dan Langgar Asta Cita Prabowo

    Akademisi Sebut Depidar SOKSI Maluku Arogan dan Langgar Asta Cita Prabowo

    • calendar_month Senin, 8 Sep 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Akademisi Universitas Jakarta sekaligus Peneliti Strategi Nusantara Raya, Subhan Akbar Saidi, menilai langkah Depidar SOKSI Maluku melaporkan media malukuindomedia.com ke polisi sebagai tindakan arogansi yang justru bertentangan dengan visi besar Presiden Prabowo Subianto. “Ini bentuk arogansi dan sangat bertentangan dengan Asta Cita Presiden Prabowo. Pada poin pertama Asta Cita ditegaskan: Memperkokoh ideologi Pancasila, demokrasi, dan […]

  • Langkah Nyata Dukung Asta Cita, Walikota Tual Launching Pemeriksaan Kesehatan Gratis

    Langkah Nyata Dukung Asta Cita, Walikota Tual Launching Pemeriksaan Kesehatan Gratis

    • calendar_month Kamis, 24 Apr 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Sebagai bagian dari implementasi delapan misi Asta Cita Presiden Prabowo-Gibran yang menitikberatkan pada pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul dan berdaya saing global, bertempat di Puskesmas Kun, Pemerintah Kota Tual dibawah pimpinan Walikotta Hi. Akhmad Yani Renuat dan Wakil Walikota, Hi. Amir Rumra resmi luncurkan program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG). Kamis (24/04/2025). Dalam sambutannya. Walikota […]

  • KNPI: “Pembelaan Terhadap PJ Bupati SBB itu Ngaur”

    KNPI: “Pembelaan Terhadap PJ Bupati SBB itu Ngaur”

    • calendar_month Rabu, 18 Des 2024
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Polemik mengenai kinerja Penjabat (Pj) Bupati Seram Bagian Barat (SBB), Dr. Ahmad Jais Ely, M.Si, terus mengemuka. Sekretaris KNPI SBB, Wandri Makasar, yang menilai sejumlah klaim keberhasilan Pj Bupati sebagai upaya panik yang cenderung tidak berdasar. Wandri mengungkapkan, klaim terkait progres pembangunan Jembatan Kaibobu yang disebut mencapai 80 persen hingga 17 Desember 2024 diragukan validitasnya. […]

expand_less