Breaking News
light_mode

Senin Depan, 500 Massa Aksi APKR Tanimbar Siap Kepung Kantor Pusat Inpex

  • account_circle Admin
  • calendar_month Sabtu, 1 Nov 2025
  • visibility 286
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta,Tajukmaluku.com-Aliansi Perjuangan Keadilan Rakyat Tanimbar (APKRT) akan mengelar aksi massa di depan Kantor Inpex Corporation yang berlokasi di Senayan Jakarta Pusat pada Senin 3 November 2025.

“Konsolidasi, rapat teknis dan persiapan perangkat aksi sudah dilakukan. Aksi senin besok melibatkan 500 massa yang dating dari berbagai elemen, ada Cipayung Plus Tanimbar, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat, Tokoh Pemuda dan simpatisan dari masyarakat umum” Terang Simon Batmomolin, Koordinator Aksi sekaligus Ketua Presidium APKRT, 01/11/25.

Simon menambahkan terdapat 8 point tuntutan aksi yang dialamatkan kepada Inpex yaitu:

  1. Wajib menghormati dan menghargai masyarakat adat Tanimbar.
  2. Harus memberi ganti rugi lahan dengan harga yang adil sesuai aspirasi masyarakat Tanimbar.
  3. Komitmen pada penyerapat tenaga kerja lokal (Maluku & Tanimbar) dalam fase konstruksi dan operasi Blok Masala.
  4. Transparan, professional dan berpihak pada warga Tanimbar dalam pelaksanaan CSR.
  5. Menolak Keras cawe-cawe dan Kongkalikong antara Inpes dengan Oknum Pemda KKT terkait pengaturan kontraktor dan sub-kontraktor.
  6. Inpex copot Puri Minari selaku Senior Manager Communication and Relation Inpex Masela karena telah mencipta kegaduhan dan disharmoni di masyarakat Tanimbar.
  7. Mendesak adanya partisipasi dan pelibatan pengusaha lokal dan UMKM di Blok Masela.
  8. Mendesak adanya perwakilan SDM lokal Tanimbar untuk duduk mengisi jabatan posisi strategis Blok Masela.

Proyek Strategis Nasional LNG Blok Masela yang merupakan salah satu investasi FDI (foreign direct invesment) terbesar di Indonesia dengan nilai mencapai sekitar US$20,94 miliar atau sekitar Rp345,51 triliun (asumsi kurs Rp16.500/US$) yang ditargetkan memulai operasi pada akhir tahun 2029 hingga 2055, nyatanya menimpan banyak masalah.

Situasi ini, jika dibiarkan, berpotensi menciptakan diskriminasi, ketimpangan sosial, memicu konflik, dan melanggengkan praktik eksploitasi sumber daya alam tanpa keberpihakan yang nyata pada kesejahteraan masyarakat setempat. *(01-F)

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polair dan Bakamla Diminta Bertindak Tegas, Pengeboman Ikan di Kei Kian Marak

    Polair dan Bakamla Diminta Bertindak Tegas, Pengeboman Ikan di Kei Kian Marak

    • calendar_month Kamis, 19 Jun 2025
    • account_circle Tajuk Maluku.com
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Aktivitas pengeboman ikan kembali marak terjadi di sejumlah perairan di Kepulauan Kei, khususnya di wilayah perairan Tayando. Praktik ilegal ini menimbulkan dampak serius terhadap keseimbangan ekosistem laut dan kehidupan sosial ekonomi masyarakat pesisir. Ledakan bom yang digunakan untuk menangkap ikan menyebabkan banyak ikany mati sia-sia. Insang ikan sobek, sebagian tercabik, dan sebagian lagi tenggelam ke […]

  • Rumah Warga di Dusun Katapang SBB Diduga Dibakar Orang Tak Dikenal

    Rumah Warga di Dusun Katapang SBB Diduga Dibakar Orang Tak Dikenal

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    SBB,Tajukmaluku.com-Sebuah rumah tinggal milik warga di Dusun Katapang, Desa Loki, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat, hangus terbakar pada Kamis malam (22/5/2026) sekitar pukul 19.00 WIT. Peristiwa tersebut diduga kuat akibat unsur kesengajaan atau pembakaran oleh orang tak dikenal. Rumah yang terbakar diketahui milik pasangan suami istri, Fitria Samal dan Jamblu Apiutung. Berdasarkan keterangan keluarga, […]

  • Ini Pandangan Akademisi Soal Pengalihan Utang ke Pengelolaan Kawasan Konservasi di Banda

    Ini Pandangan Akademisi Soal Pengalihan Utang ke Pengelolaan Kawasan Konservasi di Banda

    • calendar_month Senin, 25 Agt 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Abdul Ajiz Siolimbona, Dosen Program Studi Ilmu Kelautan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Khairun Ternate beberkan pandangannya terkait kebijakan pengalihan utang terhadap pengelolaan kawasan konservasi di Kecamatan Banda, Maluku Tengah. Dimana, sekitar 6,3 juta hektar kawasan konservasi terumbu karang di Banda tengah menjadi alat negosiasi Pemerintah Pusat untuk membayar sebagian utang dari total nilai […]

  • Harta Karun Gunung Botak dan Nyawa Para Penambang

    Harta Karun Gunung Botak dan Nyawa Para Penambang

    • calendar_month Rabu, 12 Mar 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Buru,Tajukmaluku.com-Tragedi longsor yang kembali merenggut nyawa di Gunung Botak (GB) pada Sabtu, 8 Maret 2025, bertepatan dengan bulan Ramadan, menambah daftar panjang korban jiwa akibat aktivitas tambang ilegal di kawasan tersebut. Abdullah Umar, Bendahara Umum DPD II KNPI Kabupaten Buru, menilai bahwa peristiwa ini bukan lagi kejadian yang mengejutkan—sebaliknya, ini adalah dampak dari kelalaian yang […]

  • Pembinaan ASN di Ambon, M. Ali Ramdhani: Asta Cita Protas Kemenag Lahirkan Kurikulum Cinta.

    Pembinaan ASN di Ambon, M. Ali Ramdhani: Asta Cita Protas Kemenag Lahirkan Kurikulum Cinta.

    • calendar_month Selasa, 6 Mei 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Program Prioritas Kementerian Agama Republik Indonesia yang dikemas dalam Asta Protas Kemenag menandai satu tindakan yang lebih berharga daripada seribu retorika yang tidak bermakna. Hal ini ditegaskan oleh Kepala Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Kementerian Agama RI, Muhammad Ali Ramdhani saat memberikan pembinaan kepada keluarga besar Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Maluku. […]

  • Membangun Ekonomi dari Bawah

    Membangun Ekonomi dari Bawah

    • calendar_month Rabu, 10 Des 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Oleh: Masyuhri Maswatu (Wasekjen Pimpinan Pusat GP Ansor) Tajukmaluku.com-Menemukan ruh pembangunan yang memberdayakan tidaklah mudah. Reformasi di Indonesia pada tahun 1998 telah memilih sistem desentralisasi. Otonomi daerah menjadi konsep operasionalnya. Bukan tidak berhasil, tapi penyelenggaraan otonomi daerah ternyata belum mampu melahirkan kesejahteraan bagi lapisan masyarakat terbawah yang hidup di desa. Bahkan rasio terus meningkat sudah […]

expand_less