Breaking News
light_mode

Listrik di Desa Tutukembong-KKT Normal Kembali, PLN ULP Saumlaki Ungkap Penyebab Gangguan

  • account_circle Admin
  • calendar_month Minggu, 29 Des 2024
  • visibility 176
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ambon,Tajukmaluku.com-PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) melalui Unit Layanan Pelanggan (ULP) Saumlaki telah menormalkan kembali sistem kelistrikan di Desa Tutukembong, Kecamatan Nirunmas, Kabupaten Kepulauan Tanimbar.Sebelumnya sempat terjadi pemadaman di hari yang berbeda, yakni pada 24 Desember dan 27 Desember 2024. Setelah melakukan pengecekan, PLN ULP Saumlaki mendapati sumber gangguan sistem kelistrikan tersebut.

General Manager PLN UIW MMU, Awat Tuhuloula mengungkapkan, pemadaman yang terjadi pada 24 Desember diakibatkan adanya pohon tumbang yang menimpa Jaringan Tegangan Menengah (JTM) yang berfungsi mendistribusikan sistem kelistrikan ke Desa Tutukembong. Alhasil, terjadi pemadaman seketika di desa tersebut.

“Setelah menerima laporan atas gangguan tersebut, Kami langsung menurunkan personel PLN yang tengah bersiaga untuk melakukan pembersihan jaringan di lokasi kejadian,” ucapnya.

Sebelumnya telah disampaikan imbauan kepada masyarakat, terutama pemilik pohon yang dekat dengan JTM, agar segera ditebang sebelum tumbang dan mengganggu sistem kelistrikan. Sebab, lanjut Awat, syarat jarak pohon dengan JTM minimal 3 meter.

“Jadi, syarat jarak pohon dengan JTM ini kan minimal 3 meter. Nah, jika ditemukan ada pohon yang sudah sangat merambah sistem kelistrikan ini, Kami akan melakukan imbauan kepada masyarakat agar dibantu pangkas atau tebang. Kebetulan yang tumbang ini pohon mangga, yang dianggap sebagai pohon produktif, makanya sama pemilik pohon tak mau ditebang sebelumnya,” terang Awat.

Untuk itu, dia meminta agar masyarakat bisa turut membantu PLN dalam upaya menjaga jaringan sistem kelistrikan di kawasan masing-masing. Dengan cara memangkas atau menebang pohon-pohon yang jaraknya mendekati JTM.

Cuaca buruk di akhir tahun ini juga mengakibatkan kabel lepas dari isolator, sehingga mengakibatkan terjadinya pemadaman listrik pada 27 Desember lalu. Hal ini pun ditindaklanjuti dengan segera, dan dilakukan perbaikan.

“Kami meminta maaf atas kejadian tersebut. Pada dasarnya Kami ingin agar masyarakat menikmati listrik tanpa ada gangguan, namun ada hal-hal eksternal yang terjadi di luar kendali kami,” ucap Awat.

Adapun listrik kini sudah kembali menyala secara normal. Awat menyampaikan, masyarakat tak perlu khawatir, sebab listrik di Desa Tutukembong kini disuplay dari Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Bomaki dengan beban pada siang hari sebesar 500 kW dan malam hari sebesar 800 kW.

“Dengan kapasitas yang ada, PLTD Bomaki siap melistriki 3.991 pelanggan di Desa Tutukembong,” kata Awat.

Adapun PLN UIW MMU telah melakukan Siaga Nataru sejak 18 Desember dan masih berlangsung hingga 8 Januari 2025. Masyarakat tak perlu khawatir akan kebutuhan energi listrik selama momentum Nataru. Jika didapati adanya gangguan kelistrikan, Awat meminta masyarakat agar segera melapor melalui aplikasi PLN Mobile – sebuah aplikasi yang dapat digunakan pelanggan untuk menjawab kebutuhan kelistrikannya. Mulai dari laporan aduan, membeli token hingga menambah daya listrik.

“Personel kami siaga 24 jam untuk menerima laporan maupun aduan pelanggan. Aplikasi PLN Mobile juga memudahkan pelanggan yang ingin melapor gangguan, isi token, atau menambah daya, lengkap di dalamnya ada macam-macam fitur,” ajak Awat.*Redaksi

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lakban: Kuasa atas Ruang di Pasar Mardika

    Lakban: Kuasa atas Ruang di Pasar Mardika

    • calendar_month Sabtu, 31 Mei 2025
    • account_circle Tajuk Maluku.com
    • 1Komentar

