Dari Benang Menjadi Harapan, PLN UIW MMU Dorong Ikat Amboina Naik Kelas
- account_circle Admin
- calendar_month 6 menit yang lalu
- visibility 3
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Ambon,Tajukmaluku.com-Helai demi helai benang di tangan para penenun Ikat Amboina bukan hanya dirangkai menjadi kain, tetapi juga menjadi harapan untuk menjaga warisan budaya sekaligus memperkuat penghidupan.
Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) mendampingi UMKM tersebut untuk meningkatkan kapasitas produksi, keterampilan, hingga memperluas akses pasar.
General Manager PLN UIW Maluku dan Maluku Utara, Dony Noor Gustiarsyah, mengatakan pemberdayaan UMKM merupakan bagian dari komitmen PLN menghadirkan manfaat yang melampaui penyediaan energi listrik.
“Energi yang PLN hadirkan harus mampu menggerakkan produktivitas dan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. Melalui Ikat Amboina, kami ingin potensi lokal berkembang menjadi usaha yang semakin mandiri dan berdaya saing, sekaligus menjaga kekayaan budaya Maluku agar terus hidup lintas generasi,” ujar Dony.
Berbasis di Skip Atas, Kelurahan Batu Meja, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Ikat Amboina telah menjaga tradisi menenun selama dua hingga tiga generasi. Kini, generasi muda turut melanjutkan keterampilan tersebut dengan menghadirkan desain yang lebih segar tanpa meninggalkan identitas Maluku, mulai dari inspirasi motif Tanimbar, Nunusaku, hingga elemen khas Ambon seperti ukulele dan tahuri.
Karya para penenun itu perlahan menjangkau panggung yang lebih luas. Produk Ikat Amboina telah diperkenalkan dalam berbagai pameran nasional, termasuk Indonesian City Expo di Surabaya dan Munas Apeksi di Makassar. Meningkatnya eksposur turut membuka peluang pasar sekaligus mendorong kelompok untuk meningkatkan kemampuan produksi dan kualitas produknya.
PLN UIW MMU kemudian memperkuat mata rantai usaha Ikat Amboina melalui dukungan sarana produksi, mulai dari alat tenun, alat pemutar benang, mesin jahit listrik, benang dan bahan pewarna hingga fasilitas pendukung pemasaran.
Dukungan tersebut dibarengi pelatihan menjahit dan pemasaran media sosial untuk meningkatkan kapasitas para pelaku usaha.Penguatan tersebut diharapkan membuat proses produksi menjadi semakin optimal sekaligus memberi ruang bagi para penenun untuk mengembangkan variasi produk. Dengan kapasitas yang semakin baik, Ikat Amboina memiliki peluang lebih besar untuk merespons permintaan pasar tanpa meninggalkan kualitas dan karakter khas tenun Maluku.
Pendampingan juga membawa Ikat Amboina semakin dekat dengan pasar digital. Pengembangan website, marketplace, media sosial serta materi foto dan video promosi menjadi pintu baru agar produk tenun Maluku dapat menjangkau konsumen lebih luas tanpa hanya bergantung pada penjualan langsung dan pameran.
Lebih dari penguatan usaha, tumbuhnya Ikat Amboina turut membawa misi regenerasi. Keterlibatan generasi muda menjadi penting agar keterampilan menenun tidak berhenti pada satu generasi, tetapi terus diwariskan sekaligus dikembangkan menjadi aktivitas ekonomi yang memiliki prospek bagi masyarakat lokal.
“Yang ingin kami bangun bukan sekadar bertambahnya sarana, tetapi kemampuan UMKM untuk terus tumbuh. Ketika usaha semakin produktif, pasar semakin terbuka dan generasi muda melihat bahwa warisan budaya memiliki masa depan secara ekonomi, maka pemberdayaan tersebut akan memberikan dampak yang berkelanjutan,” tambah Dony.
Kini, Ikat Amboina terus membuka peluang kolaborasi dengan pemerintah, desainer dan pelaku industri kreatif, sekaligus memperkuat kualitas produk dan kemasan untuk menjangkau pasar yang lebih luas, termasuk peluang ke luar negeri.
Dari alat tenun di Kota Ambon, benang-benang tersebut kini merangkai cerita yang lebih besar, yakni warisan budaya yang tetap hidup, UMKM yang semakin berdaya, serta peluang ekonomi yang terus terbuka.
Melalui TJSL, PLN UIW MMU terus menghadirkan energi yang tidak hanya menerangi, tetapi juga menggerakkan kemandirian dan kehidupan masyarakat.*(01-F)
- Penulis: Admin






Saat ini belum ada komentar