    Oleh : Ardiman Kelihu “Katong mau maso tapi maso kamana. Seng ada tampa di dalam lai”. [kami mau masuk ke dalam, ke Gedung baru pasar Mardika, tapi masuk ke lapak yang mana. Tidak ada tempat lagi di dalam”. Kira-kira begitu ungkapan para pedagang di Pasar Mardika yang disampaikan ulang oleh seorang informan ketika saya berbincang […]

  • Jaga Konektivitas Antar Pulau, DPRD Maluku Minta PD Panca Karya Segera Operasikan Kapal Bahtera Nusantara

    Jaga Konektivitas Antar Pulau, DPRD Maluku Minta PD Panca Karya Segera Operasikan Kapal Bahtera Nusantara

    • calendar_month Senin, 27 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Perusahaan Daerah (PD) Panca Karya diminta untuk segera mengoperasikan Kapal Bahtera Nusantara pada pertengahan Agustus 2026. Hal itu guna mendukung konektivitas transportasi laut antar pulau di Maluku dan pelayanan kepada masyarakat. Ketua Komisi III DPRD Provinsi Maluku, Alhidayat Wajo mengatakan ,pengoperasian kapal tersebut tidak boleh kembali mengalami penundaan, karena sangat dibutuhkan. “Kami memberikan batas waktu, […]

  • Soroti Limbah Ritel Modern, Ketua YPDI Ambon Minta Izin Usaha Alfamidi dan Indomaret Ditinjau Ulang

    Soroti Limbah Ritel Modern, Ketua YPDI Ambon Minta Izin Usaha Alfamidi dan Indomaret Ditinjau Ulang

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Ketua Yayasan Pijar Demokrasi (YPDI) Cabang Kota Ambon, Basyir Tuhepaly, menyoroti persoalan limbah sampah yang dihasilkan oleh perusahaan ritel berskala besar yakni PT Alfamidi dan PT Indomaret, yang beroperasi di Kota Ambon. Ia menilai, pengelolaan sampah dari kedua perusahaan tersebut patut dicurigai karena hingga kini tidak ada kejelasan terkait lokasi dan mekanisme pembuangan limbah perusahaan. […]

  • Izin Diduga Bermasalah, Gunawan Mochtar Soroti Proyek Hatukau Waterfront City di Teluk Ambon

    Izin Diduga Bermasalah, Gunawan Mochtar Soroti Proyek Hatukau Waterfront City di Teluk Ambon

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Proyek reklamasi dan pembangunan Hatukau Waterfront City di kawasan Batu Merah, Kota Ambon, menuai sorotan tajam DPRD Kota Ambon. Proyek yang baru dicanangkan melalui peletakan batu pertama pada 8 April 2026 itu dinilai menyimpan persoalan administrasi serius dan berpotensi menabrak aturan tata ruang serta lingkungan. Anggota DPRD Kota Ambon dari Fraksi PKB, Gunawan Mochtar, mengatakan […]

  • Bak Hukum Karma Berlaku, Sadali Ie Dikabarkan Lengser dari Kursi Sekda Maluku, Kasrul Selang Jabat Plt

    Bak Hukum Karma Berlaku, Sadali Ie Dikabarkan Lengser dari Kursi Sekda Maluku, Kasrul Selang Jabat Plt

    • calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Sadali Ie dikabarkan telah lengser dari kursi Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Maluku, Selasa (25/11/2025). Alasan lengsernya Sadali dari jabatan strategis di dunia birokrat itu belum diketahui pasti. Namun kabarnya, Sadali saat ini sedang tidak dapat menjalankan tugasnya dengan baik lantaran sedang ada gangguan kesehatan. Kini, nama Kasrul Selang telah tercantum dalam SK Nomor 800.1.11.1/479 tanggal […]

  • Layangkan Aduan ke Mabes Polri: Selain Laporkan Tiga Oknum Polisi, Fakaubun Desak Kapolri copot Kapolda Maluku dan Kapolresta Ambon

    Layangkan Aduan ke Mabes Polri: Selain Laporkan Tiga Oknum Polisi, Fakaubun Desak Kapolri copot Kapolda Maluku dan Kapolresta Ambon

    • calendar_month Minggu, 22 Des 2024
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Kasus dugaan penganiayaan terhadap Rizal Taufik Serang oleh sejumlah oknum anggota kepolisian di Ambon berbuntut panjang. Salahuddin Hamid Fakaubun, S.H., M.H. akan melayangkan surat pengaduan resmi ke Mabes Polri. Surat tersebut meminta tindakan tegas terhadap tiga oknum polisi yang diduga terlibat dalam insiden tersebut, yakni BRIPKA EDY, AIPDA TORTET, dan BRIPKA SURKAM DEWA. Dalam laporannya, […]

expand_less